Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Wisuda dan Keadaan yang Mengejutkan


__ADS_3

Hanya dua hari satu malam Zee dan Akio menginap di villa milik Daddy Ken. Sore ini mereka sudah kembali ke rumah masing-masing. 


Perlu diingat, hanya menginap dengan kamar terpisah. Tak melakukan hal-hal lainnya. Hanya sore kemarin keduanya terlibat ciuman dan pelukan. Selain itu, mereka tidak melakukan apapun. 


Tinggal menunggu esok dan acara wisuda akan segera mengakhiri masa pembelajaran mereka menerima gelar S1 jurusan bisnis. 


"Sayang, bagaimana liburan dengan Zee? Menyenangkan?" sambut Mommy Kei. 


"Coba kalau Kyu boleh ikut, pasti seru juga tuh," timpal Kyu. 


"Kalau kamu ikut, bikin riweh," balas Akio bercanda. Kyu mencebik dan memutar bola mata. Kesal!


"Ya begitu, Mom. Mungkin Mom sudah bisa bayangin gimana berdua dengan Zee. Io harus tebal telinga. Berisik," seloroh Akio dengan senyum lebar. 


"Kamu ini!" Kei memukul lengan putranya sambil menggelengkan kepala. "Dia calon istrimu, jangan begitu. Zee banyak bicara rumahmu nanti bakal rame. Orang banyak bicara biasanya selalu jujur tentang perasaanya. Beruntung kamu dicintai Zee." 


Akio menghela napas dan menjatuhkan diri disofa. Tidak membalas apapun lagi. 


"Acara wisuda Kakak, besok jam berapa? Kyu ada ulangan dadakan. Sepertinya Kyu nggak bisa ijin. Kalau Kyu datangnya telat nggak apa, ya." 


"Acara inti sih siang, sekitar jam 11. Kalau Kakak berangkat jam 9 buat persiapan dulu. Mom dan Dad berangkat jam 10. Iya, kan, Mom?" Akio beralih menanyai Kei. 


"Iya. Mom dan Dad berangkat jam 10. Kalau enggak, Kyu nyusul aja," kata Kei. Keduanya saling berbincang, tetapi Akio meminta izin ke kamar untuk istirahat. 


Sambil menaiki anak tangga, Akio men-scrool ponsel yang tak henti berbunyi karena pesan masuk dari grup kelasnya. Tentu saja membahas tentang acara wisuda esok hari. 



Hari yang cerah bersama senyum merekah dari para mahasiswa yang akan di wisuda. 

__ADS_1


Semua menampilkan diri dengan begitu sempurna. Bagi para pria, memakai kemeja, jas, dan pakaian formal resmi. Sedangkan para perempuan memakai kebaya dengan berbagai model juga riasan terbaik mereka. 


Kebahagiaan dan kesedihan bercampur menjadi satu, mengingat momen inilah yang mereka tunggu-tunggu untuk menunjukan sebuah kebanggaan prestasi. Namun disisi lain, mereka bersedih dengan perpisahan yang terjadi. Mereka akan merindukan masa-masa kebersamaan di dalam kelas, maupun kebersamaan dalam kegiatan yang sering mereka lakukan. 


Kedatangan Akio menggunakan jas navy, membuat para kaum hawa terkagum-kagum. Begitu menyita perhatian dibanding yang lainnya. Hari-hari biasa sudah sangat tampan, dan kini ditambah dengan penampilan sempurnanya. Double Perfect.


Tak jauh dari Akio, ada Zee yang menggunakan kebaya silver. Membuatnya terlihat elegan, dengan full make-up yang memperkuat aura kecantikannya. 


Di sisi lain, Naya yang tidak begitu menyita perhatian juga telah hadir dengan kebaya berwarna navy. Sangat kebetulan mirip dengan jas yang dipakai dengan Akio. Not on purpose!


Para mahasiswa saling berbincang, mungkin sekedar mengucap kata perpisahan. Atau membahas masa depan selanjutnya, setelah mendapat gelar S1. Atau juga membicarakan lowongan pekerjaan yang akan mereka sambangi. Banyak yang mereka bicarakan membahas hal apapun. 


Selain itu, para orang tua, kerabat, sanak saudara juga sudah mulai berdatangan. Semakin memenuhi ruang aula. 


Tak terkecuali Tuan, Ken, Kei dan oma Lyra. Kyu? Belum memberi kabar, mungkin sedang fokus mengerjakan ulangan dadakan. Dan setelah itu akan datang menyusul. 


Tak jauh dari mobil Tuan Ken, ada mobil Lee yang datang bersama Dewi dan Vano. Mereka disambut khusus dan beriringan menuju ruang aula. Kedatangan mereka menjadi pusat perhatian. 


Jarak duduk Akio dengan Naya sangat jauh. Keluarga Akio dan Zee berada di barisan depan, sedangkan Kanaya di baris belakang. Tatap pandang mereka hanya sekilas sewaktu Kanaya maju ke depan. 


"Sebentar, Io mau ke toilet," pamit Akio. 


Di kursi belakang, Naya yang duduk bersama Dina terlihat pucat dan berkeringat dingin. 


"Naya, kamu berkeringat dingin. Kamu nggak pa-pa?" Dina begitu khawatir melihat Naya diam dengan sekitaran kening mengeluarkan keringat. Saat menyentuh telapak tangannya terasa dingin. 


"Aku sedikit pusing, Din. Tapi aman, kok. Masih kuat." 


"Kamu pucet banget. Aku antar ke UKS aja yuk," bujuk Dina. 

__ADS_1


Ibu Naya dan ibu Dina sedang mengobrol dan sesekali fokus menatap ke podium. Tidak memperhatikan Naya. 


Hanya berselang 20 menit, barisan belakang mendadak riuh. 


"Cepat, bawa ke UKS." Teriakan salah satu dosen memberi komando untuk membawa salah satu mahasiswa yang pingsan ke ruang kesehatan. 


Keriuhan tak berlangsung lama. Keadaan kembali kondusif setelah biang keriuhan sudah dibawa pergi. 


Di ruang UKS, Kanaya langsung diperiksa oleh petugas kesehatan. Padahal tak banyak yang mengantar Naya, tapi ada dua mahasiswi yang masih menunggu di depan ruang UKS yaitu, Ira dan Fina. 


Ketika petugas kesehatan memberitahu penyebab Naya pingsan, juga keadaan Naya tengah hamil muda. Semua yang mendengar jelas tercengang. Tak terkecuali ibu Naya sampai hampir pingsan. Lalu dipapah masuk. 


Ira dan Fina memutuskan kembali ke ruang aula. Melewati banyak ruangan, keduanya terus membahas berita Naya yang sedang hamil muda. 


"Ya ampun … kok bisa Naya hamil? Sumpah, nggak nyangka banget gw," ujar Ira.


"Samaan, Beb. Apalagi gw. Keknya dia nggak aneh-aneh, orangnya pendiam, eh tapi ternyata bukan perempuan baik," balas Fina.


"Kira-kira dia hamil sama siapa, ya? Untungnya ketahuan pas kita wisuda, kalau sebelum ini, wah … pasti heboh banget. Cowok-cowok bakal patah hati sekaligus ilfiill dengan Naya. Mereka bakal berubah haluan, nggak ngejar dan nggak jadiin Naya idola kelas lagi."


"Betul tuh. Dan, pantesan akhir-akhir ini aku liat Naya berubah banget. Berat badan kurus dan wajahnya pucet. Ternyata gara-gara dia lagi hamil muda." 


"Gimana menurutmu, sebarin nggak? Grup bakal heboh banget," Ira meminta pendapat Fina. 


Meski ruang-ruang nampak lengang, tetapi obrolan Ira dan Fina tak sengaja didengar seseorang. Ketika telinganya berfungsi mendengar: 'kok bisa Naya hamil' tubuhnya membatu di tempat. 


Bergeming dengan ketidak percayaan. Big mistake!


Hingga beberapa menit menatap penuh kosong sampai kini Akio berdiri di depan ruang UKS. Tanpa masuk, dan hanya berdiri di depan pintu. 

__ADS_1


Mengusap wajah dengan gerakan kasar, menekan pelipis dan bergantian di bagian leher belakang. Dia tahu di dalam masih ada beberapa orang sedang berbincang, tetapi dia tidak bisa mendengar jelas selain isak tangis yang melipir ke indera rungunya. 


Teringat, sewaktu mereka melakukan hal tak pantas, dia tahu bila Naya baru pertama melakukan itu dengannya. Terdapat bercak darah di atas jok mobil berwarna cream. Oh ****!


__ADS_2