Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Salah Paham


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Dina, hati Naya terasa sedikit lega. Dia menceritakan semuanya, apa yang dialami, juga meminta pendapat atas rencana yang akan dilakukan, meski awalnya Dina tidak setuju dan menolak, menganggap Naya mempermainkan sebuah pernikahan, tapi pada akhirnya Dina tak tega untuk tidak membantu.


"Nanti aku kabari selanjutnya," ucap Dina, mengakhiri pertemuan mereka karena dia harus kembali bekerja.


Tinggal Naya yang masih duduk menikmati sisa makanan juga sisa lamunan. Termenung mengingat kata 'perusak hubungan Zee dan Akio' dipikir memang benar, akan tetapi mereka tidak tahu seberat apa berada di posisinya saat ini. Menanggung rasa bersalah, sikap kurang baik dari Kyu dan oma Lyra. Melihat kekecewaan dan tangis semua orang, membuat beban semakin berat. Rasa bersalah kian membesar sampai pikirannya tidak tenang.


"Naya?" Naya menoleh saat mendengar namanya dipanggil. Gelagapan mendapati Rio, teman kampusnya dulu berdiri di sisi meja. Naya ingat, pria tersebut pernah mengungkapkan perasaanya. Namun dia tolak dengan alasan tidak ingin pacaran.


"Gimana kabarmu?" tanya pria itu.


"Ya seperti ini."


"Kamu kurusan ya?"


Naya hanya memberi senyum simpul. Dia merasa kurang nyaman mengobrol berdua dengan pria lain. Dia tahu Akio tak mungkin berada disana, namun dia sendiri merasa risih.


"Kabar kamu hamil di luar nikah, itu benar?" tanya Rio tanpa basa-basi.


Naya tak berniat menjawab, dia mengambil tas dan ingin segera pergi. Saat dia berdiri, perutnya terlihat sedikit membuncit. Hal itu membuat mata Rio membulat.


"Wah, jadi benar kamu hamil, Nay? Nggak nyangka gosip itu ternyata benar. Kemungkinan gosip tentang ayah bayi itu juga benar," ujar Rio ikut berdiri.


"Apa maksudmu?"


"Kamu wanita bokingan, ayah bayimu tidak jelas karena kamu tidur dengan mereka secara random," ujar Rio bersama kekehan menghina. Dalam hatinya masih ada dendam untuk Naya karena cintanya ditolak.


Naya menatap tajam. "Jaga bicaramu! Ini di tempat umum! Semua yang kamu ucapkan tidak benar," jawabnya tegas.


"Ya-ya ... semua pasti akan menyanggah. Nggak nyangka aja dengan kamu." Rio melirik sinis, lirikan yang seolah merendahkan.


Andai bukan di tempat umum, dia bisa melayangkan tamparan untuk pria itu. Karena tak ingin menjadi besar, memilih menyudahi dan segera pergi. Tatapan dari beberapa pengunjung tak dihiraukannya.


Pertemuannya dengan Rio membuat amarahnya tersulut. Benar dia hamil di luar nikah, akan tetapi yang dikatakan Rio tidak benar.


Jupri, supir yang mengantarnya tadi tidak ada di tempat, mungkin sudah keluar lebih dulu. Naya keluar cafe untuk menyusul ke parkiran.


"Kak!"


Siapa lagi yang memanggil. Naya memejamkan mata sejenak, kenapa hari ini harus bertemu orang yang tidak ingin ditemui.


"Kyu?" Naya berusaha tersenyum meski Kyu menatapnya dengan kesal dan seolah marah.

__ADS_1


"Kakak janjian dengan siapa?"


"Aku janjian dengan temanku."


"Teman pria?! Kakak janjian dengan pria tadi?" tuduh Kyu.


"Bukan. Aku janjian dengan teman perempuan."


"Terus dimana?! Kyu cuma lihat pria itu!"


"Dia sudah pergi duluan."


"Apa maksud dia bilang Kakak perempuan bokingan dan tidur secara acak dengan pria?!" Kyu bertanya dengan suara sinis, tatapannya sangat kentara menunjukan ketidaksukaan.


"Itu nggak benar, Kyu, yang dikatakan hanya gosip."


"Oh, jangan-jangan Kakak minta pertanggung jawaban kak Io, hanya untuk menutup aib Kakak yang tidur dengan sembarang pria?"


"Kyu! Jangan asal bicara. Kalau aku wanita seperti itu, nggak mungkin Kakak kamu mau bertanggung jawab."


"Bisa aja sebelumnya Kakak udah tidur dengan pria lain dan Kak Io yang kena apes. Pantes aja daddy sempat mau tes DNA, daddy juga pasti ragu," cibir Kyu.


Naya menghirup udara dan mengembuskannya secara perlahan. Tuduhan Kyu lebih sakit ketimbang tuduhan Rio tadi. Ya Tuhan ....


"Bilang saja. Harusnya kamu juga tanyakan pada kakakmu." Naya berusaha menahan emosi, meski sorot mata Kyu begitu tajam, namun dia tidak membalasnya.


Naya berbalik dan meninggalkan Kyu yang masih diselimuti perasaan kesal dan marah. Perutnya tiba-tiba terasa kencang dengan pandangan yang berkunang-kunang. Dia ingin ingin pulang dan segera beristirahat.


"Kak! Hei ...! Pergi gitu aja. Kyu belum selesai bicara!" Kyu setengah berteriak. Kekesalannya semakin bertambah karena kakak iparnya pergi begitu saja.


*


Sampai di rumah, Naya mengambil vitamin dan obat penambah darah untuk diminum. Setelahnya dia tidur sampai sore hari. Bahkan ketika Akio pulang dari kantor, dia juga belum terbangun.


Akio memasuki kamar dengan hati-hati, dia tak ingin membangunkan istrinya yang begitu lelap.


Ketika sedang melepas atribut kantornya, Akio dikejutkan dengan pesan masuk. Dia mengernyit lalu melihat ke arah Naya. Tepat saat itu Naya bergerak dan terbangun.


"Kok sudah pulang?"


"Liat aja ini jam berapa."

__ADS_1


Naya bangun dan melirik jendela, ternyata matahari sudah condong ke arah barat. Astaga ... berapa lama dia ketiduran.


"Sebentar aku buatkan minum," kata Naya.


"Tunggu!" cegah Akio. "Kamu tadi pergi kemana?"


"Aku buat janji dengan Dina, temanku, di cafe."


"Selain itu dengan siapa?" Pertanyaan Akio seolah mencurigai. Naya mulai menebak kalau adik iparnya sudah mengirim pesan pada Akio dan memberitahu versi ceritanya.


Apa boleh buat, lebih baik jujur. "Setelah Dina pergi, nggak sengaja Rio dateng nyamperin aku, sempet ngobrol sebentar."


Akio bergeming, namun tatapannya terlihat berbeda dari biasanya. Seolah memendam kekesalan.


"Kenapa nggak langsung pulang, malah ngobrol dengan cowok lain."


"Dia cuma tanya kabar, itu aja."


"Yang benar? Harusnya kamu menghindar dan nggak perlu menanggapi. Baru pertama pergi sudah bisa mengobrol dengan cowok lain." Akio mendengus.


"Aku berbicara dengan Rio di tempat umum, itu pun hanya sebentar."


"Besok lagi nggak usah pergi. Kalau mau pergi, harus izin dulu dan di antar pengawal."


Naya berpikir kalau pergi harus di antar pengawal, dia akan kesulitan untuk bertemu dengan Dina.


"Kamu bilangnya mau ke rumah ibu, kenapa janjian di cafe?"


"Aku cuma bertemu dengan teman cewek, bertemu dengan Rio karena nggak sengaja."


"Tetep aja aku nggak suka, Nay!"


"Kyu bilang apa aja?"


"Nggak usah beralih pada Kyu. Tapi kalau bukan dia, aku juga nggak tahu kamu tadi ketemu Rio."


"Astaga ... hanya bertemu sebentar, itu pun di tempat umum. Aku ingin tahu, apa aja yang dikatakan Kyu? Apa dia ngadu juga kalau aku di cap sebagai wanita bokingan?! Aku tidur dengan sembarang pria?!"


"Apa maksudmu?"


"Aku lelah, Akio! Aku lelah. Aku pikir ini hanya masalah sepele yang nggak perlu diperpanjang. Kalau Kyu bicara yang aneh-aneh, dia hanya mendengar kesalahpahaman."

__ADS_1


"Rio mengatakan aku hamil di luar nikah, aku tidak tahu tiba-tiba dia nuduh aku tidur dengan sembarang pria. Dan sepertinya Kyu mendengar ucapan Rio, maka dari itu dia punya asumsi sendiri."


"Aku bicara seperti ini bukan mengadu, tapi menceritakan yang sebenarnya agar kamu juga nggak salah paham saat mendengar cerita Kyu."


__ADS_2