Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa
Siapa nama calon istri Dokter Devid


__ADS_3

Kembali acara pun berlangsung tanpa kehadiran Devid Mau gimana lagi. Devid adalah Dokter yang memiliki tanggung jawab terhadap pasiennya. Jadi dia harus mengorban urusan pribadinya demi keselamatan pasien pasiennya.


Devid sampai di Rumah Sakit langsung menangani pasien itu. Alhamdulillah Devid datang sebelum terlambat. Dan pasien itu masih bisa tertolong.


Devid melirik jam tangannya. Sudah menunjukkan jam 11 malam. Dia menelfon Bunda nya. Apakah masih di acara ataukah sudah pulang. Ternyata Bunda dan yang lainnya sudah pulang. Dan devid pun memutuskan untuk pulang.


Devid sampai di rumah suasana sudah sepi. Anita sudah dikamarnya. Devid pun langsung menuju kamarnya, membersihkan diri dan istirahat. Karena besok dia harus ke Rumah Sakit pagi pagi sekali.


Karena sesuai janjinya pada Bunda nya, Lusa nanti hari Akad nikahnya. Dia tidak akan ada kesibukan lagi. Jadi besok Devid akan mengatur jadwalnya untuk dua sampai tiga hari kedepan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Malam pun berganti pagi. Devid sudah rapi untuk berangkat ke Rumah Sakit. Saat akan sarapan dia melihat Anita Bundanya sudah menikmati sarapannya


"Pagi Bunda.." Sapa Devid. Anita hanya melirik sekilas padanya. Dengan wajah yang di tekuk. Devid tersenyum, dia yakin Bundanya masih marah soal semalam.


" Besok Akad nikah nya jam berapa Bund,? " Tanya Devid.


"Akad Nikah siapa ?" Jawab Anita pendek.


"Ya Akad nikah anak ganteng Bunda dong." Jawab Dvid sambil tertawa.


"Memang nya kamu suda nggak sibuk lagi. Jangan jangan pas Akad nanti kamu ada panggilan mendesak lagi." Ujar Anita masih kesal.


"hahahaaha, Ya nggak lah Bund. Masak Akad Nikahnya bisa diwakilkan juga." Jawab Devid tertawa. Kemudian dia mendekati Bundanya dan mencium tangannya.


" Devid ke Rumah Sakit dulu ya. Devid mau mengatur jadwal untuk besok. Agar Bunda bisa segera punya Menantu yang sesuai dengan ke inginnan Bunda." Ujar Devid tersenyum.


Anita pun tersenyum, Kesalnya hilang dngan sikap manis Devid. Dia berharap besok Devid benar benar meluangkan wakunya.


Setelah Devid berangkat ke Rumah sakit. Anita mulai sibuk mengurus semua untuk hari besok.. Dia memang tak turun tangan langsung. Karena Anita sudah menunjuk siapa siapa yang memgurusnya. Semua bagian sudah ada penanggung jawabnya.


Sementara itu dirumah Airin. Keluarga kecil itu baru saja selesai sarapan. Rencananya hari ini akan ada yang datang membawa kan beberapa baju pernikahan untuk dicoba nya. Untuk dipakai saat acara Akad nikah besok.


Mereka memang tidak mengadakan pesta resepsi dirumah Airin. Ibu Airin hanya mengundang tetangga tetangga saja, dan juga keluarga jauh. Tap suasana rumah lumayan ramai denga kehdiran wedding organizer yang masih mempersiapkan segalanya.

__ADS_1


Selama proses Fiting pakaian yang akan dipakainya besok, Airin tampak banyak diam. Raga nya mungkin ada disini. Tapi fikirannya jauh pada Syahdan. Bagaimana kabar Syahdan sekarang ini, hanya itu yang Airin fikirkan.


Sementara itu Di Rumah Sakit, Devid sudah mengatur jadwalnya. Ada beberapa tugasnya yang di serahkan kepada Dokter lain yang bisa dipercaya nya.


Berita tentang pernikahan Dokter Devid Ergan, sudah menyebar keseluruh sudut Rumah Sakit. Banyak yang mendo'akan kebaikan untuk Dokter Devid. Bahkan pasien pasiennya juga sudah ada yang tau akan pernikahan Dokter Devid. Mereka ikut bahagia. Dan berdo'a agar pernikahan Dokter Devid yang sekarang adalah untuk yang terakhir kalinya.


Berita itu pun sampa ke telinga Fiona. Dia penasaran siapa wanita yang akan menjadi istri Dokte Devid. Kenapa kesannya seperti terburu buru dan ditutupi. "Aneh," fikir Fiona.


Karena sudah terlanjur Kepo , Fiona mencari tau sendiri siapa calon istri Dokter Devid. Dengan kelicikannya dia berhasil mendapatkan info itu. Dan Alangkah terkejutnya Fiona saat informan nya mengabari tentang calon istri Dokter Devid.


"hmmmmm, sepertinya ini akan jadi kisah yang menarik..." Ucapnya sambil tersenyum jahat. Dia terus memandangi gambar gambar yang dikirim oleh informannya itu Yang tak lain gambar gambar itu adalah foto fotonya Airin.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Urusan Rumah Sakit sudah selesai, Devid pun berniat untuk pulang. Malam ini dia ada janjian dengan Syahdan. Ya, meskipun saat ini Syahdan masih berduka. Dia juga tak bisa mengundurkan rencana pernikahannya ini yang sudah di tentukan harinya. Dan syukurnya Syahdan mengerti.


Devid sudah sampai lebih awal ditempat yang mereka janjikan. Tak lama terlihat Syahdan datang dari kejauhan. Devid merasa iba dengan Sahabatnya itu. Penampilan Syahdan terlihat berbeda. Tak serapi dulu lagi.


"Maaf pak Dokter aku terlambat." Ujar Syahdan.


"Santai aja pak Pengacara, aku bukan klien yang meminta jasa lawyermu." Jawab Devid disambut tawa Syahdan.


"Yaaahhh begitulah,,, masih sedkit shock. Masih berdiam diri dikamarnya." Jawab Syahdan.


"Kau tak meanyakan kabarku ? " Kata Syahdan santai sambil meminum minuman yang sudah dipesannya.


"Hahahaha,, kabarmu tak penting buatku. Kalau kau yang mengurung diri dikamar baru aku khawatir. Kalau perlu aku akan membawa mu ke Rumah Sakit. Biar di Infus." Kata Devid tertawa.


"Tegaaaa.." Syahdan memasang muka kesal. Karena Devie mengoloknya, Syahdan memang takut dengan jarum suntik. Apa lagi di infus.


"Oke pak Dokter, Jadi besok jam berapa Akad nikahmu. Biar aku tak terlambat nanti menjadi tamu kehormatan." Tanya Syahdan. Devid pun menarik nafas panjang. Seakan dia ingin melepaskan beban yang sangat berat.


"Mana ada wajah calon penganten yang kusut begitu,,, Keliatan banget dikawin paksa..hahahaahaha" Ucap Syahdan mengolok.


"Emang benar dipaksa kan.."Wajah Devid masih kesal. Syahdan semakin tertawa.

__ADS_1


"Sudahlah,, Ikhlas dan terima saja.. Mungkin nanti pernikahan ini yang akan memberimu kebahagian." Ujar Syahdan memberikan sedikit semangat.


"Yaa semoga saja, tapi aku takut nanti tak bisa mencintainya. Dan tak bisa memberikan Hak nya. Jangan sampai aku mendzoliminya" Ujar Devid.


"Yakin saja. Bahwa ini adalah takdir dari Allah. Niatkan Ibadah. InsyaAllah cinta akan tumbuh karena kebersamaan kalian nantinya.." Kata Syahdan.


"Ohya, jadi siapa nama wanita yang beruntung itu. Jangan bilang kalau kau masih belum tau nama nya pak Dokter. Sungguh keterlaluan itu namanya." Kata Syahdan bertanya.


"Astaghfirullah,,, kau benar. Aku belum tau namanya." Devid menepuk jidatnya...


"Hahahahahahaha...." Syahdan benar benar tak kuat menahan tawanya. Baru sekali ini dia melihat orang yang besok akan menikah tapi tak tau apa apa tentang calonnya.


"Parah,,,, parah,,, benar benar parah dirimu.Jadi besok bagaimana akan mengucapkan Ijab Qobulnya, sementara nama calon istri aja ngktau.. hahahhahaha" Kata Syahdan masih dengan tawanya.


"Nantilah aku tanya Bunda dulu.. Kan masih ada waktu semalam ini." Jawab Devid. Dia pun ikut menertawakan dirinya yang sedikit keliatan seperti orang bodoh.


Mereka pun memutuskan untuk pulang, dan beristirahat. Apalagi Devid, jangan sampai besok ngk bisa Ijab Qobul karena sakit. Syahdan masih saja mengolok olok sahabatnya itu. Walau bagaimana pun sedihnya suasana hatinya. Tapi dia tetap bahagia dengan pernikahan Devid.


Devid pun sampai dirumah. Saat Anita bundanya baru akan masuk kamar untuk istirahat. Anita dengan kesal menghentikan langkahnya. Dia balik arah menemui Devid yang baru saja membuka pintu.


"Masih ingat pulang kamu. Udah jam berapa ini. " Ujar Anita kesal pada putranya itu. Anita kesal karena Devid pulang hampir larut malam begini. Padahal besok adalah acara Akad Nikahnya.


"hehehehe,, maaf Bunda. Tadi keasyikan ngobrol dengan Syahdan." Jawab Devid sambil merangkul Anita. Merayu Bundanya itu agar tak marah.


"Awas saja ya, kalau nanti sudah menikah kamu masih asyik keluar sampa lupa waktu begini. Bunda akan hajar kamu Jangan sampai nanti istrimu dibiarkan menunggu mu sampai larut malam." Ujar Anita mengancam.


"Iya Bundaaa... Sekarang Bunda istirahat deh. Biar besok Fresh." Ujar Devid.


"Bukan Bunda yang harus keliatan freh. Tapi kamu itu, masa calon penganten mukanya kusut kurang tidur. " Kata Anita. Devid hanya tertawa menanggapi nya. Kemudian Anita pun masuk ke kamarnya.


"Ohya. Itu Pakaian yang akan kamu pakai besok untuk Ijab Qobul sudah disediakan di kamar. Semoga saja cocok dengan ukuranmu. Soalnya kamu lama sekali pulangnya. Jadi tadi Bunda aja yang pilihkan sesuai dengan ukuranmu. Sekalian juga Cincin pernikahan dan kertas ada tulisan nama calon menantu Bunda. Jangan sampa nanti kamu salah sebut nama saat Ijab Qobulnya... Nggak lucu." Kata Anita yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.


"Siap Bunda.." Jawab Devid tersenyum.


Devid pun masuk ke kamarnya. di lihatnya sebuah Tuxedo hitam lengkap tergantung. Pakaian yang akan dipakainya besok. Ah, lagi lagi hatinya meringis. Dia belum bisa menerima semua ini. tapi entah kenapa dia tak mampu menolaknya. Bukan hanya karena tak ingin Bundanya kecewa. Tapi hatinya sendiri juga seakan berkata dia harus menjalani pernikahan ini.

__ADS_1


Devid beranjak ke arah tuxedo itu, ingin melihat kertas yang tadi dikatakan Bundanya. Dia juga penasaran dengan wanita yang menjadi calon istrinya itu.


"drrttt...drrttt...." Ponsel Devid berbunyi. Ada panggilan dari Dokter Alvin. Salah satu Dokter yang di percayanya di Rumah Sakit. Devid menjawab panggilan telfon itu. Ternyata Dokter Alvin menanyakan beberapa status pasien Dvevid yang akan di handle nya beberapa hari kedepan. Setelah ngobrol Devid langsung ke kamar mandi membersihkan tubuhnya, kemudian beristiraht. Lagi lagi dia lupa dengan kertas yang bertuliskan nama calon istrinya itu..


__ADS_2