Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Hamil Muda.


__ADS_3

Dirasa kehadiran dokter dari rumah sakit itu sangat lama, Ken sudah tidak sabar menunggu datangannya. Sekretaris Lee hanya diam mematung, bola matanya melirik kesana kemari menyesuaikan pergerakan tuan muda yang sedang gelisah dan berjalan mondar-mandir. Lee hanya membatin 'apa tuan muda tidak lelah begitu terus?' dia yang hanya memperhatikan saja sudah lelah tetapi tuan Ken masih terus begitu. Beberapa kali Lee menyuruh tuan Ken untuk duduk tenang ketika pantat itu duduk dengan durasi 5menit maka akan bangkit lagi, Lee sudah tidak perduli dibiarkan tuan muda bergerak sesuka hati. Jika lelah maka akan terhenti dengan sendirinya.


"Lee, kau memanggil dokter dari mana? kenapa lama sekali!" akhirnya tuan Ken bersuara. "Dokter dari rumah sakit kita tuan muda, mohon tunggulah sebentar mereka pasti akan datang." Lee hanya mampu mengucap kalimat penenang.


"Huh..." tuan Ken masih terlihat kesal, dia membuka pintu kamar didalam Kei masih sama seperti tadi berbaring nyaman. Ken menutup pintu kembali, dia tidak ingin mengganggu istrinya.


Kepala pelayan menaiki anak tangga, dibelakangnya sudah ada 3 dokter dan 2perawat yang mengikuti dengan perlengkapan alat medis. Mendekati tuan Ken. "Selamat siang tuan Ken." salah satu dokter menyapa, sedangkan yang lain hanya menundukkan kepala.


"Kalian tidak tau kalau ini kondisi darurat? kenapa kalian lama sekali!" bukannya menjawab ucapan selamat siang, tuan Ken justru memarahi keterlambatan para dokter. "Maaf tuan muda, dijalan sedang macet total kami harus menunggu." dokter memberi alasan.


"Sekarang cepatlah periksa istriku dan jelaskan kenapa dia bisa bersikap aneh, apakah penyakit istriku parah? aku tidak mau tau! kalian harus menemukan obatnya! jika tidak kalian akan tanggung pasal dariku!" Ken berbicara sinis, apa lagi yang diperbuat oleh ketiga dokter dan dua perawat selain diam mematung dan ketakutan. Belum melakukan pemeriksaan tuan muda itu sudah memberi ancaman, mereka hanya bisa berdo'a, semoga nona Kei tidak mengidap penyakit aneh atau parah.


"Kami akan memeriksa keadaan nona Kei, semoga kondisi nona baik saja dan tidak mengidap penyakit yang parah."


Lee membukakan pintu kamar, semua masuk kedalam dan mendekat keranjang. Kei terbangun karna suara yang sedikit berisik.


"Selamat siang, nona." kembali dokter menyapa Kei dengan ramah. "Selamat siang dok, kenapa anda membawa pasukan para dokter?" Kei terkejut begitu banyak tenaga medis yang datang. "Kami berbeda keahlian nona, ada dokter spesialis organ dalam, dokter spesialis otak dan saya sendiri dokter spesialis kandungan. Kami akan memeriksa keadaan anda." dokter menjelaskan. Kei hanya mengangguk, dia sudah bisa berasumsi itu pasti perintah tuan Ken.

__ADS_1


Dimulai dari dokter spesialis otak yang memeriksa dan memberi pertanyaan-pertanyaan dan dilanjut dengan dokter spesialis organ dalam yang memeriksa kondisi Kei, terakhir dokter spesialis kandungan. Selesai memeriksa keseluruhan, para dokter itu berdiskusi sebentar, mereka harus benar-benar berhati-hati dengan tuan Ken.


"Tuan Ken, istri anda tidak mempunyai riwayat penyakit yang parah atau penyakit yang aneh..." belum selesai menjelaskan Ken sudah memotong pembicaraan. "Jangan katakan istriku tidak sakit, sikapnya saja berubah aneh!" Ken berbicara sinis. Dokter itu menelan saliva dengan susah payah, belum menjelaskan tuan muda arogan itu seperti itu.


"Tuan muda, bersabarlah... biarkan dokter menjelaskan secara detail tentang kondisi nona Kei." ucap Lee. Dokter merasa sedikit lega jika ada sekretaris Lee maka ada seseorang yang akan membantunya menghadapi sikap tuan arogan itu. Ken sudah terlihat tenang.


"Selamat untuk anda dan nona Kei.."


"Hei... kau memberiku ucapan selamat? yang benar saja! istriku tidak mau berdekatan denganku, dia membenci bau tubuhku dan kau memberiku ucapan selamat! kau memberikan ucapan selamat atas penderitaan ku! kau ingin mendapat pasal berlapis. Hah!!!" lagi-lagi Ken yang sedang gusar itu kembali memarahi dokter. Dokter spesialis kandungan itu tersentak kaget sampai mundur beberapa langkah ketika tuan Ken menunjuk mukanya dengan jari telunjuk. Jika seperti itu rasanya para dokter itu ingin melepas baju kebanggaannya dan menjadi warga biasa saja agar tidak bertemu atau berurusan dengan seorang sultan yang susah dimengerti.


"Tuan muda jika anda seperti ini, anda menakuti para dokter." Lee mendekati tuan Ken. Ken mengatur nafasnya, meredakan amarah yang sedari tadi terus menguasai.


"Nona Kei tidak sakit sekretaris Lee, hanya saja nona sedang hamil muda." akhirnya kata itu bisa lolos dan didengar oleh seluruh orang yang berada didalam kamar itu.


Deg...Deg...Deg...


Jantung tuan Ken seperti terhenti, ingin meyakinkan bahwa semua itu benar? jadi Kei tidak mengidap penyakit aneh tetapi istrinya itu sedang hamil?

__ADS_1


Bukan hanya tuan Ken, bahkan Kei sendiri mematung diatas ranjang. Tanpa dikomando airmata nya lolos, mulutnya menga-nga mendengar kata itu.


Mami Lyra yang datang terdiam didepan pintu, tepat saat dia masuk mendengar pernyataan dari dokter tadi bahwa Kei sedang hamil muda.


"Tuan muda, selamat sebentar lagi anda menjadi seorang ayah." Lee memberi ucapan selamat, setelah itu Ken baru tersadar.


"Benarkah aku akan menjadi seorang ayah?" sungguh, Ken tidak percaya dirinya akan menjadi seorang ayah.


"Honey, kau hamil? kau hamil, kita akan memiliki seorang anak. Aku akan menjadi ayah dan kau akan menjadi Ibu." senyum merekah tersungging dibibir tuan Ken, ingin sekali mendekap Kei dengan erat. Meluapkan segala kebahagiaan yang tiada tara, penantiannya tidak sia-sia kini keinginannya akan segera terwujud.


"A-aku... aku hamil?" Kei sendiri merasa tidak percaya jika dirinya hamil, itu sebuah pernyataan yang sangat menggembirakan dan sangat ia nantikan. Akhirnya dia menjadi wanita yang sempurna, wanita yang bisa mengandung dan melahirkan seorang anak. Dia bukan wanita mandul seperti dugaan orang-orang masalalunya.


"Ya Tuhan, terima kasih... aku akan menjadi seorang nenek, aku akan memiliki cucu." mami Lyra berucap syukur. Diapun tidak kuasa menahan tangis bahagia, segera menghampiri menantu yang sangat dia sayangi dan memeluknya.


"Akhirnya kamu hamil, sayang. Selamat untuk kehamilanmu, semoga semuanya sehat. Terimakasih sayang, ini berita yang sangat mami tunggu. Mami sangat bahagia."


"Iya mi, Kei juga sangat bahagia." hanya itu yang mampu Kei ucapkan, Kei menangis bahagia dipelukan mami Lyra.

__ADS_1


"Terima kasih kalian mengatakan kabar yang bahagia, aku akan memberikan imbalan untuk kalian." tuan Ken mendekati beberapa dokter itu. Dokter yang sedari tadi ketakutan itu kini dibuat terkejut karna ucapan terimakasih dari tuan Ken, itu jarang bahkan belum terjadi tuan Ken mengucap kata terima kasih.


"Iya tuan Ken, sama-sama." kata dokter bersamaan. Para dokter dan perawat bernafas lega dan ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan keluarga itu.


__ADS_2