Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 17


__ADS_3

Bagi nya motor itu ibarat soulmate yang selalu menemani dalam suka maupun duka dalam hidup nya. Aku selalu menghargai sekecil apa pun di setiap pengorbanan.


Di tempat lain.


Sesampai nya Langit di parkiran basemen gedung, Langit melangkah keluar sambil menggendong Ara yang tertidur di ikuti pak Asep yang membawakan tas perlengkapan anak nya. Mereka berjalan memasuki lift khusus direktur, setelah menekan tombol 5 pintu lift otomatis tertutup dan membawa mereka ke lantai paling atas gedung ini.


Tring... Pintu lift terbuka, Langit bergegas menuju ruangan nya yang di dalam nya terdapat ruangan kamar untuk nya beristirahat, Langit membaringkan putri nya perlahan takut terbangun, di cium nya kening anak nya dengan sangat sayang. Pak Asep, setelah menyimpan tas yang di bawa nya langsung pamit turun ke lantai dasar intuk menunggu sambil istirahat di sana.


" Welcome hot daddy, tidak kurang siang lu datang nya." Ucap Adi sahabat sekaligus manager produksi sudah berdiri di pintu ruangan nya


" Sialan lu..bikin gue kaget saja, untung anak gue tidak kebangun." Ucap Langit.


" Ups sorry bro " ucap Adi berjalan keluar di ikuti Langit, lalu ke dua nya duduk di sofa.


" Ada laporan apa hari ini?." Tanya Langit.


" Semua laporan yang lu perlukan sudah gue kirim ke email, lu cek saja sendiri." Ucap Adi.

__ADS_1


Langit tidak menjawab hanya menganggukkan kepala nya, kemudian di raih nya laptop yang ada di meja nya.


" Lang lu sampai kapan ngejalanin rumah tangga seperti ini, lu sibuk, bini lu sibuk, anak lu tiap hari di titipin ke orang tua, kadang di bawa ke kantor, kasihan gue lihat nya." Ucap Adi.


Langit mendongakkan kepala nya sesaat tadi fokus melihat laporan di laptop, sambil menghembuskan nafas berat nya, ia sandarkan punggung nya kesadaran sofa, mata nya terpejam, ia menyesapi ada nya beban yang


" Gue belum bisa tegas sama dia Di, kerja di perusahaan itu memang cita cita nya sejak masih kuliah, She look excited saat sekarang menjabat manager pemasaran di perusahaan itu." ucap Langit.


" Huft, lihat pernikahan lu, gue jadi mikir lagi buat perpanjangan masa status jomblo." Ucap Adi.


" Lu bukan takut nikah tapi karena tidak laku laku." ucap Langit


" Cih..sembarangan kalau ngomong, gue 11 12 ganteng nya sama lu, gue nih kalau makan di food court suka jadi pusat perhatian." Ucap Adi.


" Dih di perhatiin emak eman ada GR." Cibir Langit. Langit berdiri menuju meja kerja nya, menekan tombol telepon sekretaris nya untuk datang ke ruangan nya


Tok tok tok...

__ADS_1


" Ya masuk." Ucap Langit yang berada di dalam ruangan.


" Ada yang bisa saya bantu pak?." Tanya Nina dengan membungkuk kan sopan.


" Jadwal saya untuk saya besok apa saja?." Tanya Langit pada Nina.


" Besok jadwal rutin bulanan pak, pertama mengunjungi pabrik, selanjut nya mengunjungi super market cabang Tangerang karena menurut laporan yang saya terima, pengunjung cabang Tangerang menurun dratis selama satu bulan ini. Jadi kita sekaligus mengadakan meeting pembahasan disana." Ucap Nina.


" Ok konfirmasi ke Tangerang, jangan ke pabrik anggap saja sidak." Ucap Langit.


" Baik pak, jangan lupa besok kita berangkat pukul 09.00 dari kantor pak, kalau begitu saya permisi." Ucap Nina lagi


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2