Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Janji Suci dan Dua Buah Permen


__ADS_3

Gambaran Masa Mendatang.


"Uzay ...! Kemana kamu?" Perempuan itu mencari sampai di celah lemari, kursi, kamar mandi, ruang ganti.


"Ugh ... kemana dia?! Kalau abis mandi, selalu susah di pakein baju," gerutu perempuan itu masih mencari kesana-kemari.


"Biar saja, tidak usah ikut pesta. Hari ini aunty mimi mau nikah, pestanya besar, kamu tidak usah ikut!" ancamnya.


"Lihat saja, setelah seperti ini, apa kamu betah bersembunyi!? Hi hi hi ...." Merasa telah mengeluarkan jurus terampuh, perempuan itu cekikikan sendiri.


"Satu ... dua ... ti ...." Hitungannya belum genap mencapai angka tiga, tapi lantai keramik terdengar berderit-derit. Sesosok makhluk kecil berlari dengan kaki mungilnya.


"Ugay ... ikuuut, Mi! Ugay ikut!"


'Ha ha ... kepancingkan kamu?' batin perempuan itu.


"Uzay mau ikut? Ikut kemana? Mimi cuma berbohong, tuh." Perempuan itu berjongkok, menyamai tinggi badan Uzay sambil terkekeh.


"Aih! Mimi boong?! Uga aduin ke pipi, opa, oma, oma tua, anty Tu, anty mimi, om kiki! Hayo ... Mimi takut enggak?"


"Hih ... Mimi takut sekali, sayang. Maafin Mimi."


"Gak ada maaf!" Makhluk kecil bersedekap dada dengan mulut manyun. Em ... menggemaskan sekali.


"Kalian belum bersiap? Nanti kita terlambat." Seorang pria baru muncul dari pintu dan mendekati perempuan itu beserta si makhluk kecil.


"Pipi, Mimi bedosa!" teriak makhluk kecil tadi. Berlari menubruk kaki kokoh seorang pria yang dipanggilnya pipi.


"Mimi bedosa?" Pria itu mengulang kata dengan menirukan suara Uzay, membuat perempuan dewasa tadi tertawa terpingkal-pingkal.


"Hei jangan mengejek, nanti putramu marah. Tahu sendiri kalau dia marah, dia akan menggangu semua orang," bisik pria tadi di samping sang istri.


Perempuan itu menggeleng-gelengkan kepala. "Memang dasar dia keturunanmu. Jadi, dari kecil sudah seperti sultan."


"Eh, tapi dia banyak bicara seperti kamu! Dia juga gampang marah, persis sekali sama ka ...!"


"Persis siapa? Lanjutkan!"


Pria itu menyengir tidak jadi melanjutkan katanya.


*

__ADS_1


Tiga mobil beriringan menuju sebuah bangunan megah bergaya arsitektur modern, penumpang di sambut baik oleh pemilik rumah.


Ketika masuk, semua sudah hadir dan terlihat acara sudah akan dimulai.


"Kenapa telat? Hampir saja dimulai."


"Itu gara-gara drama pipi dan Uga. Biasa mereka musti ini itu dulu."


"Bisa kita mulai?" tanya seseorang menggunakan peci hitam.


"Bisa."


"Bismillahirrahmanirrahim ... ya ananda Faskieh Rhamadan bin Ahmad Rhamadan, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Alzeena Lee Praheswari binti Samuel Aeron Lee dengan mas kawin 191 gram emas, uang tunai 191 juta dan seperangkat alat sholat, di bayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Alzeena Lee Praheswari binti Samuel Aeron Lee dengan mas kawin tersebut, tunai ...."


"Sah ...?"


Dengan sekali tarikan napas, pria bernama Faskieh Rhamadan telah sah menjadikan Alzeena sebagai istri sahnya.


Zee tampak meneteskan air mata, namun wajahnya berseri dengan sebuah lengkungan di bibirnya. Dia terlihat bahagia.


"Selamat sayang, kamu sudah menjadi seorang istri, berbaktilah selalu kepada suamimu. Semoga rumah tangga kalian selalu dipenuhi kebahagiaan," ucap Dewi memeluk putri kesayangannya dengan tangis bahagia.


"Zee, beberapa detik kamu sah menjadi istri Faskieh, kamu menyebutnya seperti itu lagi," tekan Dewi mengingatkan.


"Iya-iya, maaf, Ma. Walau dia berondong, tapi dia berondong kesayanganku." Zee mempererat pelukannya.


"Lama sekali, aku tidak kebagian mengucap selamat untuk putriku," ujar Lee yang baru mendekat. Dia berpindah posisi.


"Pa ...."


"Selamat atas pernikahanmu, sayang. Jodoh tidak akan pernah salah dan jodoh akan datang tepat pada waktunya. Semoga pernikahan kalian selalu bahagia," ucap Lee dengan sudut mata mengembun. Ucapan doa dari seorang ayah yang selalu mengusahakan yang terbaik untuk putrinya.


Rasanya baru kemarin, putri kecilnya berlarian, berceloteh panjang lebar, merengek untuk datang ke rumah kak Io nya, tetapi waktu cepat sekali berlalu. Dan kini, tanggung jawab untuk menjaga Zee di serahkan kepada Faskieh. Pria yang baru saja menjadikan Zee halal untuk pria itu.


"Terima kasih, Pa. Papa selalu yang terbaik. Tanpa kesengajaan, Papa sudah mengirimkan jodoh itu pada Zee. Ya ... walau perjalanan kami panjang dan penuh batu terjal, tapi Zee bahagia berjodoh dengan Faskieh. Papa benar, jodoh memang tidak pernah salah. Restui rumah tangga kami, agar kami selalu bahagia." Zee menangis dan memeluk tubuh ayahnya. Tanpa sadar, benar, tanpa sadar sang ayah yang mengirimkan jodoh itu untuknya. Dari bodyguard, teman, sahabat, sosok yang nyaman, saling sayang, dan akhirnya berakhir dalam ikatan suci.


"Zee ...?"


"Nay ...."

__ADS_1


"Selamat untuk pernikahan kalian. Semoga selalu dibaluri kebahagiaan. Segera mendapat makhluk kecil yang menggemaskan tapi juga menjengkelkan seperti Uzai."


Zee dan Naya saling berpelukan. "Terima kasih, Nay, terima kasih. Akhirnya pelabuhan terakhirku adalah Faskieh, pria brondong sok bijak tapi mampu membuka hatiku."


"Tulang rusuk tidak pernah tertukar, Nay. Dan ternyata aku adalah tulang rusuk milik Faskieh, bukan milik kak Io. Sebesar apapun perasaanku dengan kak Io, selamanya hanya tetap sebagai kakak ber-adik. Karena memang seperti itu lah takdir kami."


Naya tersenyum dan mengangguk.


"Zee, selamat atas pernikahanmu. Semoga selalu bahagia. Suatu saat kalau Faskieh berbuat macam-macam, atau berani menyakitimu, bilang padaku, kakakmu ini akan memberinya hukuman setimpal," ucap Akio dengan gaya cool.


"Wuih ... ngeri ...! Ini hari pernikahan kami, Kak. Ucapkan selamat saja tanpa embel-embel mengancam. Belum apa-apa, aku sudah takut." Faskieh menyahut.


Mereka tergelak.


"Sebagai seorang kakak, aku harus menjaga dan memastikan kebahagiaan adikku. Kalau kamu berani menyakitinya, tentu kakaknya yang akan maju," sambung Akio.


"Terima kasih, kak Io. Aku akan mengadukan tingkah laku suamiku padamu. Biar kakak yang akan menanganinya."


"Anty Anty, selamat ulang tahun ... selamat ulang tahun ... selamat ulang, selamat ulang, selamat ulang tahun Anty Mimi."


Nyanyian Uzay kecil membuat semua terbengong. Detik berikutnya mereka semua tertawa. Kyu dan Al sampai terbahak-bahak.


Ya Tuhan, makhluk kecil itu menggemaskan sekali. Para orang dewasa memberi ucapan selamat untuk pernikahan Zee dan Faskieh, Uzay justru memberi ucapan selamat ulang tahun. Bagaimana tidak membuat semua orang tertawa.


"Terima kasih, keponakan anty yang paling tampan sejagad dunia. Terima kasih, sayang," ucap Zee menciumi pipi Uzay.


"Stop, Anty! Ada pacar Anty ...!"


"Eh, kenapa gitu kalau ada pacar Anty?"


"Nanti dia malah!"


Jawaban Uzay lagi-lagi membuat orang dewasa tertawa dengan menggelengkan kepala.


"Uga punya kado buat Anty." Makhluk kecil itu menyodorkan kotak hadiah.


"Eh ...." Naya terkejut. Dari mana putranya itu punya kado? Dia melihat ke arah Akio. Pria itu mengangkat bahu.


"Terima kasih, sayang." Zee menerima bungkusan kado itu dan membukanya.


"Ho?"

__ADS_1


'Dua buah permen fox.'


Uzay mengedipkan matanya.


__ADS_2