
di sudut lain, tampak seorang laki laki tersenyum sinis. Dia puas berhasil membuat Devid menjadi omongan satu Rumah Sakit.
"Ini belum seberapa Pak Dokter..." ujarnya sinis.
*Flasback On
Siang tadi Devid mengecek pasiennya yang beberapa hari lalu telah melakukan operasi besar. Devid bersyukur keadaan pasiennya itu semakin membaik.
"Alhamdulillah, kesehatan Bapak sudah semakin membaik. Kalau begini terus, insyaAllah dua atau tiga hari lagi Bapak sudah bisa pulang." Ujar Devid setelah memeriksa pasiennya itu.
"Alhamdulillah, terimakasih ya Dokter, semua juga berkat bantuan Dokter. Coba kalau suami saya nggak dioperasi Dokter kemaren, mungkin kesehatan suami saya belum ada perubahan," Ujar Istri pasien itu.
"Semuanya sudah Allah yang atur bu, saya hanya menjalankan tugas saya sebagai seorang Dokter. " Jawab Devid tersenyum. Kemudian dia pamit untuk memeriksa paien yang lain.
"Dokter Devid itu sangat baik ya, sungguh sangat sempurna. Tampan gagah, kaya, seorang dokter lagi. Sangat beruntung ya wanita yang menjdi istrinya" Ujar salah satu keluarga pasien yang ada di ruangan itu.
Keluarga yang lain pun meng iyakan. Akhirnya mereka jadi membicarakan tentang kebaikan kebaikan Dokter Devid. Perawat perawat yang keluar mauk ruangan itu pun menyimak dan menimpali obrolan mereka.
"Jangan terlalu memuji Dokter Devid Bapak bapak Bu ibu. Tentu saja dia hanya menampakkan yang baik baik saja. Karena dia Presdir Rumah Sakit ini. Coba kalau semua orang tau yang jelek jeleknya, pasi Rumah Sakitnya ini akan sep pasien." Tiba tiba seorang pemuda berada di tengah tengah obrolan mereka. Dari pakaiannya sepertinya dia seorang pekerja cleaning servic Rumah Sakit.
"Hei anak muda, ngk baik bicara begitu. Memangnya kamu kenal dengan Dokter Devid." Ujar seorang Ibu ibu. Ibu itu keluarga pasien.
"Saya sih tidak kenal dengan Dokter itu. Tapi saya kenal istri barunya sekarang. Saya tetangga istrinya itu. Kalian tidak tau kan. Kalau Dokter Devid itu menikahi pacar sahabatnya sendiri. Mentang mentang kaya banyak uangnya. Enak saja memaksa orang untuk menerima lamarannya." Ujar Pemuda itu.
"Hati hati bicaramu anak muda. Kalau tidak punya bukti. Bisa bisa nanti kau di penjara." Ujar yang lain.
__ADS_1
"Siapa bilang saya tidak punya buktinya. Ini lihatlah foto foto ini." Ujar pemuda itu sambil memperlihatkan foto fot yang ada di ponselnya.
Dalam foto itu terlihat Syahdan memukul Devid. Ada juga foto pertengkaran mereka. Syhdan yang di pegang oleh beberapa orang. Foto Airin yang mnutup wajahnya dengan tangannya karena menangis.
"Sudah lihat kan,,, Saya nggak bohong kan. Dokter Devid itu tak sebaik yang kalian lihat. Dia jahat. Sahabat mana yang tega mengambil kekasih sahabatnya Padahal dia tau kalau mereka saling mencintai. Jahat nggak itu" Ujar pemuda itu lagi sambil mengambil kembali ponselnya. Kemudian pergi dari ruangan itu. Meninggalkan orang orang yang masih terdiam kaget melihat foto foto tadi.
Beberapa orang perawat yang tengah berada diruangan itu pun sempat melihat foto foto itu. Dan mereka tak langkah terkejutnya. Alhasil, berita itu tersebar dengan begitu cepatnya keseluruh bagian rumah sakit.
Flasback OFF
"Ini baru permulaan. Mari kita bermain main sejenak.." Ujar lelaki itu. Dan berlalu dari Rumah Sakit.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Devid sampai di Rumah, Anita tengah asik bermain bersama Syfa. Terlihat sekali Anita begitu bahagia dengan kehadiran Syfa. Devid juga merasa tenang melihat raut wajah Bundanya yang senang.
"Jangan gendong gendong. Kamu baru pulang dari Rumah Sakit. Sana mandi dulu. Nanti kamu bawa virus lagi." Ujar Anita sambil membawa Syfa menghindar dari Devid. Devid pun tertawa kecil, benar lah kata Bundanya Dia masih kotor. Devid pun melangkah masuk ke kamarnya.
Dikamar Devid tak melihat Airin. Dimana dia, fikir Devid. Terdengar suara dari arah kamar mandi. Airin lagi di kamar mandi. Devid pun duduk di sofa. Dia merebahkan kepalanya ke sandaran sofa. Melepas penat. Tak lama Airin pun keluar dari kamar mandi. Dia baru saja selesai mandi. Masih memakai bathrobe. dan rambut yang dililit handuk.
"Maaf, saya kira pak Dokter belum pulang." Airin tampak terkejut melihat Devid yang duduk di sofa. Lalu dia bergegas masuk ke ruang walk in closet.
Devid terpana ketika melihat Airin yang tiba tiba keluar dari kamar mandi tadi Seperti sesuatu rasa yang tak bisa diungkapkan . Seperti ada hasrat yang lama terpendam dan menyesak. Apakah karena setelah sekian lamanya dia tak memiliki istri.
Tak lama Airin pun keluar lagi, dan sekarang sudah berpakaian. Lengkap dengan hijabnya. Devid heran, kenapa Airin masih saja memakai hijabnya meskipun di kamar. Apakah karena ada dirinya, bukankah mereka telah sah sebagai suami istri. "Mungkin dia masih belum terbiasa." fikir Devid.
__ADS_1
Airin mendekatinya, kemudian menuangkan segelas air putih dari dalam teko. Yang memang selalu tersedia di meja kamar. Kemudian Airin memberikannta kepada Devid.
"Terimakasih,," Ucap Devid, dan kemudian meminumnya.
Lalu Airin berjongkok pas didepa Devid, Devid jadi sedkit bergeser karena kaget. Kemudian Airin pun membantu melepaskan sepatu dan kaoskaki Devid. Sontak Devid semakin kaget dibuatnya. Tapi Dia menikmati perlakuan Airin yang begitu lembut baginya. Apakah seperti inikah sifat seorang isti sholeha. ucap Devid lirih dalam hati.
" Pak Dokter mau mandi sekarang ? biar saya siapkan baju ganti nya." Ujar Airin.
"Oh eh iya, aku mau mandi." Jawab devid gugup. Kemudian Devid meneguk habis minumnya. Dan berjalan ke arah kamar mandi.
"Nanti saya langsung ke bawah ya, mau lihat Syfa." Ujar Airin.
"Iya, " Jawab Devid sebelum masuk ke kamar mandi. Sampai di kamar mandi, Devid senyum senyum sendiri. Ada suatu rasa menyusup dihatinya. Apakah dia jatuh hati pada Airin ? " ah tak mungkin secepat itu. Lagi pula dihatinya mungkin masih memikirkan Syahdan."
Sementara itu Airin pun menyiapkan baju Devid. Sebenarnya dari tadi dia menahan nafasnya agar tak terlihat gugup. Dia benar benar berusaha untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. Meskipun belum terbiasa. Airin yakin lama lama nanti debar debaran di dada ini tak akan ada lagi. Airin memilih baju kaos dan celana panjang. Seperti nya cocok untuk santai dirumah. Kemudian Airin pun keluar kamar . Hendak menemui Syfa yang sedari tadi dititipkan nya pada Ibu mertuanya karena dia mau mandi.
Tak lama Devid pun keluar dari kamar. dia sudah berpakaian dengan baju yang dipilihkan Airin. Airin tersenyum senang karena Devid sepertinya menyukai pilihannya.
"Loohhh tumben kamu dirumah pakai kaos begitu." Tanya Anita yang heran melihat penampilan Devid.
"Ah biasa aja Bund, kan ngk kemana mana juga. Dirumah aja.. Lebih nyaman aja begini." Jawab Devid.
"Beneran nyamaaannnn,,,, biasanya kan tetap pakai kemeja dirumah, Alasannya pakai baju kaos kayak orang mau tidur aja." Ujar Anita meledek. Airin yang mendengar perkataan Ibu mertuanya refleks melirik Devid. Ini salah nya, karena belum tau apa apa pun tentang selera Devid. Devid merasa salah tingkah karena tatapan Airin.
"Biasa aja bund,, sekali sekali boleh dong pakai kaos" Jawab Devid.
__ADS_1
"Ya sudah, Udah waktunya sholat maghrib. sholat dulu. nanti kita makan malam bersama ya. Tadi Siang Airin masak. Kamu mulai sekarang harus makan dirumah. Makan masakan istri kamu. Jangan seing makan diluar lagi." Kata Anita. Devidpun tertawa kecil mendengarnya.
Mereka pun Sholat maghrib berjama'ah. Alhamdulillah Syfa anteng duduk dikursi bayinya menyaksikan orang tuanya sholat. Setelah sholat, Airin mencium tangan Devid takzim. Lagi lagi Devid tersipu dengan sikap Airin. Sementara Anita tersenyum bahagia. " Semoga Allah memberikan kebahagiaan untuk rumah tangga kalian nak." Do'a Anita dalam hati.