Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Mendatangi Rumah Dewi


__ADS_3

Hari-hari tidak seperti biasanya, semua-semua menjadi kacau. Beruntung raja singa masih terlelap, hingga aktivitas dirumah besar bisa tenang. Lee tidak kembali pulang, menginap dirumah tuan Ken tetap waspada menjaga keamanan bisa dipastikan jika nona Kei belum ditemukan raja singa itu masih akan tetap dikelilingi awan hitam.


Lee masih terlelap dikursi sofa ruang depan, tidurnya terusik karna beberapa pelayan dan juga pengawal sedang membersihkan pecahan kaca. Lee terbangun, memijat leher belakang yang terasa kaku.


"Sekretaris Lee, maaf jika menggangguk tidur anda." kepala pelayan menunduk dan meminta maaf.


"Tidak pa-pa, apa tuan Ken sudah bangun?"


"Sepertinya belum, sedari tadi belum keluar kamar."


"Lanjutkan saja." Lee beranjak bangun ingin mencuci wajah supaya lebih segar.


"Pagi Lee.." sapa mami Lyra yang duduk dimeja makan.


"Pagi Nyonya besar..." Lee mendekat dan duduk diseberang.


"Maaf Nyonya, Lee tidak pulang."


"Heum.. saya senang kamu masih disini. Bagaimana, Ken?"


"Sepertinya tuan muda masih tidur."


"Aku takut jika Ken marah seperti tadi."


"Seperti yang saya katakan, semetara Nyonya menghindar saja, semua pasti akan aman. Jika tuan muda sedang marah jangan mendekat, dia akan seperti itu sebelum nona Kei ditemukan."


"Aku akan ikut mencari Kei, dia pergi karna kesalahanku." mami Lyra terlihat sedih.


"Anda tidak perlu melakukan itu Nyonya, tuan muda sudah menggerakkan banyak pengawal untuk mencari Nona Kei pasti sebentar lagi akan ditemukan."


Brak....


"Suara apa itu, Lee?"


Lee segera berdiri dan dengan cepat menaiki anak tangga. Sudah pasti raja singa sudah terjaga.


"Tuan muda." Ken berdiri didepan pintu.


Srek...


Ken mencengkram leher dan menghempaskan tubuh Lee ke dinding.


"Kenapa tidak membangunkan ku. Hah!"

__ADS_1


"Ma-maaf tuan muda, kami tidak ada yang berani membangunkan anda. Anda baru terlelap 2jam."


"Aku tidak perduli, kau mau enak-enakan! kita harus mencari Kei lagi."


"Tuan muda ada pertemuan penting, biar para pengawal yang mencari nona Kei. Setelah pertemuan selesai kita bisa mencari."


"Samuel Aaron Lee!! Apa kau sudah tidak waras! bagaimana bisa kau menyuruhku untuk metting! batalkan semua jadwal, aku tidak perduli. Aku akan mencari Kei." Ken melepas cengkraman tangan, beranjak ingin pergi.


"Baik tuan muda kita akan lanjut mencari nona Kei. Tetapi anda harus berganti pakaian." Ken berbalik dan menatap sekretarisnya dengan tajam.


"Maaf, jika kita menemukan nona Kei anda akan terlihat buruk dan kacau." Lee benar-benar memberanikan diri, dia wajib menasehati Ken meski banyak konsekuensi yang harus diterima. Ken melihat tubuhnya sendiri dan benar keadaanya sangat kacau dia harus membersihkan diri. Kembali masuk kedalam kamar, Lee menghembuskan nafas sebanyaknya menghadapi tuan Ken yang seperti itu sudah seperti diambang kematian.


Sedikit tenang Lee kembali turun kebawah dan duduk dimeja makan lagi, meminum teh dan memakan roti perutnya harus diisi sebelum tenaga terkuras menghadapi tuan Ken.


"Ken marah-marah lagi?" mami Lyra bertanya, Lee mengangguk.


"Maaf Nyonya besar saya harus sarapan disini, tuan Ken tidak akan membiarkanku istirahat."


"Iya Lee. Aku takut dengan kesehatan Ken jika dia tetap seperti itu."


"Kita berdo'a saja semoga nona Kei segera ditemukan."


"Ya Tuhan, Kei kamu dimana? maafkan mami nak." mami Lyra bergumam lirih. Ken terlihat menuruni anak tangga, mami Lyra berdiri ingin menghampiri tetapi Lee menggelengkan kepala memberi kode agar mami Lyra tidak mendekat.


"Lee!!"


"Apa semua sudah melakukan pencarian!" pertanyaan, lebih tepatnya sebuah hardikan.


"Sudah tuan Ken."


Lee sudah bersiap menuju ke-garasi untuk menyiapkan mobil, membukakan pintu untuk tuan Ken.


Dengan menyetir mobil Lee sibuk menghubungi orang-orang penting di Kantor untuk menggantikan tugas, ketika berhubungan dengan Kantor Lee teringat sesuatu.


"Tuan muda."


"Hem..."


"Tuan muda ingat dengan wanita unik?"


"Wanita unik?" Ken mengulang kata, dia tidak tau maksut Lee.


"Maaf, maksutku teman nona Kei yang bekerja di Kantor sebagai OB?"

__ADS_1


"Iya!" menjawab singkat.


"Ada kemungkinan wanita itu tau keberadaan nona Kei." mendengar itu Ken langsung terlihat bersemangat.


"Kau benar Lee, cepat tanyakan dimana rumahnya!"


"Kita langsung saja kesana tuan, saya sudah tau alamat rumahnya." dalam hati terdengar aneh tetapi Ken tidak begitu perduli dengan bagaimana Lee bisa tau alamat itu yang terpenting dia akan segera menemukan Kei disana.


Mobil sport melaju dengan kecepatan tinggi tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai didepan gang rumah Dewi.


"Tuan muda rumahnya masuk kedalam gang, kita hanya bisa berjalan kaki." tidak menunggu lama Ken segera keluar dari mobil, Lee menyamakan langkah kakinya.


Sampai didepan rumah Lee segera mengetuk pintu, tetapi tidak ada jawaban. Berganti Ken yang mengetuk pintu dengan sedikit keras, Lee sedikit cemas tuan Ken tidak punya kesabaran dia takut para tetangga akan datang.


"Tuan muda, sepertinya rumah ini sedang kosong tidak ada penghuni."


"Tidak Lee, Kei pasti bersembunyi didalam."


Brak...


"Kei... keluarlah. Kei..."


"Tuan..." Lee mendesis. Bagaimana dia akan menghentikan kegilaan tuan Ken, jangan sampai membuat keributan dirumah Dewi.


"Maaf kalian siapa, kenapa mengetuk pintu dengan keras! kalian tidak sopan." seorang ibu paruh baya yang membawa kotak kue datang. Terkejut melihat 2orang pria yang menggedor-gedor pintu rumah seperti Debt Collector penagih hutang.


"Maaf Ibu jika kami tidak sopan..." Lee meminta maaf tetapi tuan Ken sudah memotong perkataannya.


"Ini benar rumah Dewi?" terdengar tegas, Ibu paruh baya yang tidak lain ibunya Dewi sedikit ketakutan.


"Be-benar. Tetapi Dewi sedang bekerja." menjawab dengan terbata. Lee sangat tau ibu itu pasti ketakutan, Lee maju dan menggantikan untuk bertanya.


"Ibu, apa kemarin ada teman Dewi yang datang kesini, seorang wanita?" Lee yang bertanya.


"Iya. Namanya nak Kei, semalam tidur disini."


"Lalu dimana dia sekarang?" Ken sudah tidak sabar ingin mengetahui keberadaan Kei.


"Tadi Dewi dan nak Kei berangkat bersama, yang ibu tau nak Kei akan mencari rumah kos atau kontrakan." masih merasa takut.


"Lee cepat kita ke Kantor menemui Dewi." Ken melangkahkan kakinya untuk kembali menuju ke mobil.


"Ibu, maaf jika kedatangan kami tidak sopan. Tuan muda Ken adalah suami nona Kei dan juga pemilik perusahaan tempat anak ibu bekerja." Lee menjelaskan agar Ibu itu tidak bingung dan panik.

__ADS_1


"Oh begitu? iya tuan tidak apa-apa. Tuan, saya mohon jangan pecat Dewi dari Kantor. Kami tidak tau apa-apa, kami hanya memberikan tumpangan menginap untuk nona Kei."


"Tidak Bu, Dewi tidak akan dipecat. Ini masalah pribadi tidak ada urusan dengan Kantor. Baik Bu, saya permisi." Lee berpamitan dan pergi untuk menyusul tuan Ken, jika terlalu lama dia akan terkena amukan.


__ADS_2