Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Tuan Ken Yang Curiga.


__ADS_3

"Tadi, itu...aku-aku baru saja membuang sampah. Iya membuang sampah." Kei terbata-bata menjawab. Ken menjatuhkan kepalanya diatas bahu Kei.


"Kenapa kau gugup?"


"Gugup? ough..tidak, aku tidak gugup tuan. Apa anda tidak keberatan, tubuhku berat?"


"Lebih berat beban pekerjaan." Ken menjawab asal.


"Kenapa aku tidak bisa percaya, jika kau tadi membuang sampah?" Ken sedikit curiga.


"Sungguh tuan," Kei mengalungkan tangan dileher tuan Ken. Semoga bisa mengalihkan kecurigaannya.


"Kau menggodaku? timingnya memang tepat, aku butuh asupan canduku." Ken menatap wajah Kei. Sudut bibir Kei terangkat, memberikan senyum untuk tuan Ken.


"Kau lebih dulu menciumku, kau yang menggoda." Kei memajukan wajahnya, memberanikan diri untuk menyentuh bibir tuan Ken lebih dulu. Meski terlihat lebih dulu menggoda, Kei melakukan demi mengalihkan kecurigaan tuan Ken. Keduanya memejamkan mata menikmati ciuman itu, tangan Ken sudah mencari posisi didua benda kenyal. Sesekali Kei melenguh saat tuan Ken menyentuhnya dengan keras.


Ceklek...


Pergerakan Lee berhenti, tangan masih memegang handel pintu. Matanya berkedip-kedip, menyaksikan pasangan yang sedang berciuman. Sayang sekali, mata polosnya harus ternoda dengan pemandangan itu. Ken yang tau lebih dulu melepas pagutannya, Kei membuka mata.


"Ada apa, Lee?" Kei membuka mulut segera bangkit dari pangkuan tuan Ken. Dan benar saja, Lee sudah berdiri mematung didepan pintu. Kei menunduk malu, beberapa kali kepergok bermesraan di ruangan tuan Ken.


"Maaf tuan muda jika mengganggu, saya hanya ingin meminta tanda tangan anda. Jika anda sibuk biar saya tunda."


"Tidak sekretaris Lee, tuan Ken tidak sibuk." Kei menjawab cepat. Ken tersenyum.


"Aku juga sudah ingin kembali bekerja."


"Hei, kenapa buru-buru?" Ken bertanya.


"Buru-buru bagaimana? aku sudah dari tadi,"


"Baiklah, aku bisa melakukannya lagi dirumah." Ken melirik.


'Yah,,, kau ini tuan, rajanya mesum! tidak pernah bosan, huh...' Kei berlalu melewati sekretaris Lee yang memberi jalan untuk Kei.

__ADS_1


Lee berjalan mendekat dan duduk didepan tuan Ken.


"Jika menjadi sekretaris pribadi, bisa dipastikan aku tidak fokus bekerja Lee. Setiap jam harus menikmati candu."


'Nasibmu Lee, kau harus kebal melihat pemandangan seperti tadi. Dimana aku bisa menemukan canduku?' Lee membatin.


_________________


Berjalan dipinggiran jalan sudah dilakukan hampir setiap hari, mengunggu mobil tuan Ken berhenti didepannya.


"Aku sangat bersyukur Tuhan, ternyata bisa berjalan normal seperti ini sangat indah, menyenangkan, tidak merasa lelah. Ini semua karna kebaikan tuan Ken, meski aku tidak bisa mengganti uang operasi itu tetapi aku akan mengabdi untuknya." Kei berbicara sendiri, tersenyum sendiri. Berjalan pelan menyusuri jalan yang terdapat banyak kendaraan roda empat.


Mobil putih berhenti disamping Kei. Izham menghentikan mobilnya ditepi jalan dan keluar dari mobil.


"Mas Izham?" pekik Kei terkejut. Kei lebih cepat melangkahkan kaki untuk menghindari Izham. Dia takut tuan Ken akan melihatnya, mengingat sebentar lagi tuan Ken akan menghampirinya dijalan ini. Kei benar-benar terlihat ketakutan, tuan Ken tidak ingin melihat Kei berdekatan dengan lelaki lain. Tetapi saat ini Izham mengikutinya, jika tuan Ken tau sudah pasti akan marah.


"Kei, tunggu..." Izham terus mengikuti.


Tidak jauh Kei sudah melihat mobil tuan Ken yang akan mendekat, jantungnya berdetak sangat kuat. Tepat mobil tuan Ken sudah berhenti didepannya, dengan cepat Kei membuka pintu mobil dan masuk. Didalam mobil Kei bisa melihat Izham memperhatikannya.


"Siapa lelaki itu?" terlambat menutupi, Ken sudah mengetahui keberadaan Izham yang berjalan kembali menuju kemobilnya.


"Sudah tuan, biarkan saja tuan."


"Tapi?"


Cup..


Kei mencium bibir Ken.


"Sekretaris Lee, lajukan mobilnya." Kei memberi perintah sekretaris Lee. Sekretaris Lee mulai melajukan mobilnya. Tuan Ken masih memperhatikan tingkah Kei yang sedikit aneh, mencurigakan. Kei meremas jari jemarinya, terlihat gugup.


"Tuan muda, sepertinya ada yang mengikuti mobil kita." Lee sedang memperhatikan dari kaca spion samping sebelah kanan. Kei dan Ken bersamaan menoleh kebelakang, dan benar saja mobil berwarna putih milik Izham sedang mengikuti. Kei semakin panik, tetapi harus menutupi agar tuan Ken tidak curiga.


Ken masih meneliti mobil putih itu, tidak lama kembali menghadap kedepan. Ken mengambil ponsel, namun masih terlihat tenang. Sedangkan Kei sudah seperti cacing terkena panas, duduk dengan gelisah. Ken menyimpan ponselnya kembali.

__ADS_1


"Kenapa mobil dibelakang mengikuti mobil kita?" Ken bertanya.


"A-aku tidak tau tuan."


"Bukankah itu mobil yang berhenti tadi?" Kei mengangguk.


"Apa kau benar-benar tidak mengenal orang itu?"


"Tidak tuan, sungguh aku tidak mengenalnya."


'Berani sekali kau membohongi tuan Ken, aduh... bagaimana ini?'


"Sekretaris Lee, tolong lebih cepat supaya mobil dibelakang tidak bisa mengikuti lagi." Kei menyuruh Lee menambah kecepatan laju mobilnya. Lee mengangguk dan menambah kecepatan, mengendarai mobil dengan lincah sampai mobil yang dikendarai Izham tertinggal jauh.


Mobil sudah sampai dirumah, Lee membukakan pintu untuk keduanya. Kei mengikuti langkah tuan Ken yang lebih dulu, sampai didalam Ken membalikkan badan Kei ikut berhenti.


"Kau kekamar dulu, aku akan keruang kerja. Ada pekerjaan Kantor yang belum selesai." Ken mengusap rambut Kei, Kei mengangguk dan berlalu masuk kekamar.


Ken berjalan keruang kerja diikuti dengan Lee dibelakangnya.


"Lee, kau selidiki plat kendaraan yang tadi." Ken menyodorkan ponsel didepan meja, Lee mengambil ponsel itu dan melihatnya.


Ternyata tuan Ken sangat detail, dia tidak begitu saja percaya sebelum menyelidiki langsung dan memastikan semua baik-baik saja. Tuan Ken yang posesif tetaplah posesif, dia ingin menjaga kepemilikannya dengan hati-hati tidak membiarkan siapapun bisa mengusik miliknya.


"Baik tuan muda." Lee segera mencatat plat nomor kendaran tadi dan akan mencaritahu.


"Satu lagi Lee, carikan bodyguard untuk menjaga Kei."


"Siap tuan muda, tetapi jika berada dilingkungan Kantor harus bagaimana tuan?"


"Jika Kei menjadi OB tentu dia juga menjadi staf OB agar bisa mengawasi dan menjaga Kei." Lee menganggukkan kepala.


"Besok pagi harus sudah dapat, dan ingat! kau harus cepat menyelidiki plat nomor kendaraan tadi!" Ken sedikit mengancam, Lee kaget, dalam waktu satu malam harus mendapatkan bodyguard.


"Siap tuan muda, saya akan melaksanakan perintah anda." Ken berganti mengangguk.

__ADS_1


'Aku perlu menyelidikinya Kei, aku rasa ada sesuatu yang kau sembunyikan. Dari tingkahmu aku bisa melihat kau tadi sangat gugup dan cemas, sudah pasti ada sesuatu. Apa yang sedang kau sembunyikan, kenapa tidak mengatakannya padaku? jika tuduhanku tidak terbukti aku bisa lega. Semoga hanya angan burukku saja.' Ken membatin.


Lee yang duduk didepannya sudah sibuk menghubungi seseorang untuk menanyakan plat nomor kendaraan tadi.


__ADS_2