
Didalam rumah seorang raja bisnis ada pelayan manusia berhati iblis. Fakta itu benar-benar mengejutkan, bahkan pelayan itu sudah sangat lama bekerja dirumah itu.
Bermain dengan sangat cantik, hingga kejahatan yang dilakukan sama sekali tidak terendus.
Terkadang penjahat yang jauh lebih terlihat daripada penjahat yang ada disekitar. Bagaikan musuh dalam selimut yang sangat berbahaya, menggunakan topeng kebaikan tapi berhati busuk.
Siapa sangka, orang yang terlihat baik akan menyimpan kejahatan dengan begitu rapi.
Ken tidak mencurigai orang-orang yang berada didalam rumahnya. Selama bertahun-tahun rumah itu sangat damai tidak menimbulkan kejanggalan sama sekali, untuk itu seorang sultan tidak pernah mengawasi mereka satu persatu.
Kelengahannya menimbulkan celaka bagi orang-orang tersayang.
Dia benar-benar sangat terkejut dengan kenyataan, semua telah terbongkar.
"A apa kau benar-benar seorang perempuan? kenapa kau bisa melakukan itu! bahkan kau juga yang melenyapkan almarhum Olive?" Kei tampak shok, ia mendekap baby Kio dengan erat. Saat ini benar-benar takut jika terjadi sesuatu pada putranya.
Bagaimana ia akan keluar dari jeratan pelayan berhati iblis.
"Kenapa? kau terkejut? Eum, aku bukan perempuan biasa. Aku bertingkah sesuka hatiku, siapapun yang menghalangi atau membuatku tidak suka, maka aku akan menyingkirkannya dengan mudah. Jangankan orang lain, ibu ku sendiri aku bunuh. Aku kasihan padanya, daripada ia menanggung sakit, lebih baik segera dilenyapkan." kata Ita dengan santai. Ia berdiri dengan berkacak pinggang dan menatap Kei dengan tajam.
"A apa? Ka kau benar-benar sudah gila!" Kei setengah berteriak.
"Hei... diam! berani sekali kau mengatakan aku gila!" Ita berjongkok didepan Kei dengan mencekik lehernya kuat.
Kei kesulitan untuk bernafas, ia benar-benar ketakutan pada monster pelayan yang ada didepannya. Mendekap baby Kio lebih erat, beruntung baby Kio tidak terganggu.
"Lepaskan aku Ita." Kei tidak bisa banyak bergerak, ia hanya bisa menghalau dengan sebelah tangannya.
"Kalau aku melepaskan mu, selanjutnya aku akan mencekik bayimu!"
"Tidak! jangan... jangan lakukan itu. Jangan sakiti putraku." airmata Kei sudah meleleh dan berjatuhan.
"Dia juga menjadi penghalang, aku tidak suka. Lebih baik aku melenyapkan makhluk kecil ini dulu." Ita beralih melihat bayi mungil yang ada didekapan Kei. Ia tersenyum-senyum.
Kei menggeleng-gelengkan kepala, ia sangat takut.
Brak....
Suara pintu yang terbuka.
__ADS_1
Ita tersungkur diatas lantai setelah Ken menendangnya dengan kuat. Dahi yang terbentur tembok seketika mengeluarkan darah.
Tubuh Kei bergetar karna menangis ketakutan, Ken segera mendekap. Tanpa diduga, Ita mengeluarkan sebilah pisau dan mencapkan ke punggung Ken.
Toni yang baru datang menembak lengan Ita, beberapa pengawal segera melumpuhkan wanita iblis itu.
Darah segar bercucuran dilantai gudang yang sudah tidak terpakai. Ken mengabaikan rasa sakit dipunggung kanannya.
"Kau tidak pa-pa, Honey?"
"A aku takut." jawab Kei dengan tersedu-sedu.
"Tuan Ken, harusnya kau menyelamatkan aku. Bukan wanita sial itu!" Ita masih sempat berteriak. Seolah lengan kirinya yang tertembak tidak terasa sakit.
"Diam kau wanita iblis! keparat kau... berani sekali kau melakukan kejahatan pada istriku! aku tidak akan mengampunimu!"
Mendengar itu, bukan semakin takut. Justru membuatnya tertawa. "Tuan Ken, bertahun-tahun aku menyimpan rasa padamu. Sampai aku melenyapkan Nona Olive demi menggantikan posisinya, tapi wanita sial itu lebih dulu menjeratmu. Jika kau menikah dengan ku, aku tidak akan melakukan kejahatan." Ita menangis.
"Aku tidak akan menikahi wanita iblis sepertimu!"
"Ton, kau tau apa yang harus kau lakukan! nyawa harus dibayar dengan nyawa."
"Siap tuan."
Ken meringis, pandangan matanya mulai berkunang.
"Sayang. Kau kenapa?" Kei bertanya. Ia tidak tau jika Ita telah menusuk punggung suaminya. Saat kejadian tadi, Kei masih memejamkan mata.
"Ken..." Mami Lyra terkejut.
"Tuan muda..." Lee setengah berteriak karna terkejut, ia segera menghampiri tuan mudanya.
~
Sirine ambulance terdengar nyaring, membuat hati bergetar mendengarnya. Orang-orang pasti paham dengan suara sirine yang tiada henti.
Sang raja bisnis harus segera mendapat pertolongan.
Kei dan Mami Lyra mendampingi disamping tubuh Ken yang sudah tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Keduanya terus menangis, benar-benar kejadian tragis. Sebelumnya memang sudah memprediksi kejadian ini, hanya saja Ken dan Tony tidak bisa membaca sikap Ita yang ternyata sangat berbahaya.
Mereka tidak membaca gerakan Ita yang akan bertindak melampaui batas.
Lee sendiri tidak ikut andil dalam kasus ini, ia sedang sibuk mengurus Dewi yang juga akan melahirkan. Saat ini jika ada orang tersibuk dan terpusing didunia yaitu sekretaris Lee.
Kedua belah jiwanya sedang dalam bahaya, ia bingung harus menempatkan diri.
Tuan muda sangat penting baginya, tapi istri dan calon anaknya juga sangat penting.
Ia harus mondar-mandir berpindah tempat, dari ruang UGD menuju keruang bersalin. Saat Dewi dalam pembukaan ke 7, ia meninggalkannya begitu saja demi tuan Ken.
Lee sama sekali tidak tau jika bukan Tony yang menelponnya beberapa jam lalu.
Ken tau jika Lee sedang sibuk mengurus istrinya, maka ia mengandalkan tangan kanan yang lain yaitu Tony.
Perawat mengajak Kei untuk masuk keruang khusus agar baby Kio bisa tenang.
Mami Lyra mengikuti, ia tau menantunya pasti sangat ketakutan.
Saat ini hanya ada beberapa pengawal yang menunggu didepan ruang tuan Ken.
"Kei, sayang. Maafin Mami, karna Mami kamu dan baby Kio dalam bahaya."
"Suamiku Mi, bagaimana keadaanya? aku takut..."
"Tenang sayang, dokter pasti memberi penanganan utama untuk Ken." Mami Lyra menangkan. Dirinya jauh lebih khawatir tentang kondisi Ken tapi sebisa mungkin untuk menutupi.
Ia sempat menyesal karna menuruti perintah Ken agar pergi dari rumah untuk memancing Ita agar bereaksi, ia hanya menuruti rencana yang dibuat oleh Ken.
"Mi, aku takut dia akan meninggalkan kami. Kami sangat membutuhkannya."
"Tidak sayang, Ken pasti kuat demi kalian. Kita berdo'a, semoga Ken baik-baik saja."
Setelah baby Kio terlelap, Kei menyuruh perawat untuk menjaga putranya. Ia dan Mami Lyra akan menunggu Ken sampai selesai dioperasi.
Perawat masuk dengan membawa stok kantung darah. Membuat Kei berdebar tak menentu. Perasaan yang semakin cemas dan khawatir. 'Ya Tuhan, selamatkan suamiku. Jangan sampai terjadi sesuatu padanya.' Kei berdo'a dalam hati.
'Selamatkan putraku, ya Tuhan. Jangan biarkan terjadi sesuatu padanya. Kasihan Kei dan cucuku jika terjadi sesuatu pada Ken.'
__ADS_1
Didalam ruang bersalin, Lee sedang menemani Dewi yang akan berjuang melahirkan anaknya.
Pikiran Lee terbagi menjadi 2, antara Dewi dengan tuan mudanya. Dalam hati berdo'a untuk keselamatan kedua orang yang paling penting baginya.