Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Kio kembali


__ADS_3

Brakkk...


Pintu ruang rawat Kei dibuka dengan kasar, Ken segera mendekat keranjang.


"Honey..." Ken langsung mendekap Kei yang masih meronta-ronta.


"Mana Io? dimana dia?"


"Aku masih berusaha mencarinya."


"Jadi kau belum menemukannya?"


"Tenanglah, aku pasti berhasil menemukannya."


"Kau menyuruhku tenang? tidak, aku tidak bisa tenang. Aku akan mencari putraku."


"Keihana Kazumi! dengarkan aku! tenanglah, kondisimu masih lemah, kau tidak boleh banyak bergerak calon anak kita bisa terluka." untuk pertama kali setelah bertahun-tahun Ken berbicara dengan nada tinggi.


Kei yang berada dipelukan Ken langsung mendorong tubuh Ken. "Apa aku harus diam saja, sedangkan Io hilang. Aku tidak tau dimana putraku? apa dia baik-baik saja. Kau tidak bisa mencarinya, biar aku sendiri yang mencari."


Keadaan semakin memanas dan tidak kondusif. Suara keduanya sama-sama meninggi. Rasa khawatir dan panik semuanya menjadi satu.


Dokter Sofia memberi perintah pada perawat untuk memberikan suntik penenang. Jika tidak Kei akan tetap keras kepala dan memberontak, tindakan itu sangat berbahaya.


Saat Ken ingin mendekat, Kei menolak. Ia memukuli dada Ken dan masih menangis. Keadaan yang semakin kacau membuat Ken semakin frustasi. Tak tau lagi harus berbuat apa, ia yang tadi terpancing emosi sampai berbicara dengan nada tinggi. Kini Kei tidak mau didekati dirinya.


Lee, mami Lyra dan yang lain hanya mampu menyaksikan tanpa bisa berbuat apa-apa.


Suara Kei masih terdengar pilu tapi beberapa detik kemudian tubuhnya melemas hingga matanya kembali tertutup. Suntikan obat penenang itu sudah bereaksi, membuat Kei kembali tak sadarkan diri. Itu lebih baik daripada Kei terus meronta dan akan beresiko keguguran.


Melihat Kei berbaring, tubuh Ken yang lemas terduduk disofa yang ada disamping ranjang Kei.


Lee tau apa yang dibutuhkan tuan mudanya, ia segera menyuruh dokter Sofia untuk memberikan obat pereda rasa pusing.


Perawat yang mengambilkan obat sudah kembali, tak ada yang berani mendekati tuan Ken. Akhirnya Lee yang membawa obat itu dengan segelas air putih.


"Tuan muda, minumlah obat ini agar rasa pusing anda berkurang." Lee memberikan obat dan segelas air didepan Ken.


Ken menerima dan langsung meminumnya. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Ia nampak lelah dan tak bertenaga.


Dirumah Herlambang yang tadinya sunyi sepi kini lumayan ada tawa dari Kio. Jam didinding sudah pukul 9 malam, tapi masih asik bermain dengan lelaki paruh baya itu.

__ADS_1


Herlambang sampai melupakan niatnya untuk menghubungi Ken.


Lelah bermain, beberapa kali Kio menguap menandakan rasa kantuk sudah menyerangnya.


Tak lama bocah kecil itu terlelap, Herlambang menunggu disamping tubuh Kio dengan tangan yang tak henti menepuk-nepuk pa**** Kio.


Baru setengah jam tertidur, terdengar Kio memanggil-manggil Mommy nya. Meski bocah itu mengatakan marah dan tidak mau bersama Kei tapi hati paling dalam tentu merindukan kasih sayang Mommy nya. Memang sedari lahir dia selalu bersama Kei, malam ini pertama kali ia tidur terpisah. Alam bawah sadarnya merindukan belaian tangan Kei.


"Mom, hua...." tiba-tiba Kio menangis kencang, membuat Herlambang terkejut dan segera bangun.


"Kio bangun. Ada apa sayang?" tanya Herlambang yang panik.


"Mom mana? Io mau sama Mom." ucapnya dengan tangisan.


"Kio mau sama Mom?"


Kio mengangguk. " Kio mau tidur dengan Mom."


Herlambang menghembuskan nafas pelan. Melihat jam didinding sudah hampir jam sebelas malam, terpaksa ditengah malam harus pergi kerumah sakit untuk mengantar Kio.


Perkataan anak kecil memang belum bisa dipercaya, saat ini mengatakan tidak maka satu jam berikutnya akan berubah menjadi iya.


"Kakek akan antar Kio menemui Mommy mu." kata Herlambang. Lelaki paruh baya itu turun dari atas bed dan mengambil jaket tebal yang ada di gantungan, ia memakainya dan mengajak Kio turun kebawah. Tak lupa menyelimuti tubuh Kio agar tidak kedinginan.


Mobil putih itu terhenti didepan rumah sakit. Satpam yang berjaga melarangnya untuk masuk, hampir tengah malam maka pihak rumah sakit menutup akses masuk kecuali keadaan gawat darurat. Jika hanya orang biasa maka dilarang masuk.


Setelah Herlambang menjelaskan kedatangannya bersama Kio, barulah satpam itu mengizinkannya masuk.


Menuju lift dan masih menyusuri lorong panjang tak membuat Kio kelelahan. Bocah itu terus menggandeng tangan Herlambang. Sampai langkahnya terhenti diruang khusus dimana Mommy nya dirawat. Ia sangat hapal karna diruang itu hanya ada beberapa ruangan saja.


Ketika Herlambang membuka pintu, Kio langsung bersuara. "Mom...."


Seketika Ken, Kei dan yang lain langsung menoleh kearah sumber suara.


"Io..." panggil Kei.


"Io..." Ken ikut bersuara.


Kio berlari menuju keranjang Kei, Ken segera menyambutnya. Segera menggendong tubuh Kio. "Jagoan Dad. Kau baik-baik saja? kenapa pergi? Daddy dan Mom sangat cemas mencarimu." Ken memeluk Kio dan menciumi putranya.


Kei tak bisa membendung kebahagiaan karna putranya telah kembali dengan selamat.

__ADS_1


"Io, mau nggak peluk Mom? Mom ingin sekali memelukmu Nak. Mom rindu pada Io." ucap Kei dengan deraian airmata. Meski putranya sudah kembali Kei belum berani memeluk Kio, ia takut Kio akan marah dan masih membencinya.


"Io nggak bisa tidur kalau nggak dipuk-puk sama Mom," ucap Kio dengan menunduk.


Kei tersenyum bahagia, tapi airmatanya masih meneteskan cairan bening. Kei menganggukkan kepala dan merentangkan tangan, "Sini tidur bersama Mom, nanti Mom puk-puk."


"Dad, turunin Io. Io mau dipuk-puk sama Mom. Io udah ngantuk." dengan entengnya Kio berkata seperti itu. Padahal tadi sore sudah membuat gempar seisi rumah sakit. Kini dengan polosnya bocah kecil itu meminta di puk-puk oleh Kei. Padahal sedari tadi mengatakan marah dan kesal dengan Daddy dan Mommy nya.


Ken menurunkan tubuh Kio disamping Kei, bocah itu langsung mengambil posisi berbaring dengan nyaman tak lama sudah tertidur pulas.


Orang-orang dewasa menghembuskan nafas lega, meski ada yang kesal dengan ulah rusuh Kio tapi tak mampu untuk melayangkan protes atau memarahi bocah itu. Beberapa orang hanya memendamnya dalam hati.


"Tuan muda, saya permisi sebentar untuk memberitahu Tony, pengawal dan juga anggota kepolisian bahwa putra anda sudah kembali supaya mereka menghentikan pencarian." Lee meminta izin untuk keluar. Setelah mendapat anggukan, Lee membungkukkan badan dan berlalu pergi. Melewati Herlambang, Lee menyapa sebentar.


"Papa," panggil Ken.


Herlambang masih mematung didepan pintu.


Mami Lyra hanya mamandang sebentar dan beralih mengelus Kei.


"Mami lega, cucu Mami sudah kembali." ucapnya.


"Iya Mi, Kei sangat berterima kasih dengan orang yang menolong Io dan mau mengantarkan kesini." Kei memandang kearah Herlambang.


Ken sudah beranjak menghampiri Herlambang.


Keduanya berpindah duduk disofa yang ada disudut ruangan.


.


.


.


.


.


Suami kedua ku over posesif insyaallah hanya tinggal beberapa bab lagi sudah end loh...


Terus ikuti ceritanya sampai end ya🙏

__ADS_1


Salam sayang dari Akak Mei 🤗😘


__ADS_2