
Aku kaget mendengarnya, Mami mas Syahdan datang kerumah ku. Kok bisa ? Ada perlu apa. Perasaanku jadi tak enak. Tiba tiba saja dia datang, setau aku dia belum pernah kesini. Ku pakai hijabku, ku rapikan penampilanku. Juga Syfa, aku bawa Syfa menemui mereka.
"Assalamu'alaikum. Apa kabar tante." Sapa ku. Aku tetap berusaha tenang. Ku salami Mami mas Syahdan. Dan, ada seorang wanita muda bersamanya. Wanita itu sangat cantik dan elegan.
"Wa'alaikumsalam. Alhamdulillah tante baik. Kamu gimana... Ini anak kamu ya. Sudah besar ya." Jawab Tante Rahma.
"Ohya kenalin Airin. Ini Dokter Fiona. Calon istrinya Syahdan." Kata tante Rahma dengan kalumat yang agak ditekan. Sepertinya beliau benar benar menegaskan siapa status wanita ini. Jujur, aku memang agak sedikit terkejut kalau ini adalah calon istrinya mas Syahdan. Tapi tetap aku berusaha tenang. "Ya Allah. Kuatkan hamba, jangan sampai hamba nampak lemah didepan mereka." Do'aku dalam hati.
"Hai, aku Fiona." Wanita itu menyapaku sambil mengulurkan tangannya.
"Saya Airin mba" jawabku memperkenalkan diri sambil menyambut uluran tangannya.
"Silahkan duduk tante, mba Fiona." kataku kepada mereka.
"Fiona, Airin ini dulu cliennya Syahdan. Kasian, dia terpaksa membunuh mantan suaminya karena selalu disiksa. Luna Kasian dengannya, jadi minta tolong Syahdan untuk membantu Airin menangani kasusnya. Alhamdulillah berkat Syahdan, Airin ngk jadi lahiran di penjara. Kalau tidak entah bagaimana nasib Airin dan anaknya di penjara. Awalnya sih Syahdan ngk mau. Tap tante ikut bujuk dia supaya mau bantu. Alhamdulillah akhirnya Syahdan mau bantu juga. Memang Syahdan sangat baik sekali. Mau menangani kasus Airin meskipun ngk dibayar sama sekali. Kan biasanya kalau memakai jasa Lawyer biayanya mahal. Apalagi kasus PEMBUNUHAN." Kata tante Fioa bercerita pada Fiona.
Aku kaget, kenapa tante Fiona mengatakan itu pada Fiona. Aku merasa tante Rahma sengaja, ingin mempermalukanku. Aku lihat ekspresi wajahnya yang terkejut dengan cerita tante Rahma. Tapi entah kenapa aku merasa seperti di buat buat.
"Oh ya tante, begitu ya ceritanya Airin. Kasian banget ya kamu Mungkin derita kamu sudah sangat berat ya, sampai kamu melakukannya, MEMBUNUH suamimu. Yang sabar ya Airin, " Ujar Fiona. Dia tersenyum padaku. Tak salah lagi, kedatangan mereka kesini memamg untuk menghinaku. Tapi aku tak boleh terpancing. Aku tetap tenang dan sabar.
"Alhamdulillah ya tante, berarti aku beruntung menjadi istri mas Syahdan nantii. Dia sangat baik sekali. Mau membantu siapapun yang memang butuh untuk dibantu. Aku harus banyak belajar dengan calon Imamku itu tante...hehehe" Kata Fiona sambil tertawa kecil.
"Iya dong sayang, kam beruntung karena Syahdan memilih kamu untu jadi istrinya. Kamu juga baik kok. Kamu wanita yang sempurna untuk Syahdan Cantik, pinter baik hati, seorang Dokter lagi." Ujar Tante Rahma.
__ADS_1
"Iya kan Airin, mereka sangat serasi kan Bagaimana menurut kamu." Kata tante Rahma sambil melirik ke arahku. Aku sadar ini bukan sekedar bertanya, tapi untuk menegaskan padaku. Kalau Syahdan adalah calon suami Fiona.
"Iya tante, mba Fiona dan mas Syahdan sangat serasi sekali. Satunya cantik satunya tampan." Jawabku tersenyum.Berusaha untuk tak terpancing.
"Makasih Airin sayang, oh ya, kamu kalau ada perlu apa apa isa hubung aku juga ya. Kalau nati kamu butuh ke Dokter kamu bisa ke aku. Kamu ngk perlu sungkan. Meskipun berobat ke Rumah Sakit tempat aku bekerja tergolong Mahal, nanti aku bisa kasih kemudahan untuk kamu dan anak kamu." Kata Fiona.
"Makasih banyak mba Fiona. Mba sangat baik sekali." Jawabku. Aku berharap mereka segera pergi dari rumahku, sebelum pertahananku runtuh. Sungguh mereka benar benar merendahkanku.
"Iya Airin, kamu ngk usah sungkan ya. Fiona ini sangat baik sekali. Sama denga Syahdan. " Kata tante Rahma menimpali.
"Tante do'akan, semoga secepatnya kamu diberikan pasangan juga. Yang baik dan perhatian. Yaa,, yang sepadanlah dengan kamu. " lanjut tante Rahma. Terlihat sekali senyum nya yang dipaksakan baik.
"Ooooo, jadi ini calon istri nak Syahdan ya. cantik ya." tiba tiba Ibu muncul.
"Makasih ya Bu Do'a nya, mungkin karena banyak yang mendo'akan kebaikan buat Airin. Allah kabulkan Do'a kita semua. Airin juga akan segera menikah secepatnya insyaAllah." Ujar Ibu pada tante Rahma.
"Masudnya Bu. Airin sudah punya calon suami gitu ,? siapa ?" Tante Rahma pun bertanya..
"Iya bu, Alhamdulillah. Airin sudah dilamar seorang lelaki yang baik, tampan dan berwibawa. Ohya, calon Airin juga seorang Dokter.Mungkin kenal dengan nak Fiona" Kata Ibu sambil menatap Fiona.
Dokter ? ya Tuhan. Ibu ini bukan lelucon. Kebohongan Ibu sudah berlebihan. Aku takut mereka akan semakin menghina kami.
"Ohya, siapa nama Dokternya tante. Mungkin juga saya kenal" tanya Fiona yang tampak ingin tau sekali.
__ADS_1
"Aaahhh,,, nanti aja Saya Kasih tau..hehehhe... Pas Acaranya nanti kami undang yaa.. Jangan sampai mba Fiona dan Bu Rahma ngk datang. Ohya. diajak ya sekalian keluarganya. Nak Syahdan dan Luna diajak juga ya bu. Nanti kalau udah ada tanggal pastinya saya akan hubungi. heheh" Kata Ibu.
Aku semakin pusing dengan ulah Ibu. Apa yang sudah Ibu bicarakan. Siapa yang akan menikah. Dokter mana yang sudi menikah dengan janda anak satu seperti aku ini. Siapa yang mau punya istri mantan pembunuh. Cukuplah bu..
Aku tidak mau mereka semakin menghinaku karena kebohongan yang di ciptakan Ibu Akan semakin tinggi kesombongan mereka nantinya
"Benar ya Airin kamu akan menikah juga, apa Syahdan sudah tau ?" Tanya tante Rahma padaku.
"mmmmmm,,, itu tante,,, sebenernya,,,," Aku bingung harus jawab apa.
"Nggak usah malu nak, bilang aja. Toh nanti juga kita undang semuanya kan. Nggak pa pa juga kalau Bu Rahma tau dari sekarang. Jangan sampai nanti tanggal pernikahaannya sama ya. Nggak bisa datang nanti... hehehehe" Kata Ibu sambil tertawa.
"heheheh, iya tante. Nanti Airin akan undang tante sekeluarga ya. " Aku semakin bingung dengan apa yang harus ku katakan. Apakah aku harus ikut dalam kebohongan Ibu ini.
"Oh ya Syukur deh kalau kamu juga akan menikah. Jadi akan menjalani kehidupan rumah tangga masing masing." Kata tante Rahma.
"Ya sudah, kami pamit ya. Kebetulan Fiona ada praktek sore ini. Jadi dia sibuk banget. Susah kalau ingin ngajak dia jalan," Kata tante Rahma pamit. Dan mereka pun pergi.
Tinggallah Aku dan Ibu, aku menatap Ibu. Meminta penjelasan Ibu dengan semua kobohongan yang tadi dikatakan Ibu.
"apa maksudnya ini bu, kenapa Ibu berkata bohong seperti tadi ?" Tanyaku.
"Tidak ada kebohongan, Ibu hanya mengatakan kebenaran." Jawab Ibu.
__ADS_1
"Kamu memang akan menikah nak, Ibu sudah menerima Lamaran seorang Dokter muda untukmu" Ujar Ibu.
Aku semakin shock tak percaya, jantungku seakan behenti berdetak mendengarkannya...