Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa
Malam Pertama 2


__ADS_3

Setelah menunakan kewajiban Sholat, mereka makan malam bersama juga. Hari ini hari istimewa, hari pertama Airin dirumah Suaminya dan Hari pertama dia masak untuk suaminya.


Mereka makan sambil ngobrol juga. Anita lebih nampak banyak bersuara. Sementara Devid dan Airin masih terlihat malu malu Dan Anita mengerti itu. Tapi Devid tak bisa bohong, masakan Airin sangat enak. Dia hampir ingin nambah lagi kalau nggak malu diledekin Bundanya.


Sementara Airin merasa cukup terharu, kebersamaan ini memberikan kehangatan dihatinya. Airin jadi ingat hari pertama dia menikah dengan Andri dulu. Bukan kehangatan seperti ini yang didapatnya. Tapi sebuah tamparan dari Andri. Hanya karena dia lama membukakan Andri pintu saat pulang dalam keadaan mabuk. Karena malam itu Airin telah tertidur. Dan Andri baru pulang dan dia dengan keras menggedor gedor pintu sambil memaki maki Airin. Dan setelah Airin membuka kan pintu, Andri langsung menamparnya dan memaki makinya. Sungguh luka itu masih tergores dihati Airin. Meskipun sekarang Andri telah tiada, Airin masih belum bisa melupakan luka itu.


"Airin,,, Airin sayang.." Anita menegur Airin.


"Oh eh iya Bund. Ada apa Bund, ? " Tanya Airin. Dia jadi melamun gara gara teringat masa lalu nya.


"Makan kok melamun sih nak, Kamu mikiran apa. Kangen ya Sama Ibu dan Ayah. Nanti habis makan kamu telpon aja sayang." Sahut Anita perhatian. Dia tak ingin Airin merasa sedih berada disini Dia ingin Airin bahagia juga.


" Iya Bund, InsyaAllah " Jawab Airin. Mereka pun menyelesaikan makannya.


Setelah selesai makan, Airin izin pamit ke kamar untuk memberikan Asi pada Syfa. Sementara itu Devid lagi diruang kerjanya.


Dikamar Airin memberikan Syfa Asi, biasa nya ini waktu mereka bermain dan bercanda. Airin pun menemani Syfa bermain boneka. mereka asik bermain dan bercanda di ranjang yang besar itu. Airin pun membuka Hijabnya agar bisa lebih leluasa.


Sedang asiknya bermain, tiba tiba Devid masuk ke kamar. Airin yang terkejut langsung memakai hijabnya kembali. Devid melihat itu, dia ingin sekali bertanya. Tapi masih takut kalau kalau nanti Airin tidak nyaman jika ditanya.


"Apa aku mengganggu..?" Tanya Devid ada Airin.


"Oh tidak pak Dokter, kami hanya bermain main saja. " Jawab Airin gugup. Sementara itu Syfa berceloteh riang, seakan mengajak Devid untuk ikut bermain juga bersama mereka. Kemudian Devidpun mendekat, dan duduk diranjang bersama keduanya. Airin semakin berdebar debar, Tidak tau harus ngapain.


"Boleh aku bertanya..?" Ujar Devid.


"Iya Silahkan, Pak Dokter mau bertanya apa ?" Jawab Airin.


"Mmmmm,,, Kenapa kamu masih panggil aku Pak Dokter. Dan kenapa kamu masih kaku begitu ngobrol denganku." Tanya Devid perlahan. Dia takut kalau kalau ada yang salah dengan pertanyaannya.

__ADS_1


Lama Airin Terdiam, dia bingung harus jawab apa. Dia sendiripun juga bingung mau memanggil Devid bagaimana.


"Mmmmm,,, lalu saya harus manggil apa sama pak Dokter,,, eehh... " Airin pun jadi gugup.


"Pa pa pa pa... Pa pa paa..." Tiba tiba Saja Syfa bersuara. Seperti mengucapkan Papa. Airin dan Devid pun bepandangan. Sementara itu Syfa tertawa tawa senang. Sambil terus mengucapkan " Pa pa pa pa pa"


"Nah tuh, Syfa bilang panggil Papa." Ujar Devid kemudian sambil tersenyum. Sementara itu Airin malah melototkan mata nya kaget.


"Mana ada,, Syfa kan memang lagi mulai bicara." Kata Airin mengelak.


"Nggak lah, coba aja tanya Syfa lagi." Ucap Devid.


"Iya kan sayang. Panggilnya Papa kan nak. " Ujar Devid mengajak Syfa bicara. Syfa pun kesenangan. Dia menggapai gapai Devid dan digendong Devid. sambil terus berucap " Pa pa pa pa..."


"Tuh kan. Kamu dengar sendiri. Syfa bilang Papa" Ujar Devid penuh kemenangan.


"Mana bisa Papa, kan Syfa manggil saya Bunda. Kalau Bunda kan cocoknya panggilan Ayah. Bukan Papa." Ujar Airin tetap ngk teerima.


"Iya kan sayang. Panggil Papa Mama kan nak. Syfa setuju sayang. yooo toss dulu sama Papa." Devid mengajak Syfa ngobrol lagi. Syfa pun senang. Dia pun memukul tangan Devid seperti menerima toss dari Devid. Devid pun makin tertawa senang. Semntara Airin masih manyun.


"Ok deal yaaa.... Mulai sekarang panggil Papa Mama. Ini permintaan Syfa loohhh..." Ujar Devid tersenyum.


"Iya deh... deal" Akhirnya Airin setuju. Dia merasa terjebak dengan pilihan Syfa.


"Oke. coba belajar dulu... " Kata Devid.


"Maksudnya.." Airin heran.


"Iya, belajar dulu bilang papa nya.. coba bilang. Iya papaaa..." Ucap Devid. Airin bengong dengan permintaan Devid. Dan Syfa pun seperti ikut setuju. Syfa pun masih saja bilang " Pa pa pa..."

__ADS_1


"Iya Papaaaa" Akhirnya Airin menuruti permintaan Devid. Dan mereka pun tertawa bbrsama. Merasa lucu dengan kejadian barusan. Terasa suasana sangat hangat.


Tak lama mereka pun tersadar , dan kemudian saling pandangan dan terdiam. Kedua mata itu bertatapan lama. Seperti mencoba untuk saling menyelami perasaan masing masing. Akankah kebersamaan ini dapat menumbuhkan benih benih cinta diantara mereka. Akankah hati mereka akan menyatu.


Devid pun tersedar, kemudian dia kembali meletakan Syfa di ranjang.


"Syfa main sama mama dulu ya cantik. Papa mau keluar dulu. Papa masih ada kerjaan." Ujar Devid sebelum pergi. Kemudian Devid pun keluar dari kamar. Airin merasakan debaran di dada nya. Dia bingung kenapa setiap kali merka saling menatap, dadanya berdebar debar.


Airin kembali memberikan Syfa Asi. Sampai akhirnya Syfa tertidur. Tak lama ada yang mengetuk pintu dari luar.


"Siapa... ?" Tanya Airin. Karena ngk mungkin itu Devid.


"Bunda sayang.." Ujar Anita dari luar.


"ooh ya Bunda sebentar.." Airin pun membuka kan pintu untuk Ibu mertuanya. Walaupun sebenarnya pintu tidak lah dikunci. Anita pun masuk ke dalam kamar.


"Syfa sudah tidur ? " Tanya Anita. Dia tersenyum menatap Syfa yang sudah tertidur pulas.


"Sudah Bund, ini baru mau Airin pindahkan ke box nya." Jawab Airin.


"Nggak usah. Biar Syfa tidur sama Bunda aja ya." Sahut Anita tersenyum.


" Laaahh... Nanti kalau Syfa terbangun mau Asi gimana Bunda." Ujar Airin bingung dengan permintaan Ibu mertuanya itu.


" Kan tadi ada Asi yang sudah kamu pompa tadi siang." Jawab Anita . Airin pu semakin bingung.


"Sudaaahhhh nggak usah bingung. Malam ini kan malam pertama kalian. Udah, biar Syfa tidur sama Bunda aja. Biar kalian ada waktu berduaan." Ujar Anita tersenyum sambil mengedipkan matanya.


Airin baru faham maksud Bundanya itu. Panta saja tadi siang dia mengajak Airin untuk memompa Asinya. Karena selama ini Airin tidak pernah mompa Asi, jadi dia ngk tau caranya. Dan Anitapun mengajarinya. Sat Airin tanya untuk apa Asinya, Ibu Mertuanya hanya tersnyum saja sambil berkata." untuk nanti malam" Sekarang baru Airin mengerti. Dan Syfa pun digendong Anita dan dibawa keluar kamar. Airn disuru sholat Isya kemudian bersiap siap untuk melayani suaminya.

__ADS_1


Yang ada Airin bukannya bersiap siap , tapi malah ketakutan. Dia jadi tak berani beranjak dari sudut ranjang. Masa lalu nya kembali terbayang, saat dia dipaksa Andri untuk melayaninya. Memenuhi hasratnya. Airin tidak diperlakuan penuh cinta. Tapi malah diperlakukan kasar, lebih hina dari pada seorng pelac*r.


Airin mencoba menepis rasa takutnya. Dia perlahan melangkah ke kamar mandi dan bersuci. Kemudian berwudhu. Dia ingin menunaikan Sholat Isya. Setelah Sholat, Airin bersimpuh dalam sujudnya. dia menangis. Airin mengadu pada Tuhannya. Apa yang haru dilakukannya, dia dipenuhi rasa takut. Akankah Devid juga memperlakukannya kasar. Airin benar benar belum siap.


__ADS_2