
Tuan Ken dan Kei sedang menyusuri lorong rumah sakit. Dibelakangnya ada sekretaris Lee dan dua bodyguard yang mengawal. Hari ini adalah jadwal pemeriksaan kandungan.
Sampai didepan pintu ruang dokter spesialis kandungan yang biasa menangani Kei, Lee maju kedepan dan membukakan pintu untuk kedua bos-nya. Ken dan Kei masuk kebersamaan.
"Selamat siang tuan Ken, nona Kei." dokter itu sudah berdiri didepan pintu dan menyambut kedatangan orang-orang penting dan berkuasa.
"Selamat siang juga, dok." tentu saja Kei yang menjawab. "Mari silahkan duduk, tuan nona." dokter wanita itu mempersilahkan tamunya untuk duduk. Ketika kedua orang itu sudah duduk, dokter segera menanyakan keluhan yang dialami Kei.
"Nona, apa ada yang anda keluhkan?"
"Bukan dia yang mengeluhkan sesuatu, tetapi aku!" tuan Ken yang menjawab dengan menggebu-gebu. Dokter itu langsung melihat kearah tuan Ken, tatapan membunuh dilayangkan. Membuat nyali sudah menciut.
"A-anda ada keluhan tentang apa tuan?" dokter itu berganti bertanya kepada tuan Ken.
"Aku sudah membayar mahal untuk kalian yang mengurus kehamilan istriku, tapi tetap saja sikap aneh Kei tidak ada perubahan, dokter tidak becus!" hanya tuan Ken yang berani memarahi seorang dokter dari luar negeri itu, dokter yang tidak diragukan lagi kemampuannya bisa takut dihadapan tuan Ken.
'Bagaimana aku akan menjelaskan pada iblis berwujud manusia ini, bahwa ngidam ibu hamil itu tidak ada obatnya.'
"Tuan, ngidamnya nona Kei itu tidak ada obatnya." takut-takut dokter itu melirik kearah tuan Ken. " Apa gunanya aku membayarmu mahal jika tidak bisa menyembuhkan sikap aneh Kei."
"Walau anda mencari dokter lain, semua akan sama karna ngidam itu keinginan ibu hamil itu sendiri. Itu bawaan dari bayi, biasanya ibu hamil suka berubah-ubah mood sampai trisemester pertama setelah itu nona Kei akan berangsur normal. Tapi, itu juga tergantung bawaan bayi, sampai kapan dia akan berhenti ngidam." entah tuan Ken bisa mencerna kata-katanya atau tidak, yang terpenting dia menjelaskan sebaik mungkin.
"Dokter macam apa mencari obat untuk menghilangkan sikap aneh ibu hamil saja tidak bisa!" tuan Ken tetap tuan Ken yang tidak menerima penjelasan apapun, dia hanya mengedepankan keinginannya dan orang lain harus bisa mewujudkan tidak perduli orang lain yang kalang kabut mewujudkannya.
"Lalu sampai kapan dia seperti itu?" padahal dokter tadi sudah menjelaskan tetapi tuan Ken tidak memperhatikan. "Biasanya tiga sampai empat bulan, tuan." jawab dokter.
__ADS_1
"Selama itu!" tuan Ken yang terkejut sampai berdiri dari duduknya membuat dokter itu juga ikut terkejut dengan reaksi tuan arogan. Kei bergantian memandang suaminya dan beralih memandang sang dokter yang berwajah kaku.
Sekretaris Lee mendekati tuan Ken dan menyuruhnya untuk duduk tenang kembali. "Kau dengar yang dikatakannya tadi Lee? sikap itu bertahan sampai selama itu!" Ken berbicara kepada Lee, menunjukan ke putus asa-anya.
"Iya tuan," menjawab singkat, masih setia berdiri dibelakang tuan Ken.
"Selama itu dan itu tidak ada obatnya Lee, aku harus tersiksa selama itu!" belum puas marah, tetapi berbicara dengan Lee. "Bersabar tuan muda, pikirkan itu demi calon anak anda, penerus anda." mendengar itu Ken tidak segarang tadi, kembali memandang kearah dokter wanita yang masih tegang.
"Sayang, jangan marah-marah terus, aku tidak ingin melihat kau seperti itu." akhirnya Kei bersuara. " Aku tidak marah-marah kepadamu, Honey." dengan orang lain berbicara dengan nada tinggi tapi dengan Kei berbicara selembut mungkin.
"Kalau begitu dengarkan dokter ingin menjelaskan apa. Ingat, tidak boleh marah-marah lagi." Kei memberi peringatan. Bagai anak singa yang takut dengan induknya, Ken hanya menganggukkan kepala membuat dokter dan sekretaris Lee ingin menertawakan ketakutan tuan Ken dengan ancaman dari Kei.
"Nona, semua baik-baik saja? apa anda merasa mual dan muntah?"
"Tidak Dok,"
"Terkadang aku sendiri merasa mood ku berubah-ubah, dan sekarang lebih banyak makan."
"Tidak apa-apa nona, itu wajar bagi ibu hamil. Tetapi jangan asal mengonsumsi makanan yang mengandung pengawet."
"Istriku tidak akan memakan makanan yang aneh, semua yang masuk kedalam mulutnya melalui pantauan ku!" tuan Ken menyahut. "Iya tuan." jawab dokter.
"Nona, jika badan anda tidak lemas atau tidak mengalami gejala lain, saya sarankan anda mengikuti senam ibu hamil. Senam Ibu hamil bagus untuk kesehatan dan juga melenturkan otot-otot yang kencang, agar proses persalinan nanti bisa lancar."
"Baik dokter, saya akan ikuti saran anda." jawab Kei. Dokter tersenyum, " Kalau begitu saya akan membuatkan jadwalnya dulu dan nanti akan saya hubungi." Dokter itu memasang alat tensimeter dilengan kanan Kei untuk mengukur tekanan darah. "Sejauh ini tekanan darah Anda masih normal nona, biasanya ibu hamil yang hanya memiliki 1ginjal rentan dengan tensi darah yang tinggi, mudah-mudahan anda tidak. Tolong sebisa mungkin hindari stres karna itu sangat berpengaruh."
__ADS_1
Sejauh itu tuan Ken diam saja, tidak lagi protes dan marah-marah. Peringatan dari Kei tadi benar-benar manjur, membungkam mulut tuan Ken.
"Dok, boleh tidak jika masih hamil muda bepergian jauh?" Kei bertanya. "Baby, kenapa menanyakan itu? kau ingin pergi kemana? jangan ada pikiran mau kabur membawa calon anakku!"
'Hiiihhh... rasanya aku ingin menggetok kepalamu tuan muda!' Kei membatin menatap tajam kearah tuan Ken. "Siapa yang mau kabur, aku ingin mengunjungi makam ibu ku." jawab Kei. "Ough, aku pikir kau akan kabur." Ken tersenyum dan menggaruk pelipisnya.
"Nona, untuk kehamilan trisemester pertama tolong jangan bepergian jauh ditakutkan anda bisa kelelahan yang membuat janin stres dan bisa berakibat keguguran."
"Dengarkan itu Honey, kau tidak boleh pergi kemana-mana !" ucap tuan Ken cepat.
"Nona Kei boleh bepergian setelah usia kandungannya berumur 5 atau 6 bulan keatas tuan, diusia kandungan itu bayi sudah kuat menghadapi goncangan-goncangan yang tidak terlalu keras."
"Jadi kalau berumur 5atau 6 bulan boleh bepergian jauh." Kei tersenyum senang, dokter itupun mengangguk. Dokter tadi kembali melanjutkan menulis dibuku KIA setelah selesai memberikan buku itu kepada Kei. Kembali menulis resep vitamin dan diberikannya kepada sekretaris Lee untuk menebusnya, dengan segera sekretaris Lee keluar untuk menebus obat itu diApotek depan.
Kei berpamitan kepada dokter, tuan Ken? tentu saja keluar begitu saja.
"Sayang..." Kei menyusul dibelakangnya.
"Hem..."
"Pulang dari sini, aku boleh ikut kekantor? aku ingin bertemu Dewi." pinta Kei.
"Temanmu itu sedang cuti, satu bulan lagi akan menikah dengan Lee."
"Apa....!!!"
__ADS_1
"Baby, jangan berteriak terlalu kencang, nanti bayi kita terkejut." Ken terus melangkahkan kakinya. "Heh, terkejut? mana bisa janin dalam perutku yang masih datar ini terkejut?" Kei berkata lirih, dia yang kurang paham atau perkataan tuan Ken yang aneh?.