Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Bertanya pada supir taksi


__ADS_3

Lee mengajak Ken menuju ruang pengawas yang berpusat pada satu ruangan khusus, disana sudah ada petugas yang sedang memutar rekaman dari kemarin hingga saat melihat Kei keluar dari dalam apartemen dengan membawa tas jinjing.


Kyura berada dalam gendongannya, sedangkan Kio menggandeng tangan Kei.


Mata Ken tak berkedip saat mengamati wajah istri dan anaknya. Kio sudah besar dan tubuhnya sedikit kurus.


Mata Ken mengamati anak kecil yang ada di gendongan Kei, Kyura tumbuh dengan baik bahkan Ken hampir tidak mengenali putri kecilnya yang sekarang sudah terlihat besar.


Hatinya seperti diremas saat melihat penampilan mereka yang sederhana. Jauh dari saat mereka bersama.


Kio, Ken merindukan putra kecilnya yang sudah mulai dewasa. Telinganya begitu tak sabar ingin mendengar suara Kio yang memanggilnya dengan sebutan Daddy. 'Daddy akan mencari dan menjemput kalian, Sayang.' batin Ken sedih.


Terakhir Ken menyuruh petugas untuk memutar rekaman didepan jalan raya, Ken ingin mengetahui Kei pergi menggunakan kendaraan apa.


Setelah melihat Kei memberhentikan taksi, Ken reflek menyuruh petugas untuk meng-pause rekaman, lalu menyuruh Lee untuk mencatat nomor kendaraan agar mudah dilacak.


Setelah mengantongi satu bukti yang sebenarnya invalid, tapi Ken tak pantang mundur, bertekad kuat akan mencari mereka lewat petunjuk apapun, dan sekecil apapun.


Lagi-lagi Ken menyuruh Lee untuk menghubungi Tony agar melacak plat kendaraan taksi yang ditumpangi Kei kemarin dan melakukan sesi wawancara menanyakan dimana keberadaan Kei.


Menit, jam berlalu. Ken mengabaikan kondisi badan yang belum pulih total, menahan sakit kepalanya demi mencari Kei dan anaknya.


Dengan proses yang panjang akhirnya Ken bisa menemukan taksi yang dicari. Lee memotong jalan agar taksi itu berhenti.


Supir taksi yang tiba-tiba dihadang itu sudah ketakutan, mengira itu adalah perampok karna ada dua mobil berjajar yang menghadangnya. Supir taksi itu tidak membuka kaca mobil sama sekali dan tetap duduk ketakutan dibelakang kemudi.


Melihat Lee yang turun dengan pakaian rapi akhirnya supir taksi itu mau membuka jendela mobil.

__ADS_1


"Pak, saya bukan orang jahat. Saya hanya ingin bertanya pada anda." sapa Lee dengan sopan, melihat raut ketegangan diwajah supir taksi membuat Lee bersikap ramah agar supir itu tidak takut.


"Ta tanya apa, Tuan?" tanya supir taksi.


Lee mengambil ponsel mencari foto keluarga tuan mudanya lalu menunjukan foto itu depan supir taksi. "Anda kemarin menurunkan wanita ini dan dua anaknya dimana?" tanyanya.


Supir taksi itu mengamati dengan jeli wajah Kei dan anaknya, keningnya mengernyit dan bola mata yang bergerak-gerak seolah sedang mengingat sesuatu. Lama, sedikit lama karna penumpang yang dia angkut sangat banyak, bukan hanya satu atau dua orang saja. Maka si supir taksi sedikit lupa dan harus dengan pelan mengingatnya.


Ken yang tidak sabaran segera turun dari mobil, wajahnya sudah mengeras saat menghampiri keduanya. "Bagaimana Lee?" Ken bertanya pada Lee.


"Bapak ini sedang mengingatnya Tuan, penumpang yang diangkut bukan hanya Nona Kei, jadi harus mengingatnya lagi." jawab Lee.


"Hei... Bapak, tolong anda ingat-ingat lagi, dimana anda menurunkan anak istri saya." ucap Ken penuh harap.


"Sebentar Tuan, saya juga sedang mengingatnya. Saya sudah tua, jadi sudah pikun."


Bapak supir taksi itu memiringkan sebelah bibirnya, merasa tersinggung dengan ucapan Ken yang tidak sopan.


"Heh Tuan, kalau saya diam dirumah, apa uang akan turun sendiri dari langit? diumur saya yang sudah tua tapi masih bekerja karna anak dan istri saya butuh makan. Jadi orang kok sombong." cibir supir taksi dengan geram.


Mata Ken melotot dan mungkin sudah akan keluar tanduk. Begitulah Kendra Kenichi dengan segala sikapnya, mudah marah, emosi, arogan. Apalagi disaat sedang panik maka susah mengontrol emosi dan bersikap semaunya sendiri tanpa pandang bulu siapa yang ada dihadapannya.


"Tuan Muda, lebih baik anda menunggu didalam mobil saja. Ini biar saya yang menangani." Lee menyuruh Ken pergi, jika Ken masih disitu, tidak menutup kemungkinan malah memicu keributan dan tidak mendapatkan hasil apapun.


"Hei, Tuan, saya tidak mau mengingatnya kalau Tuan Muda mu yang sombong itu tidak mau minta maaf pada ku." kata supir taksi dengan kesal.


Ken yang sudah hampir sampai disamping mobilnya langsung berbalik. "Hei... aku bisa membuat anda dipecat sekarang juga. Bahkan saya bisa menutup perusahan taksi tempat anda bekerja! jadi, cepat usahakan agar anda mengingat dimana menurunkan anak dan istri saya!" ancam Ken dengan rahang mengeras.

__ADS_1


'Ya Tuhan, aku menyesal mengajak Tuan Muda kesini, rasanya aku ingin membuangnya dipinggir jalan untuk sementara waktu. Biar semuanya lebih mudah.' Lee menggaruk pelipis yang tidak gatal. Menahan kesal dengan sikap tuannya sendiri.


"Lee, katakan padanya, jika tidak mau mengingat maka hubungi pemilik taksi tempatnya bekerja untuk memecatnya. Tapi jika berhasil mengingat, maka beri imbalan dengan jumlah besar." ucap Ken sebelum memasuki mobilnya.


"Anda sudah mendengarnya. Sekarang saya mohon dan sangat berharap anda mengingat wanita ini dan anaknya turun dimana?" Lee berusaha membujuk supir taksi.


"Baik... baik, saya coba ingat-ingat dulu."


"Sepertinya kemarin ada dua penumpang yang membawa anak, yang satu turun di depan Mall diblok x dan yang satu turun di stasiun kereta api xxx, Tuan." supir taksi memberi jawaban yang belum pasti. Lee kembali harus merasakan pusing karna ada dua tempat yang menjadi rekomendasi.


Lee menghembuskan napas panjang dan mengeluarkan uang dari balik saku jas. Memberikan tips untuk supir taksi yang sudah memberi petunjuk meskipun masih fifti-fifti.


"Terima kasih Tuan," supir taksi mengucap terima kasih.


Lee mengangguk dan kembali menuju kemobil.


Ken yang tadi sedang memejamkan mata karna menahan pusing, kini kedua matanya langsung terbuka melihat Lee sudah kembali.


"Bagaimana, Lee?" langsung antusias bertanya.


"Fifti-fitti Tuan, ada dua tempat yang diingat Bapak tadi. Dia menurunkan penumpang yang membawa dua anak yaitu di depan Mall blok x dan juga stasiun kereta api xxx." jawab Lee.


"Baiklah, kita cari dua tempat itu. Suruh Tony turun tangan untuk ikut mencari. Tugaskan dia di stasiun dan kita akan mencari di Mall." perintah Ken dengan panik.


Lee melirik lewat kaca spion, ingin melayangkan protes tapi tidak akan berani. Yang dia lakukan hanya menggerutu dalam hati. Inilah akibat hilang ingatan, semua menjadi kacau. Benar-benar membutuhkan tenaga extra.


Lee menghubungi Tony, lalu menghidupkan mesin mobil untuk menuju ke Mall seperti perintah si monster arogan.

__ADS_1


__ADS_2