Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa
Konferensi Pers


__ADS_3

Bagi seorang Zeinn Ethan, kehidupannya sudah sangat sempurna tanpa wanita, cinta, kekasih apalagi pernikahan. Tapi sebuah insiden mengharuskan ia berurusan dengan dua dari empat hal itu, yaitu wanita, dan pernikahan.


Ethan tidak tau mengapa hal tersebut terjadi.


Kehidupannya akan seratus persen jungkir balik begitu ia berurusan dengan wanita.


Bagi Ethan, sendiri itu menyenangkan, di mana kehidupannya menjadi tenang tanpa gangguan. Sejak kecil, Ethan memang memiliki kepribadian yang berbanding terbalik dengan Arasy.


Wanita itu juga memang cuek dan acuh tak acuh. Tapi setidaknya, Arasy jauh lebih baik dari Ethan. Sering kali beberapa orang mengatakan jika dirinya memiliki kepribadian anti sosial.


Ethan tidak pernah marah, selama mereka tidak mengusik ketenangannya, Ethan membiarkan mereka yang hanya berani membicarakannya bertingkah di belakangnya. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, Ethan nyaris tidak memiliki teman.


Bahkan Freya pernah beberapa kali memenuhi panggilan sekolah karena Ethan yang jarang bergabung dengan teman-temannya, membuat Freya dan Agyan khawatir barangkali putra mereka memiliki keterbelakangan mental.


Namun, seiring berjalannya waktu baik Freya maupun Agyan mengerti. Tidak ada masalah apapun pada Ethan, sikap pria itu murni adalah kepribadian yang tercipta dari dirinya sendiri tanpa ada yang melatarbelakangi.


Ethan tidak benar-benar memiliki impian apapun sejak kecil. Kepribadiannya yang ia bawa hingga tubuh dewasa mendorong Agyan untuk mengatur putranya agar mengurus agensi yang ia bangun dengan Rachel.


Dengan begitu, Ethan akan disibukan dengan pekerjaan dan aktif berkomunikasi dengan banyak orang. Faktanya, apa yang Agyan lakukan memang berhasil bagi Ethan.


Termasuk berhasil membuat Ethan terjebak skandal dengan aktris dari agensi yang diurusnya.


Membuat kehidupan Ethan akan benar-benar berubah setelah berurusan dengan Zoya Hardiswara.


**


Zoya mendesah begitu tiba di studio make up AE RCH. Ia sempat berpapasan dengan Ethan tapi pria itu bersikap abai seolah tidak mengenalinya. Ia tampak sibuk mengurus untuk acara konferensi pers.


Menggapai ponsel, ia mencoba menghubungi sang kekasih yang tidak bisa dihubunginya sejak pagi. Selalu seperti itu, Fahry tidak dapat ia andalkan ketika dibutuhkan, bahkan tidak bisa untuk sekedar dihubungi.


"Fahry masih belum bisa dihubungi?" Selin bertanya dan berdiri di belakang Zoya, melihat pantulan wanita cantik itu di depan cermin, tangannya merapikan rambut Zoya sedikit.


"Iya, masih gak bisa dihubungin."

__ADS_1


"Sama selingkuhannya kali."


Zoya memutar bola mata, manejer yang tak lain juga adalah teman akrabnya sejak lama ini memanglah tidak permah menggunakan filter jika berbicara. Dan Zoya tau maksud baik Selin.


"Lupain, deh, Fahry. Dia selalu sibuk saat kamu susah gini."


"Mbak Selin, please deh,"


Selin mendesah, pasrah dan kemudian duduk di kursi samping Zoya. Menilik penampilan wanita itu dan merapikan riasannya agar tampak semakin sempurna.


Sementara itu, di ruang khusus konferensi pers, beberapa awak media yang sudah mendapat undangan resmi dari AE RCH sudah memadati ruangan dengan peralatan lengkap. Bahkan beberapa dari mereka sudah mengarahkan kamera pada Ethan dan beberapa kali mengambil gambar.


Tak lama, Randy datang menghampirinya. "Apa yang nanti akan kamu katakan pada media?" tanyanya dengan tidak sabaran. Ethan tidak menyahut.


"Sudah mengurus apa yang aku suruh?"


"Sudah!"


"Than?"


"Aktris?" dahi Randy berkerut. Sesaat kemudian begitu mata Ethan mengarah padanya ia baru mengerti. "Di studio make up." menyahut setelah beberapa saat. Ethan segera berlalu, membuat Randy berdecak dan kemudian melangkah mengikuti Ethan. Begitulah sikap kawan sekaligus atasannya. Randy sudah sangat hafal.


Zoya spontan menoleh pada pintu ruangan yang terbuka. Seorang pria dengan stelan rapi masuk dengan begitu saja, berdiri tepat di samping Zoya.


"Kita ke ruang konferensi pers sekarang." sahutnya tanpa basa-basi, Zoya bangkit. Mempertemukan tatapannya dengan Ethan yang tak berkedip. "Apa kita tidak perlu berdiskusi untuk jawaban yang akan diberikan pada media?"


Ethan melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. "Saya tidak punya banyak waktu," Meraih tangan Zoya dan menggenggamnya. Lantas berjalan setengah menyeret wanita itu keluar dari studio make up menuju ruang konferensi pers.


Selin dengan cepat mengikuti, begitu juga Randy yang baru sampai dan segera berbalik arah kembali mengikuti langkah cepat Ethan yang membawa Zoya keluar. Ia seperti sedang lari maraton.


Rachel yang melihat hal itu hanya melipat tangan di dadanya. "Oh, sepertinya putra Zeinn Agyan sudah mengambil keputusan." menggelengkan kepala pelan, lantas melangkah ke ruang konferensi pers.


Kedatangan dua orang yang sedang menjadi perbincangan hangat itu segera di sambut para awak media dengan kilatan blitz yang menerpa dua objek pencuri perhatian.

__ADS_1


Zoya susah payah mengatur napas, selain langkah cepat Ethan membuatnya lelah, genggaman tangan pria itu yang tak kunjung lepas juga membuat dadanya berdebar hebat.


Sedangkan ekpresi pria itu tetap sama seperti biasanya. Kaku dan datar.


"Selamat siang, semuanya."


Sapaan pembuka Ethan membuat ruang konferensi menjadi begitu hening. Hanya terdengar suara bidikan kamera yang paling memdominasi di sana. Sedangkan mereka semua fokus memasang telinga untuk mendengar apa yang akan Ethan katakan.


Pria dengan T shirt berwarna hitam, juga stelan celana dan jas berwarna hitam pula itu terlihat begitu tenang. Ia menoleh pada wanita di sampingnya yang tampak berharap-harap cemas, bahkan Ethan merasa jika tangan wanita yang digenggamnya begitu dingin.


"Saya di sini untuk memberikan klarifikasi mengenai foto kami yang tersebar di berbagai media."


"Mungkin hal itu sangat tidak wajar, membawa Zoya Hardiswara ke tempat tinggal saya."


Masih hening di sana, semua mata mengarah pada Ethan yang akan kembali berbicara. "Saya tidak perduli apapun asumsi kalian. Saya merasa hal yang saya lakukan sangat wajar mengingat status kami sebagai calon suami istri."


Bukan hanya Zoya yang tampak sangat terkejut mendengar pernyataan Ethan. Sementara para awak media juga terdengar riuh. Selin menggeleng tak percaya, begitu juga Randy yang dibuat sakit kepala.


Sementara Rachel tampak tersenyum tipis, ia sudah menduga apa yang akan terjadi. Ia mengenal seorang Zeinn Ethan yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.


"Pak," Zoya menekan tangan Ethan yang menggenggaknya. Konferensi pers yang disiarkan di beberapa chanel tv dan juga mrfia online itu sudah pasti tersebar luas. Zoya tidak bisa membayangkan sampai Fahry melihat hal ini nanti.


"Apa maksud Bapak kalian memiliki hubungan spesial?"


"Benar."


Zoya menggelengkan kepala begitu Ethan menoleh padanya. Wanita itu sudah sangat memohon. Sedangkan Ethan tampak tidak perduli.


"Saya dengan Zoya Hardiswara sudah berpacaran selama dua tahun. Secepatnya kami akan segera menikah."


Selin hampir pingsan. Suara riuh kembali memenuhi ruang konferensi terutama begitu Ethan menarik Zoya keluar. Sedangkan para petugas menahan para wartawan agar tidak mengejar Ethan dengan Zoya.


Rachel mengalihkan perhatian awak media, berbicara pada mereka jika apa yang baru saja Ethan katakan mengenai hubungannya dengan Zoya adalah benar.

__ADS_1


Dan secepatnya, mereka akan melangsungkan pernikahan.


TBC


__ADS_2