
Ray menahan tengkuk Mesya dan kini Mesya pun mulai ikut dalam permainan Ray, Mesya membalas ciu... man dari sang suami, Ray yang tahu istri nya membalas hanya tersenyum di dalam hati nya, sangat jelas kalau sang istri begitu amatir.
Saling bertukar saliva, tangan Ray yang satu tidak tinggal diam, sambil terus me..lu..mat bibir istri nya, Ray meraba dari perut dan kini sudah sampai di dua bu...kit kem..bar Mesya, Mesya masih mengenakan pakaian da...lam nya, Ray me...re..mas... Dua bu...kit kem...bar tersebut, Mesya seketika mengeluarkan ******* dari bibir tipis Mesya.
" ahhh.... Ahh... Bang." Rancau Mesya, ciu... Man... Ray kini turun ke leher Mesya meninggalkan banyak tanda merah di sana, Ray yang sudah merasa sangat terangsang dan mengingat istri nya yang kini sedang berhalangan pun melepaskan Mesya, lalu menatap Mesya dengan pandangan sayu dan berkata.
" Jujur sayang abang ingin memakan mu sekarang juga tapi abang akan tahan sayang, sampai sayang selesai, memang berapa lama abang harus menunggu." Tanya Ray ke Mesya..
" Sabar ya bang, 1 minggu lagi kok." Jawab Mesya.
" Ya sudah kita tidur saja ya, abang tidak sanggup lagi, takut nya kalau kita masih begini abang akan khilaf nanti." Ucap Ray dan di balas anggukan oleh Mesya.
Mereka pun tidur saling berpelukan, setidak nya mereka telah melakukan pemanasan sehingga tidak terlalu kaget nanyi nya ketika tiba waktu nya untuk melakukan hubungan suami istri, isi hati Ray dan Mesya
__ADS_1
Pagi hari nya Mesya lebih dulu bangun dari pada Ray, Mesya pun masih berada di pelukan Ray, entah lah posisi mereka saat ini sama dengan saat mereka akan tidur semalaman, tidak berubah hingga pagi menjelang, entah karena kecapean yang membuat mereka berdua sampai tidur tidak berpindah posisi, Mesya terus memandangi wajah Ray, lalu membelai pipi Ray sambil membangukan Ray, Mesya mulai memanggil suami nya..
" Bang, bangun yuk sudah subuh, abang belum sholat." Ucap Mesya dengan posisi masih membelai pipi suami nya.
" Hoam..." Suara Ray yang masih setengah terpejam dari tidur nya.
" Sudah pagi sayang." Lanjut Ray sambil merentangkan ke dua tangan nya dan Mesya pun segera bangkit dan duduk.
" Iya bang, ini sebentar lagi subuh, abang siap siap gih." Pinta Mesya.
Keesokan hari nya, mereka semua sudah berkumpul di restoran hotel dimana mereka menginap semalam.
" Wih, pengantin baru kenapa ikut turun." ledek Kyala
__ADS_1
" Iya kak, memang nya kenapa?." tanya Mesya
" Ya tidak apa apa, tapi dek kenapa jalan mu masih seperti biasa nya." tanya Kyala
" Lha harus gimana kak?." tanya Mesya dengan polos nya.
" Biasa nya pengantin itu besok nya akan sulit jalan kalau sudah unboxing." sahut Bianca
" Wih kak Bianca sudah biasa nih, gimana dengan bang Lian, pasti jago ya, sayang nya adik belum unboxing karena adik lagi halangan." Jawab Mesya dengan suara lirih tapi masih di dengar dengan semua orang yang berada 1 meja dengan Mesya.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...