Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Menemui Mira DiKantor Polisi.


__ADS_3

"Tuan muda, wanita bernama Mira itu sudah berada di Kantor polisi." Lee memberi laporan, mereka sudah duduk disofa ruangan khusus yang tersedia di Rumah Sakit.


"Bagus Lee, pastikan wanita itu membusuk didalam penjara!" Ken terlihat menggebu-gebu saat mengucapkannya.


"Sebenarnya kasihan tuan, wanita itu sedang hamil tua dan sudah akan melahirkan."


"Kau lebih kasihan dengan wanita itu daripada Kei?" bertanya dengan nada dingin.


"Bukan begitu tuan muda, dari sisi kemanusiaan kasihan saja melihat wanita hamil tua harus berada didalam penjara." kabut hitam masih terlihat mengelilingi Ken, dia hanya diam saja tanpa menjawab. Kebenciannya terhadap wanita bernama Mira sangat besar, dia tidak perduli jika wanita itu dalam keadaan hamil atau mati didalam penjara, Ken memang tegas akan teguh pendirian jika sudah menghukum seseorang. Tuan muda itu tidak memiliki belas kasih terhadap siapapun yang berani mengusik kedamaiannya. Tidak akan puas sebelum melihat musuhnya merangkak meminta ampun dan hancur segala-galanya.


"Bagaimana dengan lelaki brengs*k itu!"


"Saya sudah memecat lelaki bernama Izham dan Dimas."


"Aku tidak mengerti Lee, kenapa Kei tega berbohong hal sebesar ini. Alasan apa dia membohongiku? kau sangat tau aku membenci seseorang yang sudah berbohong. Hukuman apa yang harus aku berikan." Ken sedikit melunak, hanya sekretarisnya itu yang paham dengan keadaanya saat ini.


"Biarkan nona Kei sembuh dulu tuan, setelah itu anda bisa menanyakan langsung alasan apa nona Kei menyembunyikan fakta bahwa mantan suaminya masih hidup."


"Orang masalalu Kei bekerja diPerusahaanku, itu berati Kei dan mantan suaminya pernah bertemu?" Ken terperanjat, dia baru menemukan sebuah pemikiran itu. Dalam hati Lee membenarkan ucapan tuan Ken, tetapi saat ini tuan Ken baru saja melunak jika dia mendukung pemikirannya sudah pasti tuan Ken akan tersulut emosi lagi.


"Walau berada di gedung yang sama tetapi ada kemungkinan juga mereka belum pernah bertemu tuan."


"Kau belajar pikun Lee, aku sangat yakin Kei pernah bertemu mereka. Kamu harus mengingatnya Lee, Kei pernah mendapat bekas luka tamparan aku yakin itu juga ulah wanita murahan bernama Mira! Kurang ajar, bagaimana mungkin kita bisa lengah seperti ini. Aku tidak mau tau Lee, tingkatkan keamanan untuk Kei."


"Baik tuan muda,"

__ADS_1


"Aku belum bisa mengintrogasi Kei tentang masalah ini, walau aku sangat kecewa dan marah tetapi aku tidak tega melihatnya kesakitan seperti itu."


'Itu karna anda sudah mulai menyukai nona tuan, biasanya anda tidak pernah mentolerir seseorang yang sudah berbohong. Anda sangat benci dengan kebohongan.'


"Hah, aku lelah Lee memikirkan semuanya." Ken membuang nafas kasar, bersender disofa dengan memijit kepalanya sendiri. Terlihat sekali jika tuan Ken memang lelah.


_______________________


Setelah menerima surat pemecatan secara tidak hormat, saat ini Izham sedang menenangkan diri. Menepikan mobil dipinggir jalan, pemikirannya terlalu penuh.


"Kebenaran macam apa ini! aaa'...!!!" Izham memukul kepalanya sendiri. Menyesal sudah pasti sangat menyesal.


"Apa yang aku lakukan! Kei, harusnya aku tidak mengucap talak untukmu, harusnya aku tidak mengusirmu, harusnya aku lebih memilihmu, Aku menyesal Kei, saat ini aku sungguh menyesal. Kau wanita yang sangat baik tetapi aku menyia-nyiakanmu, semua karna Mira! dasar wanita sialan. Aaakhh'....


Apa yang harus dia lakukan terhadap Mira, apa yang harus dia katakan kepada kedua orang tuanya. Saat ini masih ada sedikit tabungan, jika sampai lama tidak mendapat pekerjaan dia akan menjadi gelandangan. Lalu anak yang ada dirahim Mira darah dagingnya atau anak orang lain.


"Ya Tuhan, hari ini aku menyebutmu. Beri aku petunjuk-Mu, aku harus melakukan apa? apakah ini karma untukku, karna sudah menyakiti wanita yang sangat baik." Izham berbicara sendiri didalam mobil, tidak tau harus melakukan apa.


Tak lama menghidupkan mesin mobil dan melajukan kendaraannya dengan kencang. Rasa kecewa menghantarkannya menuju ke Kantor polisi, sampai disana Izham langsung menemui petugas ke-polisian untuk menanyakan keberadaan Mira.


Salah satu petugas mengantarkan Izham didepan jeruji besi yang mengurung Mira.


Mira sedang menunduk, tetapi Izham yakin bahwa istri sirihnya itu sedang menangis.


"Nyonya, ada yang mencari anda." polisi memberitahu Mira. Mira langsung mendongak ketika mendengar ada yang menjenguknya.

__ADS_1


"Mas Izham..." Mira memanggil Izham,


segera bangkit dan mendekat. Meski terhalang jeruji besi Mira masih bisa meraih tangan Izham.


"Puas kamu Mira! puas kamu menghancurkan hidupku!" tidak ada kelembutan, Izham justru membentak Mira.


"Mas, maafin aku. Maafin aku, mas. Hiks..." Mira meminta maaf dengan menangis terlihat menyesali perbuatannya.


"Jika aku memaafkanmu, apakah semuanya bisa kembali. Aku salah apa Mira, sampai kamu tega melakukan ini. Aku sudah tidak tau lagi harus bersikap seperti apa."


"Mas, aku mohon dengarkan aku. Tolong keluarkan aku dari sini, mas. Kamu tega melihatku melahirkan anak kamu didalam penjara!"


"Anakku? benarkah itu anakku?" terlihat Izham meremehkan.


"Fo-foto itu, itu hanya rekayasa mas. Percayalah padaku, tuan Ken bisa saja melakukan itu hanya untuk membalas perbuatanku yang sudah mempermalukan Kei."


"Aku menyesal Mira, aku sungguh menyesal sudah menyia-nyiakan keberadaan Kei. Dia lebih baik darimu!"


"Tidak mas, kamu lupa jika kita saling mencintai. Kei sudah kamu buang, dia hanya bagian masalalu mu, mas. Masa depanmu adalah aku, aku mohon keluarkan aku dari sini mas."


"Kau memang sangat pandai berbicara Mira, aku begitu bodoh sudah mempercayaimu dan memilihmu. Apa yang harus aku katakan kepada orang tuaku Mira, masa depanku hancur dan semua itu gara-gara kamu! sebentar lagi kita akan menjadi gelandangan. Pengangguran yang tidak punya apa-apa, kamu sangat tau betapa sulitnya mencari pekerjaan. Apalagi tuan Ken pasti sudah mengumumkan keburukan kita kepada Perusahaan lain. Aaa'... ini semua gara-gara kamu wanita sialan!" Izham begitu marah, menendang besi yang berjejer menghalangi keberadaan dia dan Mira.


Tidak ada yang bisa Mira lakukan selain menangis. Benar kata Izham, bahwa sebentar lagi akan menjadi gelandangan. Tetapi saat ini yang dipikirkan, bagaimana caranya dia bisa keluar dari kurungan besi itu. Mencari pengacara pun percuma, jalan satu-satunya yang bisa mengeluarkan dia dari sana hanya kebijakan dari tuan Ken.


"Jam besuk tinggal sebentar lagi." petugas yang berjaga memberitahu.

__ADS_1


__ADS_2