Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Tergoda atau tidak?


__ADS_3

Sekretaris atau biasa disebut tangan kanan adalah orang kepercayaan atasannya. Ia menjadi orang utama yang melindungi dan mengatur semua jadwal. Namun, tak jarang banyak sekretaris yang salah menggunakan jabatan, hingga menusuk dari belakang dan ingin menguasai bisnis atasan itu sendiri.


Pasti sangat sulit mencari yang benar-benar jujur dan bisa dipercaya.


Kendra Kenichi sangat beruntung memiliki sekretaris yang selalu setia dan dapat diandalkan dalam segala pekerjaan. Bahkan kadang urusan diluar kantor pun ia tak segan selalu membantu.


Sekretaris Lee, sudah bertahun-tahun menemani perjalanan tuan Ken. Sejak dari masa kuliah hingga tuan Ken diangkat menjadi Direktur Utama untuk menggantikan almarhum tuan Hiro karna meninggal.


Sekretaris yang selalu siap memasang badan didepan Ken untuk menghalau musuh-musuh yang ingin menghancurkannya. Selalu teliti dengan keadaan sekitar. Menjaga keselamatan dan menjaga keadaan sekitar Ken agar tetap aman. Ia orang yang paling mengerti keadaan dan kemauan Bosnya yang terkenal dingin dan angkuh.


Lee dengan setia menemani Ken yang baru selesai menyantap makan malam, tuan muda itu sedang menikmati dessert buah-buah segar sebagai makanan penutup atau pencuci mulut. Melihat kearah Lee sebentar, lelaki itu terlihat melamun dan sedang memikirkan sesuatu. Ken tak bisa menahan rasa penasaran. Ia segera melayangkan pertanyaan. "Lee, apa ada yang kau pikirkan?" tanya Ken.


"Hah..." Lee gelagapan mendapat pertanyaan itu, ia yang tengah melamun kini tersadar dan segera melihat kearah tuan Ken yang sudah selesai dengan urusan perutnya.


Ken mengerutkan dahi, semakin menatap Lee. "Kau kenapa?" tanyanya lagi.


Lee terlihat gelisah. Jika ia menceritakan tentang pendengarannya tadi, tuan Ken pasti murka. Tapi, jika ia diam saja keselamatan tuan Ken yang harus dipertaruhkan.


Ia bertekad harus menceritakan semuanya, daripada semuanya terlambat. Meski sudah menyiapkan siasat, tapi tetap saja harus melibatkan atasannya itu.


"Tuan muda, saya ingin membicarakan hal penting." ucapnya serius.


"Ya sudah, katakan saja." jawab Ken santai. Ia berfikir, mungkin Lee ingin menanyakan seputaran persalinan atau tentang puasa 42 hari. Atau seputar jadwal pekerjaan.


Lee mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, ia mendekat ke samping tuan Ken.


Ken sendiri terus memperhatikan gerak-gerik sekretarisnya yang sangat aneh. Tidak biasanya Lee seperti itu.

__ADS_1


Lee membisikan sesuatu ditelinga tuan Ken. "Apa...!" Ken benar-benar terkejut hingga setengah berteriak, kedua bola mata itu melotot dengan sempurna. Bukan itu saja, kedua tangan yang menggenggam erat, sampai urat-urat nya terlihat bermunculan.


Satu detik kemudian terdengar mengeram kesal. "Kurang ajar Lee, dasar ular betina! Beraninya dia bermain-main denganku! kita harus melenyapkan sampai ke akarnya." tuan Ken menatap sofa dengan nyalang. Seolah disofa itu ada seorang yang membuatnya kesal. Kemarahan terlihat jelas. Ingin melenyapkan musuh dalam selimut.


"Maafkan saya tuan muda, jika kurang waspada dengan orang-orang baru yang akan menjadi musuh dalam selimut." sesal Lee dengan menunduk. Ia merasa tidak becus menerima begitu saja pekerja baru tanpa menyelidiki terlebih dahulu. Ia yang begitu sibuk karna menggantikan tugas Ken dikantor menjadikanya tidak fokus dan kurang ketelitian.


Ken menepuk bahu Lee beberapa kali. "Kerjamu sudah bagus Lee, semua belum terlambat. Bahkan kita bisa menjebak mereka, bermain dengan cantik, Lee." Ken tersenyum miring.


Dibalas anggukan kepala dari Lee.


"Lalu, rencana kita seperti apa tuan?" tanya Lee.


Tuan Ken berbicara lirih, ia memikirkan dan juga menyusun rencana. Hanya mereka berdua yang tau.


Diskusi singkat sudah selesai, Lee segera keluar dari kamar tuan Ken. Setelah ia keluar, satu pengawal berganti masuk.


Cukup lama menunggu, hampir tengah malam lampu utama telah dimatikan kini berganti lampu temaram.


"Tuan..." terdengar suara panggilan yang sangat halus dan merdu disamping telinga Ken, hingga ia merasa merinding.


"Heum..." Ken menggeliat.


"Sstt, kepalaku berat sekali. Pusing. Kei, apakah itu kau?" Ken mendesis. Menyentuh tangan Tasya dan digenggamnya. 'Dasar wanita ular, bedeba** kau!' Ken mengumpat dalam hati.


Tasya hanya menggunakan lingerie tipis bahkan kulit putihnya terekspos dengan jelas. Belahan dada yang menggoda iman siapa saja, lelaki normal pasti sulit menahan nafsu birahi.


Tasya melepas genggamannya dan membelai-belai dada bidang Ken yang masih tertutup kemeja. Dengan pelan tapi pasti, tangan lentik itu membuka pengait kancing satu persatu.

__ADS_1


Dalam hati tuan Ken sudah mengeluarkan sumpah serapah yang tak pantas untuk didengar. Ia harus menahan segala yang dirasa.


"Malam ini aku milikmu, sayang. Cumbuilah aku sesukamu, nikmati aku. Aku akan memuaskan mu." bisik Tasya ditelinga tuan Ken, dengan desahan yang membuat bulu-bulu berdiri.


'Cih, keadaan macam apa ini, persetan! rasanya aku ingin mencekikmu! jangankan mencumbuimu, menyentuhmu saja membuatku jijik.' batin tuan Ken, geram.


Jari-jari Tasya menelusuri bagian tubuh tuan Ken, sampai hampir dibagian yang paling private. Ken harus bisa menghentikan itu, sebelum semuanya terlambat.


"Sayang, aku haus. Tunggu sebentar." Ken segera bangun dengan tubuh yang dibuat terhuyung, seperti orang mabuk. Dengan mata sadar melirik kearah Tasya sebentar, perempuan itu tersenyum manis. Dapat diakui, perempuan itu bak model dengan tubuh profesional, sangat sexy, tapi mengingat dibalik rencananya membuat Ken jijik.


Ken berjalan menuju ke meja dan mengambil satu gelas air minum, ia pura-pura meminum dan memberikannya pada Tasya.


"Aku tidak haus, kau saja yang minum, sayang." tolak Tasya.


"Ayolah sayang, minumlah sedikit saja." Ken sedikit memaksa, menempelkan gelas dibibir perempuan licik itu dan mau tidak mau Tasya meminumnya.


Setelah minuman itu habis, Ken kembali naik keatas ranjang dan membelai wajah Tasya hingga turun kebawah.


Tasya sangat menikmati sentuhan demi sentuhan itu, desahan yang keluar dari mulutnya membuat birahi semakin memuncak.


'Sial sial sial!' Ken mengumpat, ia benar-benar tak bisa menahan gejolak birahinya sendiri.


Ia yang memang sudah sangat lama tak mendapat jatah dan sentuhan-sentuhan dari lawan jenis, tentu saat ini sangat sulit berada diposisi itu. Untuk berpuasa diwaktu yang lama membuatnya tersiksa.


Berada dalam posisi yang membingungkan.


Sekretaris Lee berjalan mondar-mandir didepan kamar tuan mudanya. Bergerak tidak jelas, seperti sedang menunggu proses persalinan. Mendebarkan dan mengerikan. Ia benar-benar takut jika tuan Ken tidak bisa mengontrol diri.

__ADS_1


Rasanya ia ingin mendobrak pintu itu hingga hancur berkeping-keping dan menyeret wanita ular bernama Tasya itu untuk dijebloskan kedalam penjara.


"Kenapa tuan muda lama sekali?" berbicara sendiri. Mendudukan tubuh sebentar dan berdiri lagi. Memegangi leher bagian belakang yang terasa berat.


__ADS_2