Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa
Berita yang mengejutkan


__ADS_3

Seminggu sudah pernikahan Airin dan Devid. Tapi masih belum ada perkembangan yang berarti. Meskipun 1minggu ini mereka tidur sekamar berdua saja tanpa Syfa. Karena Anita masih bersemangat untuk membuat keduanya saling jatuh cinta. Anita rela meskipun tiap mala harus terbangun karena Syfa yang haus ingin Asi. Dan Syfa pun sudah mulai terbiasa minum dari botol susu. yang penting masih Asi.


Setiap malam Airin pun masih tidur dengan pakaian yang serba tertutup. Hijabnya pun belum pernah dilepasnya didepan Devid. Padahal Devid sudah tiap malam juga mngintip Airin tanpa hijabnya. Ya, satu minggu ini Devid pun selalu terjaga setiap Airin akan bangun untuk Tahajud. Tapi Devid masih tetap pura pura tidur sambil memperhatikan Airin.


Seperti malam ini, Devid baru saja pulang dari Rumah Sakit. Rutinitas yang sudah biasa Airin lakukan selama seminggu ini pun sudah terbiasa di nikmati Devid. Seperti mengambilkan air minum, membantu Devid melepaskan sepatunya. Sampai menyediakan baju ganti untuk Devid. Tba tiba kini devid ketagiha dengan perlakuan Airin.


"Dek,,," Panggil Devid kala Airin tengah membantu mlepas sepatunya.Airin tak menjawab tapi langsung menatap Devid.


"Bolehkan Aku memanggilmu dek" Ujar Devid.


"Silahkan.. Senyaman Mas aja." Jawab Airin. Sambil meletakkan sepatu Devid ketempatnya.


"Habisnya aku panggil Mama ngk mau, " Canda Devid. Airin memandang Devid dengan wajah cemberut. Devid tergelak dengan sikap Airin.


Begitu lah, antara Airin dan Devid sudah mulai tak kaku lagi . Terkadang mereka bercanda bermain bersama dengan Syfa. Hingga pernikahan mereka pun sudah berjalan masuk bulan kedua. Tapi Devid dan Airin belum pernah sekalipun melakukan hubungan suami istri. Seperti janji Devid, dia baru akan meminta hak nya jika Airin sudah merasa siap menerimanya.


Malam itu mereka skeluarga tengah makan malam bersama. Makan malam yang di selingi dengan obrolan ringan. Devid bisa merasakan kebahagian yang terpancar dari wajah Anita Bundanya. Semenjak ada Airin dan Syfa, Anita tak pernah nampak melamun atau bersedih lagi.


"Kapan rencananya acara resmi perkenalan Airin sebagai istrimu untuk Keluarga Besar Rumah Sakit Devid ?" Tanya Anita.


"Devid belum bisa mengaturnya Bund. Atau kalau Bunda bisa bantu." Jawab Devid.


"Bagaimana kalau malam minggu ini." Kata Anita.


"Berarti lusa , apakah terburu untuk persiapannya ?" Ujar Devid.

__ADS_1


"InsyaAllah bisa, nanti Bunda minta bantuan relasi relasi kita juga, gimana ?" Jawab Anita.


"Ya sudah kala begitu. Bunda aja yang atur bagaimana baiknya."Ujar Devid.


Esok hari Anita mulai mengatur semuanya, mulai dari gedung sampai pakaian yang akan diipakai oleh Devid dan Airi juga keluarga besar. Karena memiliki banyak teman yang bisa membantunya Anita tak perlu susah susah untuk mengaturnya. Untuk Undangan semua disebar melalui Email. Karena memang ini khusus untuk relasi, kolega dan semua yang ada hubungan nya dengan Devid.


Hari H pun tiba, Semua sudah berada digedung pertemuan. Di sebuah Hotel Bintang Lima yang cukup terkenal di kota itu. Ayah dan Ibu Airin juga hadir. Acaranya cukup Mewah dan Elegan.


Tiba lah saatnya acara penampilan Airin dan Devid. Saat Mc menyampaikan kepada semua tamu undangan bahwaRaja dan Ratu di Acara itu akan segera memasuki Ruangan, semua para undanganpun tak sabar. Mereka semua benar benar penasaran, siapa kah wanita yang berhasil memiliki Dokter Devid yang sangat tampan itu.


Dan keduanya pun memasuki ruangan, Airin tampil dengan sangat anggunnnya, dengan Gaun panjang berwarna silver tapi tetap Syar'i. Digandeng mesra oleh Dokter Devid yang berjalan dengan gagahnya. Penampilan Dokter Devid pun tak kalah menarik perhatian. Dengan tuxedo warna hitam. Ukuranna yang pas semakin menambah ke tampanan Dokter Devid.


Banyak yang bertanya tanya siapa kah istri Dokter Devid. Keluarganya? titelnya ? Banyak yang mengira kalau Airin adalah seorang Dokter juga atau mungkin seorang wanita pengusaha. Melihat kecantikan dan ke anggunanya banyak yang terpesona.


Sebagai pelengkap acara, agar terkesan lebih Romantis. Pasangan penganten baru itu diminta untuk kembali menyematkan cincin pernikahan mereka dijari pasangannya. Setelah itu Mc meminta Devid untuk mencium Airin sebagai tanda cinta kepada istrinya.


Akhirnya Devid pun mencium Airin. Karena grogi Devid malah langsung mencium bibir Airin. Ciuman yang awalnya hanya sedikit menempelkan bibir saja, malah berubah jadi ciuman yang indah. Devid mencium bibir Airin dengan sdikit menghis*p bibir tipis itu. Ciuman itu pun berlangsung lama. Dan entah kenapa Airin pun merasa menikmati sehingga dia memejamkan matanya.


Devid baru tersadar dari aksinya, saat para tamu bertepuk tangan riuh. Mereka pun bersorak tertawa melihat keduanya. Yang awalnya malu malu, tapi akhirnya malah menikmatinya sampai tak ingat kalau banyak pasang mata yang memppehatikan mereka. Devid pun jadi tersipu malu dan hanya tertawa kecil. Disebelahnya Airin hanya mampu tersenyum dan menundukkan wajahnya. Semburat merah merona memancar dari wajah Airin saking menahan malunya.


Diantara undangan yang hadir, tampak disisi lain ada Dokter Fiona. Sedari tadi dia memperhatikan pasangan itu. Meskipun tampak malu malu mereka seperti berbahagia. Fiona tengah mencari cari kesempatan untuk bisa ngobrol berdua dengan Airin. Tapi Devid masih saja selalu berada disampingnya.


Tampak Devid memperkenalan Airin kepada para undangan yang sengaja menghampiri Devid untuk mengucapkan kata selamat. Syfa pun berada dalam gendongan Devid. Seakan akan seperti anak kandungnya sendiri Devid tak merasa canggung meggendong Syfa. Dan Syfa pun tampak senang berada dalam gendongan Devid.


Ada seorang pria mendekati Devid kemudian berbisik ditelinga Devid. Tak lama Devid memberikan Syfa kepada Airin dan mengajak Airin ke Anita.

__ADS_1


"Aku keluar sebentar, ada sedikit hal yang akan kami bahas. Kamu disini ya sama Bunda dulu" Kata Devid pada Airin. Airin pun menganggukkan kepalanya. Kemudian Devid melangkah keluar di ikut oleh pria tadi. Yang tak lain adalah Anton. Orang kepercayaanya Devid.


Airin merasa haus, kemudian dia menitipkan Syfa pada Anita dan Ibunya yang tengah ngobrol dan berjalan ke arah meja prasmanan untuk mengambil minum. Fiona melihat itu, dan langsung tersenyum karena merasa mendapatkan kesempatan untuk mendekati Airin.


"Selamat malam Nyonya Presdir..." Sapa Fiona. Airin pun menoleh pada suara yang menyapa. Ternyata Fiona. Airin sedkit kaget.


"Kenapa, kaget ya ? " Ujar Fiona.


"Nggak, biasa aja." Jawab Airin dan tersenyum. Dia tak ingin tampak lemah lagi didepan Fiona.


"Btw, selamat ya atas pernikahanmu. Nggak sangka sekrang kamu jadi nyonya bigbos." Sahut Fiona tersenyum sinis.


"Terimakasih ucapannya. Terimakasih juga sudah hadir." Jawab Airin. Sebearnya dia ingin segera berlalu dari wanita itu. Tapi Fiona berdiri seakan menghalangi jalannya.


"Salut ya sama kamu. Sanggup meninggalkan orang yang tulus mencintaimu agar bisa menikah dengan duda kaya., Kasian ya dengan Syahdan." Ujar Fiona lagi.


"Apa maksud kamu. Tolong jaga bicaramu." Jawab Airin mulai kesal.


"Ooo maaf nyonya besar, apakah kata kata saya salah ? " kata Fiona dengan nada mengejek.


"Kasian benar Syahdan, sudah mencintai dengan setulus hati. Tap malah direbut sahabat sendiri. Tak terbayangkan betapa hancurnya dia. Baru sehari ditinggalkan Mami tercinta yang meninggal. eh besoknya kelasih hati dinikahi sahabat sendiri.. ck,,ck,, ck... Wajarlah yaaaa kalau sekarang hidupnya berantakan... Yaaaa semoga saja dia nanti tidak gila." Kata Fiona.


"Cukup, hentikan omong kosong kamu." Sahut Airin emosi. Sebenarnya Airin terkejut dengan kata kata Fiona. Dengan sedikit mendorong Fiona, Airin meninggalkan Fiona.


Kata kata Fiona masih terngiang ngiang di telinga nya. Mami Syahdan meninggal ?Sehari sebelum hari pernikahannya. Kembali Airin teringat saat Syahdan datang malam malam itu kerumahnya Syahdan dengan pakaian yang kotor sepertii noda tanah. Dengan wajah yang menyedihkan. Datang memeluknya dan memintanya untuk menikah.

__ADS_1


Wajah Airin memucat, dia benar benar shock. Apa benar Mami Syahdan telah meninggal. Berarti itu dihari saat tante Rahma datang kerumah. Tante Rahma yang persi sambil menangis. "Ya Allah, apakah ini benar. " Airin merasakan kepalanya pusing. Tba tiba Airin kehilangan keseimbangannya. Dan....


__ADS_2