Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Ditaman


__ADS_3

Satu keluarga kecil tengah duduk di taman umum. Meski dikatakan taman umum namun tak seramai pada umumnya. Taman seluas mata memandang itu hanya bagian barat saja yang terdapat pengunjung, sedangkan bagian timur hanya ada sepasang suami istri yang sedang bersantai dengan menemani putra mereka.


Banyaknya pengawal berpakaian serba hitam tengah berdiri diposisi masing-masing dan antusias mengawasi si raja bisnis. Menjaga keluarga Bos posesif itu dari segala macam mara bahaya.


Jangan lupakan keberadaan Lee si bayangan tuan Ken, lelaki itu pun tak kalah jeli mengamati tuan mudanya.


Keselamatan tuan Ken adalah hal utama yang harus dikedepankan. Tak ada kata lelah dan bosan, bahkan semakin tahun bebannya semakin bertambah dengan kehadiran anggota keluarga baru maka tugasnya juga meningkat.


"Lee, belikan air mineral dan juga snack kesukaan putraku." perintah Ken. Kepalanya tengah menoleh kebelakang, dimana sekretaris Lee sedang duduk mengawasi mereka.


"Aku tidak percaya dengan yang lain, harus kau yang membeli." imbuh Ken memperingati.


"Baik Tuan Muda," Lee berlalu pergi.


"Apa sih, cuma beli minuman dan Snack saja harus sekretaris Lee yang belikan? 'kan masih banyak pengawal lain, kenapa tidak menyuruh mereka?" kata Kei.


"Honey, minuman dan snack itu untuk mu dan Kio, jadi harus benar-benar steril dan juga tidak sembarangan mengambil Snack yang bukan seperti biasanya, aku takut kau dan Kio kenapa-kenapa."


Kei memutar bola mata malas, semakin hari sikap posesif Ken semakin parah. Apalagi semenjak kehamilan keduanya, suaminya itu semakin over dalam berbagai hal membuatnya gemas ingin memukul kepala Ken dengan palu. Eh jangan jangan! walau bagaimanapun ia takkan tega melihat Ken terluka. Meski sikap Ken selalu over tapi cinta yang dimiliki Kei sangat besar untuk Ken. Lelaki yang memperlakukannya seperti tahanan dalam sangkar emas, disisi lain memperlakukannya sebagai ratu. Semua sangat berkesan untuk Kei. Ia tahu dan bisa merasakan jika Ken juga sangat mencintainya.


Tak ingin melanjutkan perbincangan tadi, Kei lebih memilih mengelus perutnya yang membuncit. Ya, kehamilan Kei sudah memasuki umur 9bulan bahkan hanya tinggal menunggu hari menegangkan untuk melahirkan anaknya. Anak? tentu. Kei bersikeras tidak ingin melihat jenis kelamin anaknya, biarkan semua menjadi kejutan. Setiap dua minggu sekali melakukan USG hanya ingin mengetahui kesehatan dan posisi bayi, apakah baik-baik saja atau perlu tindakan. Namun sejauh ini semuanya baik-baik saja, Kei sangat lega.


Tangan Ken ikut menimpali tangan Kei yang mengelus perut buncitnya. Tersenyum lebar saat merasakan pergerakan kecil. Kebahagiaan yang lengkap.


Kio sedang sibuk menggerakkan remote mobil hingga mobil itu bisa berpindah-pindah tempat. Manik mata kecilnya menangkap pergerakan kedua orang tuanya, ia segera berlari mendekat.

__ADS_1


"Dad, Mom, Io juga mau elus adik bayi." pintanya.


"Kakak Io mau elus juga, sini." Kei menuntun telapak tangan Kio untuk mengelus perutnya. Reaksinya sama seperti Daddy Ken, ia tertawa lebar.


Kio mendekap perut Kei dan menciuminya, "Kapan adik Io keluar? nanti jadi makhluk kecil seperti kurcaci ya Mom?" tanyanya polos.


Ken dan Kei tertawa mendengar pertanyaan Kio. Tangan Kei berganti mengelus pucuk kepala Kio. "Adik Io bukan seperti kurcaci sayang, tapi dia akan menjadi makhluk kecil yang menggemaskan. Dia akan sering menangis dan tertidur, Nanti Io pasti senang kalau sudah melihat adik bayi keluar." ucap Kei.


"Eum, Io sudah tidak sabar. Mom cepat keluarkan adik bayi, perut Mom semakin besar nanti bisa meledak."


Kembali gelak tawa Kei dan Ken pecah, bagaimana bisa Kio mengatakan itu.


"Perut Mom tidak akan meledak, tapi Mom akan melahirkan. Jadi Io tidak perlu takut ya," bocah kecil itu mengangguk antusias tangannya kembali mengelus perut Mommy nya.


Tak lama Lee kembali dengan paper bag lumayan besar yang berisi Snack dan air mineral seperti perintah tuan Ken tadi. Segera memberikan pada Bosnya.


"Jagoan Dad lapar tidak? Paman Lee membawakan snack untuk Io juga adik bayi." kata Ken, ia mengambil paper bag dari tangan Lee dan menyodorkan didepan anak istrinya.


Kio segera membuka isinya, "Dad, kenapa snacknya ini ini aja. Io bosan." Kio kesal. Menyorong paper bag kembali pada Ken.


Ken memang selalu meminta Lee atau pelayan lain membelikan Snack yang sama, tentu dengan pengujian dari pengawasan bahan makanan langsung untuk mengetahui kandungan vitamin, gizi dan juga demi kesehatan anggota keluarganya.


Kei tersenyum simpul, bahkan putranya sendiri bisa melayangkan protes. Berganti bukan hanya dirinya yang jengah dengan sikap Ken. Mungkin jika Kio sudah besar, Kei bisa mengajak bekerja sama untuk melayangkan protes.


"Dengar, Dad tidak mau melihat kalian makan makanan sembarang. Perut kalian bisa sakit, ginjal kalian bisa rusak bahkan lambung kalian bisa bocor. Apa Io mau?"

__ADS_1


Kio menggeleng.


"Untuk itu, Io tidak boleh makan sembarangan. Jadi Snack dan makanan yang kalian makan harus diteliti dulu."


"Tapi Io pengen makan bebas seperti anak-anak itu," jari telunjuk Kio mengarah diseberang pembatas, disana ada anak-anak seumurannya yang sedang asik bergerombol menikmati jajanan yang dijual dipinggir jalan. Bocah kecil itu sangat penasaran akan cita rasa yang dijual dipinggiran jalan dengan gerobak berwarna warni dan tak arang banyak pembeli yang mengantri.


Kini lidah Kei yang menjadi kelu, ingin sekali menikmati bakso tusuk dan juga siomay yang juga ada di deretan penjual itu.


"Oh No! itu tidak sehat sayang. Dirumah, koki bisa membuat makanan seperti itu. Tunggu sampai kita pulang." Ken melarang. Bibir Kio langsung mengerucut. Ugh menggemaskan.


.


.


.


.


.


Setelah bab ini, Kei sudah akan melahirkan ya. Dan setelah itu end🀭


Terima kasih semua, ini akak mei agak diundur sehari. Kalian tau, akak mei pun berat berpisah dengan mereka. Tapi mau bagaimana lagi, episode udah panjang seperti jalanan kereta. Takut kalian bosan jadi akak mei harus akhiri. Tapi tenang saja, nanti akan akak mei buat kisah Kio dewasa loh, dengan drama yang tidak kalah seru dengan perjalanan cinta tuan Ken dan Kei dulu.


Bagi umat muslim, Marhaban ya Ramadhan, semoga puasa kita lancar sampai akhir.πŸ™πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2