
"Honey, kapan baby Kio akan tertidur lagi?" tanya Ken dengan tidak semangat. Baby Kio tidak mau terlelap dan terus saja mengoceh.
"Aku juga tidak tau, tanyakan saja pada dirinya." jawab Kei santai. Ia tersenyum kearah putranya. Tak mengindahkan raut wajah Ken yang terlihat frustasi.
Jam didinding menunjukan pukul 2 dini hari, tapi baby Kio tidak juga mengantuk.
"Coba kau beri dia asi, mungkin saja langsung tidur." kata Ken dengan senang, seolah mendapat jalan keluar untuk masalahnya.
Kei menuruti perkataan Ken, ia mulai menyusui baby Kio. Menunggu dengan sabar, beberapa saat mata baby Kio mulai meredup. Mungkin berkat do'a dari Ken yang tak henti-henti meminta agar anaknya bisa tertidur.
Lamanya menunggu, sampai tak sadar kini Ken juga ikut tertidur. Mata Kei juga sangat berat, tanpa sengaja ketiganya tertidur dengan pulas.
Sampai sinar matahari menembus disela-sela gorden yang terdapat celah kecil. Sinar yang membuat silau.
Kedua orang dewasa masih belum terbangun, tapi baby Kio sudah mengoceh dengan riangnya. Mendengar suara putranya mengoceh, Kei ikut terbangun.
"Ya ampun sayang, kamu sudah bangun? anak Mommy pintar sekali, bangun-bangun nggak nangis ya."
Kei terbangun dan duduk dipinggiran ranjang, kedua tangan terangkat untuk menggelung rambut yang panjang.
"Sayang, bangun." Kei membangunkan suaminya.
Ken hanya menggeliat saja. Kei menggelengkan kepala, "Daddy bangun..." Kei lebih mengeraskan suara.
Ken terlihat ogah-ogahan membuka kornea matanya, ia masih sangat mengantuk.
"Sayang, bangun! tolong jagain baby Kio, aku ingin kekamar mandi." perintah Kei, ia sudah berjalan memutari ranjang dan berjongkok disamping Ken.
"Iya, Sweety. Aku pasti jagain." jawab Ken lirih, meski sudah menjawab tapi matanya masih terpejam.
"Sayang, bawa baby Kio berjemur mentari pagi itu bagus untuk kesehatannya." perintah Kei. Ia masih betah menunggu Ken hingga terbangun.
Ken mulai terusik dengan suara kicauan Kei yang seperti burung Beo. Tidur nyenyaknya terganggu, mau tidak mau ia terpaksa bangun.
"Ada apa Sweety? aku masih ngantuk banget." jawabnya. Ia masih menunggu nyawanya penuh.
"Kamu bawa baby Kio untuk berjemur mentari pagi, itu bagus untuk kesehatannya. Aku ingin mandi sebentar, nanti gantian kamu." kata Kei.
"Kau akan mandi? kita mandi bersama. Hem?" kini matanya terbuka sempurna, tersenyum miring dengan menaik turunkan alisnya.
"Kau masih bermimpi? kalau kita mandi bersama, siapa yang akan jagain baby Kio?" jawab Kei.
__ADS_1
Ken kembali melemas, tak ingin melanjutkan kalimat selanjutnya. Ia tau, keinginannya tetap saja harus ditunda.
"Sudah, aku mandi dulu." ucap Kei. Ia sudah berjalan dan masuk kedalam kamar mandi.
Ken beralih pada putranya yang sedang mengoceh dengan menggerakkan kaki dan tangannya. Ia ciumi pipi gembul itu dengan gemas.
Tak lama, senyum dibibir Ken terbit. Ia segera menggendong baby Kio dan membawanya keluar dari kamar.
Mengetuk pintu dengan tidak sabaran.
Mami Lyra muncul dengan wajah kesal, "Ada apa sih Ken, kenapa mengetuk pintu sampai seperti itu? mami belum tuli." jawabnya.
"Maaf Mi, Ken ada pekerjaan penting, Mami tolong bawa baby Kio berjemur mentari pagi ya. Hanya sebentar."
"Memang istrimu kemana?" tanya mami Lyra.
"Kei sedang mandi. Pekerjaan ini penting Mi, Ken harus mengerjakan dengan cepat. Ayolah Mi, plis ..." Ken sangat berharap.
"Ya sudah, sini berikan pada Mami." Mami Lyra merentangkan tangan untuk menggendong baby Kio. Setelah Baby Kio aman dengan Mami Lyra, Ken segera kembali kekamarnya dengan penuh semangat.
Sampai didalam kamar segera membuka pintu kamar mandi yang untungnya tidak dikunci.
Kei tersentak kaget saat tiba-tiba Ken masuk kedalam. Ia menjerit kecil karna terkejut.
"Hei, baby Kio dimana? anak kita dengan siapa?" tanya Kei.
"Tenang saja, baby Kio aman bersama Mami. Ini kesempatan kita Honey, jangan buang-buang waktu."
Seperti perkataanya, tanpa membuang waktu Ken mulai melancarkan aksi untuk mencumbui Kei dibawah guyuran air shower, dengan air yang mengalir memberikan sensasi hangat.
Keduanya menikmati pagi dengan berolah raga bersama, puncak kenikmatan yang tertunda. Ken tak menyisakan kesempatan, dengan gencar menikmati tubuh Kei yang semakin sexy.
Baby Kio yang berada digendongan Mami Lyra mulai menangis, mungkin ia mulai haus atau lapar. Ini sudah hampir satu jam, tapi Kei atau Ken tidak ada yang datang.
Pasti hanya Kei yang bisa memberi sumber makanan, untuk itu Mami Lyra membawa baby Kio menemui Mommy nya.
Pintu kamar hotel tidak terkunci, Mami Lyra masuk begitu saja. Ia mencari keberadaan Ken dan Kei tapi mereka berdua tidak terlihat. 'Kemana mereka?'
"Baby Kio, kemana Daddy dan Mommy mu sayang?" Mami Lyra berbicara dengan baby Kio, tapi bayi itu menyisakan tangis.
Samar-samar mendengar suara air bergemiricik didalam kamar mandi, pasti Kei sedang mandi.
__ADS_1
Mami Lyra mendekat dan berdiri didepan pintu, mengetuk pintu beberapa kali.
"Kei... Kei... baby Kio menangis Nak. Kamu sudah selesai belum mandinya?" mengeraskan suara agar terdengar.
Sedangkan yang didalam kamar mandi kalang kabut mencari handuk masing-masing.
Kei kebingungan, ia takut ketahuan sedang berolah raga. Sungguh malu yang teramat dalam jika itu sampai terjadi, mau ditaruh dimana mukanya.
Ken memberi kode dengan menempelkan jari telunjuk didepan mulutnya. "Kau jawab saja, belum selesai." perintah Ken dengan berbisik.
Mami Lyra menggedor pintu lagi, Kei mendekati pintu dan membukanya sedikit hanya kepalanya saja yang terlihat.
Ken menahan nafas, karna dia sendiri bersembunyi dibalik pojok pintu.
"Kei, kamu belum selesai mandi? baby Kio sudah menangis, mungkin dia lapar."
"Ia Mi, sebentar lagi." jawab Kei. Setelah itu menutup pintu dengan rapat.
"Uh... pagi yang menegangkan." ucap Kei lirih.
"Bagaimana ini?" tanyanya pada Ken.
"Kau keluar saja, biar aku bersembunyi disini. Tapi nanti kalau Mami sudah pergi, segera beritahu aku." perintah Ken. Kei mengangguk.
Ia keluar dan berganti pakaian. Setelah selesai mendekati Mami Lyra dan ingin mengambil baby Kio untuk disusui.
"Kamu mandi lama sekali Kei, bukankah sudah hampir satu jam?"
"Ia Mi, mandi pagi itu seger banget jadi sampai kelupaan."
"Oh iya, Ken kemana?" tanyanya lagi.
"Eum, sepertinya tadi pergi Mi, ada urusan mungkin." jawab Kei terpaksa berbohong. 'Aduh, Mi. Maafin Kei, harus berbohong.' batinnya.
"Oh..."
"Mami sampai lupa belum cuci muka, tadi Ken pagi-pagi udah ketuk pintu sama nitipin baby Kio, Mami sampai lupa." Mami Lyra berdiri.
Kei bernafas lega, itu berati Ibu mertuanya akan segera meninggalkan kamar. Ia kasihan dengan suaminya yang bersembunyi dikamar mandi.
Tapi dugaanya salah, Mami Lyra justru berjalan menuju kekamar mandi yang ada dikamarnya.
__ADS_1
"Gawat...!" teriak Kei dengan suara keras.