Suami Kedua Ku Over Posesif

Suami Kedua Ku Over Posesif
Tuan Ken Yang Panik.


__ADS_3

"Lepaskan bajumu!" Kei memberi perintah kepada tuan Ken untuk melepas baju Koko yang dipakai, saat ini mereka sedang didalam mobil. Mendengar itu Ken menautkan alisnya, merasa bingung dengan perintah Kei. "Memang kenapa harus melepas bajuku?" Ken bertanya.


"Bajumu sudah berganti dengan parfum wanita lain!" Kei terlihat kesal dan membuka satu persatu kancing baju, dia sudah tidak meminta izin lagi. Ken hanya diam saja tidak mencegah, tetapi bibirnya tersenyum ternyata Kei sedang cemburu. "Hei, jangan dilepas. Aku kedinginan." Ken ingin mengerjai istrinya yang sedang cemburu, kancing baju yang sudah terlepas tadi dikaitkan lagi satu persatu. Kei memandang kearah tuan Ken dengan tatapan kesal.


"Sekretaris Lee, berhenti." Kei berteriak. Lee yang setengah terkejut itu menginjak pedal rem dan mobil berhenti. Kei menggunakan kesempatan itu untuk keluar dan berpindah duduk didepan disamping Lee. Ken terbengong, "Hei... beraninya kau pindah didepan!" Ken menunjukan kekesalan.


"Ayo jalankan mobilnya, biarkan saja." Kei memerintah sekretaris Lee, Lee bingung harus menuruti perintah dari siapa. "Jangan, Lee!!" Ken keluar dari mobil dan membuka pintu depan menyuruh Lee untuk keluar dan berganti dia sendiri yang akan menyetir mobil. Lee terpaksa berpindah dikursi belakang, hanya membatin pasangan didepannya. 'Lumayan, aku sudah seperti Bos. Haha...' Lee tertawa dalam hati.


"Huh, kau menyebalkan! aku tidak ingin duduk didekatmu, aku ingin bersama sekretaris Lee!" Kei melayangkan protes, tidak suka Ken ikut pindah didepan. "Hei.. aku suamimu, bukan Lee!!" Ken tidak suka mendengar perkataan Kei. Tuan over posesif itu tidak bisa membiarkan keinginan Kei yang aneh dan mustahil.


"Hoek... Ah... aku tidak suka dengan bau badan, mu!" tidak ada ketakutan, entah tiba-tiba Kei lebih berani kepada tuan Ken. "Baiklah aku akan melepas bajuku." Ken mengalah dan mulai melepas baju yang dikenakan tadi, hingga bertelanjang dada. "Hoek... tetap saja masih bau! sayang, pindahkan saja dikursi belakang." Kei menutup mulut dan hidungnya.


Mendengar itu Ken sudah ingin emosi, sebisa mungkin ia tahan. "Bajuku sudah aku lepas, badanku masih wangi parfum yang biasanya! waktu berangkat tadi kau baik-baik saja." Ken merasa aneh. "Entahlah, aku tidak suka dengan bau badanmu. Bisa-bisa aku muntah disini." Kei menyandarkan kepala dikursi, rasanya ingin muntah berdekatan dengan tuan Ken. Ken menghirup badannya sendiri, menurutnya bau badannya masih sama seperti biasanya. Memandang kearah Kei yang terlihat lemas akhirnya menurunkan ego dan berpindah lagi dikursi belakang.

__ADS_1


Lee yang baru saja membatin senang tadi harus berpindah didepan, keinginan duduk dibelakang seperti bos harus sirna. Ketika sudah berpindah, segera menyalakan mesin mobil dan melanjutkan perjalanan lagi.


Dikursi belakang Ken terus menggerutu, bagaimana bisa Kei terlihat senang duduk disamping Lee dan tidak mengeluhkan bau parfumnya. 'Sial, ini semua gara-gara Viona. Kei membenci bau badanku, bagaimana bisa seperti ini! niat ingin membuat cemburu malah berbalik kepadaku, aku yang harus cemburu melihat Kei duduk didepan dengan Lee.' Ken memendam kekesalan didalam hatinya.


"Sekretaris Lee, parfum yang kau gunakan sangat harum aku menyukainya." ucap Kei dengan tersenyum, mendengar itu tubuh Ken seperti tersengat listrik merasakan kepanasan api cemburu. "Hiya, Keihana Kazumi jangan melewati batasanmu! kau sengaja mengerjaiku, hah? baiklah... aku sudah menyerah, sekarang berpindahlah lagi duduk disampingku." mulanya Ken marah, tetapi pada akhirnya menyerah dan meminta Kei untuk berpindah.


"Tidak mau! aku ingin duduk disamping sekretaris Lee!" Kei tetap kekeh dengan keinginannya, jika biasanya dia takut menghadapi tuan Ken yang marah tetapi saat ini ketakutan itu sudah hilang dan tidak perduli dengan kemarahan tuan Ken.


Ken mengeram kesal, "Lee, apa aku perlu memecatmu?" tidak berhasil membujuk Kei tuan muda yang berkabut cemburu itu mengancam Lee. "Jangan tuan muda, saya tidak tau apa-apa. Kenapa menyangkut dengan pemecatan." Lee sudah merasa khawatir mendengar ucapan tuan Ken yang mengatakan kata pemecatan. Lee menambah laju kecepatan mobil agar segera sampai dan dia akan aman dengan posisinya.


"Cium bau badanku, apakah aku bau?" Ken menyuruh Lee untuk mengendus bau tubuhnya. "Anda sangat wangi tuan muda, badan anda berbau wangi parfum seperti biasanya." kata Lee dengan jujur. "Tetapi kenapa Kei mengatakan badanku bau! aku juga sama sepertimu Lee, mencium wangi parfum yang biasanya." Ken setuju dengan Lee.


"Aku juga tidak tau, tuan muda. Nona Kei sedikit aneh." Lee mencari aman. Ken tidak menanggapi dan menyusul Kei masuk kedalam kamar. Sampai didalam kamar, Kei sedang berbaring diranjang. Ken berniat untuk merebahkan tubuhnya disamping sang istri, tetapi sebelum itu Kei sudah mencegah.

__ADS_1


"Stop! aku tidak ingin berdekatan denganmu, sayang. Menjauhkan, badanmu bau!" Kei menutup hidungnya kembali. Ken benar-benar dibuat bingung dengan sikap Kei yang mengalami perubahan.


"Kenapa begitu? biasanya kau paling suka menghirup wangi tubuhku?" kata Ken. "Entahlah, sekarang tidak. Kamu begitu bau, membuatku mual." Kei memberi jawaban, Ken menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia harus mengambil sikap apa? dilihat Kei tidak mengada-ada, badannya terlihat lemas. Akhirnya Ken mengalah. "Baiklah, aku akan mandi lagi." padahal beberapa jam lalu sudah mandi tetapi harus mandi lagi demi bisa berdekatan dengan Kei. Kei merasa nyaman setelah tuan Ken pergi, dia sendiri heran dengan reaksi tubuhnya yang merasa mual berada disamping tuan Ken.


Ken sudah menyelesaikan ritual mandi, menggunakan handuk dipinggangnya dan mendekati Kei. Beberapa menit lalu Kei sudah terlelap, Ken tidak tega mengganggu tidur istrinya, dia mencium kening Kei dengan lembut dan berlalu menuju keruang ganti.


Selesai berganti pakaian, Ken berjalan menuju keruang kerja yang masih berada didalam kamarnya. Membuka berkas kantor dan mempelajarinya. Beberapa saat fokus dengan berkas itu tetapi telinganya menangkap suara istrinya, secepatnya Ken keluar dan menghampiri pintu kamar mandi. Mengetuk pintu dengan tidak sabaran, dia takut Kei kenapa-kenapa. Terdengar suara Kei yang muntah-muntah.


"Baby, kau kenapa? kau sakit?" Ken bertanya, tangannya tiada henti mengetuk pintu. Tuan yang over protective itu tentu khawatir dengan keadaan Kei. "Kei, buka pintunya!" Ken setengah berteriak.


Ceklek...


Kei membuka pintu, seluruh badan terasa lemas dan pucat. Ken segera menggendong tubuh Kei dan dibawanya keranjang, menyingkirkan anak rambut yang menutupi dahi istrinya.

__ADS_1


"Kau sakit? aku akan memanggil Lee lagi untuk mengantar kerumah sakit." Ken benar-benar kalang kabut melihat wajah istrinya yang pucat, tuan muda itu berjalan mondar-mandir karna panik.


__ADS_2