
Naina baru saja selesai memasak menu sarapan saat suara bel terdengar. Ia lantas berjalan menuju pintu utama dengan terburu-buru dan membuka pintu. Pemandangan pertama yang dilihatnya adalah seorang wanita dengan stelan jeans dan rambut yang disanggul acak tengah tersenyum padanya.
"Mohon maaf, cari siapa ya?" Dahi Naina membentuk beberapa lipatan sembari menilik wajah westrn wanita di hadapannya. Seingatnya, ia tak pernah melihat wanita tersebut. Dan dia bertamu dipagi-pagi sekali, benar-benar membuat Naina heran.
"Alexa." ia mengenalkan dirinya sendiri dengan senyum manis.
"Aku datang bertamu untuk Ethan dan Zoya. Kamu siapa?" Alexa balik bertanya, sesaat Naina diam mempertimbangkan statusnya. Sesaat ia lupa siapa diririnya dan kemudian sadar diri.
"Euu, saya asisten rumah tangga Pak Ethan sama Mbak Zoya." gadis itu menyahut setengah gugup. Alexa tak bereaksi, yang dilakukan wanita itu justru menilik penampilan Naina dari ujung tambut sampai ujung kaki. Naina hanya diam dengan perasaan tak nyaman, setelah beberapa saat Alexa mengangguk.
"Boleh saya masuk?"
Naina mengangguk, membuka pintu lebar-lebar dan mempersilakan Alexa masuk, menuntun wanita itu menuju ruang tamu. Namun wanita itu meminta untuk menunggu tuan rumah di tuang utama. Setengah ragu, tapi Naina tidak dapat menolak.
"Mbak Alexa mau minum apa?"
"Tidak usah,"
Naina mengangguk-anggukan kepala. "Pak Ethan dan Mbak Zoya mungkin sedang bersiap untuk turun, Mbak Alexa bisa tunggu di sini." sahutnya sebelum kemudian berlalu menuju kembali ke kamar untuk segera merapikan diri dan ikut dengan Zoya ke lokasi pemotretan.
Sementara Alexa yang ditinggalkannya hanya diam. Mengamati setiap sudut ruang utama, ia tersenyum tipis saat melihat figura besar pernikahan Ethan dengan Zoya yang berada pada salah satu dinding.
***
Satu-satunya fakta yang Zoya tahu tentang Alexa wanita itu anak Momy Rachel, pemilik agensi dimana Zoya bernaung di sana dan Ethan sebagai CEO sekaligus produser. Alexa juga adalah seorang aktris yang debut dalam beberapa film dan juga sinetron.
Selain itu ia pun adalah bintang iklan dan model majalah. Hanya itu yang Zoya tahu. Selebihnya hanya rumor yang belum tentu kebenarannya.
Saat akan menikah dengan Ethan lebih dari satu tahun yang lalu, Zoya sempat mendengar rumor jika Alexa menyukai Ethan. Alasannya pulang dari Amerika sepenuhnya bukan karena panggilan syuting, atau merindukan sang momy yang menetap di sini melainkan karena wanita itu ingin bertemu dengan Ethan.
Menurut rumor yang beredar pula, wanita itu kembali lagi ke Amerika setelah Ethan menikah dengan Zoya dan merasa sudah kehilangan harapan sehingga memutuskan pergi dan menjauh dari kehidupan Ethan.
Saat itu Zoya tidak perduli, mengingat jika pernikahannya dengan Ethan terjadi atas dasar kesepakatan yang dibuat untuk mempertanggung jawabkan skandal antara Zoya dan Ethan selaku CEO agensinya tersebut–meski apa yang terjadi adalah jebakan yang dibuat Arasy agar Ethan bersama dengannya. Sehingga Zoya tak perlu memedulikan kehidupan pribadi calon suaminya.
Tapi sekarang, semuanya berbeda. Jika rumor itu ternyata benar adanya, Alexa pernah menyukai Ethan, maka saat ini perlu dipertanyakan alasan apa yang membuat Alexa datang kembali ke Indonesia.
Ethan sempat mengatakan padanya jika Alexa mengetahui pernikahan antara Ethan dengan Naina. Tentu saja Zoya merasa terkejut, tapi Ethan bilang akan menjelaskannya nanti. Zoya hanya berharap, jika kedatangan Alexa bukan untuk membuat kekacauan.
__ADS_1
Ethan, Zoya, Alexa dan Naina sarapan bersama di meja makan. Suasana tampak hening dan semua orang terlihat canggung kecuali Alexa yang terlihat lebih rileks dari yang lain. Berbeda dengan Naina yang merasa cangggung dan Zoya yang tampak tak myaman karena kehadiran wanita itu.
Sedangkan Ethan berharap-harap cemas, ia hanya berharap jika Alexa tidak akan melakukan hal macam-macam.
"Kenapa kalian semua terlihat tegang?" tanya Alexa, dengan raut tanpa dosanya ia menikmati makan tanpa tahu atau perduli jika yang membuat suasana menjadi tegang adalah dirinya sendiri.
"Ada apa kamu datang pagi-pagi kemari?" tanya Ethan, membuat Alexa menghela napas dengan mata memicing, seolah kecewa dengan pertanyaan pria itu.
"Nada bicaramu membuatku tidak nyaman Ethan."
"Aku sengaja melakukannya." Ethan menyahut acuh, Alexa berdecih.
"Tidak ada. Aku hanya ingin melihat istrimu, kami belum pernah bertemu sebelumnya."
"Karena kamu sengaja tidak datang ke acara pernikahan kami saat itu." sindir Ethan, Alexa mengukir senyum penuh keterpaksaan.
"Hmm, sekarang aku menyesal. Mungkin seharusnya aku datang saja saat itu." sahut wanita itu dengan raut serius, lantas setelahnya ia mengalihkan perhatian pada Zoya.
"Tapi tidak masalah, sekarang kami sudah bertemu. Istrimu cantik, sangat cantik."
Zoya hanya bisa menanggapi pujian itu dengan senyuman, sedangkan hatinya setengah menggerutu mendengar celotehan Alexa. Ia merasa tidak suka, bahkan telinganya tak mampu beradaptasi dengan suara wanita itu.
Alexa tidak bohong, jika kedatangannya bertamu ke rumah Ethan dengan Zoya adalah untuk melihat seorang Zoya Hardiswara. Wanita yang berhasil membuat Ethan menikahi wanita itu. Sekalian ia juga ingin melihat istri kedua Ethan, wanita yang pria itu nikahi dengan hitam di atas putih.
***
"Aku bilang untuk tidak mungusikku dan juga Zoya!" protes Ethan setelah ia menghentikan mobilnya di hadapan mobil Alexa dan membuat wanita itu keluar dari mobilnya ketika mereka berada di jalanan sepi.
"Aku tidak mengusikmu dan juga Zoya, Ethan!" Alexa setengah berteriak dengan nada geram.
"Lantas, untuk apa kamu datang bertamu pagi-pagi sekali ke rumahku?"
"Aku sudah bilang jika aku datang untuk melihat istrimu bukan untuk mengusik kalian. Memangnya apa yang aku dapatkan dari mengusik kamu dan juga Zoya?" Alexa menjadi geram sendiri atas fitnah yang dilontarkan Ethan padanya.
Terdengar sangat berlebihan, seharusnya Ethan tahu jika dirinya tidak sejahat itu untuk meruntuhkan rumah tangga yang sudah Ethan dengan istrinya bangun. Dia bukan siapa-siapa yang dapat masuk dengan mudah untuk merusak hubungan mereka.
"Jangan berlebihan, jaga saja rahasia pernikahanmu dengan asisten rumah tangga kalian!" kesal Alexa yang kemudian kembali masuk ke dalam mobilnya, menghidupkan mesin mobil tetapi sebelum melajukannya Alexa lebih dulu membunyikan klakson mobil keras-keras, membuat Ethan yang kesal segera masuk ke dalam mobilnya dan meminggirkan mobilnya lebih dahulu untuk membiarkan Alexa melewatinya.
__ADS_1
Ethan menatap kepergian mobil wanita itu dengan tatapan kesal. Alexa benar, mungkin seharusnya Ethan tidak bersikap berlebihan, mungkin seharusnya Ethan percaya jika Alexa mampu menjaga rahasia yang ia punya.
Alexa tidak mungkin membukanya kepada media bukan? Seharusnya wanita itu juga akan mempertimbangkan bagaimana nasib perusahaan agensi akan berdampak nanti.
***
"Aku harus tanya sama Ethan apakah selama ini dia berhubungan atau nggak sama Alexa!"
"Buat apa juga wanita itu datang ke rumah pagi-pagi dan memuji-muji ku. Aku nggak suka dia!" Zoya menggerutu begitu mereka tiba di lokasi pemotretan, bahkan wanita itu sudah menggerutu dan mengutuki Alexa sepanjang perjalanan ketika Selin sudah datang menjemput Zoya dan Naina.
Selin dengan Naina hanya mendengarkan. Mereka tahu Zoya sedang kesal. Bagaimanapun, wanita itu pasti cemburu atas wanita dari masa lalu suaminya.
"Kamu tau sendiri gimana suami kamu, gimana dia sangat mencintai kamu, mustahil dia membuka peluang untuk wanita yang ingin masuk dalam kehidupan pernikahan kalian." sahut Selin, menenangkan wanita itu.
Zoya mendesah, ia tak tahu harus bereaksi seperti apa. Ia percaya kepada Ethan, tetapi ia tidak yakin dengan Alexa. Seperti Ethan yang sangat cemburu kepada Edrin, mungkin perasaan seperti ini yang Ethan rasakan. Rasanya sangat menyiksa dan membuat tidak nyaman.
"Zoya, siap-siap ya, dua menit lagi kita ambil gambar." seorang staf memanggil wanita itu. Zoya hanya mengangguk malas, mood-nya sudah hilang dalam seketika tetapi pekerjaan tengah menantinya.
Selin tersenyum melihat wanita itu ia mengusap-usap punggung Zoya dengan lembut. "Sekarang kamu siap-siap. Okey, marah-marahnya nanti disambung kalau pemotretannya udah beres."
Apa yang Selin katakan berhasil membuat Zoya menggerutu kesal. "Emang marahnya bisa di pending apa? Emang keselnya bisa dipending apa?"
"Emang cemburunya bisa di pending?" oceh wanita itu yang berhasil membuat Selin tergelak, sedangkan Naina hanya tersenyum tipis saja.
Gadis itu hanya tersenyum melihat Zoya cemburu. Jika biasanya ia melihat Ethan yang bersikap seperti itu, maka kali ini ia melihat Zoya. Melihat bagaimana wanita itu cemburu terhadap wanita dari masa lalu suaminya.
"Udah! Udah, kkamu tenangin diri kamu sendiri dulu. Kita pemotretan, and kamu harus fokus juga profesional, okey."
"Zoya Hardiswara, kamu yang terbaik di panggung manapun." Selin memberikan motivasi agar membangkitkan semangat dalam diri Zoya, membuat wanita itu menarik napas dalam-dalam menenangkan diri. Ia hanya tersenyum kemudian mengangguk kepada Selin jika ia siap, Selin balas mengangguk, mempersilahkan Zoya untuk melangkahkan kakinya menuju tempat pemotretan yang berada beberapa langkah di hadapan mereka.
Beruntung, dalam waktu cepat, Zoya sudah dapat fokus dan menjalani pemotretan dengan sempurna, seperti biasanya. Naina dengan Selin hanya menatap wanita itu.
"Mbak Zoya lucu, yah, kalau cemburu. Saya baru pertama kali liat dia cemburu." komentar Naina seraya menatap wanita itu yang beberapa kali berganti pose dan tampak menikmati setiap kilatan blitz yang menerpanya. Selin yang berdiri di samping gadis itu menoleh.
"Terlihat lucu karena Zoya tidak benar-benar cemburu. Seandainya dia benar-benar cemburu kita nggak tahu apa yang akan terjadi." Selin menyahut dan mengakhiri kalimatnya dengan sebuah senyuman, tapi apa yang wanita itu katakan justru membuat senyum di bibir Naina perlahan luntur.
TBC
__ADS_1
Hmm, apakah maksud Mbak Selin, yah.