Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa
Meskipun Tidak Bersamaku.


__ADS_3

SYAHDAN


Aku sangat menyesal dengan kejadian kemaren. Karena tersulut emosi, aku telah menyakiti Airin. Wanita yang masih sangat ku cintai. Ya, aku masih sangat mencintai Airin. Meskipun sudah satu tahun berlalu dia menjadi istrinya Devid. Tapi aku masih belum bisa move on dari rasa ini.


Aku sangat merasa bersalah saat melihat Airin tak berdaya karena terkena pukulanku yang sebenarnya bukan kepadanya. Tiba tiba saja Airin hadir ditengah perdebatanku dengan Devid. Dia tampak melindungi Devid agar tak terkena pukulanku. Ada rasa cemburu juga dihatiku. Apakah Airin sudah mencintai Devid ? Sehingga dia dengan rela nya melindungi suaminya itu. Dia ikhlas terluka demi menyelamatkan suaminya itu.


Bahkan sebelum tak sadarkan diripun, Airin maih sempat mengucapkan kata cinta untuk Devid. Dia tersenyum manis meskipun tengah kesakitan. Hatiku terbakar cemburu seketika. Ingin rasanya aku kembali menghajar Devid. Karena aku yang lebih dulu mengenal dan mencintai Airin. Tapi aku hanya mampu menatap kepergian keduanya dengan perasaan sakit dan hancur.


Besok nya aku langsung ke rumah sakit. Aku yakin Airin masih dirawat disini. Karena semalam aku menyuruh orang untuk mencari tau keadaan Airin. Aku juga tau Airin dirawat diruang mana. Jadi aku tak perlu lagi bertanya kepada pihak rumah sakit.


Begitu sampai diruangan Airin, ku pastikan juga tidak ada Devid disana. Tadi kulihat dia baru saja keluar dari ruangan. Tanpa mengetuk pintu, aku langsung masuk.


"Kok balik lagi mas, katanya ada kerjaan." Ujar Airin saat aku membuka pintu. Kulihat Airin tersenyum, tapi senyumnya langsung hilang saat melihat yang datang bukanlah suaminya.

__ADS_1


"Mas Syahdan..." Airin terkejut dengan kedatanganku. .


Aku langsung mendekatinya, tampak Airin seperti ketakutan. Apakah sekarang dia takut padaku.


"Bagaimana keadaan kamu Ai, kmu nggak pa pa kan." Ujarku, ingin sekali aku menyentuhnya. Sekedar memastikan kalau dia benar baik baik saja akibat pukulanku kemaren. Tapi, belum lagi tanganku mendekat. Airin mundur mengelak.


"Aku nggak papa mas, ngapain mas kesini. Nanti kalau mas Devid datang dia bisa salah paham lagi. Ai mohon mas, tolong jangan buat keadaan makin rumit. Airin nggak mau kalau mas Devid salah paham lagi." Airin mulai tampak hampir menangis.


"Maksud kamu apa Ai, mas nggak ngerti." Aku tidak paham kenapa Airin bicara seperti itu. Kemudian Airin mengambil tas nya yang berada dimeja samping ranjang. Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tas kemudian memberikannya padaku.


"Ada yang mengirimkan itu kepada mas Devid. Sehingga dia mengira kalau kita ada hubungan. Mas Devid menyangka kalau Ai selingkuh." Airin bercerita, airmatanya mulai membasahi pipinya. Aku tak tega melihatnya. Wajar Devid begitu marah dan menuduh ku kemaren kalau aku senang bertemu istrinya diam diam. Meskipun aku masih sangat mencintai Airin, tapi aku bukanlah pria jahat yang ingin merusak rumah tangga orang. Meskipun aku ingin sekali merebut Airin dari Devid. Tapi aku tak ingin lagi menyakiti Airin. Karena dia sudah cukup menderita dimasa lalunya.


"Airin mohon mas, tolong jangan hancurkan rumahtangga Airin. Arin tidak ingin terluka lagi. " Ucapnya menangis.

__ADS_1


"Maafkan mas Ai.. Mas juga tidak tau siapa yang telah merekayasa semua ini." Ujarku. Aku juga tidak tau sama sekali, siapa yang melakukan semua ini.


"Maafkan mas Ai, katakan apa yang harus mas lakukan agar kamu percaya ini bukan perbuatan mas." Aku berusaha meyakin kan Airin. Airin hanya diam menangis menunduk. Aku tak kuasa melihatnya seperti itu.


"Kalau memang semua ini bukan ulah mas, Airin minta tolong jangan menjadi lawan mas Devid di pengadilan. Airin yakin, mas Syahdan tidak percaya kalau mas Devid bersalah. Kalian sudah bersahabat sejak lama, apakah persahabatan kalian akan hancur begitu saja hanya karna Airin. ? Apakah persahabtan yang puluhan tahun terjalin dengan mudahnya berakhir hanya karena salah paham ? Mas Devid tidak bersalah mas. Dari awal mas Devid tidak pernah tau kalau Airin lah wanita yang dijodohkan dengannya. Dihari Akad Nikah terucaplah mas Devid baru menyadarinya. Kalau wanita yang menjadi istrinya adalah Airin. Awalnya mas Devid ingin membatalkan pernikahan kami. Karena dia tak mau dianggap merebut Airin dari mas. Tapi Airin lah yang menentangnya. Karena pernikahan bukanlah mainan mas. Tolong jangan membenci sahabatmu sendiri hanya karena wanita seperti Airin." Kata kata Airin sangat menusuk hatiku. Dia meluahkan segalanya meski berderai airmata. Aku pun tak sadar ikut meneteskan airmata. Sesaat aku hanya terdiam menatap nya.


Airin benar, kenapa aku membenci Devid. Mungkin memang benar dia tidak tau kalau akan dijodohkan dengan Airin. Kalau dia tau dari awal, pasti dia akan menolak. Karena persahabatan mereka sudah sangat erat terjalin lama. Aku yang tersulut emosi, aku yang mudah terbakar amarah. Karena baru saja kehilangan Mami, aku menjadi mudah emosi. Dan keadaan kami ini dimanfaatkan oranglain. Tapi siapa ?


"Baiklah Ai, mas tidak pernah ada niat untuk membuatmu terluka. Meskipun sampai detik ini mas masih sangat mencintaimu. Tapi mas juga juga tak ingin merusak kebahagianmu. Mungkin takdirmu adalah menjadi istri Devid Dan takdir mas harus mengikhlaskannya." Ujarku dengan hati sakit bagaikan ditusuk ribuan belati.


"Sekali lagi maafkan mas..." Ujarku lagi dan sambil menyentuh tangannya. Airin tidak menghindar lagi. Ku genggam jemarinya sesaat. Kemudian segera melangkah keluar. Aku tak ingin Devid tiba tiba datang dan melihatku disini berduaan dengan istrinya. Bisa bisa dia akan salah paham lagi. Bukan perkelahian yang kutakutkan. Tapi aku tak ingin Airin terluka, mungkin saja nanti Devid akan salah paham lagi.


Aku kembali ke kantorku dengan perasaan tak menentu. Aku duduk terdiam di meja kerjaku, mengingat kembali perkataan Airin. Ku tarik nafas dalam dalam dan kehempaskan. Berharap sesak di dada ini akan menghilang. "Baiklah Ai, jika ini bisa membuatmu bahagia dengan pernikahanmu." Bisik dalam hati.

__ADS_1


Kemudian Aku menghubungi Bapak Irawan. Aku katakan ingin bertemu dengannya mengenai kasus yang dilimpahkan kuasanya padaku. Bapak Irawan adalah anak dari Bapak Firdaus. Yang meninggal di rumah sakit Devid. Sehari setelah di operasi oleh Devid dan teamnya. Bapak Irawan menyuruhku untuk datang ke kantornya. Aku tak membuang waktu lagi, segera ku berangkat menuju kantornya. Aku ingin menyelesaikan semua ini. Mungkin inilah caraku untuk membuktikan bahwa aku ingin melihat Airin bahagia. Meskipun itu tidak bersamaku.


__ADS_2