
Sedangkan Adam dan Rio mengikuti mereka dari belakang.
"Abang, bantuin Aina dong. Dolongin ayunan Aina." Pinta Aina setelah melihat abangnya di belakang.
"Siap dek, nanti abang dorong." Jawab Adam sambil memegang ayunan Aina untuk siap mendorongnya.
"Nanti gantian Aya ya abang." Rengek Aya.
"Aya biar aku bantu dorong saja." Sela Rio yang tidak suka.
"Aya kan maunya sama abang bukan sama Lio." Tolak Aya.
"Toh sama aja Aya mo di dorong Rio atau pun Adam." Ucap Rio.
"Ih Lio nggak asyik." Jawab Aya dengan membuang muka ke samping karena sebal dengan sikap Rio.
Rio pun mulai mendorong ayunan Aya. Dia mendorongnya perlahan-lahan agar Aya tidak terjatuh.
Meskipun awalnya Aira cemberut tapi akhirnya dia tertawa ketika ayunan dia dan Aina di dorong.
Adam dan Rio pun saling berlomba-lomba untuk mengayun.
"Huh..huh.." Adam pun ngos-ngosan setelah cukup lama mendorong ayunan adiknya.
"Dek, istirahat dulu ya abang capek." Ucap Adam kepada adiknya.
"Siap abang." Jawab Aina.
"Aya istirahat dulu ya, Rio juga capek." Tambah Rio yang juga ngos-ngosan.
"Ok Lio." Jawab Aya.
Adam dan Rio pun duduk di bawah pohon mangga di area taman. Aya dan Aina turun dari ayunan dan menyusul mereka.
"Aina haus nggak?"Tanya Aya.
__ADS_1
"Aina haus Aya, Aya bagaimana?" Tanya balik Aina.
"Aya juga haus. Ayo kita pulang saja kita minum di lumah." Ajak Aya.
"Di sini dulu aja, di rumah kamu ramai." Tolak Rio yang masih menikmati bermain di taman.
"Tapi Aya haus Lio." Rengek Aya.
"Ni Rio bawa uang, biar Rio beli minum di warung depan dulu dan kalian nunggu disini dulu."Tawar Rio dengan merogoh saku celananya.
Dia pun menyodorkan uang sepuluh ribuan 3.
"Ya udah ayo biar aku antar kamu Rio." Ucap Adam.
"Kalian tunggu disini ya, biar abang sama Rio beli minum dulu." Tambah Adam menasehati adiknya dan Aya.
"Okey abang." Jawab Aina.
"Abang, Lio hati-hati ya." Ucap Aya setelah melihat Adam dan Rio berjalan meninggalkan mereka.
Adam dan Rio pun berjalan menuju warung depan dekat dengan kantin.
"Adam ayo cepat jalannya, kasihan Aya udah kehausan."Ucap Rio mengajak Adam.
"Jangan cepat-cepat nanti jatuh Yo." Ajak Adam sambil berteriak kearah Rio.
Adam pun ikut berlari untuk menyeimbangi langkah Rio. K
arena Rio tidak mau mendengarkan nasehat Adam.
"Bu beli Jus rasa mangga 2, dan.." (Rio berhenti sejenak untuk bertanya kesukaan Adam dan Aina).
"Kamu mau rasa apa sama adikmu?" Tanya Rio kepada Adam.
"Disamain saja." Jawab Adam sambil mengamati isi warung.
__ADS_1
"jadi 4 ya bu."Ucap Rio kepada bu Sifa.
"lya Rio, sama apa lagi?" Jawab bu Sifa dengan menyerahkan pesanan Rio.
"Sama roti yang itu ya bu 4."Tambah Adam dengan menunjuk snack roti kesukaan dia dan adiknya.
"Memangnya Aya suka makan itu?"Ucap Rio.
"Pasti suka kan makannya nanti sama Aina."Jawab Adam dengan tersenyum.
"Ini ibu taruh di kantong plastik ya. Jadi semuanya Rp. 35.000."Ucap bu Sifa dengan menyerahkan bungkusan plastik ke arah Rio.
Rio pun menyerahkan semua uangnya kepada bu Sifa.
"Ini bu uangnya."Jawab Rio.
"Masih kurang lima ribu Yo." Ucap Bu Sifa.
"Uangku udah habis." Ucap Rio dengan sedikit ketakutan.
"Ini bu kekurangannya."Adam pun mengeluarkan uang sepuluh ribuan ke bu Sifa.
"Terima kasih Dam, nanti aku bilang mama buat gantiin uang kamu."Ucap Rio kepada Adam.
"Tidak usah Rio, kan ini nanti di makan buat kita."Jawab Adam sambil tersenyum.
Setelah membayar semuanya, mereka pun kembali kearah taman.
Rio mulai merasa biasa saja kepada Adam setelah Adam mau membantu membayar makanannya.
Tak seperti sebelumnya, dimana dia tidak suka jika Aira hanya bermain dengan Adam.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....