
Setelah mengantar Dewi pulang, Lee melajukan mobilnya menuju ke Rumah sakit.
Sampai di Rumah Sakit segera menuju keruang tuan Ken.
"Selamat siang tuan muda," Lee menundukkan kepala sebentar. "Ini bukan siang lagi Lee, ini sudah menjelang sore! dari mana saja kau! sejak kapan Apartemenmu pindah ke Bali?" tuan Ken terlihat kesal. "Bali? tidak tuan muda. Apartemen saya masih di komplek xxx."
"Selain lambat kau juga menjadi kurang tanggap!" Ken berbicara ketus. Jurus andalan ketika tuan muda sedang marah yaitu diam, itu akan membuatnya aman. "Dari Apartemen menuju ke Rumah sakit hanya membutuhkan waktu 30 menit dan kau sudah pergi selama hampir 2jam! itu seperti pergi ke Bali membutuhkan waktu 2jam!" Ken menatap kearah Lee dengan tajam.
"Sepertinya semua orang sudah tidak takut dengan pasal-pasal yang aku buat!" kembali Ken menggerutu. "Maafkan saya tuan muda, saya tadi ada urusan sebentar." Lee tetap menunduk, tidak berani memandang kearah tuan Ken. "Sejak kapan aku tidak mengetahui urusanmu?" Ken menaikan sebelah alisnya, terus menelisik wajah sekretaris Lee.
'Padahal tuan sendiri yang menyuruhku mencari candu, sekarang sudah hampir punya candu tetapi tuan Ken tidak membiarkanku untuk bersama. Huh..." Lee membatin dan mendengus sebal.
"Kau menggerutu!!" Ken menyentak. "Tuan muda, anda baru saja sembuh istirahatlah." Lee mencoba menenangkan emosi tuan Ken.
"Ah, aku bosan." Ken terlihat malas. "Tuan muda menginginkan sesuatu?" Lee menanyakan keinginan tuan Ken. "Aku ingin menghirup udara segar." menjawab singkat. "Baik, tetapi bagaimana dengan nona Kei?" Lee melirik kearah Kei yang masih terlelap.
"Hei.. kau jangan melirik kearahnya, dia sedang tidur!" Ken memarahi Lee yang sudah berani melirik kearah Kei yang sedang tidur.
'Jiwa over posesif tuan muda sudah kembali berarti tuan muda sudah hampir sembuh, harus berhati-hati dan waspada. Beruntung tuan muda tidak melihatku memapah dan menggendong nona Kei, jika melihat habis hidupku.'
"Kau kembali menggerutu, Lee?" Lee menggelengkan kepala. "Biarkan Kei istirahat, dia baru saja tidur." Ken melihat kearah Kei sebentar, memastikan Kei masih terlelap. Lee menyiapkan kursi roda dan membawa tuan Ken keluar menuju kedepan rumah sakit disana ada tempat duduk yang sudah tersedia. Ken membicarakan hal serius dengan Lee, Ken sengaja ingin membicarakan sesuatu pribadi dengan sekretarisnya itu. Cukup lama Ken berdiskusi dengan Lee, tidak menyadari keberadaan seseorang.
"Ken, kau-kah itu?" seorang perempuan cantik mengenakan pakaian sexy berjalan mendekat. "Viona..." Ken langsung mengenali perempuan yang memanggilnya.
__ADS_1
"Ken, kau apa kabar? kau juga terluka parah?" perempuan bernama Viona meneliti luka yang ada diwajah Ken, sekretaris Lee hanya diam.
"Aku dan dia sama-sama terluka parah!" Ken menjawab acuh, tidak begitu senang dengan kehadiran perempuan itu. "Ken, sudah lama kita tidak bertemu." Viona duduk disamping tuan Ken, dari raut wajah terlihat jelas tuan Ken tidak begitu menyukai wanita itu.
"Heh, bahkan aku sangat senang jika tidak bertemu denganmu lagi." Ken menjawab ketus. "Ken, kau tidak pernah berubah selalu jahat denganku! apa setelah kematian kak Olive kamu tidak menerima lowongan hati untukku?"
"Viona! dengarkan aku, sampai kapanpun aku tidak akan menerima perasaanmu! asal kau tau, aku sudah menikah." terdengar dingin. "Kau jangan membohongiku Ken, secepat itu kau mendapat pengganti kak Olive?" Viona tidak mempercayai ucapan Ken.
"Lee, ayo kembali." Ken memberi perintah, Lee dengan sigap membalikkan kursi roda dan mendorong masuk kedalam rumah sakit.
Viona terlihat kesal dengan raut wajah ditekuk dia menghampiri kakak sepupunya lagi yaitu Tristan.
"Kakak, apa kau tau jika Ken cintaku itu sudah menikah lagi?" Viona memang dekat dengan Tristan, dia memang bersikap manja.
"Hah, dari dulu kau tidak pernah berubah. Apa yang membuatmu menyukai lelaki br*ngs*ek seperti itu?" Tristan menjawab dingin, dia masih memiliki dendam kepada Ken.
"Tapi Ken tadi mengatakan jika dia sudah menikah, apa itu benar kak?" Viona mengulang pertanyaan. 'Ken sudah menikah? bahkan aku-pun tidak tau! menikah dengan siapa? jangan-jangan...' Tristan terdiam dan hanya menebak-nebak saja.
"Aku tidak tau!" menjawab acuh. "Bukannya kakak dengan Ken melakukan kerjasama masak tidak tau kak? Hah, jika Ken sudah menikah aku terlambat lagi. Tetapi aku senang bisa melihat wajah tampannya lagi." Viona berbicara sendiri, ekspresi wajahnya begitu mendamba tuan Ken. "Cih,,,memuakkan!" ucap Tristan. Viona hanya mendengus sebal.
"Hah, kenapa orang-orang itu harus kembali ke-Indonesia. Sangat menyebalkan!" Lee tidak menjawab dan tetap mendorong kursi roda tuan Ken.
Viona adalah adik sepupu dari almarhum Olive istri Ken dan juga adik sepupu Tristan, mereka berempat kuliah di Universitas yang sama di Luar Negeri. Tristan dan Viona yang patah hati karna pernikahan Ken dan Olive memutuskan untuk menetap di Amerika, tetapi setelah almarhum Olive tiada Tristan memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Viona mendapat kabar jika kakak sepupunya masuk rumah sakit karna berkelahi dengan Ken memutuskan untuk pulang ke Jakarta, dia baru saja sampai kemarin lusa.
__ADS_1
Sedari dulu Viona sudah menyukai Kendra tetapi Ken lebih memilih Olive, akhirnya Viona mengalah karna hubungannya dengan Olive begitu dekat.
Lee membuka pintu dan mendorong kursi roda tuan Ken sampai didekat ranjang Lee membantu tuan Ken untuk berpindah.
"Kau tunggulah diluar." memberi perintah kepada Lee. "Baik tuan muda." Lee meninggalkan ruangan dan berjaga diluar bersama dengan pengawal lainnya.
"Kei, tidurmu pulas sekali. Aku bosan tidak ada teman." menyandarkan tubuhnya.
"Aku sudah bangun tuan," Kei mengerjapkan mata, tersenyum kearah tuan tuan Ken. "Tuan bosan? sama, aku juga bosan. Kapan aku bisa keluar dari rumah sakit dan menghirup udara bebas."
"Kau ingin bebas? jangan bilang kau akan pergi lagi?" Ken menatap tajam.
"Iya, aku ingin kabur dan bebas darimu!" Kei mengatakan dengan mencebikan mulutnya. Ken menatap horor, "coba saja kalau kau bisa bisa kabur lagi!"
"Ah, kau membuatku kesal. Jika aku tidak sakit sudah bisa ku pastikan kau akan menerima hukuman berat, Keihana Kazumi!"
'Huh, kau selalu menghukumku dengan caramu. Dasar suami posesif. Terkadang menyebalkan tetapi terkadang menggemaskan.' Kei cemberut tetapi juga tersenyum.
"Kau kenapa ekspresi mu berubah-ubah seperti itu, kau memikirkan sesuatu."
"Tentu," tanpa sadar Kei menjawab singkat.
"Memikirkan apa?"
__ADS_1
"Ada deh, rahasia."
"Hah, awas saja jika aku sudah sembuh." Ken terlihat marah dan membelakangi Kei.