
"Bagaimana tanggapan Pak Ethan?"
"Apa benar Pak Ethan memiliki hubungan gelap dengan asisten Zoya Hardiswara, istri Bapak sendiri?"
Ethan tak merespond apapun, ia mencoba membus kerumunan wartawan yang berkumpul di depan gedung agensi untuk mengonfirmasi secara langsung berita tentangnya yang tengah tersebar luas ke media.
Ethan hampir tertahan karena banyaknya para wartawan yang meminta tanggapannya mengenai fotonya dengan Naina yang tersebar luas diseluruh media masa bahkan menjadi pembicaraan panas diseluruh situs nasional.
Randy dan tiga bodyguard yang sudah ia hubungi mencoba menghalau para wartawan yang hendak menjangkau Ethan dan menghalangi jalan pria itu.
"Kalau Pak Ethan menyangkal, bukti terlalu kuat Pak. Benarkah kalian memiliki hubungan?"
Para wartawan masih gencar melemparkan pertanyaan. Berharap Ethan akan buma suara.
"Foto saat di Bandara tidak menunjukan keberadaan Zoya Hardiswara, apa kalian hanya berlibur berdua?"
"Apa ini ada hubungannya dengan Pak Ethan yang menghilang selama beberapa hari di bulan-bulan kemarin? Saya dengar bahkan Ibu Rachel marah besar karena Pak Ethan cuti dari agensi?"
"Bagaimana tanggapan Zoya Hardiswara, Pak. Apa dia tahu?"
"Apa dia tidak marah?"
Ribuan pertanyaan yang para wartawan lontarkan padanya tak Ethan tanggapi satupun. Amarah di dadanya bergejolak hebat. Masalahnya sudah sangat rumit, dan saat ini ia harus dihadapakan sebuah masalah besar. Puncak masalah dari rahasia yang ia sembunyikan.
Ethan tak tahu apa yang harus ia lakukan. Semuanya terlalu bertubi-tubi menimpa dirinya. Ethan tak memiliki solusi dan merasa berat di kepalaal seolah akan memecahkan kepalanya.
Zeinn Ethan Maheswarry yang merupakan putra mantan aktor terkenal Zeinn Agyan Geofata Wijaya, sekaligus Direktur Utama agensi AE RCH terlibat skandal dengan seorang gadis cantik yang diduga adalah asisten dari Zoya Hardiswara yang tak lain adalah istrinya sendiri.
Seluruh foto yang berdedar menjadi bukti kuat jika keduanya memang memiliki hubungan di belakang Zoya Hardiswara. Sampai saat ini, belum ada tangggapan apapun dari Zeinn Ethan ataupun pihak perusahaan. Sementara wanita yang diduga terlibat skandal dengan Zein Ethan tidak tahu berada dimana
Menurut informasi yang didapat, wanita itu tidak ikut ke luar negri dengan Zoya karena kondisi tubuhnya yang sedang tidak sehat.
Seketika Freya menjatuhkan gelas dalam genggamannya begitu mendengar suara seorang presenter berita membacakan berita utama hari ini.
Freya hanya mematung melihat layar televisi yang tengah menampilkan slide demi slide foto putranya bersama dengan Naina–asisten rumah tangga mereka. Freya menggelemg tidak percaya atas apa yang dilihatnya.
Mustahil putranya melakukan hal semacam itu, sangat mustahil putranya mengkhianati Zoya dan memiliki hubungan dengan wanita lain yang bahkan satu atap tinggal dengan mereka. Sangat sulit dipercaya.
Freya meraih ponselnya, mencoba menghubungi Ethan untuk memastikan sendiri kebenarannya dari putranya sendiri. Namun nihil, panggilannya tak kunjung mendapat jawaban dari pria itu.
Sekali lagi, Freya menghubungi Ethan dan menempelkan benda pipih itu di telinganya.
"Angkat Ethan, atau Bunda akan beranggapan jika pemberitaan ini benar." Freya mengigit ujung jarinya. Saat dirasa usaha yang ia lakukan sia-sia, akhirnya Freya memilih menghubungi sang suami.
"Gyan, kamu udah liat beritanya?" sambarnya begitu panggilan terhubung.
"Sudah, Sayang."
__ADS_1
"Mustahil, 'kan Gyan."
"Kita bicarakan ini di rumah, yah. Aku pulang sekarang juga."
***
Rival mendesah, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi begitu melihat salah satu headline berita mengenai foto foto Ethan dan Naina yang tersebar luas di seluruh media masa. Seluruh media tengah ramai membahas dua orang itu dan bertanya-tanya mengenai keadaan Zoya.
Rival bahkan belum menemukan solusi untuk masalah yang kemarin-kemarin terjadi, sekarang masalah baru sudah menghantuinya. Rival benar benar tidak habis pikir. Mengapa semua menjadi sekacau sekarang.
Di tempat lain, Naina yang sedang membeli bahan makana karena persediaan makanan yang sudah habis tampak asik memilah berbagai sayuran dan buah-buahan segar. Namun ia harus merasa tak nyaman saat tatapan semua pengunjung supermarket mengarah padanya usai melihat ponsel mereka.
Naina berusaha untuk mengabaikan hal tersebut dan fokus pada aktivitasnya. Namun saa tatapan penuh perhatian di arahkan padanya, tentu saja Naina merasa tidak nyaman dengan hal itu. Hingga ia memutuskan bertanya pada seorang pegawai supermarket yang kebetulan berdiri tak jauh darinya.
"Mbak, ini ada apa, yah?" Naina jelas saja merasa kebungungan dengan apa yang terjadi. Sementara tidak ada yang salah dengan penampilannya saat ini.
"Mbak coba cek aja ponselnya."
Naina dengan raut kebingungannya merogoh ponselnya dari saku baju. Ia melihat salah satu portal berita daring dengan headline besar besar.
Direktur Utama Agensi AE RCH Terjerat Skandal Dengan Asisten Istrinya, Zoya Hardiswara.
Naina membulatkan mata lebar lebar membaca judul artikel, terlebih di sana ditampilkan lembaran foto ia dengan Ethan. Naina merenung sesaat. Tidak habis pikir dengan apa yang tengah terjadi.
"Dasar nggak tahu malu."
"Kecentilan!"
"Dia pasti pinter ngegoda. Sampe Pak Ethan aja terjerat rayuannya."
"Rubah licik."
Naina melihat pandangan semua orang mengarah padanya penuh cemoohan. Ia tak bisa berkutik.
"Padahal Zoya aktris yang baik, dia cantik. Nggak ada apa-apanya sama dia."
"Dasar, nggak tahu malu!"
"Pelakor!"
Nain hanya mematung bahkan ketika beberapa di antara mereka melakukan hal tak wajar padanya dengan melemparinya sayuran dan juga buah-buahan, bahkan melemparnya dengan telur. Naina tak bisa melakukan perlawanan, ia hanya pasrah karena dirinya memang bersalah.
Mereka benar, ia adalah perempuan tak tahu malu, tak tahu diuntung dan tak tahu cara berterimakasih. Jadi Naina hanya pasrah dan menganggap bahwa apa yang terjadi adalah hukuman baginya.
Ketika ia menundukan pandangan dan mendengar suara cacian yang dilontarkan padanya perlahan samar, sebuah jas berwarna biru tua dengan harum familiar yang melekat di sana menutupi kepalanya, ia merasakan rangkulan lembut di bahunya hingga matanya menangkap Ethan yang suka rela ikut dilempari telur dengannya.
Kedatangan pria itu membuat seluruh pengunjung supermarket terkejut. Begitu melihat tindakan yang dilakukannya demi melindungi gadis yang menjadi pasangan gelapnya membuat semua orang yakin jika mereka benar-benar memiliki hubungan. Tentu saja mereka merasa kesal sekaligus iba pada Zoya yang statusnya adalah istri dari Zeinn Ethan Maheswary.
__ADS_1
Beberapa di antara mereka mengabadikan moment tersebut melalui ponselnya, Ethan tak bisa mencegah sekalipun nanti mereka akan mengunggahnya ke media dan membuat masalah menjadi kian parah.
Randy mencoba menghentikan lemparan pada Naina dan Ethan, bahkan ia dengan tiga bodyguard Ethan terkena dampaknya. Sementara Ethan mencari kesempatan untuk keluar begitu bodyguardnya memberinya jalan.
Naina hanya pasrah dalam dekapan pria itu hingga mereka tiba di dalam mobil. Naina tak dapat menahan air matanya, ia memang sakit dan hancur, tapi Naina yakin jika Ethan jauh lebih hancur.
Randy segera menghidupkan mesin mobil dan berlalu dari sana dengan satu mobil bodyguard menuju rumah milik Naina. Begitulah Ethan mengintruksinya.
Satu jam yang lalu setelah berhasil memasuki gedung agensi, Ethan meminta untuk pulang karena ingin beristirahat di rumah, begitu mereka tiba di rumah dan tak mendapati Naina, Ethan segera mengintruksikan Randy untuk mencari keberadaan gadis itu.
Karena gadis itu pasti tidak tahu apa yang tengah terjadi di luaran sana. Beruntung, mereka dapat menemukan Naina dengan cepat meski sedikit terlambat.
Sepanjang perjalanan menuju rumah Naina, pemberian dari Ethan sebagai bagian hadiah dari perjanjian pernikahan. Tiga orang di dalam mobil itu hanya diam. Naina perlahan menurunkan jas milik Ethan yang tersampir di tubuhnya.
"Jas Mas Ethan jadi kotor." sahutnya, Ethan yang menatap kelur jendela seraya menyangga dagu hanya diam tak bereaksi.
"Aku akan cuciin nanti." sambungnya.
"Seharusnya Mas Ethan nggak perlu datang buat nyelametin aku." sambungnya lagi, kali ini sedikit terisak. Ethan menoleh padanya.
"Kalau saya tidak datang, kamu hanya akan berdiri di sana sampai semua barang barang di Supermarket habis untuk melempari kamu. Begitu?"
"Bukankah sebarusnya kamu berterimakasih?"
"Tapi keadaannya malah makin kacau, Mas. Orang-orang akan beranggapan kita punya hubungan."
Kali ini Ethan smirk. "Bukankah kita memang memiliki hubungan?" Naina diam membisu. Ethan mendesah, "kita tidak bisa menghindar." sambung pria itu yang kemudian mengalihkan perhatiannya kembali keluar jendela bersamaan dengan mobil yang memasuki pelataran rumah yang baru kemarin Naina kunjungi sendiri.
"Untuk sementara kamu tinggal di sini saja, lebih aman karena Bunda pasti akan datang ke rumah." sahut Ethan begitu mobil berhenti.
"Bibi sudah ada disini untuk menemani kamu."
"Bertahanlah sampai Randy menemukan siapa orang yang menyebar foto itu."
"Bertahanlah sampai saya menemukan solusi."
Mungkin itu adalah kalimat terakhir yang akan Ethan katakan. Karena setelahnya, pria itu hanya diam dan teeus menatap keluar jendela, entah apa yang sedang dilihatnya, sampai Naina keluar dari mobil pria itu masih hanya menatap keluar.
"Pak Ethan," Randy memanggil pria itu ragu.
"Jalan!"
Randy sempat menghela napas, sebelum kemudian kembali melajukan mobilnya dan meninggalkan pelataran rumah. Meninggalkan Naina yang berdiri di sana melihat kepergiannya, Ethan dapat melihatnya dari spion mobil.
Mental gadis itu pasti terguncang setelah mendapat perlakuan tidak mengenakan untuk pertama kalinya.
Ethan mendesah. Menatap Randy melalui rear vission mirror. "Hubungi Rival, beritahukan keberadaan Naina."
__ADS_1
"Naina pasti sedang membutuhkannya."
TBC