Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa
Keliling Dunia Bersamamu (END)


__ADS_3

Ketika orang lain mengira jika Zoya benar-benar menghilang, sebenarnya Zoya ada. Zoya hadir di antara mereka bahkan bersama dengan mereka saat penayan pertama filmnya. Ia juga melihat secara langsung siaran langsung yang dilakukan beberapa fansnya. Ia mendengar langsung harapan dan keinginan serta permintaan mereka yang ingin ia segera pulang.


Zoya ada bersama dengan mereka. Zoya memenuhi keinginan para fansnya untuk menonton bersama. Hanya saja, ia tidak menampakan diri sehingga orang-orang tak menyadari kehadirannya.


Zoya ada sejak lama, selama hampir satu tahun, ia bolak-balik Spanyol-Indonesia dan lebih banyak menetap di Indonesia dimana ia dapat melihat dan mengawasi suaminya.


"Kamu sangat curang, bagaimana mungkin kamu dapat memerhatikan saya saat saya bahkan tidak mampu menemukan kamu."


"Kamu curang, bagaimana bisa kamu bertambah berisi sedangkan saya kurus kering seperti ini."


Ethan menggerutu usai Zoya bercerita mengenai kehidupannya selama satu tahun yang terasa hampa tanpa Ethan bersamanya. Dua orang itu tengah berada di dalam kamar usai Freya, Agyan, Selin dan Randy pamit pulang.


Mereka merindukan Zoya namun cukup pengertian jika Ethan adalah yang paling rindu dan membutuhkan Zoya.


Ethan setengah bersandar pada kepala ranjang sementara Zoya bersandar di dada pria itu. Zoya menoleh pada suaminya, ia menangkup satu sisi wajah Ethan. Pria itu memang lebih kurus dari sebelumnya, membuat Zoya menyesal sudah menelantarkannya.


"Kamu menyesal sudah meninggalkan saya?" tanya pria itu dengan taangan yang mendekap pinggang istrinya bagai mampu membaca pikiran Zoya. Zoya mengangguk polos.


"Padahal saya sudah memperingtkan kamu untuk tidak meninggalkan saya."


"Maaf." sesal Zoya, menenggelaman wajahnya di dada pria itu. Ethan hanya menggelengkan kepala melihatnya, lantas pria itu mendekap tubuh Zoya dan mencium puncak kepala istrinya.


"Zoya,"


"Hmm?"


"Kamu mau keliling dunia?"


"Dengan saya?" tanya Ethan, membuat wanita itu mendongakan pandangan dengan tubuh yang masih berada dalam dekapan Ethan. Ia mengernyitkan dahi menatap suaminya.


"Dimulai darimana dulu? Dari benua Asia dulu. Negara mana yang ingin kamu kunjungi?"


"China, Korea, Jepang, Singapura?"


"Atau mana dulu, katakan pada saya!"


Zoya terkekeh mendengar ajakan random sang suami. Bagaimana mungkin pria itu serius mengajaknya keliling dunia?


"Saya serius, Zoya."


"Kamu berencana mau bangkrut dengan ngabisin uang kamu?"


"Uang saya tidak akan habis kecuali kalau Tuhan yang ambil." pria itu menyahut dengan raut datar. Zoya hanya tersenyum dengan respon yang pria itu berikan, ia kembali menelusupkan wajahnya di dada sang suami, Ethan hanya diam pasrah dan kembali mendekap wanita itu.


Rupanya Zoya mengira ajakannya hanyalah sebuah lelucon. Padahal Ethan sungguh-sungguh.


"Kamu serius?" tanya Zoya setelah cukup lama.


"Hmm?"


"Kamu serius ngajakin aku keliling dunia?"


"Iya. Kalau kamu mau."


Zoya menoleh dengan kepala masih bersandar di dada sang suami. "Aku mau."


Ethan sesaat terdian, namun beberapa detik selanjutnya, pria itu mengangguk dan mengusap satu sisi wajah Zoya. "Secepatnya saya akan menyiapkan semuanya."


"Kamu nggak minta bantuan Randy?"


Senyum Ethan memudar. "Yah, Randy yang akan mengurusnya." Zoya tersenyum melihat hal itu. "Kalau gitu, boleh kita minta bantuan Randy saat ini juga?" pinta Zoya, Ethan mengerutkan kening.


"Buat?"


"Ada pokoonya. Aku butuh bantuan Randy."


***


Jagat tanah air dihebohkan oleh kemunculan Zoya kembali ke publik setelah nyaris satu tahun wanita itu menghilang bak ditelan bumi. Semua media masa ramai membicarakan kembalinya Zoya Hardsiwara. Ribuan komentar memenuhi setiap headline dari portal berita.


Para fans Zoya tentu saja senang wanita itu sudah kembali di tengah-tengah mereka. Satu tahun bukan waktu yang sebentar untuk mereka kehilangan kabar dengan begitu saja dari Zoya Hardiswara.


Belum cukup dengan kehebohan kemunculannya kembali, wanita itu sudah menciptakan kehebohan lain dengan menggelar konferensi pers terbuka dan mengumunkan pada semua orang jika ia akan hengkang dari dunia entertainment.


"Saya sudah banyak mengahabiskan hidup saya di panggung hiburan. Bahkan sebagian hidup saya dihabiskan untuk kesenangan menghibur kalian."


"Dunia enertainment memberi saya banyak kesempatan dalam meraih kesuksesan. Finansial, fans, kesenangan, teman, rekan, keluarga, saya mendapatkan semuanya di dunia ini."


"Bahkan saya mendapatkan Zeinn Ethan Maheswarry."


"Jadi, saya rasa, semuanya sudah cukup dalam hidup saya. Saya sudah mendapatkan terlalu banyak."


"Saya hanya berharap, apapun keputusan yang sudah saya ambil. Semua orang dapat mendukung saya sepenuhnya."


"Terimakasih."


Naina yang melihat tayangan berita pada pagi hari begitu tercengang saat melihat pemberitaan mengenai Zoya. Naina tersenyum, bagaimanapun ia sangat senang Zoya kembali.


Rival yang berdiri di sampimg istrinya menggandeng Naina. Ikut tersenyum melihat hal itu. Ia juga ikut senang karena pada akhirnya, Ethan kembali bersama dengan Zoya.


Ponsel yang berdering di atas meja ruang utama rumah membuat Naina beranjak untuk mengangkat panggilan. Ia mengernyit mendapati sebuah nomor baru. Tapi tak lama, ia menggeser ikon hijau, dengan setengah ragu menempelkan benda pipih itu di telinganya.


"Hallo."


"Hallo Naina."


Naina membulatkan mata. Merasa jika suara yang menyapanya begitu terdengar familiar.


"Mbak Zoya." Naina terpekik penuh terkejut.


"Apa kabar?"

__ADS_1


"Baik, Mbak Zoya sendiri bagaimana?" Rival yang melihat kehebohan istrinya mendekat dan ikut menempelkan telinganya pada ponsel yang dipegang Naina.


"Kabar saya baik."


"Saya–titip salam buat Mas Rival–sama anak kamu." Naina mengernyitkan dahi mendengar Zoya yang beberapa kali menjeda kalimatnya. Tal lama setelah itu, panggilan terputus dan Naina hanya saling bertukar pandang dengan sang suami.


Naina dapat menebak jika barangkali Ethan tengah mengganggu wanita itu.


***


...Belum Lama Muncul Kembali Ke Publik. Zpya Hardiswara Sudah Membuat Kehebohonan Atas Kemundurannya Dari Dunia Entertaint....


Selama beberapa hari, berbagai headline muncul ke permukaan, sedangkan orang yang tengah menjadi perbincangan justru sedang menikmati liburannya di negara tirai bambu.


Ethan tidak bercanda saat mengajak Zoya untuk keliling dunia bersamanya, mengabiskan waktu dan mengabiskan uang pria itu. Dengan cepat Randy mengurus semuanya dan membuat Ethan dapat dengan cepat pula terbang dengan Zoya mengunjungi beberapa negara di asia.


Ethan benar-benar menghabiskan waktunya dengan Zoya. Penuh cinta, seolah tidak pernah ada bosannya.


"Kalau kamu nggak pulang dalam waktu satu minggu, Mommy bilang dia bisa aja kasih jabatan kamu ke Randy." sahut Zoya pada malam dimana hari tersebut adalah hari ke dua puluh delapan mereka menghabiskan waktu berdua dengan mengunjungi berbagai negara.


Dalam waktu hampir satu bulan, dua orang itu sudah mengunjungi lebih dari sepuluh negara.


"Randy?" Ethan bertanya acuh. Pria yang setengah berbaring di atas sofa di samping pintu balkon itu tampak mempertimbangkan sesuatu.


"Randy, Direktur Utama, sepertinya cocok. Randy juga bisa dipercaya. Dia pasti bisa menjalankan perusahaan dengan baik"


Zoya mencebikan bibirnya, lantas menindih tubuh Ethan dan memeluk pria itu. "Kalau gitu nanti kamu jadi pengangguran."


Ethan tersenyum, menatap wajah wanita itu saat Zoya menengadah padanya. "Saya jadi asisten pribadi kamu saja bagaimana?"


Zoya melebarkan senyum. "Tapi aku nggak ada uang buat gajih kamu. Kan sekarang aku udah bukan aktris lagi. Suami aku juga dipecat dari agensi."


"Kan uang di atm kamu banyak." Ethan berbisik di telinga wanita itu dan membuat Zoya menghindar karena merasa geli. Setelahnya, dua manusia itu hanya tertawa. Sedangkan di belakang mereka adalah jendela kaca besar yang menampilkan potret malam kota Madrid.


"Setelah ini, kita terbang kemana lagi, Zoya?" tanya Ethan kemudian.


"Mm, Massachusetts." sahutnya dengan cepat.


"Boston."


Ethan segera mengangguk, "laksanakan!" sahutnya kemudian. Selanjutnya pria itu hanya diam ketika Zoya menyatukan kening mereka. Tanpa aba-aba, Ethan menyatukan bibir keduanya.


Pada keesokan harinya, ketika waktu menunjukan pukul satu siang waktu setempat, Zoya dengan Ethan benar-benar terbang ke sebuah negara dimana Zoya sangat ingin mengunjungi salah satu kotanya.


Mengabiskan waktu setiap hari hanya berdua tampak dinikmati keduanya. Boston menjadi jauh lebih indah saat dua orang itu saling melengkapi penuh cinta. Hingga suatu pagi, ketika Zoya iseng mencoba alat tes kehamilan karena ia sudah sangat terlambat datang bulan,


Zoya hanya mematung ketika benda tersebut menunjukan hasil positif. Ia menggelengkan kepala, menolak percaya dan mengabaikan alat tes kehamilan itu. Membuangnya pada tong sampah di kamar mandi.


"Sayang."


"Hmm?"


Zoya yang tengah bermain ponsel di atas tempat tidur dengan posisi tengkurap menaikan alis melihat sang suami yang keluar dari kamar mandi.


Ethan tak menyahut, hanya menunjukan alat tes kehamilan yang Zoya buang beberapa waktu yang lalu. "Punya kamu?" Zoya mengangguk polos.


"Sayang."


Ethan menghampiri wanita itu dengan raut gembira sedangkan Zoya tampak kebingungan di tempatnya terlebih saat Ethan menghujaninya dengan ciuman.


"Than, kamu lupa aku nggak bisa hamil?"


"Kamu nggak ngira aku bener-bener hamil, 'kan?" Zoya tidak ingin pria itu terlalu berharap dan akhirnya kecewa, ia tidak ingin mengacaukan acara keliling dunia mereka.


"Mungkin alat tesnya udah kadaluarsa." sambungnya acuh yang kemudian kembali bermain ponsel dan mengabaikan Ethan.


"Kamu siap-siap!" tiba-tiba Ethan memberinya intruksi. "Kemana?" wanita itu jelas saja keheranan.


"Dokter obgyn. Saya harus memastikannya sendiri." pria itu bersikeras dan membuat Zoya mau tak mau akhirnya menurutinya.


***


"Congratulations sir, your wife is pregnant."


Bagai sebuah mantra ajaib. Kalimat penuh makna itu membuat Zoya dan Ethan merasa seperti berada di negeri dongeng dimana mereka baru saja mendapat sebuah keajaiban.


Ethan dengan cepat segera mengabari Freya dan Agyan di tanah air. Dua orang itu tentu saja sangat senang, bahkan Freya sampai meneteskan air matanya begitu mendengar kabar tersebut.


"Bunda senang, Sayang. Selamat, yah Tuhan benar-benar baik pada kalian." tatapan Freya begitu lembut menatap Zoya.


"Tapi kok bisa, yah, Bunda?" Zoya justru keheranan.


"Keajaiban Tuhan, Sayang."


Zoya tersenyum simpul. "Kamu, lupa. Kamu masih punya satu ovarium?"


"Selebihnya, semua kuasa Tuhan. Kalian harus bersyukur, yah."


***


Zoya mengelus perut ratanya, menatap gedung hotel yang ia tinggali dengan Ethan selama dua minggu berada di Boston. Tiga hari setelah mengetahui kabar kehamilan Zoya, dua orang itu memutuskan untuk pulang ke tanah air.


Ethan tersenyum menatap istrinya. Ia lantas meraih tangan Zoya yang berada di perut wanita itu dan menggenggamnya.


"Nanti, setelah anak kita lahir. Kita kembali lagi ke sini." sahut Ethan, Zoya menoleh lantas menganggukan kepalanya.


***


Selama menjalani masa kehamilan, Zoya mendapatkan banyak perhatian dari suami dan mertuanya. Terutama mereka belajar dari kejadian yang sudah-sudah dan menjaga Zoya dengan sebaik-baiknya. Begitu juga Zoya yang lebih menjaga diri dan calon anaknya.


Zoya percaya apa yang Tuhan rencanakan. Zoya percaya jika kesabarannya akan berbuah manis. Tuhan sangat baik padanya, tak cukup dengan menitipkan benih di janinnya. Bahkan Tuhan memberinya tiga sekaligus.

__ADS_1


Zoya mengandung tiga bayi kembar tidak identik. Sebuah anugerah luar biasa yang Tuhan berikan.


Ethan dengan sedikit memaksa mengajak Zoya untuk menggelar acara syukuran empat bulanan sekalipun awalnya Zoya menolak. Tetapi Ethan bersikeras untuk menggelarnya sebagai rasa syukur atas karunia Tuhan yang dititipkan pada mereka.


Ucapan selamat membanjiri kolom komentar postingan Zoya dimana ia memposting foto hasil usg-nya di instagram. Para fansnya yang sampai detik ini masih mengikuti kesehariannya turut berbahagia dengan hal itu.


Karena ia tidak bisa lagi tampil di layar televisi, Zoya akhirnya aktif di sosial media dan membagikan berbagai kegiatan sehari-harinya pada para fans. Sekarang, ia sendiri yang mengurus akun media sosialnya.


Ethan mendukungnya secara penuh. Pria itu melakukan apapun yang membuat istrinya bahagia. Ethan menemani keseharian istrinya dan melihat bagaimana malaikat kecil mereka tumbuh di perut sang istri.


Suatu hari, Ethan pernah meneteskan air matanya ketika melihat Zoya yang menangis karena kesusahan berjalan dengan perutnya yang membesar. Ethan merasa tidak tega pada wanita itu.


Namun ternyata, hal itu bukanlah apa-apa dibandingkan saat ia harus berada di ruang operasi menemani istrinya berjuang untuk ketiga buah hati mereka.


Zoya mempertaruhkan hidup dan matinya di ruang operasi, Ethan setia menemani hingga ketiga bayi mungil dan lucu berjenis kelamin laki-laki itu melihat dunia.


"Welcome, Zeinn Triplets." Ethan menatap ketiga putranya dalam boks bayi di samping brankar Zoya. Setelahnya, ia melangkah menghampiri Zoya yang berbaring di atas brankarnya.


Ethan mendaratkan kecupan di dahi sang istri. "Thanks for everything, Zoya. Saya bahagia bisa memiliki kalian dalam hidup saya." sahut pria itu bersamaan dengan pintu ruangan yang terbuk dimana Freya dengan Agyan masuk, disusul oleh Selin, Randy dan anak mereka.


Decakan penuh pujian membanjiri si kembar tiga dan juga sang ibu. Freya tampak terlihat begitu bahagia memiliki tiga cucu sekaligus.


"Wah, boleh langsung dibikinin akun instagram, nih, Zoy?" tanya Randy setelah melihat ketiga putra kembar Ethan dan Zoya.


"No!" Zoya segera menggelengkan kepalanya.


"Itu privasi mereka, aku nggak mau ikut campur." sahut wanita itu. "Siapa tahu salah satu di antara mereka atau bahkan ketiganya sama kaya Papinya. Nggak suka dipamerin ke orang lain." sambungnya yang membuat semua orang menatap Ethan dengan senyum tertahan.


Sampai kemudian salah satu dari si kembar menangis. "Mau *****, yah?" Freya dengan cekatan menggendongnya, bayi itu seketika terdiam dalam dekapan Freya.


"Seneng yah digendong sama Nenek?" Randy tersenyum menatap bayi mungil itu. Rasanya putrinya juga baru kemarin hanya bisa menangis seperti itu, tapi sekarang dia sudah aktif dan cukup membuat kedua orang tuanya kerepotan.


"Bunda aja, jangan nenek. Perasaan Bunda masih muda, ah." sahut Freya, menolak panggilan yang Randy berikan. Sontak semua orang tergelak atas apa yang Freya katakan.


Di hari tersebut, ruang rawat VIP dimana Zoya berada penuh dengan canda dan gelak tawa. Penuh dengan cinta di sana.


Baby Boy Triplets


Zoya memposting foto si kembar dengan hanya memperlihatkan kaki mungil mereka. Tidak sampai setengaj jam, postingan tersebut sudah mendapat ratusan ribu like dan ribuan komentar penuh kagum dari para pengguna media sosial.


Demi apa, Zoya benar-benar punya kembar tiga?


Dia mengambil dua dari Zoya dan Dia menggantinya tiga sekaligus. Zoya, kamu manusia terpilih. Selamat, sudah menjadi ibu.


***


Seperti janjinya pada Zoya begitu anak mereka lahir, mereka akan kembali ke Boston. Ethan benar-benar memenuhi janjinya. Begitu si kembar genap berusia satu bulan, mereka terbang ke Boston.


Kali ini bukan mendatangi sebuah hotel untuk menginap. Melainkan Ethan sudah menyiapkan sebuah rumah yang ia beli di kawasan luxury housing seminggu setelah si kembar lahir.


Atas persetujuan Freya dan Agyan, Ethan dengan Zoya berencana menetap di Boston. Freya mengalah dan akan mengunjungi anak menantu dan juga cucunya satu atau dua bulan sekali. Atau mungkin sebulan dua atau tiga kali jika ia tidak bisa menahan rindu pada si kembar.


Terlebih, Zoya akan mengurus ketiga anaknya tanpa bantuan pengasuh. Freya tentu harus rajin berkunjung untuk membantu Zoya merawat ketiga putranya.


Ethan memulai bisnisnya di Boston dengan membuka sebuah restoran yang menyajikan menu makanan dari tiga negara. Indonesia, Prancis dan juga Jepang. Hal pertama yang dicobanya setelah ia belajar singkat dari salah satu kawan bisnisnya yang tinggal di sana.


Ethan yang sedang berdiri menatap kolam ikan di belakang rumah menoleh saat Zoya mendorong stroller bayi ke arahnya dengan susah payah.


"Sayang, kamu kenapa tidak bilang. Biar saya bantu, mereka bertiga, sedangkan kamu satu. Berat." sahutnya yang kemudian mengambil alih stroller bayi dari tangan Zoya. Zoya mencebikan bibirnya.


"Aku bawa mereka bertiga di perut selama sembilan bulan, bisa."


"Iya, tapi di dalem sana mereka nggak naik stoller." sahut asal Ethan yang membuat Zoya tertawa, sedangkan pria itu menggendong salah satu anak mereka yang belum tertidur saat dua kembarannya tampak pulas.


"Kenapa belum tidur Sayang? Mau digendong Papi, yah." Ethan mengajaknya mengobrol. Bagai mengerti, bayi itu tersenyum menatap Ethan dengan tangan yang meraba-raba wajah Ethan.


"Tidur, yah, Sayang. Mami harus istirahat." sambungnya yang kemudian mengusap pangkal hidung si bayi dengan ibu jari.


Zoaya hanya tersenyum melihatnya. Di dunia ini, Zoya benar-benar beruntung memiliki suami seperti Ethan. Pria itu tidak pernah absen membantunya mengurus si kembar disela-sela kesibukan pekerjaannya. Zoya beruntung dicintai pria seperti Ethan.


Ethan yang merasa diperhatikan menoleh pada istrinya. Lantas ia mengernyitkan dahi.


"Kenapa?"


"Enggak papa, cuma aku merasa beruntung aja karena Tuhan udah kasih kamu buat aku."


"Aku nggak nyesel pergi sari Spanyol buat kembali sama kamu."


"Aku nggak nyesel dijebak sama Arasy dan berakhir dengan menikah sama kamu."


"Aku nggak nyesel dipertemukan sama kamu dalam hidup ini, Ethan."


Ethan hanya tersenyum mendengar penuturan absurd istrinya. Tapi, jika yang Zoya katakan adalah benar, maka Ethan sangat merasa senang.


Pria itu mengarahkan pipinya untuk Zoya beri kecupan. Namun tanpa ia sangka, wanita itu justru meraih bibirnya, dan dengan cepat memeluk Ethan dari samping, membuat kaki bayi mungil mereka menendang kepala Zoya berkali-kali.


"Ada apa, Sayang? Kamu cemburu karna Mami cuma cium Papi, hmm?" tanya Zoya usai mengurai pelukannya.


"Kalau begitu sini, biar Mami yang gendong, yah." Zoya mengambil alih bayi mungil itu dari tangan Ethan. Menimangnya dan menghujani si bayi dengan ciuman, lama kelamaan si bayi tampak mengantuk, begitu dia tidur. Zoya menidurkannya pada stroller.


Ethan dengan Zoya menatap ketiga putra mereka yang lelap dalam tidurnya. Kemudian Ethan mendorong stroller untuk masuk ke dalam rumah, sementara Zoya menggandeng pria itu dari samping, membuat Ethan mendorong stroller dengan satu tangannya sementara satu tangan lain menggandeng Zoya.


Ethan percaya kekuatan cinta. Cintanya pada Zoya yang memberikannya banyak kebahagiaan tidak terduga. Seperti Zoya yang tidak menyesal dipertemukan dengannya, Ethan pun sama. Bahkan kalau perlu, dikehidupan selanjutnya ia pun ia ingin kembali dipertemukan dengan Zoya dalam versi apapun.


Dua orang itu terus melangkah memasuki rumah, meninggalkan cuaca yang mulai panas ketika matahari perlahan mulai naik.


Boston, menjadi tempat Ethan dan Zoya menjalani sisa kehidupannya. Boston, menjadi pilihan dimana Zoya dan Ethan akan menyaksikan ketiga putra kembar mereka tumbuh.


Ethan dan Zoya berjanji akan memberi ketiga putra mereka cinta yang sama banyak, cinta yang tidak akan ada habisnya. Karena cinta mereka bukan cinta biasa. Karena cinta Ethan dan Zoya, adalah sebuah miniatur cinta dari Tuhan.


...~The End~...

__ADS_1


Jika ada yang ingin ditanyakan, kalian bisa mengunjungiku di ig eva_yuliaaan_04


Sampai jumpa di novel baruku Yashinta, masih di apk NovelToon yah. Terimakasih sudah sampai di sini.


__ADS_2