Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa
Untuk Apa Dilanjutkan?


__ADS_3

"Zoy, keadaannya makin kacau." beritahu Selin yang menerobos masuk begitu saja ke kamar hotel Zoya.


Wanita yang tengah memegang ponsel itu hanya mematung melihat keadaan Zoya. Ia berniat menunjukan sebuah vidio yang tengah beredar dimana Ethan bersama dengan Naina di sebuah pusat perbelanjaan, namun ternyata Zoya sudah lebih dulu melihatnya. Bahkan sudah lebih dulu menghapus jejak air matanya agar Selin tidak melihat hal itu.


Selin sempat menghela napas sebelum kemudian meraih ponsel Zoya, merampasnya.


"Hari ini kamu dilarang main hp dan buka sosial media apapun, Mbak nggak mau tahu. Kamu harus patuh!" sahut Selin yang dengan cepat menonakifkan ponsel milik wanita itu.


Zoya bangkit dari duduknya, ia tersenyum pada Selin. "Iya, terserah Mbak aja. Aku nurut." sahutnya dengan raut penuh senyuman tanpa memberontak sedikitpun. Hal yang benar-benar membuat Selin tidak mengerti. Biasanya anak itu akan memberontak padanya, tetapi saat ini Zoya tampak begitu patuh sekali.


"Gimana, yang lain udah siap?" tanya Zoya, kali ini wanita itu bahkan menggandeng Selin dengan gelagat santai menuju pintu keluar. Sangat membuat Selin keheranan. Mungkinkah ia harus khawatir dengan kondisi Zoya sekarang?


Pasalnya, jauh lebih baik jika wanita itu menangis dan mengamuk daripada bersikap seolah tidak ada yang terjadi.


"Mbak–"


"Iya, iya. Ayo."


Hari ini, seluruh anggota tim memang akan pergi keluar untuk berjalan-jalan sebagimana yang sudah Irpan janjikan begitu mereka menyelesaikan syuting.


Mustahil, padahal Ethan keliatan cinta banget sama Zoya.


Laki-laki kan nggak cukup dengan satu perempuan. Jadi jangan mudah percaya. Yang kita liat secara langsung pasti beda sama keadaan di belakang orang-orang.


Tapi apa kabar ya perasaan Zoya?


Instagram dia aktif, dia pasti udah tahu apa yang terjadi sama suami dan asistennya. kasihan, yah.


Apa Zoya nggak curiga selama ini. Kok bisa suaminya pergi keluar negri selama berhari-hari dan asistennya juga nggak ada dia nggak curiga. Perlu diselidiki?


Maksudnya ini settingan? Mereka kerjasama buat nyari sensasi?


Hush! Jangan ngarang. Zoya udah terkenal dengan segudang prestasi, mana mau ngelakuin hal ini cuma buat cari sensasi.


Kalau begitu bener dong, suaminya selingkuh.


Dasar laki-laki, buaya.


Enggak tahu diri. Padahal Zoya cantik, terkenal, apa dia masih merasa kurang?


Di hadapan media sok berwibawa, nyatanya digoda sedikit aja kesetiaannya udah goyah aja.


Payah!


Atau jangan-jangan dia yang ngegoda duluan.


Laki-laki nggak punya pendirian!


Zoya sudah melihat semuanya. Zoya membaca semua komentar dari orang-orang mengenai skandal Ethan dan Naina. Zoya benar-benar hancur begitu mengetahui jika berita ini mencuat ke permukaan. Ia sangat hancur saat mengetahui foto foto suaminya dengan Naina tersebar.


Tak ada lagi yang perlu mereka rahasiakan, semuanya sudah terbongkar.


Zoya lebih hancur lagi saat mereka menyalahkan Ethan, suamianya. Zoya lebih hancur lagi saat mereka mengoyak harga diri Ethan. Zoya benar-benar hancur.


Zoya mencoba menampilkan senyum terbaiknya saat ia sudah bertemu dengan rekan-rekannya di loby hotel dan memberikan tatapan awkward padanya. Zoya tahu jika mereka semua pasti sudah melihat berita dan sangat iba padanya. Atau mungkin jijik karena skandal ini akan memengaruhi perilisan film mereka.


Zoya menatap Alexa yang mendesah saat menatapnya. Begitu juga Edrin yang menatapnya penuh iba.


Sedangkan Irpan tampak kebingungan dengan ekspresi wajahnya sendiri, atau ia tak tahu harus bagaimana bereaksi saat berhadapan dengan Zoya.

__ADS_1


"Mmm, karna kita sudah berkumpul di sini. Bagaimana jika langsung berangkat saja, kita harus bersenang-senang bukan?"


"Kita harus ke Bandara malam nanti." sang sutradara mencona mencairkan suasana agar anggota timnya tidak terpaku pada permasalahan yang tengah terjadi.


Mereka mengangguk setuju, membubarkan diri dan mengunjungi tempat-tempat ikonik di Bukares dan menikmati berbagai makanan di sana. Swafoto tentu saja tidak akan pernah terlewatkan di berbagai kesempatan.


Ketika yang lain asik menikmati sesi jalan-jalannya dengan makan dan tertawa juga berfoto. Zoya menikmati keindahan Bukares dengan cara berbeda. Ia hanya berjalan santai dan melihat keindahan Bukares yang dijuluki Little Paris, katanya Bukares mendapat julukan tersebut karena arsitektur bangunannya yang indah dan elegan.


Selain itu, Bukares juga dikenal dengan julukan New Berlin karena banyaknya jalanan fantastis yang dapat ditemukan diberbagai titik.


Kemarin Zoya juga tidak sengaja mendengar pembicaraan beberapa staf yang membahas mengenai Bukares. Jika katanya, julukan New Berlin juga berasal dari fakta bahwa kota ini adalah rumah bagi 'kehidupan malam Berlin' yang ramai, terutama di kota tua di mana kita dapat menemukan lusinan klub malam dan bar yang buka hingga dini hari.


Zoya mendesah, andai waktunya masih banyak untuk berada di sana, ia mungkin akan mengunjungi beberapa klub malam, sekedar untuk melihat dan menghilangkan penat.


Namun sayang, beberapa jam lagi bahkan ia akan meninggalkan Ibu Kota Rumania tersebut. Zoya akan meninggalkan Bukares, Negara Drakula. Banyak yang harus ia selesaikan saat tiba di Tanah Air nanti, Zoya tidak bisa lagi menghindar, ia harus menyelesaikan masalahnya sendiri.


***


"Aku nggak mau film mereka sukses."


"Aku nggak ada pilihan selain buat reputasi mereka jadi buruk di mata masyarakat."


"Biar?"


"Biar publik hanya melihat mereka dengan sebelah mata. Dengan begitu, film mereka nggak akan dapat antusiasme dari masyarakat luas."


"Biar film mereka dicaci habis-habisan."


Alexa mengingat lagi pertemuannya dengan Somi tempo lalu dimana ia menyodorkan sebuah amplop cokelat ke hadapan Somi, membuat wanita itu menatapnya dan amplop itu secara bergantian dengan kerutan di dahinya.


"Apa ini?" tanyanya


Alexa kembali menyilangkan tangan di dada, sementata Somi membuka amplop dan melihat isi di dalam amplop itu. Ia mengerutkan kening begitu melihat lembaran foto Ethan dengan seorang gadis yang ia ketahui adalah asisten Zoya.


Somi mengingat lagi jika ia pernah melihat foto foto tersebut meski hanya sekilas. Sekarang ia ingat, jika Alexa lah yang bertabrakan dengannya di depan gedung agensi tempo lalu.


Tapi ..., "apa alasan kamu kasih lembaran foto ini ke aku?"


"Bukannya kamu bilang kamu nggak mau film ini sukses?"


"Kalau kamu unggah foto ini ke publik, pengaruhnya cukup besar. Skandal ini bisa mempengaruhi Zoya dan film ini." Alexa menjelaskan lebih spesifik melihat raut bingung di wajah Somi.


Somi berdecih, menyandarkan punggungnya ke belakang dan melipat tangan di dada dengan tatapan meremehkan pada Alexa.


"Sebagai salah satu cast di sana aku perlu tahu apa alasan kamu kasih aku kesempatan buat ngancurin film kalian."


Satu sudut bibir Alexa tertarik ke atas dengan raut bingung sendiri.


"Entahlah, aku cuma pengen ngelakuin itu aja. Kalau kamu nggak mau yaudah," Alexa hendak meraih kembali amplop cokelat yang diserahkannya pada Somi namun gadis itu dengan cepat meraihnya, membuat gerakan Alexa tertahan di udara.


"Aku harus pikir-pikir dulu kapan waktu yang tepat buat up ini ke publik!" sahut Somi dengan mata yang menatap amplop cokelat di tangannya.


Gesekan biola yang indah menyadarkan Alexa dari lamunan, ia melihat para musisi jalanan yang memainkan nada biola dengan indahnya, ia lantas berdecak pelan. "Ternyata dia udah nemuin waktu yang tepat."


"Kita perlu bicara!" Alexa menoleh ke sumber suara, selain itu pergelangan tangannya juga sudah dicekal oleh Edrin. Alexa hanya pasrah saat pria itu menariknya menjauh dari kerumunan.


"Ada, apa, sih?" Alexa merasa tidak terima dengan perlakuan Edrin.


"Sepulang dari acara makan malam tim setelah kita balik dari luar kota, kamu bertemu seseorang bukan?"

__ADS_1


Alexa mengerutkan mening.


"Somi." sambungnya yang membuat kerutan di dahi Alexa kian mendalam.


"Aku gak tau maksud kamu!" Alexa hendak beranjak namun Edrin menahan pergelangan tangan wanita itu dan membuat langkah kaki Alexa tertahan.


"Kamu kan penyebab berita perselingkuhan Pak Ethan sama asisten Zoya muncul ke publik?"


"Kamu nanya, apa nuduh, sih?"


"Alu ngeliat sendiri barang apa yang kamu kasih ke Somi malam itu."


Alexa hanya diam, ia memejamkan mata sesaat dan tak berniat mengelak setelah ini. Sementara Edrin terus menatap wanita itu. Di malam saat Alexa pamit pulang dari acara makan malam tim, Edrin sengaja mengikuti wanita itu untuk memastikan tujuan Alexa dan ia melihat jika wanita itu bertemu dengan Somi.


Saat tahu barang apa yang Alexa berikan pada Somi, Edrin pikir ia tidak perlu ikut campur. Meski ia juga sangat terkejut mengetajui hal itu, ia tahu dengan baik bagaimana Ethan sangat mencintai Zoya. Rasanya begitu mustahil mengetahui pria itu bermain belakang.


Saat itu Edrin bersikap seolah tidak tahu apa apa dan menyaksikan saja permainan Ethan. Namun tidak ia sangka jika apa yang Alexa lakukan sudah melewati batasan dan ia tidak bisa tinggal diam.


"Kamu mau ngancurin karier Zoya?" tanya Edrin dengan mata menyipit, Alexa mendengkus, tidak terima atas pertanyaan Edrin yang seolah menyudutkannya.


"Bukan!"


"Tapi dengan kaya gitu kamu sudah mencoreng reputasi Zoya!"


"Apa?"


Dua orang itu menoleh ke sumber suara dimana Zoya berdiri tak jauh dari keduanya.


"Jadi kamu yang udah nyebarin fotonya, Alexa?" Zoya melangkah mendekat pada wanita itu, Alexa menghela napas, menepis tangan Edrin hingga pergelangan tangannya terlepas dari cekalan pria itu.


"Kamu udah janji buat jaga rahasia ini. Kenapa kamu ingkar janji?"


"Kenapa kamu ngekhianatin aku?"


"Kenapa kamu ngelakuin hal ini!"


"Kamu jahat Alexa!"


"Iya, aku emang jahat! Kenapa? Karena aku muak sama kalian!" Alexa menyahut dengan suara tinggi, "apa katamu?" Mata Zoya sudah berkaca-kaca.


"Aku muak ngeliat kamu, Ethan sama asisten kalian!"


"Aku benci ngeliat kalian bersandiwara di hadapan semua orang!"


"Aku benci ngeliat kalian nutupin semua itu dari hadapan semua orang."


Zoya menatap wanita itu dengan sorot tidak percaya. Tak ia sangka Alexa melangkah sejauh itu untuk menuntaskan egonya.


"Kamu nggak akan ngerti Alexa!"


"Aku ngerti!" Alexa menyiratkan tatapan menantang. "Jika sudah tidak bisa dipertahankan untuk apa bertahan Zoya?"


"Bukankah lebih baik kamu dan Ethan berpisah saja. Jika memang sudah tidak bisa diperbaiki untuk apa menyusahkan diri sendiri!"


"Alexa–" Edrin mencoba menghentikan wanita itu namun Alexa sudah lebih dulu mendorong tubuhnya.


"Aku cuma kasihan sama kamu Zoya. Kamu nggak harus sempurna jadi seorang wanita. Kamu nggak perlu memaksakan diri."


"Kalau bersama membuat kalian terluka, untuk apa dilanjutkan lagi?"

__ADS_1


TBC


__ADS_2