Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa
Takdir Allah tak ada yang bisa menolak


__ADS_3

"Lalu apakah Dokter akan menjatuhan Talak pada saya sekarang." Ujar Airin memotong perkataan Devid.


"Apakah semudah itu ?"Lanjut Airin.


"Saya tau kita sama sama belum siap dengan pernikahan ini. Tapi pernikahan bukanlah suatu permainan. Ini adalah hubungan yang di ikat langsung oleh Allah. Saya tidak berani untuk mempermainkannya. Mungkin ini sudah takdir perjalanan hidup saya. Jodoh, maut dan rezki sudah Allah tentukan. Dan siapapun jodoh saya sudah tertulis di lauhulMahfudz. Tapi jika Dokter tetap ingin menjatuhkan Talak kepada saya,, silahkan." Airin pun pasrah.


Lama mereka saling terdiam, larut dengan fikiran masing masing. Airin benar, mungkin ini sudah takdir Allah yan harus mereka terima.


"Baiklah, mari kita jalani pernikahan ini. Maafkan aku jika ada kekurangan." sambil mengambil nafas panjang. Akhirnya Devidpun memutuskannya.


"Kita sama sama banyak kekurangan, apalagi saya. Mungkin saya bukan wanita yang Dokter harapkan." Ujar Airin, dia menundukkan wajahnya.


" Itirahatlah. Aku akan mengantar Bunda pulang. Besok pagi, aku akan menjemputmu dan Syfa. Semoga kamu bersedia." Ujar Devid. Kemudian berdiri hendak keluar kamar. Airin pun mengikutinya dari belakang.


Mereka kembali keruang depan.Disana orang tua mereka telah menunggu keputusan mereka dengan harap harap cemas. Akankah anak dan menantu mereka memilih mengakhiri hubungan yang baru saja di jalin ini. Ataukah tetap bertahan meski tau apa yang akan mereka hadapi kelak.


Airin dan Devid salin pandang, para orang tua semakin penasaran dengan keputusan mereka. Apapun keputusan keduanya, mereka akan menerimanya. Meskipun berat buat Anita. Karena dia sudah jatuh hati dengan Airin dan Syfa.


"Bunda, Ayah dan Ibu... Kami sudah sepakat,," Kata Devid. Dia kembali menatap Airin untuk meyakinkan hatinya.


"Kami sudah memutuskan untuk tetap mempertahankan pernikahan ini. Karena pernikahan ini adalah saklar. Apalagi Devid sudah mengucapkan janji kepada Allah denga Ijab Qobul. Mungkin ini adalah takdir Allah untuk kami." Ujar Devid kemudian. Tampak wajah wajah orangtua mereka sedikit lega. Apalagi Anita.


"Mengenai Syahdan, nanti Devid akan coba menjelaskan kepadanya. Semoga Syahdan bisa mengerti." Lanjut Devid.


"Alhamdulillah..." Sahut Anita. Lalu dia memeluk Airin.

__ADS_1


"Terimakasih sayang, sudah menerima Devid dalam hidupmu. Mulai sekarang panggil Bunda ya.. Kamu sudah menjadi anak Bunda sekarang. Bunda pastikan kamu dan Syfa akan bahagia sayang."Ujar Anita.


"Iya Bunda, Airin seharusnya yang berterima kasih. Karena Bunda memilih Airin sebagai menantu. Maaf kalau Airin banyak kekurangan." Sahut Airin.


"Nggak sayang, kamu wanita yang sempurna." Kata Anita. seraya mencium pipi Airin.


Devid menyaksikan semua itu. Devid tak menyangka kalau Bundanya sebegitu bahagianya Airin menjadi menantunya. "Ya Allah, semoga keputusanku ini sudah benar." Do'a Devid dalam hatinya.


"Baiklah, sudah larut malam. Semuanya juga sudah pada pulang. Bunda pulang dulu ya. Kamu besok aja kerumah ya sayang. Kasian kalau Syfa dibawa malam malam." Sahut Anita kemudian. Dewi dan Rahmat pun setuju.


"Devid akan mengantar Bunda pulang ya. Besok pagi Dvid baru jemput Airin dan Syfa." Ujar Devid.


"Nggak usah, Bunda diantar supir aja. Kamu disini aja . Besok baru kamu ajak istri dan anak kamu kerumah kita ya." Ujar Anita tersenyum.


"Bolehkan jeng Dewi ?" Tanya Anita pada Ibu Airin.


"Nggak apa apa Bund, diantar pak Dokter aja. Ini sudah sangat larut malam. Takut kenapa kenapa dijalan." Ujar Airin. Sebenarnya dia belum siap kalau harus sekamar malam ini dengan Devid. Dia masih canggung.


"Baiklah kalau begitu. Besok pagi Devid akan jemput kalian ya sayang. Eehh.. Tapi kenapa masih panggil Pak Dokter sih, kan sudah menikah." Ujar Anita.


Devid dan Airin saling berpandangan. Airi hanya tersenyum menjawab Anita Ibu mertuanya itu.


"Ayo Bund, kita berangkat sekarang." Ajak Devid. Dia faham kenapa Airin begitu. Mereka masih sama sama belum terbiasa dengan status yang baru berapa jam lalu mereka sandang.


Anita dan Devid pun pergi, tinggallah sekarang mereka seperti biasanya. Semua hiasan hiasan acara besok pagi baru akan dibereskan oleh pihak wedding organizer nya. Airin pun pamit pada Ayah dan Ibu nya untuk istirahat. Dewi dan Rahmat pun memasuki kamar mereka untuk beristirahat.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara itu di tempat lain, di sebuah club malam. Seorang pria nampak tengah menikmati minumannya. Dia sudah setengah mabok. Tapi belum sedikitpun berniat untuk berhenti minum. Dialah Syadan.


"Mas sudah lah, ayo kita pulang. Ini sudah hampir pagi mas" Luna masih menemani saudara laki laki nya itu. Sejak diusir dari rumah Airin, Syahdan langsung pergi ke club ini.


Luna dapat merasakan sakit hati yang dialami saudaranya itu. Bagaimana tak terluka, kalau orang yang kita cintai menikah dengan sahabat sendiri. Syahdan benar benar terlihat hancur. Dia tak berhenti henti meminum minuman ber Alkohol itu sementara airmatanya mengalir. hanya satu nama yang selalu terucap. "Airin..." Sebegitu dalam kah cinta saudaranya itu kepada Airin. Luna pun menangis melihat keadaan Syahdan saat ini.Syahdan pun roboh, saking mabuknya. Dia tak sadarkan diri. Luna panik tak tau harus bagaimana.


"Butuh bantuan mba" Tiba tiba datang seorang pria mendekati mereka.


"Ohya mas, bisakah bantu saya. membawa saudara saya ini ke mobil." Ujar Luna. Dia senang sekali ada orang yang berbaik hati menawarkan bantuan.


"Mari mba, saya bantu." Pria itu membantu Luna membawa Syahdan ke mobil mereka.


"Apakah perlu saya ikut mba." Tanya pemuda itu menawarkan bantuan.. Luna sedikit ragu. Dia memamg tak akan kuat menggotong syahdan nantinya masuk rumah. Tapi dia juga nggak begitu mudah percaya dengan kebaikan orang.


"Nggak usah takut mba, saya hanya berniat membantu. Karena saya lihat saudaranya benar2 dalam keadaan mabok. Mba pasi nanti kesulitan." Ujar Pemuda itu yang melihat luna seperti ragu ragu menerima bantuannya.


"Baiklah mas, terimakasih ya sebelumnya." Akhirnya Luna menerima tawaran pemuda itu untuk membantunya membawa Syahdan pulang.


Dan mereka pun sampai di rumah. Pemuda itu membantu menggotong tubuh Syahdan masuk ke dalam rumah. Mereka merebahkan Syahdan diatas sofa. Dan tiba tiba saja Syahdan Muntah, dia mengeluarkan semua isi perutnya. Luna benar benar kasian melihatnya. Dia memanggil Art nya untuk membersihkan muntahan Syahdan. Dan kemudian mereka memindahkan Syahdan ke kamarnya. Agar dia bisa beristirahat.


"Terimakasih banyak ya Mas atas bantuannya. Saya tidak tau bagaimana jadinya kalau mas tak ada tadi." Kata Luna kepada Pemuda yang sudah membantunya.


"Tidak apa apa mba, saya kebetulan saja tadi berada disana dan melihat mba seperti dalam kesulitan. Meladeni orang yang lagi mabok sangat susah. Makanya saya berinisiatif untuk menawarkan bantuan." Jawab Pemuda itu.

__ADS_1


"Oh ya, kenalkan saya Luna . Yang tadi itu kakak laki laki saya. Namanya Syahdan." Ujar Luna memperkenalkan diri.


"Oh ya mba Luna, salam kenal. Nama saya Andri.." Ujar Pemuda itu.


__ADS_2