Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Kau Adalah Ratuku


__ADS_3

Satu bulan setelah kejadian itu semua kembali normal, menjalani hari dengan kedamaian.


Kendra Kenichi, si raja bisnis saat ini sedang berada di supermarket. Ya, lelaki tampan itu tidak malu menemani Kei berbelanja.


Pertanyaannya, kenapa di supermarket bukan di Mall? padahal sultan kaya itu memiliki Mall, lalu apa yang membuat mereka nyasar ke tempat pembelanjaan sedikit kecil itu?


Lagi-lagi sang istri ingin merasakan hidup sederhana seperti dulu saat tinggal di kampung.


Akhirnya Ken menurut dengan ancaman nanti malam tidak boleh menengok sarang, itu ancaman mujarab. Terbukti, tuan posesif itu langsung mengkerut mendengar ancaman mematikan dari Kei.


Ditempat pembelanjaan yang hanya ada satu lantai dengan ruangan yang tidak terlalu luas seperti di Mall, Kei tampak senang memilah belanjaan yang ia suka. Tetapi tidak dengan Ken, ia yang mengikuti dibelakang terus menggerutu.


Tempat apa ini?


Kenapa sempit sekali?


Kenapa tidak di Mall saja, semua lengkap.


Disana bisa bersantai diruangan atas,


Mengajak baby Kio bermain


Kalau seperti ini sangat membosankan.


Ken menggerutu sebal dibelakang Kei, tapi sang istri tidak mendengar malah asik dengan dunianya sendiri. Mungkin ini lah sedikit kebebasan bagi Kei.


"Sayang, enak selai kacang atau strobery?" ditangan Kei ada dua jenis selai dengan berbeda rasa.


"Kenapa bertanya Honey, beli saja semuanya." jawab Ken malas, ia ingin segera meninggalkan tempat sempit itu. Dia sang sultan tidak pernah masuk dan berbelanja seperti ini. Beruntung didalam supermarket tidak terlalu ramai, tidak ada orang lain yang menyadari keberadaan si raja bisnis.


Baby Kio sendiri sama seperti Mommy, anak kecil itu tidak rewel sama sekali bahkan terlihat nyaman berada didekapan Daddy nya.


Tidak berguna bertanya dengan suaminya, Kei melanjutkan untuk menuju deretan minuman dengan berbagai bentuk dan warna.


Saat tangan itu ingin mengambil 1minuman tak sengaja bersamaan dengan tangan seorang laki-laki yang juga mengambil 1botol yang sama.


Tangan keduanya hampir bersentuhan. Lelaki itu mengedipkan sebelah mata, tanpa ia sadari tak jauh tempatnya berdiri sudah ada macan garang yang akan mengeluarkan taring.

__ADS_1


Mata Ken melotot dengan sempurna, bagai sniper yang siap menembak musuh.


"Beraninya kau mengedipkan sebelah matamu! apalagi tangan itu berani menyentuh kulit istriku. Akan aku kenakan pasal berlapis dan terberat." suara bariton milik Ken terdengar mengerikan.


Lelaki itu langsung menengok kearah belakang, betapa terkejutnya melihat tuan Ken berdiri dan memandang tajam.


"Maaf tuan, mohon maafkan saya. Sungguh saya tidak tau jika wanita ini adalah istri anda." lelaki itu menunduk hormat, meski bukan siapa-siapa atau orang penting, ia hapal dengan pria berkuasa dihadapannya saat ini.


Lelaki itu hanya bawahan Tristan yang berarti bawahan tuan Ken juga, tapi Ken tidak akan hapal dengan wajah karyawan dikantor cabang. Itu bukan tugasnya menghapal setiap karyawan.


"Sayang, tidak pa-pa. Kami tadi memang tidak sengaja mengambil barang yang sama, sudah jangan diperpanjang." Kei menengahi keduanya, ia tak mau menjadi pusat perhatian yang lain. Jika dibiarkan akan menjadi keributan.


"Bagaimana aku membiarkannya begitu saja, dia berani mengedipkan mata ke arahmu aku harus memberinya pasal." Ken berbicara sinis, meski ia menjawab ucapan Kei tapi mata itu tetap menatap tajam kearah pria tadi. Bahkan pria itu ia benar-benar ketakutan.


"Sudahlah, malu jadi pusat perhatian orang." kata Kei, ia mengelus lengan Ken agar suaminya sedikit lebih lunak dan tenang.


"Huh, pergi kau, atau aku congk*l mata keranjang mu itu!" sentak Ken.


Tidak menunggu detik jam berlalu, pria itu secepat kilat pergi dari hadapan macan yang sedang mengamuk.


"Sayang, kau terlihat menakutkan." ucap Kei.


"Sudah, ayo kita pulang saja." ajak Kei, ia sudah tidak ingin melanjutkan berbelanja.


Keduanya berjalan menuju kasir untuk membayar, Ken mengeluarkan kartu debit.


Setelah semua proses selesai, kantong belanjaan itu dibiarkan disana akan ada pengawal yang mengambil.


Keduanya sudah keluar.


"Ah, mod ku buruk." ucap Ken saat berjalan menuju parkiran.


Hari ini Ken membawa mobil sendiri, meski ada pengawal tapi mereka berbeda mobil.


Kei meminta suaminya untuk menyetir mobil sendiri tanpa supir, ia ingin menikmati waktu bersama keluarga kecil tanpa adanya orang lain ataupun sekretaris Lee yang selalu ada didekatnya.


Kei mengambil alih baby Kio dari gendongan Ken. Sebelum itu, ia merasa bersalah pada suaminya. "Maafkan aku, gara-gara aku mood mu menjadi buruk." ucap Kei.

__ADS_1


"Bukan kau yang membuat mood ku buruk, tapi bangunan sempit itu dengan lelaki baj*****n tadi."


'Dasar aneh, kenapa menyalahkan bangunan, bukankah bangunan supermarket memang berukuran segitu'


"Jangan terlalu menyalahkan pria tadi, dia juga tidak tau kalau aku istrimu." jawab Kei pelan.


"Mulai besok kalau kita akan keluar gunakan baju couple, dengan tulisan istrinya Kendra Kenichi." Ken sedikit terhibur dengan idenya.


Jika tadi Ken terhibur, kini Kei yang menjerit dalam hati. Sampai segitunya, bukankah itu alay. Bukan lagi segan, yang ada orang-orang membaca itu akan berlari menjauh. Bahkan penjaga toko akan bersembunyi dan bisa saja tulisan open berubah menjadi close hanya dengan hitungan detik. Saking takut dan mengerikan hanya mendengar atau membaca sebuah nama raja bisnis yaitu Kendra Kenichi. Meski begitu, Kei sudah terlanjur cinta dengan lelaki unik ini.


"Kau ada-ada saja, apa harus sampai segitunya?" ia mulai masuk kedalam mobil setelah Ken membukakan pintu.


"Cara itu efektif agar laki-laki tidak ada yang berani mendekat atau berbuat genit padamu."


"Hah...terserah kau saja." mengalah, apalagi yang Kei lakukan selain mengalah.


Sejenak suasana menjadi hening, Kei membuka kaca mobil.


"Kenapa dibuka?"


"Aku ingin merasakan angin kencang."


"Kau bisa sakit, banyak polusi dan debu yang berterbangan bisa mengganggu sistem pernafasan mu." setelah posesif berganti protective.


'Oh Tuhan, kapan suamiku mendapat hidayah dan bersikap normal.'


"Tapi aku sangat suka begini, tidak akan terjadi sesuatu. Dulu lebih dari ini, aku membantu ayah dengan ibu disawah tapi aku baik-baik saja." kata Kei.


"Disawah? kau menginjak tanah liat dan lumpur becek? disawah banyak kuman." Ken bergidik ngeri.


"Namanya disawah ya memang tempatnya tanah liat dan lumpur becek, tapi disawah enak bisa bermain air."


"Air keruh disawah kau buat mainan?"


Kei mengangguk. "Aku sudah terbiasa dengan kehidupan sederhana bahkan hidupku dulu berteman dengan kesulitan. Jadi, aku tidak selemah yang kau bayangkan." dengan bercerita seperti itu siapa tau sikap over protective pada Ken akan berkurang.


"Itu dulu Honey, sekarang tidak akan aku biarkan itu terjadi. Kau adalah ratuku. Tak akan aku biarkan debu sekecil apapun menempel pada tubuhmu."

__ADS_1


Kei melongo, ia salah perkiraan. Ia pikir Ken akan sedikit berubah dan memberi kebebasan, tapi tidak. Sepertinya sikap over itu sudah mendarah daging.


__ADS_2