
Jagat hiburan tanah air dihebohkan oleh cuplikan adegan film berdurasi lima menit yang beredar duli masyarakat luas melalui media sosial. Cuplikn film itu adalah bagian saat Zoya dengan Edrin memainkkanya ketika Rain dan Angkasa tengah menikmati liburannya begitu orang tua mereka menginzinkan keduanya untuk bersama setelah Rain hampir menghilangkan nyawanya sendiri dengan bunuh diri
Seharusnya adegan tersebut tidak bocor ke publik. Tapi entah siapa dalangnya, cuplikan tersebut tersebar luas dan tak bisa dihentikan.
Tentu saja postingan yang diunggah pada sebuah akun instagram dan facebook itu dibanjiri konentar parapengguna media sosial dan juga para fans dari kedua bintang hiburan itu.
Tentunya komentar mereka beragam, sebagian senang karena sudah dapat melihat spoiler saat begitu penasaran, sementara yang lain lagi marah dan tidak terima adegan tersebut bocor sebelum waktunya, mereka bahkan memaki pemilik akun yang sudah menyebarluaskannya dan menyalahi aturan.
Hebat, spoilernya aja sudah kaya gini. Filmnya pasti bakalan keren bnget.
Nggak sabar nunggu tayang.
Edrin sama Zoya sweet sekali.
Aaaa Zoya, Edrin akting kalian luar biasa.
Gila, gila, gila. Spoilernya aja udah kaya gini. Gak sabar buat nonton.
Keterlaluan! Oknum yang sangat merugikan.
Bukannya seharusnya adegannya ngak bocor ke publik sebelum waktunya?
Ph-nya belum kasih konfirmasi apa-apa, kenapa spoilernya udah keluar?
Ada yang sengaja bocorin adegan?
Sakit jiwa, nih, pasti yang punya akun.
Seneng sih lihatnya, tapi kasian. Tim pasti belum persiapan buat luncurin spoilernya.
Dasar biadab orang yang maen nyebarin aja!
Arfat dengan para anggota tim hanya mematung melihat komentar para pengguna media sosial melalui proyektor mini di ruang utama rumah pagi-pagi sekali.
Padahal tim baru saja tiba sekitar satu jam yang lalu setelah melakukan syuting semalaman. Tetapi mereka sudah dihadapkan pada sebuah permasalahan.
Zoya yang berdiri di samping Ethan mendesah tak percaya. Ia menghela napas dan menatap cuplikan adegannya dan Edrin yang tersebar di jagat media. Rasanya sangat menyesakan melihat keadaan tersebut.
Sementara Ethan juga hanya terdiam melihatnya sembari memangku dagu. Sekilas ia melihat raut sang istri yang tampak kecewa. Ethan hanya mampu menenangkan dengan menggandeng wanita itu dan mengusap lengannya.
"Bagaimana Pak?" seorang asisten sutradara meminta pendapat pada Irpan dan Arfat yang terlihat menyaksikan cuplikan adegan itu dengan raut tak terbaca. Kesal dan kecewa bercampur jadi satu, begitu juga reaksi yang lain.
__ADS_1
"Siapa kira-kira orang yang udah berani unggah adegan ini di media sosial?" salah satu anggota tim bertanya seolah pada dirinya sendiri dan menyita perhatian anggota tim yang lain yang mendengarnya
"Tidak ada yang bisa kita lakukan." Irpan angkat bicara. "Tapi yang pasti, pelakunya adalah salah satu di antara kita." sambungnya yang membuat semua anggota tim saling bertukar pandang, begitu juga Zoya yang spontan saling bertukar pandang dengan Edrin, Alexa dan para pemain yang lain.
Kecuali Alexa, wanita itu tampak acuh tak acuh. Tetapi matanya mengarah pada salah satu anggota tim.
"Siapa?" mereka bertanya-tanya tanpa menemukan siapa pelakunya.
"Kita tetap fokus melanjutkan syuting. Jangan terpancing masalah ini. Biar saya yang mengurusnya." Arfat sempat menghela napas sebelum kemudian melanjutkan.
"Kita anggap spoiler ini sebagai eksperimen untuk melihat tanggapan publik. Sejauh yang saya lihat tanggapan mereja baik dan antusiasme mereka juga dapat memacu semangat kita" sambungnya yang membuat semua anggota tim mengangguk meski sebagian tampak menunjukan raut kecewa.
Menata ulang semangat juang mereka untuk tetap terus berjalan ke depan.
Begitu anggota tim bubar untuk masing masing melanjutkan istirahat, membersihkan diri ataupun sarapan. Alexa lebih memilih melangkah mengikuti salah satu anggota tim menuju halaman belakang penginapan.
Edrin yang memilih merebahkan tubuhnya pada sofa panjang di ruang utama bersama dengan Zoya dan yang lain hanya menatap heran kepergian wanita itu.
"Mau kemana dia?" Edrin bertanya pada dirinya sendiri dengan suara pelan dan memejamkan mata kemudian. Semalam ia tidur di lokasi syuting hanya dua jam dan sekarang ia begitu mengantuk.
"Kalau apa yang Pak Arfat itu bener, artinya salah satu dari kami adalah pengkhianat?" Zoya bertanya pada dirinya sendiri. Ethan yang duduk di sampingnya hanya menoleh.
"Tapi kira-kira siapa, yah, Mbak?" kali ini wanita itu bertanya pada manajernya yang duduk pada sofa lain bersama sang suami.
"Tidak ada yang mencurigakan selama proses syuting?" kali ini Ethan bertanya. Zoya dengan Selin kompak menggeleng setelah mempertimbangkan dan mengingat-ingat. Tetapi nihil, sama sekali tidak ada yang terlintas di benak mereka.
***
Alexa hanya berdiri pada pilar dan memerhatikann pria yang diikutinya. Pria itu hendak menghubungi seseorang.
"Baik Mbak, akan saya lakukan. Tapi tidak sekarang, bagaimana dengan hari-hari selanjutnya. Karena yang lain akan curiga kalau saya merekam menggunakna hp nanti."
"Mbak bisa kapanpun transfer uangnya. Saya janji saya akan lakuin perintah sesuai dengan yang Mbak inginkan."
Rangkaian kalimat manis itu masih terekam jelas diingatan Alexa saat hari pertama tim tiba duli villa di kawasan puncak. Ia mendengar percakapan tersebut saat dirinya akannke kemar mandi. Rupanya ada pengkhaianat di antara mereka.
"Hallo Mbak,"
"Bagaimana?"
"Vidio yang Mbak posting di sosial media menggemparkan publik. Bagaimana cara kerja saya? Mbak pasti puas–" pria itu membulatkan mata saat tiba tiba saja ponselnya berpindah tangan.
__ADS_1
Aleclxa tersenyum smirk. "Kita lihat, siapa dalang di balik semua ini." sahutnya seraya melihat layar ponsel dimana penelpon tidak bernama itu tengah berbicara dengan pria tersebut, namun panggilannya segera terputus. Mungkin orang di ujung sana sudah tahu jika keadaan sedang kacau.
"Mbak Alexa," ia tampak terkejut dan hendak meraih ponselnya dalam genggaman tangan Alexa. Namun wanita itu tidak dengan mudah mengembalikan ponsel tersebut.
"Saya memang sudah curiga sama kamu." sahut Alexa yang membuat pria itu panik.
"Mbak Alexa, saya mohon. Saya terpaksa melakukan hal itu karena ibu saya butuh uang banyak utuk berobat." sahutnya mengiba. Alexa menatapnya penuh rasa kasihan yang dibuat-buat, tapi sebagian lagi dari hati tertulusnya yang sudah tak ia pakai sejak bertahun-tahun yang lalu.
Bagaimana bisa orang-orang melakukan cara cara kotor untuk orang tercintanya? Sangat tidak masuk akal.
"Kalau kamu memang benar membutuhkan uang, kenapa kamu tidak meminta pada Pak Arfat atau Pak Irpan?"
"Kenapa kamu justru tertarik untuk melakukan hal kotor seperti ini.dan merugikan kami semua.
Pria itu terdiam. "Saya terpaksa Mbak Alexa, saya tidak punya pilihan. Tolong jangan katakan ini pada siapapun. Saya mohon," pintanya lagi-lagi mengiba penuh harap pada Alexa agar wanita itu berbelas kasih padanya.
Alexa menatapnya penuh rasa ketertarikan.
"Kalau begitu katakan pada saya siapa orang yang sudah menyuruh kamu!"
"Apa kalau saya mengatakannya pada Mbak Alexa, Mbak Alexa akan membebaskan saya?" tanyanya, mencoba bernegosiasi dengan Alexa. Alexa tampak berpikir dengan raut tidak meyakinkan. Membuat pria itu ragu melihatnya.
"Of course!" Alexa menyahut penuh semangat. Ia lantas mengangguk-anggukan kepala guna meyakinkan pria di hadapannya jika pria itu membongkar siapa orang yang sudah menyuruh dan membayarnya maka Alexa akan tutup mulut. Berlaga buta dan tuli.
"Sekarang bilang sama saya siapa orang yang sudah membayar kamu!"
"Euu."
Alexa memicingkan mata. Memerhatikan pria itu yang terlihat ragu untuk buka suara.
"Siapa?" Alexa mendesak dan tak meloloskannya
"MbK Somi." pria itu menyahut spontan.
"Mbak Somi yang suruh saya. Dia bilang dia merasa sakit hati karena Mbak Zoya tidak membantunya bergabung di film ini."
"Dia bilang kecewa karena Pak Arfat menolaknya untuk bergabung dengan film ini bahkan sebelum mempertimbangkan bakat akting yang dimilikinya."
"Mbak Somi bilang seperti itu. Tapi saya nggak tahu pasti." panjang lebarnya dengan raut meyakinkan. Alexa hanya mengangguk-anggukan kepala. Lantas menyerahkan ponsel pria itu dan membiarkan pria tersebut lolos dari hadapannya.
Sementara Alexa sendiri tengah bingung mengingat nama Somi. Siapa wanita itu?
__ADS_1
"Somi, siapa dia?" Alexa bertanya pada dirinya sendiri.
TBC