Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Tuan Ken Mulai Posesif.


__ADS_3

"Tu,tuan... Huft...." lega Kei bernafas sangat lega, ternyata itu bukan setan sungguhan. 'Oh...tidak! berati dia tadi melihat aku ketakutan. Pasti menertawaiku, eh... tetapi aku juga mengatainya setan, mampus! bagaimana ini, apa tuan arogan itu marah?'. Kei melirik sebentar.


"Beraninya kau mengatakan aku setan." Ken cemberut. 'Meski kau lebih dari setan tetapi mana berani aku mengatakan itu langsung.' Kei diam takut melihat kearah Ken.


"Hei, jawab aku!" mendengus sebal.


"Tetapi itu bukan salah ku, salah siapa menjahiliku!" Kei tak mau disalahkan.


"Haah... sudah mengatai ku setan sekarang menyalahkan aku! huh..." tetap tidak mau disalahkan.


'Ouh... apa mau dia ya Tuhan. Ada makhluk ciptaan mu seperti ini, salah tidak mau disalahkan!'


"Iya iya maaf."


'akhirnya kau yang harus minta maaf Kei. Biarkan saja lelaki seperti itu sesuka hati.'


Ken tersenyum tipis, tetapi merubah cemberut lagi.


"Kenapa tidak jadi pulang?" Kei bertanya.


"Jadi kau mau aku pulang sungguhan!"


"Bukan begitu! ough,, berati tuan tadi sengaja." Kei menelisik. Ken menggerakkan bola mata kekanan dan ke kiri, merasa terpojokan.


"Mana bisa seperti itu, apa aku kurang kerjaan!"


"Ya mungkin, hari ini anda hanya menunggu aku sadar tidak bekerja apapun 'kan? padahal biasanya anda selalu sibuk."


"Ck... Kau ini!" Ken berdecak, dengan raut wajah kesal.


"Eum, tidak tidak. Maaf aku hanya bercanda." Kei tersenyum manis, menunjukan wajah imut agar tuan dingin itu tidak lagi marah.


'Ah, kenapa dia sok imut begitu, aku gemas ingin memakannya.'


"Jangan menunjukan wajah seperti itu."


"Kenapa?"


"Aku ingin memakan mu."


"Ah, kau seorang monster pemakan daging manusia?" Kei berteriak terkejut. Ken menyentil dahi Kei.


"Bukan seperti itu."


"Kau memang susah dimengerti semaunya sendiri." Kei kesal.

__ADS_1


"Kalau kau tidak kesakitan sudah pasti aku menyerang mu."


"Setelah tadi memakan sekarang menyerang."


"Kau ini sudah dewasa tidak tau maksutku!"


Kei tersenyum dia juga berhasil membuat tuan muda dingin itu kesal. 'Hahaha...' Kei tertawa dalam hati.


Tok...tok...


Sekretaris Lee mengetuk pintu dan masuk. Membungkukkan tubuhnya didepan tuan mudanya bentuk rasa hormat.


"Maaf tuan muda, saya sedikit terlambat. Saya sudah membawa pakaian ganti untuk anda." Lee menyodorkan paper bag berisi pakaian itu, Ken menerima dan berdiri.


"Aku ganti pakaian sebentar." Ken berjalan masuk kamar mandi. Tinggal sekretaris Lee dan Kei.


"Bagaimana kondisi anda nona?" Lee sudah mulai menghormati Kei seperti nona muda karna perintah dari Ken.


"Sepertinya kakiku sudah mulai panas dan nyeri, mungkin pengaruh obat tadi sudah hilang. Tuan Lee tidak perlu menghormatimu seperti itu, bersikaplah seperti biasanya. Aku bukan nona muda sungguhan."


"Maaf Nona, ini perintah tuan Ken langsung. Saya harus menjalankan semua perintahnya termasuk menghormati anda, karna itu perintah."


"Lee! kau mencari kesempatan saat aku dikamar mandi!" suara Ken dingin, berdiri didepan kamar mandi. Jangan lupakan sudah menatap tajam.


"Kesempatan?" Lee tidak mengerti.


"Heei... kau tidak mendengarkan ku! sekarang kalian saling pandang seperti itu! Hah...!" mendekat, bola mata sudah melotot ingin keluar.


Meski Sekertaris Lee belum tau maksut tuan mudanya tetapi sudah cukup merinding melihat tuan Ken seperti itu.


"Kau akan terkena pasal jika berduaan dan saling pandang dengan Kei."


Kedua manusia, Lee dan Kei kembali terbengong. Apa maksut ucapan tuan Ken, bukankah terlalu berlebihan?.


"Maaf tuan muda, saya tidak mendekati nona Kei tidak ada maksut apa-apa. Saya hanya menanyakan keadaan nona Kei saja."


"Ini bukan sidang pengadilan, kau tidak bisa membela diri." Lee hanya menunduk, bingung sendiri dengan sikap tuan mudanya. Tuan Ken memang posesif dengan kepemilikan nya, tetapi Lee masih belum yakin jika tuan mudanya itu sudah jatuh hati. Jika seperti itu dia akan berhati-hati lagi kedepannya.


"Pergi kau! menjauh lah."


"Baik tuan muda, sekali lagi maaf."


"Jika sekali lagi, aku akan menggunakan pasal Lee!!"


'Terserah anda tuan muda, pasal apa yang anda tuduhkan! hanya menanyakan keadaan nona Kei anda sudah main pasal-pasal, berati anda benar-benar sudah jatuh hati. Oke, kedepannya harus berhati-hati Lee.' Lee memperingati diri sendiri. Lee berjalan menuju kepintu dan keluar. Ken kembali duduk disamping Kei.

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak mengerti cara berpikir anda, tuan." Ken menautkan alis.


"Apalagi tentang pasal, memang salah tuan Lee apa?"


"Hei, jangan panggil dia tuan! dia bukan atasanmu!"


"Baik, aku akan memanggil dengan sebutan sekertaris Lee."


"Dia tidak boleh mendekatimu seperti tadi, berbicara berdua!"


"Kami tidak membicarakan apapun, sekretaris Lee hanya menanyakan kondisi ku saja."


"Tetap saja tidak boleh." Kei menautkan alis, Ken tidak menanggapi dan beralih mengambil ponselnya. Kei memejamkan mata, mendesis pelan sedari tadi menahan rasa panas dan sakit bekas luka operasi. Mengatur nafas sedemikian, agar bisa menguasai rasa nyeri. Ken menyadari.


"Kau kenapa?"


"Kakiku sakit dan terasa panas." Ken langsung menekan tombol dokter sebanyak mungkin. Membuat kegaduhan diruangan dokter, semua siap siaga jika memasuki ruang VIP itu. Ruang yang cukup memacu adrenalin dengan sikap tuan Ken yang dingin.


"Kita tidak tuli harusnya tidak perlu menekan tombol sebanyak itu!" dokter itupun menggerutu saat menuju keruangan Kei.


"Iya, tetapi kita tidak bisa melawan tuan Ken bisa tamat riwayat kita. Dia orang sangat dingin, kekuasaannya bisa menghancurkan masa depan kita saat ini juga."


"Aku cukup tegang menghadapi manusia itu."


"Bukan hanya dirimu, aku juga sama."


"Apalagi kami yang hanya seorang perawat dok, sudah gemetaran kalau berhadapan dengan tuan Ken."


"Kita harus banyak mengucap maaf dan jangan membuat kesalahan." semua mengangguk. Saat sudah sampai, sekretaris Lee yang duduk diruang tunggu berdiri dan membukakan pintu, dia sendiri ikut masuk kedalam rombongan para dokter dan perawat.


"Ada apa tuan Ken?"


"Lihat, istriku kesakitan. Berikan obat terbaik."


"Nona, apa yang anda rasakan?" dokter memeriksa bekas operasi dan semua aman.


"Rasanya sakit dan panas."


"Itu karna pengaruh obatnya sudah habis maka menimbulkan efek seperti itu, sebenarnya luka anda aman saja..."


"Hei, aman bagaimana? dia kesakitan."


"Iya tuan Ken, maksut saya bekas luka operasi tidak mengeluarkan darah berarti aman tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Kami akan memberi obat agar sedikit mengurangi rasa sakit."


"Kenapa hanya sedikit? beri dia yang banyak agar tidak lagi kesakitan."

__ADS_1


'Mana mungkin memberi obat yang banyak tuan, bisa-bisa istri anda over dosis.' dokter hanya membatin.


"Dok, sudah berikan penanganan sesuai prosedur saja." Kei menengahi, dia sendiri sudah bingung dan lelah menghadapi tuan aneh itu.


__ADS_2