
Kei terdiam menatapi hasil surat pemeriksaan, dia tidak tau kapan dan untuk apa tuan Ken melakukan pemeriksaan. 'Apa ini saatnya aku harus jujur? memang percuma jika melakukan kebaikan tetapi aku sendiri melakukan kebohongan. Mungkin saatnya tuan Ken tau, aku tidak bisa menyembunyikan ini lebih lama lagi. Tuhan pasti akan mencatat amal baikku tanpa aku menutupinya kepada siapapun, ini bukan aku yang lebih dulu mengatakan tetapi aku sendiri sudah terdesak dengan keadaan.' Kei menimang pemikirannya.
"Baiklah tuan, aku akan mengatakan kejujuran." Kei menghembuskan nafas pelan, mengumpulkan keberanian. Mami Lyra mendekat dan menggenggam tangan Kei, ketika Kei mendongak mami Lyra tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia menyetujui keputusan Kei untuk mengatakan kejujuran. Ken tetap memandang kearah Kei.
"Sebenarnya akulah orang yang telah mendonorkan ginjal untukmu, tuan." Kei memejamkan mata dan menghembuskan nafas pelan.
Deg... Ken terdiam tidak menjawab atau merespon apapun, mungkin masih terlalu shok hingga tubuhnya mendadak lemas.
'Jadi, selama ini orang yang sudah mendonorkan ginjal dan menyelamatkan nyawaku adalah Kei, istriku sendiri? seorang wanita yang dulu sangat aku benci ternyata dialah yang menyelamatkan nyawaku?' kata itu hanya mampu ia ucapkan dalam hati, dirinya masih sangat terkejut. Ingatannya kembali dimana saat dulu dirinya begitu membenci Kei dan membuat hidup wanita itu susah, menghina, mencaci maki bahkan menuduh sebagai wanita munafik yang hanya menginginkan hartanya saja. Tetapi tanpa dia tau dialah yang sudah menyelamatkan nyawanya tanpa meminta imbalan apapun.
"Tuan..." Kei memanggil Ken yang hanya diam saja, tidak berucap sepatah katapun. Dia tau suaminya pasti terkejut mengetahui dirinya yang mendonorkan ginjal itu.
"Kenapa kau tidak mengatakan dari dulu, Kei? jika aku tau kaulah yang menyelamatkanku, aku tidak akan menyakitimu, menghinamu dan merendahkanmu." Ken bertanya lirih, matanya terlihat berkaca-kaca. Seorang Kendra baru kali ini menunjukkan raut wajah berbeda didepan orang lain, meski itu istrinya sendiri. Biasanya Ken selalu mampu menutupi keadaanya, tetapi kali ini hampir menesteskan airmata.
__ADS_1
Kedua mata Kei ikut berkaca-kaca, "Tadinya aku sudah berniat tidak akan memberitahukan kepada siapapun, biar kebaikan itu tersimpan dan hanya Tuhan yang tau. Tetapi saat ini aku sudah tidak bisa menutupinya lagi, sudahlah tidak perlu diingat lagi aku ikhlas melakukannya. Dan jangan salahkan mami yang juga ikut menutupi semuanya, karna akulah yang menyuruh mami untuk tidak memberitahukan kepadamu tuan." Kei memandang kearah Ken dengan tersenyum. Ken mengulurkan tangannya kepada Kei, Kei menerima uluran tangan itu. Ken menggenggam tangan Kei dengan lembut.
"Maafkan aku, aku dulu selalu menyakitimu
dengan memfitnahmu hanya menginginkan harta keluargaku, aku menyesal telah berbuat jahat padamu. Ternyata hatimu sebaik itu, kau telah menyelamatkan nyawaku. Aku sangat berdosa padamu." airmata seorang Kendra Kenichi menetes begitu saja, bukti bahwa ia sangat menyesali perbuatannya dulu. Mengucap kata dengan tulus.
"Sudahlah tuan, itu sudah berlalu tidak perlu diungkit kembali yang terpenting, sekarang tuan sudah menjadi baik. Aku pun berhutang terima kasih kepada anda, tanpa bantuanmu mungkin aku masih menjadi wanita yang tak sempurna karna cacat fisikku. Aku sangat berterimakasih tuan mau membiayai operasi kakiku hingga aku bisa berjalan normal."
"Tetapi itu tidak sebanding dengan apa yang kau lakukan padaku Kei, jika bukan karna kebaikanmu yang mau memberikan salah satu ginjalmu mungkin aku sudah tidak ada didunia ini." mami Lyra yang menyaksikan itu menangis terharu, hatinya sangat bahagia dia tidak perlu menutupi sebuah kebohongan lagi. Semua sudah terbongkar dengan haru biru, keduanya sudah saling mengerti untuk kedepannya semoga mereka berdua bisa saling mencintai satu sama lain. Tanpa disadari memang keduanya sudah saling mencintai tetapi semua rasa masih tersimpan masih belum ada yang mau mengakui.
"Benar Ken, separuh nyawamu milik Kei. Mami hanya ingin kalian bersama, Kei wanita yang sangat baik dia mempunyai perasaan yang tulus. Saat mendonorkan ginjalnya mami sudah ingin memberi imbalan dengan membiayai operasi kakinya tetapi dia menolak karna dengan alasan dia melalukan kebaikan itu dengan ikhlas, saat itulah mami menganggapnya seperti anak mami sendiri. Dia menyelamatkan nyawamu, memberi kehidupan yang baru untukmu.
Dari awal bersikap baik kepada Kei karna mami mengetahui semuanya, mami memanfaatkan keadaan mami yang sakit dan merencanakan pernikahan kalian. Jika suatu saat mami tiada, kamu bisa menggantikan tugas mami untuk menjaga Kei. Dia hanya hidup sendirian Ken, sekarang kamu suaminya jaga dia dan bahagiakan dia nak." mami Lyra mengatakan semuanya dengan banjir airmata. Airmata kebahagiaan yang telah lama ia nantikan, kedua tangannya menggenggam tangan Ken dan Kei.
__ADS_1
"Kei, sayang." mami Lyra menatap Kei. "Maafkan mami, mami sudah menyakiti hatimu.. maafkan aku, Kei." mami Lyra teringat ucapannya yang menyuruh Ken untuk menikah lagi, dia menyesal dan menangis terisak menggenggam tangan Kei.
"Mami tidak salah, kenapa mami menangis dan meminta maaf." Kei merasa bingung.
"Gara-gara kamu mendengar obrolan mami dengan Ken kamu pergi dari rumah, sungguh mami tidak berpikir jernih waktu itu mami juga begitu terkejut. Maafin mami ya, mami mohon kembali kerumah dan jangan pergi lagi. Kamu itu, putri mami Kei." mendengar itu Kei menangis, membuat mami Lyra kembali khawatir dan berfikir kesalahannya terlalu besar hingga Kei sangat sedih.
"Untuk itu... mungkin ucapan mami benar. Biar tuan Ken menikah lagi dan memiliki anak dari perempuan lain, mi. Selama menyendiri aku sudah memikirkan itu, aku egois jika tidak mau dimadu dan juga tidak bisa memberikan anak. A-aku dan tuan Ken hanya mempunyai status suami istri dan menjalankan tugas rumah tangga se-bagaimana mestinya, aku tau tuan Ken tidak memiliki perasaan apapun padaku. Disini aku memberikan perasaan cintaku untuk tuan Ken tetapi aku tidak akan bisa memberikan kebahagiaan seorang anak untuknya, seperti yang sudah aku katakan jika kita sudah sembuh lebih baik kita bercerai saja, atau tuan ingin menceraikan ku saat ini juga tidak apa-apa aku siap."
Ken memejamkan mata, menghirup udara sebanyak mungkin dan menghembuskanya pelan. Mengeratkan pegangan tangannya.
"Dari mana kau punya pemikiran seperti itu!" Ken terlihat kesal. Kei menghentikan tangisnya dan menatap kearah suaminya.
"Kau yang mengatakan jika kau mandul? aku ingin melihat hasil pemeriksaanmu atau hasil apapun yang menyatakan jika kau mandul!" Ken ingin mengetahui dari mana Kei bisa mengklaim dirinya mandul, padahal hasil pemeriksaan dokter dia hanya tidak subur dan masih ada kesempatan 60persen bisa hamil. Mami Lyra terkejut dengan ucapan Ken, padahal kemarin dia sudah tau hasilnya kenapa tidak langsung diberitahu?.
__ADS_1
Menatap kearah anaknya, Ken memberi kode mami Lyra untuk diam.