
Kemudian dia berjalan menuju pintu depan samping pengemudi untuk El dan berjalan berlawanan menuju pintu pengemudi.
Di perjalanan yang lumayan jauh mereka nikmati dengan celoteh Aya yang tak henti-hentinya bercerita tentang teman-teman nya di sekolah baru Aya.
Kadang El dan zafran menyautinya agar Aya merasa di perhatikan.
Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam, zafran beserta keluarga kecilnya sampai di RS terbesar di sana.
Di sini rumah sakitnya lengkap dan besar. Pelayanan yang memuaskan dan ramah terhadap pasien, membuat rumah sakit ini di minati banyak orang yang sedang sakit.
Setelah memarkirkan mobilnya, zafran menggandeng El serta Aya yang berada di gendongannya untuk masuk kedalam.
Dia bertanya kepada petugas letak ruang praktek dokter obgyn, zafran menyuruh istri dan anaknya duduk di kursi tunggu selagi dia mengambil nomor antrean. Kemudian dia menyusul istri dan putri nya setelah mengisi daftar pasien.
Sudah ada beberapa ibu hamil yang di dampingi sang suami menunggu antrean. El memperhatikan salah satu ibu yang perutnya membuncit.
Dia membayangkan ketika perutnya juga sama seperti itu, apakah tubuhnya akan membundar dan apakah dia berjalan dengan baik.
"Kenapa dek kok lihat ibu itu ?" Tanya zafran yang melihat arah pandang sang istri.
"Ifa cuma membayangin kalau perut Ifa segitu pasti badan Ifa juga ikut bundar mas."Jawab El.
"Bagi mas, adek mo bundar apa tidak yang terpenting kesehatan adik dan dedek bayi di perut adik. Mas pasti akan tetap cinta sama adik apalagi tahu nanti bagaimana perjuangan adik."Ucap zafran untuk menenangkan sang istri.
__ADS_1
El pun tersenyum mendengar nasehat sang suami.
"Nyonya Gabriela giliran masuk."Panggil suster.
"Sayang itu sudah di panggil."Ucap zafran kepada El.
"Ya mas ayo kita masuk."Jawab El.
El masuk dengan bergandengan tangan dan Aya masih setia di gendongan Daddy nya.
"Silahkan duduk pak bu."Ucap dokter dengan ramah.
"Terima kasih dok."Jawab El dan zafran bersama.
"Wah adik ingin lihat dedek nya ya."Sapa dokter dengan name tag Herlina Wardani yang di taksir berusia 37an.
Beliau sangat ramah.
"lya doktel Aya mo lihat dedek yang di pelut mommy."Jawab Aya dengan antusias.
"Siap cantik nanti kita lihat dedek bayi melalui monitor di sana ya."Ucap dokter Herlina dengan menunjukkan monitor yang terpasang di samping bed.
"Ok doktel." Semua orang dewasa yang berada di ruangan tersebut tersenyum melihat antusias Aya.
__ADS_1
"Oh ya bu Gabriela, kalau boleh tahu ada keluhan apa?" Tanya dokter Herlina dengan ramah.
" Begini dokter kemarin saya sempat pusing dan muntah dan juga pingsan. Setelah di periksa dokter jaga di klinik tempat suami tugas, beliau menyarankan saya untuk testpack dan ketika saya coba ternyata ada tanda garis dua. Tapi saya juga ternyata sudah telat datang bulan sekitar 2 mingguan. "Jelas El.
"Untuk mengetahui berapa usia kandungan ibu, ibu bisa berbaring di bed nanti biar saya periksa." El di tuntun suster untuk berbaring di bed.
Suster juga menyiapkan alat untuk memeriksa El, zafran mengikuti istrinya dan dengan menggandeng Aya.
"Maaf ya bu saya oles gel dulu di perut ibu."Izin suster kepada El.
Untung hari ini El memakai tunik panjang selutut sehingga memudahkan suster
"lya sus."Jawab El.
"Kita mulai ya bu pemeriksaannya."Ucap dokter dengan menaruh alat USG ke perut El dan sudah di hubungkan di layar monitor.
Dokter pun menggerakkan alatnya untuk mengetahui letak kantung sepeeti biji kacang hijau di perut Salma.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1