Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Pengakuan Yang Mengejutkan Dari Tuan Ken.


__ADS_3

"Ada apa ini!!" Ken baru saja datang memecah kerumunan, karyawan memberi jarak agar pemilik Perusahaan itu bisa melewati mereka.


Deg... Jantung Kei berdetak lebih kencang, dia tau itu pasti tuan Ken. Kalau suaminya tau dia seperti ini, lalu bagaimana? sudah pasti akan marah. Kei menghela nafas, berusaha ikhlas dan pasrah dengan keadaan. Dia tidak bisa menuntut banyak dari pernikahannya, tuan Ken tidak akan mungkin membelanya.


"Tu-tuan Ken." Mira sedikit mundur.


"Tuan, i-ini hanya keributan kecil tuan. Maafkan saya."


"Kenapa ada keributan seperti ini, dikantorku!" suara Ken dingin dan terdengar tegas.


"Aku hanya memberi pelajaran kepada wanita murahan yang bekerja diKantor anda, tuan. Bisa saja wanita itu merusak nama baik Perusahaan anda."


"Mira cukup! didepan pemilik Perusahan kamu berani berbicara seperti itu!" Izham bangkit dan memarahi Mira.


"Sudah cukup mas, harusnya kamu tidak membela jal*ng murahan itu!!" Mira menunjuk tepat didepan Kei. Kei bangkit.


Plaak....


Suara tamparan sangat keras mendarat dipipi Mira, semua terperangah menyaksikan Kei membalas tamparan Mira.


"Jaga mulut kamu, Mira!! sudah cukup. Sudah cukup kau terlalu jauh berbicara, kau mempermalukan aku didepan semua orang! kau lupa dengan kelakuan kamu sendiri? Bisa saja aku membuka kebusukanmu, tetapi aku bukan orang seperti mu. Tidakkah kau malu dengan tindakanmu."


Ken menahan amarah ketika melihat Kei-lah yang dimaksud Mira sebagai wanita murahan, sebagai j*l*ng. Kedua telapak tangannya menggenggam kuat, urat-urat menonjol keluar. Bukan hanya Ken, sekretaris Lee juga sangat terkejut.


"Kau...!! berani menamparku!!" ucap Mira marah.

__ADS_1


"Aku sudah katakan! tidak perlu menganggap ku ada, anggap saja kita tidak saling mengenal. Tetapi kau terus saja melakukan tindakan seperti ini, aku bukan siapa-siapa kamu. Aku bukan bagian dari kalian, aku bisa membalas perbuatanmu! selama ini aku diam, tetapi kau terus saja menghinaku. Tidak cukupkah kau menghinaku, tidak cukupkah kau menghancurkan hidupku. Bukan hanya kamu, aku pun tidak sudi bertemu kalian! sekarang nama baikku sudah kau rusak, apa kau puas."


"Haha.. aku sangat puas!!!"


"Semoga Tuhan menyadarkan manusia sepertimu! aku harap kita tidak pernah bertemu lagi." Kei menundukkan kepala saat melewati tuan Ken. Tidak ada keberanian menatapnya, hari ini semuanya sudah terbongkar dia tidak perduli dengan kehidupan kedepannya jika harus dibuang oleh tuan Ken dia siap, jika diceraikan saat itu juga dia juga siap. Hari itu sudah hancur, biar semua bertambah hancur. Dia hanya perlu pergi dari Kantor itu, dari rumah tuan Ken dan akan menghilang dari pandangan seluruh dunia yang sudah menyaksikan pertengkaran itu.


Ken mencekal tangan Kei, Kei menghentikan langkahnya tanpa berbalik.


"Inikah wanita yang kau sebut wanita murahan! inikah yang kau sebut j*l*ng!" suara tuan Ken menggelegar, kedua matanya menatap Mira dengan sangat tajam. Bukti, betapa terlukanya dan benci saat Kei, istrinya disebut wanita murahan. Kei menoleh, menatap wajah tuan Ken yang terlihat marah.


Dia meneteskan airmata lagi saat mendengar dua kata yang sangat menyakitkan untuk didengar, dia ingin tegar namun nyatanya airmata tidak bisa membohongi perasaannya yang terluka.


"Dengarkan baik-baik, wanita yang kau tuduh wanita murahan dan j*l*ng ini! dia adalah istriku!"


Semua yang menyaksikan dan mendengar itu membuka mulut lebar, sangat terkejut mendengar pengakuan dari tuan Ken, pemilik Perusahaan itu. Pengakuan yang dikatakan tuan Ken barusan lebih mengejutkan daripada pertengkaran tadi, semua terdiam mematung.


"A-apa...!!!" terlebih Mira sangat shok, sampai tubuhnya terhuyung kebelakang. Hal yang sama juga terjadi pada Izham. Seketika semuanya diam membisu.


"Tuan.." Kei memanggil lirih, dia sendiri sangat terkejut saat tuan Ken mengakui pernikahannya didepan semuanya. Tidak ada bayangan sedikitpun tuan Ken akan membela dan mengakui dirinya sebagai istri.


"Semua tidak ada yang perlu ditutupi. Harusnya dari dulu aku mengakui pernikahan kita, maka tidak akan terjadi hal seperti ini."


"Kei bukan wanita murahan dan bukan seorang j*l*ng. Dia adalah istriku! siapapun yang melukainya, orang itu akan berhadapan denganku!"


"Lee...!"

__ADS_1


"Baik tuan muda." Lee memberikan sebuah amplop kepada tuan Ken.


"Kau, akan menanggung akibatnya! kau sudah berani melukai Kei dan mempermalukannya." Ken menunjuk tepat didepan muka Mira. Ken membuka amplop dan menyebar foto didepan wajah Mira hingga banyak foto yang bertebaran dilantai.


Semua kembali terperangah, melihat foto yang berceceran. Bagai ditelanjangi didepan umum Mira yang sudah mempermalukan Kei dan menuduhnya wanita murahan berbalik fakta itu menghampiri dirinya.


Foto yang berceceran dilantai itu membuktikan bahwa Mira lah yang pantas disebut wanita murahan, beberapa foto adegan panasnya dengan seorang lelaki bernama Dimas sesama rekan kerja yang tertangkap kamera pengawas, bukan hanya satu melainkan ada beberapa foto diberbagai tempat. Bukan hanya Mira yang menahan malu, lelaki bernama Dimas yang juga ada disana sudah merah padam menahan rasa malu yang teramat.


Sedangkan Izham yang notabene sebagai suami Mira bagai tertimpa batu besar, tenggorokan tercekat, tidak bisa mengeluarkan suara hanya untuk menanyakan kebenaran foto itu kepada Mira.


"Bukankah kau sendiri yang pantas disebut wanita murahan? ini belum seberapa, aku akan memberimu hukuman karna sudah mencelakai istriku. Biar kau membusuk dipenjara!!"


"Apa? penjara?" Mira mengulangi kata itu, kata yang terdengar mengerikan.


"Tu-tuan Ken, jangan tuan.. saya mohon ampuni saya, tolong jangan bawa pertengkaran ini keranah hukum tuan. Saya mohon tuan." Mira memohon-mohon agar mendapat pengampunan dari tuan Ken. Rumor tuan Ken sangat dingin dan kejam sudah tersebar, tidak akan melepaskan musuhnya sebelum melihatnya hancur. Mira sangat ketakutan, dia tau jika dia tidak akan bisa menang melawan tuan Ken dengan kekuasaannya.


"Cih...." Ken merasa jijik dengan permohonan Mira.


"Lee, urus semuanya."


"Baik tuan muda."


Ken mendekap Kei dan membawanya pergi dari sana, semua mata tertuju kepada tuan Ken dan Kei. Ken membawa Kei menuju Lift dan keluar dari Kantor, mobil sudah siap didepan Kantor. Ken membuka pintu mobil untuk Kei, dia ikut masuk setelah Kei masuk. Masih tidak ada percakapan, keduanya masih saling membisu. Kei tidak berhenti meneteskan airmata merasa terharu dan tidak percaya tuan Ken melakukan itu, membongkar rahasia pernikahannya didepan semua karyawan.


Didalam hati Ken menyimpan kemarahan untuk Kei tetapi ada rasa tidak tega melihat Kei kesakitan dan menangis, Ken menarik Kei kedalam pelukan menyisihkan rasa ego untuk menghakimi Kei tentang kebohongannya. Untuk sekarang Kei sangat rapuh, dia akan menjadi sandaran untuk istrinya. Kei semakin terisak dipelukan tuan Ken, terasa hangat dan nyaman pelukan itu. Dia takut ini menjadi pelukan terakhir, lebih mengeratkan pelukannya. Ken mengusap rambut Kei dengan lembut. Dua orang saling berpelukan namun mempunyai 2pemikiran yang berbeda.

__ADS_1


__ADS_2