Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa
Deep Kiss


__ADS_3

Just info : Follow my ig eva_yuliaaan_04. Di sana aku post cast Ethan Zoya.


Kedatangan Zoya ke lokasi pemotretan mendapat sambutan hangat dari para kru yang kemarin ikut khawatir pada Zoya yang menghilang begitu saja. Terutama wanita itu datang dengan Ethan.


"Mbak Zoya, kita langsung ke studio make up," ajak Adhel, Zoya mengangguk. Menoleh pada Ethan sebentar. "Aku ke studio make up," pamitnya, Ethan mengangguk membiarkan wanita itu bersiap sedangkan Ethan sendiri berbicara dengan seorang produser film.


Begitu semua sudah siap, Ethan melihat sang istri yang melakukan pemotretan. Wanita itu terlihat cantik dengan empiree dress berwarna punch yang dikenakannya juga sepatu boots berwarna hitam sebagai alas kakinya.


"Oke, Zoya, siap?" sang photografer bertanya.


"Siap." Zoya mengangguk. Bersiap dan berpose. Ethan memperhatikan, kecantikan wanita itu terlihat begitu natural.


"Setelah ini Edrin bersiap, yah!" sahut sang photograper lagi, Edrin yang sudah memang sudah bersiap dan menunggu giliran tampak sedang duduk santai sambil membaca majalah, kemudian mengangguk mendengar intruksi photografer.


Zoya menghampiri Ethan begitu ia sudah selesai. Pria itu tersenyum menyambutnya. "Ngebosenin, yah? 7 Kamu pulang duluan aja kalau bosen." sahut Zoya, tidak tega pada sang suami.


"Tidak papa, lagipula saya tidak ada yang harus dilakukan."


Zoya akhirnya hanya mengangguk dan menurut.


"Mbak Zoya, kita ganti kostum." Adhel mengingatkan, Zoya berpamit dan mengikuti langkah Adhel, disusul oleh Edrin yang sudah selesai melakukan sesi foto dan akan berganti kostum pula.


Ethan memicingkan mata melihatnya. Sedangkan dua orang itu tampak mengobrol sembari terus berjalan.


"Kamu kemaren kemana? Kok kabur?" tanya Edrin, pria berperawakan tinggi dengan kulit cerah itu memicingkan mata menatap Zoya. "Ada masalah kecil." Zoya menyahut acuh.


"Seperti?"


"Males!"


Edrin menjentikan jari, melepas rangkulan tangannya di bahu Zoya dan melangkah ke arah asistennya. "Ternyata senior juga bisa males." sahutnya.

__ADS_1


"Apalagi senior udah bosen kerja." Zoya menyahut sembari mengambil stelan dari Adhel dan masuk ke ruang ganti.


Sedangkan di luar sana mata Ethan tetap mengarah pada pintu studio make up, sampai tak lama pintu itu terbuka. Zoya muncul dengan Edrin mengenakan stelan senada.


"Waw, kalian terlihat serasi," komentar photografer yang membuat Ethan menoleh sambil mengusap bibir dengan punggung jari telunjuknya, diam-diam menatap lekat dya orang itu untuk memberi penilaian.


Zoya dan Edrin tampak hanya tersenyum mendengar pujian untuk mereka, mulai bersiap untuk pengambilan gambar. Siapapun dapat melihat chemistry antara dua orang itu yang tampak kuat bak pasangan kekasih sungguhan di kehidupan nyata.


Dengan outfit senada, keduanya tampak begitu sempurna. Kesan mewah dan stylish terpancar dari aura Edrin dan Zoya. Outfit nuansa warna fall season, keduanya kompak mengenakan long coat bermotif plaid.


Zoya membiarkan rambutnya tergerai lurus, strappy heels berwarna hitam yang dikenakannya menyempurnakan penampilan. Tapi tidak dapat membuat Ethan terpukau karena pose antara wanita itu dengan Edrin membuat mata Ethan terasa sakit.


Selin memperhatikan raut Ethan yang terlihat kesal. Ia lantas beralih pada Zoya dan Edrin, di mana keduanya berpose dengan natural dan terlihat begitu serasi.


"Yang terakhir harus lebih bagus." intruksi sang photografer. Edrin mengangguk mengerti, Zoya dalam posisi duduk di lantai, sedangkan Edrin duduk pada bangku kayu pendek di belakang Zoya, mendekap tubuh wanita itu dari belakang.


Tangan Edrin menyilang dengan ibu jari yang menyentuh bibir bawah Zoya, tangan Zoya dalam posisi menahan lengan Edrin, kemudian satu lagi tangan Edrin manahan tangan wanita itu. Berpose fierce yang membuat orang-orang berbisik jika dua orang itu terlihat sangat cocok sekali.


"Dhel, Ethan mana?" tanya Zoya saat tidak mendapati Ethan di tempatnya tadi. "Tadi ke sebelah sana Mbak." Menunjuk arah koridor yang akhirnya membuat Zoya melangkah kesana buru-buru dan sedikit berlari, bahkan tak mengidahkan panggilan Selin yang mulai melangkah ke arahnya.


"Zoya mau kemana?" Selin bertanya pada Adhel. "Mau nyari Pak Ethan kayaknya Mbak." Adhel menyahut, setelahnya permisi ke studio make up, sedangkan Selin menatap punggung Zoya yang kian menjauh. Zoya terlihat menghindarinya hari ini.


Setengah berlari Zoya menyusul Ethan. Beruntung, pria itu belum pergi jauh. "Ethan," Zoya sedikit berteriak, pria yang dipanggil menoleh dan berbalik badan. Zoya menghampirinya. "Mau kemana?" tanyanya begitu sudah berhadapan dengan Ethan.


Pria itu menatapnya dengan wajah santai. Napas wanita di hadapannya terdengar sedikit berantakan.


"Hanya keluar sebentar. Ada apa?" tanya Ethan kemudian.


"Aku mau ngajak kamu makan siang, aku traktir, gimana?" tawar Zoya. Ethan tampak berpikir sebentar, sedangkan bersamaan dengan itu, di ujung koridor Fahry muncul dari arah belakang tubuh Ethan, spontan matanya bersitubruk dengan mata Zoya.


Zoya membeku, di ujung sana Fahry juga tampak menghentikan langkahnya. Pikiran Zoya mendadak kacau. Berbagai tanya bersarang di kepalanya.

__ADS_1


Apa karena mereka sudah putus Fahry bisa bebas dengan begitu saja menemui Selin bahkan saat Zoya ada di antara mereka?


Sengaja ingin membuat Zoya terluka?


Sesak tiba-tiba saja menekan ulu hati Zoya dan terasa sangat sakit.


"Saya setuju." mata Zoya yang mulai memerah mengarah pada Ethan.


Tanpa aba-aba Zoya menarik jaket yang Ethan kenakan, membuat tubuh pria itu condong ke arahnya dan secepat kilat Zoya menyatukan bibir mereka dengan mata terpejam. Tangannya meremas kuat-kuat jaket Ethan yang ia genggam, melampiaskan kekesalan di dadanya.


Sedangkan Ethan mematung dengan mata yang mengerjap pelan. Tidak mengerti mengapa Zoya melakukan hal demikian. Sedangkan saat ini Zoya hilang kewarasan, jika Fahry bisa dengan mudah membuatnya terluka, maka Zoya pun bisa melakukan hal yang sama.


Di ujung sana, Fahry hanya mengepalkan tangan. Satu sudur bibirnya terangkat menciptakan senyum hambar. Seharusnya ia memang tidak perlu datang untuk menemui Zoya dan mengetahui kabar wanita itu.


Fahry sudah dapat memastikan, jika Zoya dalam keadaan yang sangat baik-baik saja. Yang akhirnya membuat Fahry memilih melangkahkan kakinya untuk pergi.


Zoya perlahan membuka matanya, melihat Fahry yang sudah tidak ada ia segera melepas ciumannya dan melangkah mundur. Mengutuki dirinya yang terus menerus mempermalukan dirinya sendiri di depan Ethan.


Sedangkan Ethan menatap wanita itu tidak mengerti.


"Maaf,"


"Euu, kamu pulang duluan aja. Aku harus langsung ke lokasi syuting sekarang," berlalu sembari menggigit bibir bawahnya untuk segera menjauh dari Ethan.


Tapi terlambat saat Ethan menarik tangan wanita itu. Membuat Zoya terkesiap begitu Ethan mendorong tubuhnya dan menyudutkan Zoya ke tembok. Tanpa membiarkan Zoya bersiap, Ethan dengan begitu saja memagut bibir wanita itu.


Meneruskan apa yang tadi dirasanya kurang memuaskan.


TBC


Aaaa, first kiss juga mereka🤣

__ADS_1


Btw scene pemotretan Edrin sama Zoya aku terinspirasi dari pemotretan Lee Joong Suk sama Han Hyo Joo di majalah Dazed Korea. Hehe.


__ADS_2