
"Sudahlah, kamu keluar aja. Bunda mau istirahat.Biarlah Bunda ratapi sendiri nasib Bunda ini." Ujar Anita. Sambil membenarkan selimutnya dan rebahan kembali.
"Tapi Bunda harus makan dulu, nanti Bunda bisa sakit." Ujar Devd mecoba membujuk Bundanya agar mau makan.
"Bunda ngk mau makan." jawab Anita pendek.
"Baiklah baiklah. Bunda menang. Devid akan segera menikah. Tapi Devid minta waktu untuk mencari calon istri. Karena memang Devid tidak punya teman dekat perempuan saat ini." Ujar Devid. Akhirnya dia mecoba untuk mengalah. Karena bagaimanapun juga dia tak mau melihat wanita yang sangat berharga dalam hidupnya itu sakit.
"Benarkah." Tanya Anita dengan wajah berbinar. Devid tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Dan Anita pun semakin senang.
"Kamu nggak usah nyari lagi. Bunda sudah menemukan wanita yang cocok untuk jadi menantu Bunda. Dia wanita yang sangat baik. Bunda yakin dia bisa menjadi istri yang sholeha buat kamu." Ujar Anita sambil tersenyum dia mengatakannya.
"What ????" Devid tampak terkejut tak percaya. Bundanya mau menjodohkannya Apa apa an ini, masa dia harus seperti Syahdan. Yang sekarang patah hati karena dijodohkan dengan wanita yang tidak di cintainya.
"No,No, Bunda... Devid tidak mau ada perjodohan apapun. Devid nggak terima." Ujar Devid sambil langsung berdiri dan mengangkat tangannya tanda tak setuju.
"Ya sudah, kamu nggak usah peduliin Bunda. Ikuti saja apa yang jadi kemauan kamu.Semoga saja Bunda ni segera menyusul Ayahmu agar kamu bisa bebas menjalani hidupmu tanpa harus ada Bunda jadi bebanmu.Keluarlah." Ujar anita sambil memalingkan wajahnya menahan tangis.
"Bundaaa,,, tolonglah jangan seperti anak kecil begini." Devid berusaha membujuk Anita dan kembal duduk di sisi nya.
"Kamu itu yang seperti anak kecil. Kamu yang keterlaluan. Sudah berapa lama Bunda memintamu untuk menikah lagi. Apa pernah kamu respon ? Gilira sekarang Bunda sudah pilihkan wanita terbaik untuk kamu. Malah kamu menolaknya.. Sudahlah terserah kamu saja. Bunda tak akan ikut campur lagi." Ujar Anita. Suaranya sudah mulai meninggi, airmatanya pun jatuh.
Devid merasa tak tau lagi apa yang harus dilakukannya. Jujur dia tak ingin di jodoh jodohlan seperti ini. Tapi jika dia menolak maka Bundanya akan semakin sakit hati, karena mang sudah lama Bundanya menyuruhnya untuk menikah kembali. Devidpun menarik nafasnya panjang sambil mengacak rambutnya sendiri. Dia jadi teringat dengan Syahdan. Mungkin inilah yang dirasakan Syahdan saat pertama kali djodohkan dengan Fiona.
__ADS_1
"Baiklah, Devid akan menikah dengan wanita pilihan Bunda." Sahut Devid. Dia tak ada pilihan lain selain menuruti keinginan Anita Bundanya. Dan Anita kembali tersenyum.
"Benar ?" Tanya Anita.
"Yup, apapun itu asal Bunda bahagia." Jawab Devid tersenyum.
"Alhamdulillah..." Ujar Anita.
"Tapi siapa dia wanita pilihan Bunda itu." tanya Devid penasaran.
"Bunda sangat yakin kamu akan mnyukainya. Dia adalah anak kenalannya Ustadzah Hasna. Dia wanita yang sangat baik dan lembut. Tapiiii,,," Kalimat Anita terputus. Dia takut Devid tak menyukai status Airin, yang janda dan punya anak.
"Tapi apa ,,??" Tanya Devid semakin penasaran.
"Tapi Bunda yakin dia wanita yang baik. Dia janda karena suaminya meninggal bukan bercerai." Anita langsung menyambung kalimatnya lagi Dia tak mau Devid membantah dan menolak lagi. Lagi lagi Devid menarik nafas panjang. Dia semakin tak mengerti sekarang.
"Baiklah, asal Bunda suka dengan wanita itu. Devid akan menikahinya." Ujar Devid kemudian. Dia tak mau lagi berdebat dengan Bundanya itu.
"Alhamdulillah... Terimakasih ya nak. Akhirnya Bunda nanti ngk sendiri lagi Apalagi nanti ada anak bayi disini. Bunda yakin suasana rumah akan semakin ceria. " Ujar Anita. Dia benar benar Bahagia sekarang. Kebahagian itu terpancar jelas dimatanya. Devid pun senang melihat Bundanya yang bahagia, meskipun dia masih merasa berat dengan rencana perjodohan ini.
"Besok kita datang yaa kerumahnya. Kamu juga harus kenalan dengan calon istrimu. Bunda ingin kalian secepatnya menikah. Kalau perlu minggu depan Kamu sudah menikah." Kata Anita antusias.
"Minggu depan ? apa nggak kecepatan Bund ?" Lagi lagi Devid dibuat kaget dengan rencana Bundanya itu.
__ADS_1
"Nggak sayang. Keluarnya juga sudah setuju. Nggak usah tunggu lama lama." Jawab Anita tersenyum.
"Baiklah, Bunda atur saja semuanya. Devid akan ikuti." Jawab Devid pasrah. Anita tersenyum melihat sikap anaknya. Dia ngk peduli kalau skrang Devid bersikap seperti itu. Dia yakin setelah menikah nanti Devid akan menemukan ke bahagiannya.. "Kabulkanlah Ya Allah.." Do'a Anita dalam hati.
Kemudian Devid mengajak Anita utuk makan, mengakhiri mogok makannya. Karena Devid sudah berjanji mengabulkan keinginannya.
Malamnya, Anita pun langsung menghubungi Ustadzah Hasna. Untuk mengatur pertemuan besok. Anita dan Devid akan datang esok siang kerumah Airin. Agar Devid dan Airin bisa saling kenal. Dan skalian membahas acara lamaran dan akad nikahnya.
Ustadzah Hasna pun ikut senang mendengar kabar ini. Dia pun langsung mengabari Dewi, ibunya Airin.
"Baiklah Ustadzah, besok siang kamu akan menunggu kedatangan Bu Anita dan anaknya. Semoga Allah mudahkan niat baik ini. Aamiin." Ujar Dewi yang menerima telfon dari Ustadzah Hasna.
Setelah panggilan telfon berakhir. Dewi memanggil Airin. Dia akan memberitahukan Airin tentang rencana besok siang.
"Nak, besok siang. Akan ada tamu. Lelaki yang akan jadi calon suamimu dan Ibunya akan datng berkunjung. Agar kalian bisa saling kenal, sekaligus untuk melamarmu." Kata Dewi pada Airin. Airin terdiam terpaku. Dia ingin menolak perjodohan ini. Karena, selain masih trauma dengan pernikahannya yang dulu juga karena dihatinya sudah ada rasa cinta untuk Syahdan. Tapi dia tak mampu menolak, karena dia paham kenapa Ibu ingin dia segera menikah lagi.
"Kamu benar benar nekad Dewi, " Ujar Ayah yang juga tak kalah terkejutnya dengan berita itu. Kemudian mengambil tongkatnya dan berlalu pergi ke kamar. Dia kesal dengan keputusan istrinya itu, tapi tidak bisa berbuat banyak. Karena sebenarnya dia juga tak tega kalau setiap hari Airin harus menerima hinaan dari orang orang. Bahkan dari Mami nya Syahdan. Tapi tetap dia tidak bisa terima kalau Airin harus kembali menikah karena perjodohan. Dia merasa takut kalau kalau Airin akan kembali terluka bila menikah dengan laki laki yang salah.
Dewi menangis, dia tau kalau keputusannya ini terlalu cepat. Tapi hatinya merasa ini adalah keputusan yang benar.
"Ibu jangan menangis, Airin akan mengikuti keinginan Ibu.Mungkin dengan menerima perjodohan ini adalah sebagai bakti Airin kepada orangtua. Karena Airin belum pernah bisa membahagiakan Ayah dan Ibu" Airin pun menangis terisak.
"Maafkan Ibu nak, Ibu ingin juga melihatmu bahagia. Ibu yakin pernikahanmu kali ini akan memberikan kebahagian untukmu dan Syfa." Ujar Dewi.
__ADS_1
"Aamiin Allahumma Aamiin" Ucap Airin. Airin hanya bisa berharap, Semoga keputusan kali ini adalah keputusan yan terbaik.