Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa
Dilarang Bertemu


__ADS_3

"Maaf Pak, Ibu Zoya melarang Pak Ethan untuk masuk." sontak saja pernyataan bodyguard suruhannya yang berjaga di depan pintu apartement Zoya membuat Ethan mengernyitkan dahi tak percaya.


"Saya?" menunjuk dirinya sendiri untuk memastikan.


"Betul, Ibu Zoya melarang Pak Ethan datang kemari."


Ethan tampak tidak mengerti situasi. Ia pikir setelah Zoya yakin dengan perasaannya wanita itu siap untuk kembali pulang ke rumah mereka. Tapi justru Zoya melarangnya bahkan hanya untuk berkunjung.


Ethan mengambil ponsel dari balik saku jasnya. Ia mencoba menghubungi Zoya tapi wanita itu bahkan tidaka mau mengangkat telpon darinya.


"Apa ada tamu di dalam?" tanya Ethan. Bodyguardnya mengangguk. Membuat Ethan lagi-lagi tampak heran, kesal dan penasaran.


"Siapa? Perempuan? Laki-laki?"


"Ibu Zoya melarang saya untuk memberitahukannya pada Pak Ethan."


"Kamu pikir siapa yang mempekerjakan kamu?" Ethan terpancing emosi.


"Pak Ethan."


"Kamu pikir siapa yang memberi kamu gaji?"


"Ibu Zoya."


"SAYA!" Ethan menegaskan sembari menunjuk dirinya sendiri.


"Uang Pak Ethan, 'kan juga uang Ibu Zoya."


Untuk kali ini Ethan tertawa, lebih pada menertawakan dirinya sendiri yang dibodohi oleh bawahannya sendiri. "Istri saya yang mengajari kamu untuk bicara seperti itu?"


"Maaf Pak, tapi Ibu Zoya melarang saya untuk mengatakannya pada Pak Ethan."


Ethan tersenyum smirk."Baiklah, lakukanapa pun yang kamu mau!" pasrah Ethan setengah kesal. Ia melangkah pergi, tapi sebelumnya sempat melihat pintu apartement Zoya sekali lagi. Ia sangat merindukan istrinya.


**


"Ini dia nggak papa, Ar?" tanya Zoya setelah melihat layar intercom dan melihat Ethan pergi dari unit apartementnya.


Arasy melegut jus strawberry yang sisa setengah. Ia hanya menaikan alis meyakinkan Zoya demgan rencananya untuk membuat Ethan gundah gulana.


"Tenang aja, Zoy. Ethan, tuh, lucu kalo punya banyak beban." sahutnya dengan enteng. Zoya menggeleng pelan, tidak mengerti dengan jalan pikir adik iparnya. Juga tidak mengerti pada dirinya sendiri yang mau saja menuruti rencana Arasy untuk mengabaikan Ethan.


"Kalau dia balik ngambek sama aku, gimana?" tanya Zoya. Khawatir, mengingat pria itu yang sedikit sentiment.


"Yaudah, sih, tinggal digodain aja susah amat." iseng Arasy dengan mudahnya. Lagi-lagi berhasil membuat Zoya menggelengkan kepala. Sifat dan sikap Arasy sangat kontras dengan Ethan. Tapi mereka sama dalam satu hal ..., sama-sama mampu membuat perasaan Zoya terasa lebih baik.


"Oh, yah, gimana?"


Zoya mengerutkan kening, meminta Arasy untuk memperjelas pertanyaannya. "Perasaan kamu ke Ethan? Kasian dong, kalau Ethan digantungin mulu kaya jemuran." sindirnya. Zoya tersenyum, mengingat jika ia sudah mengatakan isi hatinya pada sang suami. Arasy memperhatikan kakak iparnya yang justru tersenyum sendiri, sampai kemudian satu pesan masuk di ponsel wanita itu membuat Zoya menoleh ke sumber suara.


Ia meraih ponsel yang berada di atas meja dan melihat pesan dari suaminya.


...Pak Boss...


...Saya di basemant apartement kamu. Temui saya sebentar....


Arasy diam-diam mengintip. Zoya menoleh, meminta pendapat pada pencetus rencana konyol ini. "Sini!" Menengadahkan tangan meminta ponsel Zoya, Zoya menyerahkannya dengan sukarela.


"Mm, oke. Kita bales. 'Maaf, yah, aku lagi gak mood buat ketemu sama kamu. Kamu pulang aja' Send!" sahut Arasy. Setelahnya tersenyum pada Zoya. Zoya ikut tersenyum serba salah, ia pasrah. Sampai balasan pesan dari Ethan membuat jarinya gerak cepat membuka kembali aplikasi chatting.


...Pak Boss...

__ADS_1


...Saya akan tetep tunggu kamu....


...Saya nggak akan pulang....


...Biarin saya kelaperan....


...SAYA GAK AKAN PULANG!...


...TITIK...


Arasy berdecih, menyandarkan punggung ke belakang. "Norak banget, sih, suami kamu." ledeknya pada Zoya. Zoya terdiam kemudian hanya mengangkat bahu acuh dengan senyum yang mengembang.


...Pak Boss...


...Katanya kamu sudah cinta sama saya. Kenapa kamu malah tega seperti ini pada saya?...


...Zoya....


...Saya merindukan kamu....


Zoya tersenyum kecil. Arasy benar, jika Ethan tampak menggemaskan ketika memiliki beban, terutama saat sedang galau seperti ini.


"Terus ini bales atau nggak?" tanya Zoya sambil menentang ponsel.


"Jangan. Biarin aja!"


"Oh, oke."


Zoya menurut saja, menyimpan kembali ponselnya di atas meja. Kemudian menyangga dagu dan sedang membayangkan bagaimana ekspresi Ethan sekarang.


Arasy hanya menatap kakak iparnya tersebut, ia tersenyum. Sampai ia mengingat pertemuannya dengan Ryuga hari ini. Pria manis yang sangat sopan dan berpendidikan. Meski Arasy juga tidak bisa menilai sepenuhnya di hari pertama pertemuan mereka.


Arasy merogoh sesuatu dari saku blazernya, sebuah kotak hitam berukuran kecil. Ia membuka dan melihat isinya. Mengambil benda kecil tersebut dan menatapnya. Senyumnya mengembang, hatinya berdegub kencang dengan harapan jika Arasy akan kembali dipertemukan dengan pemilik lencana itu.


**


Dering ponsel dalam genggamannya membuat Ethan tersentak antusias, berharap telpon itu dari Zoya. Namun harapannya harus sirna saat ternyata nama Alexa yan menggiasi layar ponselnya.


Setelah menerima panggilan dari Alexa, Ethan melajukan mobil meninggalkan basemant apartement Zoya menuju salah satu restoran tempat wanita itu mengajaknya bertemu sekalian untuk makan malam.


Ethan tidak dapat menolak, terutama saat wanita itu mengatakan ini hari terakhirnya di Indo. Langkah kaki Ethan membawanya pada sebuah private room, Alexa mengatakan jika ia sudah reservasi di sana.


"Hay."


Ethan hanya tersenyum singkat membalas sapaan wanita itu, duduk berhadapan dengan Alexa yang sudah duduk di tempatnya. Meja di hadapan mereka sudah penuh dengan makanan. Ethan memaklumi, barangkali Alexa ingin menikmati hari terakhirnya dengan memakan makananan Indonesia. Ethan mengambil minuman dan menenggaknya sedikit sebelum dipersilakan.


"Aku reservasi tempat ini karena tau kamu nggak akan nyaman." sahut Alexa, Ethan hanya mengangguk samar. Menerka apa yang wanita itu ingin katakan.


"Kamu gak tanya kabar aku?" protes Alexa melihat Ethan yang tak kunjung bersuara.


"Aku liat kamu baik-baik aja, makannya aku gak tanya." acuhnya, kembali melegut minuman.


"Senggaknya basa-basi atau apa, gitu!"


"Kamu tau aku gak suka basa-basi."


"Oh, damn!"


Ethan memicingkan mata mendebgarnya, tapi kemudian hanya menghela napas pasrah. Menyandarkan punggungnya ke bakang dan masih memikirkan alasan Zoya tidak ingin bertemu dengannya. Ethan tidak mengerti, padahal ia mengira setelah ini hubungan mereka akan damai dan baik-baik saja.


"Than."

__ADS_1


"Hmm." spontan Ethan mengalihkan perhatiannya pada Alexa.


"Besok aku balik ke Amrik."


"Yaudah, hati-hati."


"Bukan itu!" Alexa semakin kesal. Ethan mendesah. "Kamu tau maksud aku, 'kan?" tanya wanita itu, penuh harap.


"Aku udah anggap kamu kaya adik aku sendiri."


"Aku gak mau punya kakak!"


Lagi, Ethan mendesah. "Kalau gitu aku duluan." Ethan bangkit dan melangkah ke arah pintu, tapi Alexa menahannya. Membuat Ethan menoleh dan wanita itu memeluknya begitu saja.


"Kamu bisa, gak, sih, sedikit aja ngertiin perasaan aku?"


"Aku ngerti, tapi aku nggak bisa!"


"Than."


"Aku udah punya Zoya!"


**


"Oh, yah, Ar."


Arasy menoleh pada Zoya dengan mata mengantuk. Sepertinya malam ini ia akan menginap di apartement kakak iparnya.


"Ada apa?"


"Alexa siapa?"


"Anaknya Momy."


"Iya aku tau. Tapi hubungannya sama Ethan?"


"Mereka ada something?"


Arasy membuka matanya dengan sempurna. Menatap Zoya yang tampak penasaran pada wanita yang ditanyakannya. "Something?"


"Kenapa tiba-tiba nanyain hubungan mereka?" heran Arasy.


"Waktu itu dia pernah nelpon Ethan."


"Ohh, dia suka, tuh, sama Ethan." menyahut santai dan kembali merebahkan tubuhnya.


"Suka beneran?"


"Ya masa bohongan!"


Zoya diam sebentar, dari awal ia merasa curiga. Terlebih pada satu waktu, Zoya pernah iseng membuka ponsel Ethan yang tidak memakai password apa pun. Tidak ada kontak wanita keculi hanya nomor Freya, Arasy, Rachel, Alexa dan dirinya sendiri. Tapi feeling Zoya sangat janggal mengenai Alexa.


"Enggak usah cemaslah. Ethan nggak bakal suka sama Alexa." Arasy menenangkan, setidaknya ia dapat mengira apa yang Zoya pikirkan sekarang.


"Taunya gak bakal suka?"


Arasy memutar bola mata. "Ethan orangnya setia. Dia udah punya kamu, mana mau sama cewek lain." sahutnya yang membuat Zoya menganggukan kepala, membenarkan apa yang adik iparnya katakan.


Arasy tersenyum, ia menatap Zoya dan kemudian berbicara.


"Tapi kalau Ethan beneran naksir cewek lain. Itu artinya dia lagi diguna-guna." goda Arasy dengan tawa yang memenuhi ruang utama apartement.

__ADS_1


"ARASY!"


TBC


__ADS_2