
Ulang tahun perusahaan diadakan disalah satu hotel milik Ken. Tentu semua karyawan wajib datang dan mengikuti acara yang diselenggarakan oleh pihak kantor.
Meski semua ikut berpartisipasi dalam acara itu, tapi karyawan telah dibagi shift kerja agar semua pekerjaan masih bisa berjalan sesuai jadwal.
Ken dan keluarganya telah bersiap menuju ke hotel. Kei, Kio bahkan si kecil Kyura tampak serasi dengan pakaian yang sama. Begitu juga mami Lyra dan papa Herlambang yang ikut menghadiri acara ulang tahun perusahaan almarhum papi Hiko yang telah berpindah tangan pada Ken.
Setiap tahun mereka semua selalu turut hadir, namun tahun ini ada anggota baru yang ikut berpartisipasi yaitu papa Herlambang. Meskipun ia bukan siapa-siapa diperusahaan itu, namun Ken memperlakukan papa Herlambang sangat baik, bahkan dianggapnya sebagai papinya sendiri.
Dihalaman parkir hotel telah banyak mobil dan motor yang memenuhi. Para karyawan telah datang dan sedang berbincang-bincang dengan sesama teman seprofesi.
Ada juga rekan bisnis yang diundang langsung oleh Ken. Mereka semua telah berkumpul di aula besar yang mampu menampung ribuan orang.
Dari beberapa tahun silam Ken telah membangun ruangan besar disudut hotel, diruangan itu khusus untuk mengadakan acara besar seperti saat ini.
Ken dan keluarganya telah menapaki lobby hotel dengan beberapa pengawalan yang ketat. Tidak lupa, si tangan kanan yang selalu ada dimana tuannya berada. Selalu menjaga sekeliling tuan mudanya agar berjalan sesuai kehendak.
Kini semua telah menuju aula besar.
Saat sudah sampai, keluarga pemilik perusahaan terbesar itu dibimbing menuju tempat duduk khusus. Tempat duduk yang berada diurutan paling depan.
Para karyawan masih bisa memandang dari kejauhan, begitu mendamba keluarga kaya raya yang juga jarang terlihat oleh publik. Hanya pada saat-saat tertentu saja keluarga Ken muncul diruangan umum.
Pihak kepala OB dan staf yang lain saling berbisik, meskipun sudah bertahun-tahun lamanya tapi mereka masih sangat ingat dengan sosok si Nona Muda, yaitu Keihana Kazumi, yang dulu menjabat seperti mereka yaitu sama-sama menjadi OB.
Tapi kini derajatnya telah berubah seratus delapan puluh derajat yang telah menjadi Nona Muda, istri dari bos mereka sendiri. Sungguh nasib yang beruntung.
Pembawa acara telah berbicara panjang lebar untuk membacakan susunan acara.
Berbeda dengan Ken yang tengah duduk tenang bersama keluarganya, Lee harus mengontrol semua agar acara itu aman dan berjalan sesuai harapan. Tidak ada kerusuhan apapun.
Nama pemilik perusahaan telah dipanggil, Ken harus maju kedepan untuk memberi sambutan dan juga memberi motivasi agar para karyawan lebih maksimal lagi dalam bekerja.
__ADS_1
Selama ini perusahaan itu telah banyak memberi tunjangan dan juga bonus-bonus sesuai hasil kerja keras mereka.
Para karyawan menikmati acara dengan hikmat, mendengarkan setiap kata yang disampaikan oleh Ken. Selain mendengarkan, mereka juga tengah menikmati pemandangan indah didepannya. Sosok Kendra Kenichi yang jarang dijumpai meskipun mereka berada di gedung kantor yang sama. Hanya kebetulan saja mereka bisa melihat sekilas saat bos mereka melewati lobi kantor pada jam berangkat dan pulang kantor saja. Selain itu Ken jarang muncul.
Ken sudah selesai membacakan pidato yang singkat padat dan bermakna, kini semua para tamu dan karyawan tengah menikmati hidangan yang telah disediakan oleh pihak hotel.
Ken harus menyapa rekan bisnis yang memberi ucapan selamat.
Seperti awal tadi, keluarga Ken tidak perlu mengambil makanan karna semua telah dihidangkan didepan meja.
Untuk pertama kali Kyura keluar dari zona nyaman, saat ini terlihat rewel karna mungkin tidak nyaman berada diruangan yang penuh orang.
"Sayang, kenapa rewel, Nak?" Kei tengah menimang-nimang Kyura.
"Adik, kenapa nangis Mom?" tanya Kio yang duduk disamping Kei.
"Iya Kak, mungkin haus." jawab Kei.
"Io, Adik nggak minum susu seperti itu." Kei memberi pengertian. Ia kini tengah berdiri untuk mencari keberadaan suaminya. Tapi diantara banyaknya orang sangat sulit menemukan keberadaan Ken.
"Kei, Kyura kenapa?" tanya mami Lyra yang baru kembali dari toilet bersama Herlambang.
"Kyura rewel, Mi." jawab Kei.
"Sini coba sama Mami. Kamu suruh pengawal untuk hubungi Ken," pinta mami Lyra.
Kei memberikan Kyura pada mami Lyra, lalu menyuruh pengawal untuk mencari keberadaan Ken.
"Mi, Kyura udah tenang belum? Kei mau ketoilet sebentar."
"Kyura udah lebih tenang. Memang Ken belum terlihat?"
__ADS_1
"Sudah, sedang berjalan kesini. Kei kebelet, sebentar saja jagain Kyura ya Mi. Kei mau ketoilet." kata Kei.
Mami Lyra mengangguk, "Jangan lupa bawa pengawal." pesan mami Lyra. Mengingat keselamatan Kei dan cucu-cucunya sangat penting, kemanapun mereka melangkah harus ada pengawalan khusus.
"Iya," jawab Kei singkat.
Kio tengah anteng berada dipangkuan opanya. Kei bisa tenang meninggalkan kedua anaknya. Ia juga tidak tahan ingin segera pergi ketoilet.
Dengan kedua pengawal yang berjaga dan juga satu pelayan hotel wanita yang menjadi penunjuk. Kei tengah berjalan dilorong panjang.
Kei sedikit terkejut saat melihat sosok familiar yang juga berjalan melewati lorong itu. Tapi ia berusaha tidak memperdulikan keberadaan Izham.
Ia tidak mau menuai bumerang dari hal sekecil apapun menyangkut mantan suaminya itu. Meskipun saat ini berada jauh dari jangkauan Ken, tapi tidak menutup kemungkinan mata-mata Ken berada dimanapun yang akan melaporkan semua kejadian.
Saat tinggal beberapa saat lagi mereka akan berpapasan, Kei sudah tidak melihat kearah Izham. Biarkan seperti orang lain yang tidak mengenal, itu lebih baik.
Tapi berbeda dengan Izham, jantungnya berdegub lebih kencang demi melihat mantan istrinya terlihat jauh berbeda. Sangat cantik dan anggun. Setiap melihat paras ayu itu muncul sebuah penyesalan yang amat besar. Penyesalan yang mungkin akan merundungnya seumur hidup. Membuang wanita berharga demi wanita lain yang banyak kekurangannya. Kesalahan terbesar dan terbo doh.
Kei berusaha fokus untuk melewati Izham begitu saja. Tapi Izham lebih dulu menyapa.
"Kei..." panggilnya.
Kei tidak menjawab dan hanya tersenyum lalu melanjutkan langkahnya.
Melihat itu Izham berbalik dan berusaha mensejajari langkah Kei tapi terhalang oleh dua pengawal yang menjaga.
"Kei... aku ingin bicara denganmu." kata Izham.
"Jangan coba-coba dekati Nona kami!" salah satu pengawal memperingati. Memasang badan untuk mencegah Izham agar tidak mendekati Kei.
"Maaf Mas, aku tidak berani berbicara berdua denganmu. Kamu pasti tau, suamiku pasti akan marah kalau tau aku berbicara denganmu." Kei menolak dengan halus. Ia menghindari percakapan yang panjang karna tau bukan hanya dirinya saja yang akan kerepotan jika Ken sampai marah. Bahkan bisa saja pekerjaan Izham yang akan dipertaruhkan. Padahal Kei tau, Izham sangat membutuhkan pekerjaan mengingat kondisi perekonomian yang sulit.
__ADS_1
"Aku ingin meminta bantuan padamu, Kei." Izham bersikeras ingin membujuk Kei.