
Semua keluarga masih berkumpul di rumah zafran. Mereka saling bercengkrama untuk mengobati rasa rindu mereka kepada keluarga zafran.
Terutama adalah Aya, karena sejak kecil Aya di asuh oleh bunda dan ayah Ray.
Aya yang di perlakukan seperti itu hanya tertawa dalam pangkuan oma nya.
"Kalau saya pas San, 2 cowok dan 2 cewek." Ucap ibu
"lya San, yang penting cucu-cucu kita sehat semuanya dan tumbuh cantik dan ganteng." Jawab bunda dengan mengamati cucu-cucunya yang sedang bermain bersama dengan tersenyum.
"Semoga kita bisa melihat mereka tumbuh besar San, sampai mereka menikah dan membuatkan cicit buat kita." Tambah ibu dengan rona bahagia.
"Amin san."Jawab bunda dan diikuti ayah Ray dan ayah Handoko.
"Oek..Oek.."Ren pun terbangun dan mulai merengek.
"Wah cucu nenek udah bangun ya, pasti kaget ini kok ramai sekali rumahku." Ucap ibu dengan mentoel pipi Ren.
"Pasti cucu oma haus ya." Tambah bunda yang juga berada di samping ibu.
"Nak, ini Ren di susuin dulu." Pinta ibu dengan menyerahkan Ren kepada El.
"Baik bu." Jawab El.
Dengan cekatan El pun menerima Rem dalam gendongannya.
__ADS_1
"El ke dalam dulu ya."Pamit El.
El pun berjalan menuju ke kamar nya untuk menyusui Ren.
Dia masih risih jika harus menyusui Ren di ruang terbuka dan banyak orang.
Di tempat bermain anak anak.
" Abang Adam ayo maen sama Aya dan Aina di sana."Ajak Aya kepada Adam dengan dirinya sudah menggandeng Aina.
Aya sangat bahagia bisa bermain kembali dengan Aina. Sejak bangun tidur dan melihat oma dan neneknya, Aya bersemangat untuk mencari Aina di ruang depan.
Setelah bertemu, dia tak mau lepas dengan Aina.
"lya dek, ayo kita maen kesana."Jawab Adam.
"Loh, aku kok nggak di ajak sih." Rio pun protes karena Aya tidak mengajaknya.
"Lio kan balu maen sama kak Jojo, kak Juju dan Kaka Rasha. Jadi Aya nggak ngajak Lio."Jawab Aya.
"Adam juga maen sama kita, terus kenapa Adam saja yang di ajak?" Tambah Rio yang tidak suka melihat Aya bersama anak cowok lainnya selain dia.
"Kan Aila kangen abang Adam." Jawab Aya kembali.
"Sudah...sudah jangan bertengkar. Kita kan bisa bermain bersama-sama."Ucap Adam untuk menengahi Aya dan Rio.
__ADS_1
Adam merupakan anak yang mandiri. Dia juga bisa berfikir dewasa.
Sehingga dia bisa langsung tanggan dengan kejadian ini.
"Ya udah ayo ikut."Jawab Aya dengan cemberut.
"Terima kasih."Ucap Rio dengan tersenyum senang.
Aya dan Aina berjalan terlebih dahulu menuju taman di komplek asrama dan diikuti Rio dan Adam di belakangnya.
Disana, ada ayunan dan pelosotan yang biasanya digunakan anak-anak komplek bermain. Ada juga kolam ikan yang di huni kura-kura dan ikan hias.
"Aina ayo kita maen ayunan sepelti waktu kita di taman dulu." Ajak Aya dengan menggeret Aina.
"Ayo Aila, aku juga kangen maen ayunan sama kami." Jawab Aina.
Aya dan Aina pun berjalan menuju ke arah ayunan.
Di sana ada dua ayunan. Aya duduk disebelah kanan dan Aina duduk di sebelah kiri.
Sedangkan Adam.....
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....