Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Pulang Kerumah


__ADS_3

Satu minggu sudah dilewati dengan kejenuhan berbaring dirumah sakit.


Hari ini Kei dan baby Kio sudah diperbolehkan pulang. Kondisi bayi dan ibu itu sudah membaik. Meski begitu, tuan muda protective tidak akan membiarkan ratu kesayangan itu bergerak sedikit pun. Bahkan untuk menapaki lantai keramik saja tidak boleh, apalagi jika Kei sampai menggunakan kedua kaki untuk berjalan. Oh no! itu larangan keras.


Tuan Ken menjaga Kei dikursi belakang, sedangkan baby Kio tengah berada digendongan Omanya. Tertidur pulas dalam balutan bedong yang hangat. Bayi berumur 10hari itu tak merasa terganggu dengan suara bising dari kendaraan lainnya.


Tuan Ken memeluk badan Kei dari samping, seolah tak ingin melepaskan.


Sekretaris Lee fokus memandang jalanan yang sangat padat.


Tak butuh waktu lama, mobil mahal keluaran terbaru yang mengangkut 5orang tadi sudah sampai didepan halaman rumah besar dan megah.


Sekretaris Lee sibuk membukakan pintu untuk ketiga majikannya. Ia juga menyiapkan payung untuk tuan muda kecil penerus Taisei Comporatian. Tak membiarkan kulit mulus bayi itu tersengat terik matahari.


Tuan Ken menggendong tubuh Kei, dan membawanya masuk kedalam. Sekretaris Lee sudah menawarkan kursi roda yang disimpan dibagasi tapi tuan muda itu menolak.


Saat didepan pintu, mami Lyra tersenyum melihat bayi mungil yang masih lelap dalam tidurnya. "Selamat datang dirumah kita, baby Kio." ucap mami Lyra penuh kegembiraan.


Kei juga tersenyum, ia memberi ucapan selamat dalam hati. Saat ini, ia sedang dalam kungkungan tuan Ken, tak bisa bergerak.


Mereka masuk kedalam lift. Ketika lift sudah terbuka, segera keluar dan menuju kekamar tuan Ken.


Ken menurunkan Kei diatas ranjang empuk milik mereka berdua. Tak jauh dari ranjang itu ada box bayi untuk baby Kio.


Mami Lyra berjalan menuju box persegi itu dan akan menidurkan baby Kio disana. Setelah terlelap, mami Lyra meninggalkan baby Kio dan berjalan menghampiri Kei yang tengah duduk bersandaran ranjang.


"Tuan muda, semua sudah beres. Saya permisi." pamit Lee. Ken hanya menganggukkan kepalanya.


"Sayang, kamu istirahat ya. Mami keluar dulu." mami Lyra ikut berpamitan.

__ADS_1


"Iya Mi." jawab Kei.


Setelah mami Lyra dan sekretaris Lee keluar, tuan Ken mendekati Kei dan ikut duduk bersandar.


Menarik tubuh sang istri kedalam pelukannya.


"Sarangmu belum sembuh?" bertanya. Tangan sebelah digunakan mengusap surai milik Kei.


"Belum. 'Kan targetnya 42 hari, sedangkan ini baru hari ke 11 berati masih banyak hari." Kei tersenyum. Merasa nyaman dengan posisi bersandar di dada bidang, suami tersayangnya.


"Huft,,, itu lama sekali." jawabnya frustasi. Mengeram kesal dan lebih mengeratkan dekapannya. Ingin meluapkan kerinduan tapi jalaran nafsu tak bisa tersalurkan. Masih harus menunggu sekian lamanya.


"Mau bagaimana lagi?" Kei mengendikan bahu. Tak ada jalan keluar lagi, hanya bisa menunggu dengan sabar.


Badan baby Kio bergerak, mulut mungilnya maju kedepan dan itu menggemaskan. Tak lama baby itu menguap dan menangis.


Tuan muda yang sudah berganti status sebagai ayah dengan gerakan cepat menghampiri baby boynya. Dengan gerakan kaku, ia mengambil baby Kio dari box dan menggendong.


Sebenarnya tuan muda itu sudah menyiapkan 2babysister untuk mengurus putranya. Tapi mereka berjaga diluar, ketika ada panggilan saja mereka baru boleh masuk.


Ketika bayi menangis tentu saja karna lapar atau haus. Kei segera membuka kancing baju untuk menyusui. Mengarahkan mulut baby Kio untuk menyedot, tapi baby Kio tidak mau. Ia terus bergerak gelisah.


Ada yang aneh, Kei segera mengecek sesuai pemikirannya. Dan benar, ketika membuka celana dan popoknya ternyata benar sesuai dugaan, popok itu sudah penuh.


"Pantas saja dia bergerak gelisah, ternyata pampersnya penuh." ucap Kei. Ia menyuruh tuan Ken untuk mengambilkan tissu basah.


Tuan Ken segera mengambilkan, raut wajahnya terlihat aneh. Ia enggan untuk mendekat, mengulurkan tissu basah dengan tangan panjang nya dan menjaga jarak. Bahkan tangan sebelah digunakan untuk menutup hidung.


Kei tak bisa bergerak bebas, luka dipangkal pahanya masih terasa nyeri jika terlalu bergerak. Melihat sang istri kesusahan, Ken berjalan keluar untuk memanggil babysister.

__ADS_1


Kedua babysister yang terlatih sigap membantu majikannya. Kei terus memperhatikan babysister mengurus anaknya, ia yang baru menjadi seorang ibu harus banyak belajar dari mereka, agar bisa merawat baby Kio dengan tangannya.


Ketika tengah malam waktu ternyaman untuk bermimpi, malam-malam sebelumnya didalam kamar itu selalu senyap dan damai. Jika pun ada suara maka hanya suara desahan saja.


Mulai malam ini suasana sepi itu akan berubah dengan kebisingan suara baby Kio.


Seperti saat ini, jam tengah menunjukan pukul 23.30 wib. Hampir tengah malam, tuan muda yang biasanya tidur dengan damai kini sangat terganggu dengan suara tangis putranya sendiri.


"Sweety, baby Kio kenapa menangis terus? aku tidak bisa tidur." keluh tuan Ken. Bersandaran dipinggir ranjang. Melihat sekilas baby Kio yang berada dipangkuan Kei.


Kei menyusui baby Kio bergantian, setelah sebelah kanan berganti sebelah kiri. Harusnya baby Kio sudah kenyang dan bisa tidur pulas. Tapi baby itu tak kunjung memejamkan mata, ia sibuk menggerakkan tangan dan kaki. Sibuk mengeluarkan lidah kecilnya.


Tengah malam waktunya untuk terlelap tapi Kei menemani baby Kio bergadang. Tuan Ken setengah mengantuk memaksa diri untuk menemani istri dan anaknya untuk bergadang. Ia tak akan tega membiarkan istrinya begadang sendirian. Tapi rasa kantuk yang mendera, tak kuasa untuk membuka mata. Tuan muda itu tertidur dengan posisi tengah terduduk.


Sampai jam 2dini hari, baby Kio masih tak mau memejamkan mata.


Kei juga sudah sangat mengantuk, tuan Ken meminta baby Kio dan menggendongnya.


"Kau kenapa, baby boy? ini udah hampir pagi, kenapa kau tidak tertidur? Hem?" tuan Ken mengajak baby Kio berbicara. Baby Kio memberi respon dengan kedipan mata dan gerakan tangan, hanya itu yang ia bisa. Menjulurkan lidah dan mengerucutkan bibir kecilnya.


Tuan Ken menimang-nimang baby Kio agar tertidur. Butuh perjuangan dan waktu yang lumayan agar baby mungil itu mau memejamkan mata.


Setelah baby Kio benar-benar tertidur, sang ayah itu menaruh putranya kedalam box lagi. Menutup klambu dan membenarkan selimut.


Merasa sudah aman, tuan muda itu segera kembali berbaring disamping istrinya.


Sebelum memejamkan mata, tuan Ken memperhatikan wajah Kei yang terlelap dengan wajah lelahnya.


Ia mengecup kening Kei, dan mulai berbaring nyaman disampingnya.

__ADS_1


Meskipun ia sangat kaku saat menggendong baby Kio, tapi tetap ia lakukan demi membantu Kei.


Seorang anak adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya seorang ibu saja yang harus merawat dan menjaga, tapi sosok ayah juga dibutuhkan.


__ADS_2