Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa
Dokter Galau


__ADS_3

Sementara itu di Rumah Sakit. Devid baru saja masuk kedalam Ruangan pribadinya. Hari yang sungguh melelahkan. Kejadian hari ini benar benar membuatnya marah besar. Bisa bisanya mereka menyelinapkan obat obat an secara Ilegal ke Rumah Sakitnya. Syukurlah orang kepercayaannya cepat mengetahui. Sebelum hal itu tercium oleh pihak yang berwajib. Bisa bisa mencoreng nama baik Rumah Sakit yang sudah lama di jaganya ini.


"drrrrrttt..... drrrrrtttttt..." Ponselnya bergetar. Dia memang sengaja me non aktifkan suara nya saat rapat tadi. Agar dia lebih focus dengan masalah yang sedang terjadi. Ternyata ada panggilan telfon dari Bundanya.


"Halo, Assalamu'alaikum Bun.." Sapa Devid.


"Wa'alaikumsalam.." Jawab Bundanya.


"Kamu masih di Rumah Sakit ya ?" Tanya Anita pada anak laki lakinya itu.


"Iya Bunda.. Mungkin Devid pulang telat malam ini. Bunda istirahat saja ya, tak perlu menunggu Devid pulang." Jawab Devid.


"Bunda hanya mau mengatakan hasil pprtemuan keluarga tadi siang." Ujar Anita.


"Bunda atur saja semuanya. InsyaAllah pas hari H nya, Devid pasti akan ada. InsyaAllah." Kata Devid menjawab.


"Iya, sudah diatur semuanya. Lusa adalah hari Lamaran dan dua hari setelah itu Akad nikah sekalian resepsi dirumah calon istrimu." Kata Anita menjelaskan.


"HAAHHH...,,, secepat itu kah ? Bunda serius ?" Devid sangat terkejut mendengarkannya. Dia shock, dia tak percaya kalau dalam hitungan jari lagi dia akan jadi seorang suami.


"Loohhh kan kamu bilang atur aja. Yaa semuanya sudah diatur. ngapain juga harus nunggu waktu yang lama lama. Toh juga akan menikah kan." Ujar Anita santai tersenyum. Tapi Devid sudah pasti tak bisa melihat wajah sumringah bahagia Bundanya itu. Karena mereka hanya ngobrol via ponsel.


"Yaaa,,, tapi nggak secepat ini juga Buuuuunnnnn..." Jawab Devid lemes. Dia menggaruk kasar kepalanya, bukan karena gatal tapi karena makin strees dengan ini semua.


"Ya mau gimana lagi, sekarang hari nya sudah ditentukan. Jadi kamu harus kosongkan jadwal kamu lusa. dan dua hari berikutnya untuk Akad nikah dan resepsinya." Terdengar suara Bunda yang sangat santai bicara. Yang tak peduli bagaimana pusingnya Seorang Dokter Devid Ergan dibuatnya.

__ADS_1


" Nanti kita juga akan adakan resepsi untuk smua kolega dan relasi kamu. Sekalian memperkenalkan istri Dokter Devid Ergan." Uja Anita lagi. Devid hanya mendengarkan semua planing yang sudah disusun Anita. Dia tau tak ada gunanya lagi membantah Bundanya itu.


"Ohya, Bunda sudah mengirimkan beberapa foto acara tadi ke WA kamu. Tapi sepertinya foto calon menantu Bunda ngk terlihat jelas. Karena dia kebanyakan menundukkan wajahnya siang tadi... Sungguh sangat pemalu. ." Ujar Anita lagi sambil tertawa bahagia membayangkan pertemuan tadi siang dirumah Airin. Sementara itu Devid tak tertarik untuk membuka WA nya.


" Bunda yakin, nggak akan butuh waktu lama untuk kamu mencintainya. Asalan kamu ada kemauan untuk membuka hatimu.,, lanjut Anita, walau bagaimanapun dia tau kalau anaknya itu masih belum siap menerima perjodohan ini. Tapi kalau tidak dengan cara seperti ini, Devid tak akan pernah mau serius untuk menikah lagi.


"Ya sudah, Bunda tutup dulu. Jangan kemalaman pulangnya, istirahat yang cukup. Ingat, lusa kamu akan Lamaran." Ujar Anita dan kemudian mengakhiri pembicaraan.


Sementara itu Devid dengan sedikit kesal meletakkan ponselnya di meja denga sedkit melemparnya. Dia benar benar tak tau harua bagaimana lagi. Jujur, dia tak ingin menikah dengan cara seperti ini. Tapi tak juga ingin melihat Bundanya bersedih lagi.


Devid teringat dengan Syahdan. Dia ingin ngobrol dengan sahabatnya itu. Mungkin saja dia bisa bertukar fikiran. Karena problema yang mereka hadapi sama Harua menikah dengan wanita pilihan Ibunda.


Devid menghubungi Syahdan, kebetulan sekali Syahdan juga masih dikantornya. Devid akan datang langsung kesana. Dia segera melepaskan jas Dokternya. Dan langsung meninggalkan Rumah Sakit.


"Hahahaha,,,,, gimana rasanya pak Dokter. Sakit banget ya. Apa nggak ada obat yang tersedia di Rumah Sakitmu untuk mengobati kegalauanmu itu. " Ujar Syahdan mengejek sahabatnya itu.


"Haaaaaa.... Benar benar pusing ini. Aku bingung harus bagaimana. " Ujar Devid sambil menghempaskan badannya duduk di sofa. Syahdan maih tertawa melihat raut wajah Devid yang tampak kusut itu.


"Memangnya siapa wanita yang beruntung mendapatkan Dokter Devid Ergan itu. Aku penasaran." Ucap Syahdan. Devid pun menggelengkan kepalanya.


" Aku nggak tau, siapa wanita itu. Bagaimana wajahnya. Dan juga bahkan namanya pun aku belum tau." Jawab Devid lemah.


"WHAT ????????" Syahdan cukup kaget dengan jawaban Devid.


"Gila,,, Parah.... Bahkan namanya pun kamu nggak tau ??" Syahdan geleng geleng kepala. Dia juga heran, bis bisa nya Devid menerima perjodohan itu tanpa tau apapun tentang wanita yang akan mejadi istrinya itu.

__ADS_1


"Aku sudah menyerahkan semuanya pada Bunda untu mengaturnya. Rencananya sih tadi ada pertemuan keluarga dirumah wanita itu. Tapi aku nggak bisa ikut karena ada masalah yang sangat penting di Rumah Sakit. Makanya aku masih belum tau apa apa tentang dia." Kata Devid.


"Sudah takdirmu pak Dokter... Hahahaahaa" Ujar Syahdan tertawa.


Mereka ngobrol sampai beberapa lama. Setidaknya Devid bisa meluahkan sedikit kegalauannya. Meskipun Syahdan juga tak bisa berbuat apa apa untuk membantunya. Mau tidak mau, siap tdak siap. Devid harus tetap melanjutkan perjodohan ini.


" Kamu gimana. Apa sudah lepas dari Dokter Centil itu." Tanya Devid.


"Aku sudah menunjukkan bukti bukti tentang kelakuan Fiona pada Mami. Dan aku tetap tidak akan menikahinya." Ujar Syahdan.


"Wah senang dong, akhirnya dirimu bisa menikah dengan Airin." Ujar Devid senang. Walau bagaimanapun rumit masalahnya. Dia ikut merasa senang jika sahabatnya itu akhirnya bisa menikahi wanita yang dicintainya.


"Aku dan Airin nggak akan pernah menikah." Jawab Syahdan sambil tersenyum pilu. Syahdan kembali terbayang pertemuan terakhirnya dengan Airin.


"Loh kok bisa, Kan berarti Fiona bukan lagi jadi penghalang. Kenapa kamu nggak menikahi Airin. Apa Mami kamu masih nggak suka dengan Airin." Gantian sekarang Devid yang yang merasa heran.


Syahdan pun menceritakannya ke Devid. Tentang Maminya yang beberapa kali menghina Airin dan Keluarganya. Ulah Maminya yang mendatangi Airin bersama Fiona. Sampai keputusan Ibu Airin untuk menikahkan Airin dengan Pria lain.


"Jadi Airin sudah menikah kembali ?" Tanya Devid.


"Entahlah, sejak kejadian itu aku belum menemui Airin lagi." Ujar Syahdan tersenyum.


"Temui Airin bro, jangan lepaskan dia. Yakinkan Orangtuanya. Kalau kau benar mencintainya, perjuangkan dia. Jangan sampai kau menyesal nanti."Kata Devid.


Syahdan terdiam sejenak. Benar juga kata Devid. Dia harus memperjuangkan cintanya pada Airin. Dia harus buktikan kesungguhannya untuk menikahi Airin. Dia juga yakin, Maminya tak akan melarangnya lagi. Setelah kemaren itu memberikan bukti bukti tentang Fiona. Meskipun Maminya masih nggak setuju, dia akan tetap menikahi Airin.

__ADS_1


__ADS_2