
Mengurus bisnis perusahaan sendiri tak membuat Ken kesulitan. Ada orang-orang setia yang mendukung dari belakang.
Meski sikap tuan muda itu arogan dan dingin namun banyak pegawai yang masih bekerja dengannya.
Dia memang dingin dan kejam pada orang-orang yang melakukan kesalahan, tapi ada sisi baik dengan orang yang setia mengikutinya.
Setelah menyelesaikan masalah kecil yang ada di cabang kantor kota Bali, bahkan ia harus terbang langsung ke kota itu, barulah masalah yang dihadapi bisa clear.
Tuan muda tampan dengan memejamkan mata, wajah yang lelah tak membuat ketampanannya sirna.
Bersandar dikursi penumpang, terasa nyaman.
"Lee, setelah ini kosongkan jadwal kantor, aku ingin ada waktu berdua dengan Kei. 2hari tidak bertemu aku sangat rindu." mata itu masih terpejam, meski berbicara tak merubah posisi sama sekali.
'Memang hanya anda saja yang rindu dengan anak istri, saya lebih rindu lagi. Hanya saja rasa rindu itu aku sembunyikan.
Mahmud, Alzena, papa rindu kalian. Andai setelah ini jadwal kosong aku pasti mengajak mereka berlibur.' batin Lee dengan menerawang jauh.
Menempuh perjalanan kurang lebih 1jam terasa sangat lama, ingin rasanya menggantikan tugas Pilot untuk menerbangkan pesawat dengan kecepatan maksimal agar cepat sampai.
Dulu tangan kanan tuan Ken itu selalu enjoy pergi kemanapun, bahkan melakukan perjalanan bisnis keluar Negeri sampai berminggu-minggu. Tapi setelah menikah ia baru merasakan rindu pada keluarga. Pada istri dan juga putri kecil yang masih kemerahan-merahan karna berumur 1bulan lebih.
"Anda bisa bersantai satu hari saja tuan muda, malam hari kita akan terbang lagi ke Tokyo untuk menghadiri Wisuda tuan Ray." Lee sangat konsisten mengatur jadwal tuan Ken. Bahkan untuk satu bulan kedepan sudah ada catatan sendiri.
Terdengar Ken mendengus sebal. Ia bukan sebal dengan acara itu, hanya saja menurutnya kurang tepat.
"Apa kau tidak bisa menghubungi pemilik kampus untuk memundurkan jadwal?" tanyanya santai.
'Masih saja berpikir aneh! memberi perintah tidak masuk akal. Pemilik kampus dan para dosen yang menentukan jadwal wisuda dan aku harus bernegosiasi? yang benar saja? Cih...'
Lee dalam hati Lee berdecih.
"Tidak bisa tuan muda, acara wisuda sudah ditetapkan dan berbarengan dengan hari ulang tahun kampus itu sendiri."
"Huh, menyebalkan!" gerutunya.
Menyebalkan lagi mendapat perintah dari anda yang jarang bisa diterima oleh akal.
Pesawat yang ditumpangi sudah sampai di Bandara, ketika turun dari pesawat sudah ada beberapa anak buah yang menyambut dan menjemputnya untuk pulang.
Kini tuan muda sudah berganti duduk didalam mobil mewah miliknya, ia sangat senang sebentar lagi berjumpa dengan anak istri yang sudah dirindukan.
Tak butuh waktu lama sudah sampai dirumah, ia segera turun dan masuk kedalam.
__ADS_1
Tuan muda sampai dirumah dengan aman, tugas Lee sudah selesai. Ia langsung memutuskan untuk pulang kerumahnya sendiri.
Ken berjalan menuju kekamar nya. "Honey..." ia menyusuri kamar dan memanggil Kei. Istri yang dirindukan tidak nampak kemana dia?
Keluar dari kamar terus mencari dilantai bawah.
"Tuan muda mencari nona Kei? Nyonya Lyra mengajak nona Kei dan baby Kio berjalan-jalan di Mall, tuan." pelayan itu menundukkan kepala.
Tak ada jawaban, tapi Ken melesat pergi keluar rumah.
Lee sudah pulang, ia yang baru saja pulang dari perjalanan jauh harus menyetir mobil sendiri demi menjemput Kei dan baby Kio.
"Kenapa Mami tidak meminta izin padaku? bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Kei dan Kio?" begitu saja sudah membuat Ken sedikit cemas. Meski Kei memintanya untuk berubah, tapi tuan Ken tetaplah tuan Ken, over posesif dan over protective masih melekat.
Mobil yang dikendarai dengan kecepatan tinggi sudah sampai didepan halaman Mall. Sebelum turun ia menghubungi Tony untuk melacak keberadaan mami dan Kei.
Didalam Mall yang besar dan luas ia terlalu malas untuk mencari keberadaan mereka.
Menunggu beberapa saat Tony sudah memberikan keterangan signal, Ken segera turun dan menuju ke lantai 2.
Menggunakan lift khusus Ken sudah menginjak lantai 2, ia mengedarkan pandangan dibangunan yang nampak tak ada ujung.
Senyum merekah saat melihat Kei dan Mami Lyra berada didalam toko perhiasan.
Penjual yang tadi sangat ramah dan banyak bicara kini mendadak diam setelah melihat kearah pintu, mengangguk sebentar untuk memberi hormat pada pemilik Mall tempatnya mencari uang.
"Mami, Honey..." panggil Ken.
"Sayang.."
"Ken..."
Kedua wanita beda umur itu terkejut dengan kehadiran Ken yang tiba-tiba sudah berdiri didepan mereka.
Ken mendekat, langsung memberi ciuman di kening maminya, yang kini sudah nampak sedikit berkerut. Setelah itu beralih pada istri dan putra tercinta.
"Aku pulang dan tidak ada yang menyambut," kata Ken saat puas menciumi pipi putranya yang chubby.
Balita itu meraih-raih ingin digendong Daddy nya. Dengan senang hati Ken memenuhi keinginan baby Kio.
"Mami mengajak Kei keluar dan tidak meminta izin padaku." kata Ken pada Mami Lyra.
"Iya, Maaf. Nanti sore Mami terbang ke Tokyo, menghadiri wisuda adik kamu. Mami mengajak Kei membeli hadiah untuk Ray." ucap mami Lyra.
__ADS_1
"Bukan Mami saja, tapi kita semua akan pergi ke Tokyo."
"Benarkah?"
Ken mengangguk. Kedua mata Mami Lyra terlihat berbinar-binar. Ia mengira akan menghadiri acara wisuda itu sendiri, ternyata Ken peduli dengan hari keberhasilan Ray.
"Honey, kau mau perhiasan yang mana? ambilah sesukamu." perintah Ken.
"Tidak, aku hanya mengantar Mami saja. Lagi pula perhiasan yang kau kasih saat kado ulang tahun masih ada. Itu saja jarang aku pakai." Kei menolak.
"Itu sudah lama, sekarang sudah ganti model keluaran terbaru."
"Perhiasan model lama atau baru menurutku sama saja,"
"Bungkus perhiasan yang paling mahal untuk Mami dan istriku!" perintah Ken pada pelayan Toko.
"Baik tuan,"
Tak ingin berdebat Kei hanya menurut, perintah dari suaminya harus diterima jika tidak akan menimbulkan perdebatan sengit.
Setelah pemilik toko menyerahkan berlian termahal ditoko itu Ken membayar dengan kartu tanpa batas.
Bukan hanya Kei, Mami Lyra juga sangat paham dengan sikap Ken. Menepuk punggung Ken beberapa kali dengan senyum merekah. "Terima kasih," ucapnya.
"Mami tidak perlu berterima kasih, apapun yang kalian inginkan akan terpenuhi."
Selesai berbelanja ditoko perhiasan, Ken mengajak Kei dan Mami Lyra untuk pulang.
Ia ingin mengistirahatkan tubuh sebelum nanti malam akan terbang lagi ke Tokyo. Mereka kembali pulang.
Sampai didalam kamar Ken menurunkan baby Kio didalam box. Menciumi pipi putranya sebentar dan beralih memeluk Kei.
"Hist... peluk terus apa nggak bosan?"
"Aku tidak pernah bosan memelukmu."
"Kau tau, burung gagak ku ingin meminta jatah." ucap Ken dengan menciumi leher jenjang milik Kei.
"Kau ini, katanya ingin beristirahat, kenapa meminta jatah!"
"Aku juga tidak tau, tanyakan saja pada burung gagak ku."
Mendengar itu Kei tergelak, ia yang tadi sudah terbang ke awan harus turun lagi, jawaban dari Ken membuatnya terbahak.
__ADS_1