Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Pelukan Hangat


__ADS_3

"Oke oke terserah saja." Kei beranjak berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan itu. Ia kembali kekamar. tidak mau lagi mengikuti sidang yang diadakan oleh Ken. Entah sidang itu sudah selesai atau belum, ia terlalu malas dan kesal dengan sikap Ken yang arogan.


Tony yang tidak salah harus merima bogem mentah hanya gara-gara menolong dirinya dengan cara memeluk. Bukankah itu keterlaluan!


Berjalan menuju lift dengan menghentakan kaki, ia bersungut kesal. Jika tadi mod tuan Ken yang buruk kini berganti Kei yang merasa buruk.


"Lee, apa Kei marah padaku?" tanya Ken pada Lee.


"Sepertinya begitu, tuan."


"Ah, ini gara-gara kau Ton, istriku marah begitu," Ken menyalahkan Tony.


*Kenapa menyalahkan saya,Tuan? salah saya apa? *


Tony terbengong, setelah mendapat bogem mentah dirinya juga disalahkan. Benar-benar tuan Ken adalah manusia aneh.


"Lee, obati Tony, kompres itu pakai air dingin dan belikan salep memar." perintahnya pada Lee.


'Oh Tuhan, akhirnya aku juga yang harus direpotkan mengurus Tony. Tuan muda, jika kau perduli pada Tony kenapa harus memberinya bogem mentah! batin Lee frustasi. Siapa lagi yang direpotkan mengurus masalah yang dibuat tuan Ken jika bukan dirinya. Menyebalkan.


Ken berjalan kelift untuk menyusul Kei. Sampai didalam kamar Kei sedang menyusui baby Kio, melihat suaminya datang tak membuat ia mengalihkan perhatian pada Ken, ia terlihat acuh.


"Honey..." panggil Ken.


Kei masih diam, ia yang membelakangi Ken pura-pura tertidur. Ketika Ken mengintip, ia semakin memejamkan mata. Ken berjalan mendekat, ia langsung mencium kening Kei.


"Hei, aku tau kau tidak tidur." ucapnya dengan senyum tipis.


"Kenapa?" tanya Kei ketus.


"Kau marah?"


"Menurutmu?" biasanya Kei takut untuk melawan tuan muda arogan. Tapi menurutnya, sikap Ken keterlaluan. Ia kesal dan akan berganti  memberi hukuman pada tuan muda itu.


"Kenapa kau marah? apa karna aku memberi hukuman pada Tony? harusnya kau tidak marah padaku."

__ADS_1


"Bagaimana aku tidak marah, kau memberi hukuman pada orang tidak bersalah. Dengar, aku istrimu berhak mengingatkan kesalahan yang kau perbuat. Jangan menjadi manusia egois, dia tadi sudah menolongku harusnya kau berterima kasih padanya bukan malah memukul sampai berdarah! bayangkan jika tadi Tama tidak menolongku dan aku terjatuh sampai kepala terbentur batu lalu berdarah dan mati, apa kau mau!" Kei menakut-nakuti.


Tuan muda arogan itu terdiam, mencerna kalimat yang dikatakan Kei.


"Aku tidak suka tubuhmu disentuh lelaki lain, Honey." suara Ken terdengar lirih.


"Oh, bahkan kau masih memikirkan sikap posesifmu! berati lebih baik aku tadi terjatuh daripada dipeluk Tama?" Kei tak habis pikir, bagaiamana ia akan membuat suaminya sadar.


"Tidak seperti itu juga."


"Aku sudah menyuruh Lee untuk mengobati Tony." kata Ken lagi.


"Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati," jawab Kei.


"Maafkan aku. Kau tau, aku melakukan itu untuk mencegah lelaki lain mendekatimu. Aku takut kehilanganmu, Baby. Aku sangat mencintaimu." kalimat yang diucapkan Ken terdengar serius, jiwa posesif memang sangat takut bila kehilangan miliknya yang berharga. Untuk itu tuan Ken menjaga Kei dengan begitu ketat.


Tanpa ia ketahui bahwa sikap over posesifnya tidak wajar bagi manusia lain, sikap itu terlewat berlebihan.


"Eum, dengarkan aku, aku istrimu, milikmu, tidak ada yang berani melirik atau menyentuhku. Jadi kau jangan takut, seperti apapun lelaki menggodaku aku tidak akan tertarik, aku juga sangat mencintaimu. Aku mohon, kurangi sikap over posesifmu dan sikap aroganmu karna aku tidak nyaman. Belajar berpikir dewasa." kata Kei dengan penuh harap. Berharap Ken bisa sedikit berubah.


Dengan gerakan pasti Ken menarik Kei kedalam pelukannya.


"Aku mencintaimu, sayang." ucap Kei disela pelukan itu.


"Aku juga sangat mencintaimu, Baby. Terima kasih untuk kehadiranmu yang membawa kebahagiaan untuk hidupku." Ken semakin mendekap tubuh Kei dengan erat. Menyalurkan kehangatan lewat pelukan ternyaman. Ternyaman, karna tak ada lagi pelukan nyaman dan hangat selain dari orang tercinta.


Beberapa saat menikmati pelukan hangat, Ken merenggangkan jarak, tangan kekar miliknya terangkat menyentuh pinggiran pipi Kei.


Kedua bola mata yang saling memandang dan memancarkan cinta, Ken sudah mendekatkan wajah dihadapan Kei dan tanpa aba-aba langsung menikmati bibir Kei yang sudah menjadi candunya.


Candu yang setiap saat dirindukan. Bahkan candu itu merubah dirinya menjadi manusia over posesif.


Hanyut dalam buai kenikmatan mata Kei sudah terpejam, perasaan bahagia yang baru dirasa menghapus rasa kesal yang menggebu. Bahkan melupakan hukuman yang akan ia berikan pada Ken. Rasa cinta dan sayang tetap tercurah meski lelaki didepannya itu sering membuat kesal.


Keduanya memiliki cinta yang besar hanya saja salah satu dari mereka salah dalam menjaga ke pemilikan, hingga membuatnya seperti orang aneh dan beda dari yang lain.

__ADS_1


Sedang menikmati candu, tiba-tiba pintu kamar terbuka dan muncul Lee bersama Tony. Keduanya mematung didepan pintu, tak disangka akan melihat pemandangan 16+.


"Waktu kita tidak tepat Ton, belum saatnya kau melihat adegan ini." kata Lee lirih.


"Kau salah sekretaris Lee, aku melihat lebih dari ini," jawab Tony. Mereka berdua malah mengobrol didepan pintu.


Tuan muda yang baru saja tenang dan masih asik menikmati candu harus terusik dengan kehadiran mereka berdua. Ken menoleh kearah pintu dan memandang tajam kearah dua bawahannya.


"Kalian berdua mengganggu saja!" sentak Ken.


"Maaf tuan muda, sebenarnya ada hal penting yang harus dibahas."


Ken memijat pelipis, disaat ingin menikmati waktu lebih kenapa harus ada gangguan. Padahal burung gagak hitam sudah akan on.


"Hal penting apa yang mengganggu waktuku!" sentak Ken.


Kei mengelus lengan Ken, saat Ken melihat kearahnya ia menggeleng. Memberi peringatan agar Ken bisa mengontrol emosi. Ken membuang nafas kasar, ia beralih lagi menatap Lee dan Tony yang masih diposisi semula.


"Tunggu aku diruang kerja dilantai bawah." perintahnya dengan menahan kesal.


"Apa sangat penting?" Ken kembali bertanya.


"Jika tidak penting saya tidak akan berani mengganggu anda" jawab Lee menunduk.


"Luka Tony sudah diobati?"


"Sudah tuan." Tony yang menjawab langsung.


Lee mengajak Tony turun lagi keruang bawah.


Didalam lift sekretaris Lee bernafas lega, "Bersyukur kita lolos dari amukan tuan muda. Aku sudah takut manusia itu akan marah saat kita mengganggu waktunya." ucap Lee, perasaan yang lega ia menyandarkan tubuh didinding lift.


"Tapi masalahnya memang penting, ada perusahaan asing yang sedang menyerang data private perusahaan cabang di Bali." kata Tony dengan serius.


"Eum, tuan muda pasti akan segera menyusul kita." kata Lee.

__ADS_1


__ADS_2