Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa
Ternyata Fiona lagi..


__ADS_3

"Airin..." Syukur saja Devid segera datang. Dan langsung bisa merengkuh Airin dengan cepat. Kalau saja Devid tak datang, mungkin Airin sudah jatuh ke lantai.


"Mas,,, mas,,," Ucap Airin lirih.


"Kamu kenapa dek.." Tanya Devid khawatir melihat wajah Airin yang pucat tak berdaya.


"Mas Syahdan..." Setelah meyebut nama Syahdan, Airin pun tak sadarkan diri. Orang Orang mulai menghampiri mereka.


"Airiiiiinnn..... Ya Allah.. Kamu kenapa nak" Dewi histeris melihat anaknya yang tiba tiba pingsan.


Devid dengan segera menggendong Airin kemudian langsung keluar membawanya ke Rumah Sakit. Acara pun jadi heboh, orang orang penasaran kenapa Airin tiba tiba saja pingsan. Sebagian mengira mungkin Airin sudah berbadan dua, mengingat mereka telah dua bulan menikah.


Di sudut lain tampak Fiona tersenyum. Dia puas berhasil membuat acara sedikit kacau. "Anggap saja ini kado pernikahan dariku wanita miskin." Ucapnya dalam hati. Kemudian dia pun keluar meninggalkan ruangan itu.


Sementara itu Devid sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit. Syukurlah Hotel tempa acara berlangsung tidak jauh dari Rumah sakitnya. Karena memang tujuannya agar memudahkan para pekerja Rumah sakit untuk datang ke Acara.


Devid terlihat sangat cemas. Airin maih belum sadarkan diri juga. Devid teringat lagi ucapan Airin terakhir sebelum pingsan. Dia menyebut nama Syahdan. Ada apa sebenarnya, apakah ini ada hubungannya dengan Syahdan. Sesaat ada rasa menyelinap dihati Devid. Cemburukah dia ?


Sesampai di Rumah Sakit. Airin lansung di tangani Devid. Tak lama setelah Airin pun siuman dari pingsannya. Dia melihat sekelilingnya. Airin pun kaget, kenapa dia sampai ada di Rumah Sakit. Airin pun mencoba mengingat apa yang telah terjadi. Mulai dari Fiona yang mndekatinya hingga kata kata Fiona yang membuat dia shock. Dan kemudian dia pun merasa kepalanya pusing dan kehilangan keseimbangan hingga dia merasa jatuh. Airin tak ingat apa apa lagi.


Kembali Airin terisak mengingat berita yang disampaikan Fiona. Bahwa Mami Syahdan meninggal sehari sebelum pernikahannya.

__ADS_1


Kemudian Devid datang, dia sangat senang melihat Airin telah sadar kembali. Tapi Devid heran kenapa Airin menangis.


"Dek,,, kamu kenapa ? apa ada yang mengganggumu tadi. Apa yang kamu fikirkan sampai kamu pingsan begini ?" Tanya Devid lembut. Meskipun sebenarnya dia masih sedikit cemburu karena Airin menyebut nama Syahdan tadi.


"Aku nggak pa pa mas.. Mungkin hanya ke cape an saja." Jawab Airin. Dia tak mau menceritaknnya kepada Devid.


"Ya sudah, sebaikna kamu istirahat saja dulu." Ujar Devid. Airin pun menurut. Kemudian Airin dipindahkan ke kamar perawatan. Dan pastinya kamar VIP. Mengingat statusnya sekarang adalah Nyonya Presdir.


Airin memejamkan matanya perlahan. Dia masih memikirkan Syahdan. Dan itu membuat matanya menangis lagi. Tiba tiba Ada yang datang, Ayah dan Ibunya juga Ibu mertuanya. Airin pun segera menghapus air matanya. Karena tidak ingin ada kecurigaan dari para orangtua itu.


"Sayang kamu kenapa." Anita yang masuk lebih dulu langsung memeluk Airin. Kemudian Dewi dan Rahmat pun sudah berdiri disamping ranjangnya.


"Airin ngk pa pa Bunda, Ayah , Ibu. Mungkin hanya sedikit nervous grogi saja. Karena nggak terbiasa ketemu banyak orang seperti tadi... hehehhe" Jawab Airin berbohong. Dia tak ingin keluarga mengira yang tidak tidak. Meskipun sebenarnya dia masih memikirkan Syahdan. Dia merasa berdosa kepada suaminya,karena masih menyimpan rasa pada Pria lain. Tapi juga tak semudah itu untuk melupakan orang yang pertama kali hadir di hatinya itu.


Devid membuka laci meja kerja. Kembali dibukanya kotak yang berisikan kalung Airin. Kalung yang dulu ditemuka nya saat menolong Airin yang ingin bunuh diri dulu.


"Sebenarnya aku yang pertama kali telah bertemu denganmu Airin..." Ucap Devid lirih. Kembali disimpannya benda itu. Devid befikir munkin mungkin belum saatnya.


Devid kembali ke ruangan Airin. Dia menyuruh supir untuk mengantar Anita Bundanya dan kedua mertuanya pulang. Sekalian juga Syfa.Agar mereka bisa ber istirahat. Biarlah dia yang akan mnjaga airin malam ini.


"Mas kenapa kita ngk pulang aja. Saya ngk pa pa kok." Tanya Airin.

__ADS_1


"Malam ini kamu istirahat disini saja. Besok baru kita pulang. " Jawab Devid Airin pun diam.


"Istirahatlah..."Ujar Devid.


Airin pun mencoba memejamkan mata. Tapi sungguh, dia tak bisa tertidur. Ingin sekali rasanya Airin Menghubungi Syahdan malam ini juga. Entah kenapa dia merasa sangat bersalah kepada Syahdan.


"Dek,,, masih belum tidur ?" Devid memanggilnya. karena Devid melihat sesekali Airin masih bergerak tak nyaman. Seperti ada yang di fikirkannya.


"Belum mas,, aku nggak bisa tidur."Jawab Airin.


"Apa kamu benaran ngk ada yang mau diceritakan." Tanya Devid. Masih mencoba bertanya, mungkin saja Airin akan jujur padanya.


"Nggak ada mas. Nggak ada apa apa kok." Jawab Airin.


"Ya sudah, istirahatlah.." Ujar Devid. Kemudian juga mencoba untuk memejamkan mata.


Malam ini mereka tidur di ranjang yang berbeda. Airin tidur diranjang pasien. Sementara Devid tidur di ranjang tamu yang sudah tersedia di kamar itu. Ruang Vip Rumah Sakit memang menyediakan satu ranjang lagi untuk keluarga pasien yang menginap menemani pasien.


Baru akan terlelap, ponsel Devid berbunyi. Devid langsung bangun dari tidurnya saat membaca ada satu pesan WA yang masuk dari Anton. Iya, tadi Devid masih smpat menyuruh Anton untuk memeriksa CCTV yang ada di Hotel dimana Acara tadi digelar.


Anton mengirimkan sebuah File yang berisikan video. Dan Devid langsung saja membuka video tersebut. Alangkah terkejutnya Devid saat melihat video itu. Video saat Airin di acara tadi, sesaat sebelum Airin pingsan. Di video itu terlihat Dokter Fiona yang datang mendekati Airin. Airin tengah mengambil minum, kemudian Fiona menghampirinya. Sayang sekali Devid tidak tau apa yang mereka bicarakan. Tapi dari sikap kedua nya terlihat Airin dengan wajah yang tak suka dan menahan marah. Sementara itu senyum Fiona menggambarkan senyuman yang jahat. Kemudian terlihat Airin meninggalkan Fiona dengan sedikit mendorong Fiona yang menghalangi jalannya. Dan Airin berdiri sendirian dengan wajah pucat Sebelum Airin jatuh pingsan.

__ADS_1


"Apa yang sudah dikatakan Dokter Fiona, nggak mungkinkah mereka hanya ngobrol biasa. Kenapa wajah Airin tampak kesal dan terkejut begitu. Pasti ada sesuatu yang buruk yang disampaikan Dokter Fiona. Apakah ada hubungan nya dengan Syahdan. ??" devid yakin Dokter Fiona lah yang membuat Airin seperti ini. Dan devid yakin kalau semuanya ada hubungannya dengan Syahdan.


__ADS_2