Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Menceritakan pada Kei


__ADS_3

Saat sudah keluar dari kamar mami Lyra, manik mata Ken tidak menemukan keberadaan istri dan anak-anaknya, langsung saja melanjutkan langkah menuju kekamar.


Ceklek...


Ketika Ken menutup pintu kamar, Kei sedang memberi sumber makanan untuk baby Kyura. Ia melihat Ken sebentar dan melanjutkan mengamati wajah putri kecilnya yang sedang rakus melahap sumber itu.


"Daddy kehilangan jejak mu, Sayang." ucap Ken. Ia telah duduk ditepi ranjang dan disamping Kei. Kedua matanya ikut mengawasi pergerakan si mungil Kyura yang selalu lahap menyedot sumber A si.


"Kau benar-benar pantas dijuluki putri tidur. Setiap menit matamu selalu terpejam." Ken sangat gemas saat menoel-noel pipi Kyura.


Kyura yang masih asik sama sekali tidak terganggu.


"Jangan diganggu gitu sih, nanti dia nya nggak jadi tidur. Aku capek." keluh Kei. Masih fokus dengan Kyura tanpa beralih pada Ken.


"Kau capek? vitamin dari dokter sudah kau minum?!" tanya Ken dengan cemas. Ya begitulah... sang istri mengeluh lelah, maka akan ditanggapi dengan kecemasan.


"Aku lagi dirumah, ayo aku antar ke rumah sakit..." ucapan Ken terpotong.


"Mau Ngapain?!" tanya Kei dengan sedikit terkejut, menelisik wajah suaminya yang juga sedang menatapnya.


"Untuk konsultasi tentang kesehatanmu." ucap Ken serius.


Nafas Kei berhembus pelan dan telah mengabarkan hati. "Aku tidak pa-pa, hanya sedikit capek. Tidak perlu ke rumah sakit." Kei menolak.


"Mentang-mentang punya rumah sakit sendiri lalu sebentar-sebentar masuk rumah sakit!" Kei menggerutu dan menepuk keningnya pelan.


Kesultanan suaminya masih saja melekat erat.


"Kata dokter kalau ibu menyusui memang sering mudah lelah. Apalagi princess Kyura khusus As i tanpa bantuan sufor, jadi semua sumber makanan kesedot sama dia." imbuh Kei.


"Dulu Kio dibantu sufor, kenapa Princess kita tidak dibantu sufor juga?!" tanya Ken.


"Nggak pa-pa, aku ingin kasih dia As i ekslusif. Princess kita yang ini tidak terlalu rewel seperti bayinya Kio. Putra kita dulu sering rewel karna As i ku tidak cukup buat dia kenyang. Kalau Baby Kyura sepertinya tenang-tenang saja tidak terlalu rewel." tangan Kei mengelus rambut putrinya yang baru tumbuh beberapa centi setelah acara syukuran tujuh hari kelahirannya rambut Kyura dicukur habis. Hingga saat ini baru mulai tumbuh kembali.


"Ngomongin apa sama Mami? kelihatannya ada yang serius?!" Kei yang baru ingat langsung bertanya kenapa tadi Ken terlihat serius berbicara empat mata dengan mami Lyra.


Ken menghembuskan napas panjang, lalu pandangannya menerawang kedepan. Ia harus kembali mengulang cerita agar Kei tau.

__ADS_1


"Honey, kau tau?!"


Kening Kei mengerut dan menggeleng. Pertanyaan suaminya sungguh aneh, dia belum cerita apapun tapi bertanya apa aku sudah tau? ya, tentu belum lah?!


"Tenyata Mami sudah menikah tiga kali." ucap Ken dengan pandangan lurus.


"Tiga kali?!" ulang Kei dengan kening yang semakin mengerut. Bukankah suami mami Lyra hanya almarhum papi Hiko dan suami yang sekarang adalah papa Herlambang? lalu yang satu lagi siapa?


"Tadi Mami bercerita, sebelum menikah dengan almarhum Papi, dia lebih dulu menikah dengan pria bernama John Lee."


"John Lee?! Lalu dimana pria bernama John Lee itu?" tanya Kei penasaran.


"Aku ceritakan dari awal, dulu Mami sudah berpacaran dengan Papi Hiko, tapi tidak mendapat restu. Kakek dan Nenek malah menjodohkan Mami dengan John Lee, pernikahan mereka tanpa adanya cinta karna mereka menikah karna perjodohan."


"Satu bulan menikah Mami baru tau kalau John Lee telah memiliki anak dari wanita lain dan itu istri siri John Lee."


"Rahasia pernikahan bohongan itu diketahui kedua belah pihak keluarga, mereka menyuruh John Lee untuk memutuskan hubungan dengan istri siri nya tapi John Lee tidak mau dan malah nekad membawa kabur istri dan anaknya."


"Ditengah perjalanan mobil yang ditumpangi mengalami kecelakaan, istri siri John Lee meninggal ditempat."


Kei sangat fokus mendengarkan cerita Ken, mulutnya setengah terbuka karna terkejut mendengar kecelakaan tragis itu.


"Saat dibawa ke rumah sakit John Lee masih sadar dan sempat menitipkan amanah pada Mami, yaitu untuk merawat anak John Lee yang masih kecil. Saat itu Mami sudah menyanggupi dan sudah tinggal bersama Mami."


"Tapi, setelah Mami menikah dengan almarhum Papi, dia tidak setuju harus merawat anak John Lee. Almarhum Papi menyuruh Mami untuk membuang anak itu atau menitipkannya di panti asuhan."


Mulut Kei kembali terbuka karna terkejut mendengarnya. Meski ia tidak mengenal almarhum mertuanya, tapi mami Lyra sering bercerita tentang kebaikan almarhum papi Hiko.


Rasanya tidak percaya jika papi Hiko tega menelantarkan anak tidak berdosa itu.


"Lalu Mami..." ucapan Kei menggantung. Ia masih terhenyak untuk melanjutkan kalimatnya.


Tapi Ken sudah tau maksut Kei, ia menganggukkan kepalanya. "Iya, Mami meninggalkan anak itu di depan panti asuhan."


Tangan Kei reflek menutup mulut. Lalu bagaimana nasib anak itu?


Karna gerakan tangannya, baby Kyura sampai kaget dan menggeliatkan badan. Segera Kei menimang dengan sayang agar putrinya lekas tertidur lagi.

__ADS_1


"Sekarang Mami ingin mencari anak itu lagi." imbuh Ken.


Kei mengangguk. "Kenapa tidak dari dulu Mami mencari keberadaan anak itu?!" Kei keheranan.


"Tidak tau. Kata Mami, sebenarnya Mami sudah lupa dengan anak itu, tapi akhir-akhir ini almarhum John Lee datang dalam mimpi Mami. Dan setelah itu Mami baru ingat untuk mencari keberadaan anak itu lagi."


Kei menghembuskan napas panjang. Bagaimana bisa seseorang melupakan amanah yang telah diberikan padanya?


"Apa kamu akan membantu mencari anak itu?!" tanya Kei.


"Iya. Kata Mami, dia hanya ingin memastikan keadaanya apakah baik-baik saja atau sebaliknya." jawab Ken.


"Sebenarnya aku merasa aneh?" ucap Ken seperti bertanya pada dirinya sendiri.


"Aneh?!" Kei tidak mengerti.


"Aneh, karna nama belakang dua orang itu sama." kata Ken.


"Dua orang siapa?"


"John Lee dan Samuel Aeeron Lee. Bukankah sama-sama menggunakan nama belakang Lee."


Kei mengangguk pelan, "Iya juga sih, nama belakang mereka sama. Cuma kebetulan atau jangan-jangan..." ucapan Kei menggantung.


"Aku juga berpikir seperti itu." kata Ken.


"Kenapa tidak langsung bertanya pada sekretaris Lee?"


"Dia sedang sibuk dikantor. Nanti saja kalau sudah jam pulang kantor, aku suruh dia kemari."


Kei mencibir pelan, "Bos nya siapa, yang harus kerja keras siapa,"


"Honey, aku mendengar mu."


Kei langsung terdiam dan bangkit untuk menidurkan baby Kyura didalam box khusus bayi.


"Sweety, bukankah kau lelah? kemarilah, tidur bersama ku." Ken menepuk sebelah ranjang kosong.

__ADS_1


"Nggak mau, nanti ada yang bangun." Kei menolak. Membuat Ken memutar bola mata dan menjatuhkan tubuhnya ke bed yang empuk. Teringat akan puasa batin selama 42 hari.


__ADS_2