Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ay 83


__ADS_3

" Awas kamu ya, sekarang kamu bisa ngatain Kakak, tapi ingat saat Yasmin hamil nanti, kakak akan balas itu semua nya." Ucap Langit dengan senyum meremehkan kan.


Arka langsung diam dan ia langsung menggeleng kepala nya, ia berdoa semoga istri nya nanti tidak seper itu.


Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh arka karena mereka akan berangkat honeymoon sesuai permintaan ayah dan bundanya yang terus menyuruh arka dan Yasmin untuk honeymoon.


Awal nya Yasmin menolak karena ia merasa itu tidak terlalu perlu toh sama saja pikir nya honeymoon itu cuma berdoa saja karena arti nya sama saja dengan apa yang ia lakukan setiap malam bersama arka.


Tapi desakan dari sang mertua tercinta yang terus mendesak Yasmin untuk mengikuti keinginan sang bunda.


Kini arka dan Yasmin sedang berada di dalam pesawat Yasmin yang baru kali ini naik pesawat mengalami jetlag sehingga membuat nya mual dan pusing serta lemas.


Padahal sedari awal Yasmin sudah bilang jangan pergi terlalu jauh cukup bisa pergi dengan mobil saja tapi ternyata semua sudah diatur oleh sang mertua.


" Sayang kamu tidak apa apa?." Tanya Arka khawatir, padahal perjalanan baru 20 menit tapi kondisi Yasmin sudah terlihat sangat pucat, mereka sedang perjalanan Kota Bali yang memerlukan waktu kurang lebih 2 jam dalam perjalanan.


" aku tidak apa-apa mas aku cuma butuh istirahat saja boleh ya Yasmin tidur." kata nya sendiri sambil menyandarkan kepalanya di bahu arka.


Arka pun langsung merengkuh tubuh istri nya ke dalam pelukan nya perjalanan nya masih lumayan lama tapi arka tidak tega melihat yasmin yang seperti itu.


Arka terus mengelus kepala Yasmin berharap bisa mengurangi pusingnya sehingga tiba-tiba Yasmin terbangun dan kembali muntah di baju arka.


" Hoeeekkk." Arka langsung memijit-mijit Yasmin dan merapikan rambut nya agar tidak membuat nya risih dan faktor memuntahkan isi perut nya.


" Hoeeeekkkk." Yasmin kembali memuntahkan isi perut nya ke baju Arka, dan Arka dengan sabar mengurut leher Yasmin.


" Maaf mas." Ucap Yasmin dengan lirih dan kembali ke bahu Arka.


" tidak apa apa, ini minum dulu." Arka memberikan air putih ke Yasmin, baru Yasmin meminum satu tegukkan Yasmin kembali memuntahkan nya.


" Hoekkk, aku tidak kuat mas." ucap Yasmin dengan lirik.

__ADS_1


" aku tidak mau minum apa-apa." Lanjut Yasmin tanpa sadar Yasmin malah menangis membuat arka semakin bingung.


" Hey kamu kenapa sayang ada apa yang sakit?." tanya arka panik lalu segera memanggil petugas yang kebetulan lewat di dekat nya.


" Tolong teh hangat." ucapan arka lalu kembali memijit-mijit kepala Yasmin pramugari itu hanya bengong melihat areka yang terkenal dingin dan galak ternyata bisa selembut dan perhatian itu kepada seorang gadis di samping nya yang sang pramugari tidak tahu siapa dan jangan lupakan penampilan arka yang terkena muntahan Yasmin namun arka hanya saja.


" Hei apa kamu tidak mendengar ku?." Pekik Arka membuat pramugari itu tersadar dan secepat kilat membuat pesanan Arka.


" Mas Arka hiks hiks." Yasmin semakin terisak saat arka melepaskan pelukan nya.


" Sebentar sayang, mas ganti baju dulu ya." Ucap Arka lembut.


" Gara gara Yasmin baju mas Arka kotor hiks hiks." Yasmin semakin terisak karena merasa bersalah, membuat arka pusing sendiri padahal ia sudah bilang tidak apa apa.


" Tidak apa apa, sudah dong jangan nangis lagi oke." Ucap Arka sambil melepaskan jaket dan kaos nya, untuk celana nya tidak kena muntahan, jadi arka bisa mengganti baju di situ. Arka kini hanya mengenakan jaket tanpa dalaman, karena yang terkena muntah an hanya kaos nya saja.


Di sebuah villa yang berada di pinggiran laut Yasmin berdiri di balkon kamar lantai 2 menikmati deburan ombak dan semilir angin sore hari.


Ya Yasmin dan arka sudah sampai di kota Bali siang tadi dan langsung istirahat karena tubuh Yasmin bagai ayam tak bertulang lemas bahkan untuk mengangkat kepalanya saja tidak kuat.


" Pantai nya bagus banget ya mas." kata Yasmin dengan mata masih memandangi pantai.


" Kamu suka?." tanya arka dan Yasmin menganggukkan kepalanya.


" Dulu waktu kecil, aku pengen banget jalan jalan ke pantai, ayah janji akan membawa Yasmin ke pantai sama bunda, tapi ternyata bunda pergi sebelum kamu pergi ke pantai, lalu setelah ayah menikah dengan ibu, kami ber lima berencana akan pergi bertamasya ke pantai untuk liburan semester, tapi ternyata ayah juga pergi meninggalkan Yasmin, Yasmin sempat berfikir kenapa setiap kali Aku ingin ke pantai pasti orang yang menyayangi ku harus pergi." ucap Yasmin tanpa sadar membuat air matanya menetes dan membasahi kedua pipinya.


" Andai dulu Yasmin tidak ingin pergi ke pantai pasti bunda yang dan ayah masih ada sama Yasmin saat ini." lanjut Yasmin.


" Hey hey hey look at me." Kata arka membalikkan tubuh Yasmin agar menghadapnya.


" Semua hidup sudah ada garisnya kita tidak boleh menyesali semua itu." lanjut arka.

__ADS_1


" Percaya sama mas sekarang kamu punya suami orang tua punya adik dan kakak juga punya keponakan kami semua menyayangi kamu sayang yang ucap arka sambil membelai pipi Yasmin.


" sayang ayo ikut mas." Ajak Arka, arka mengalihkan pembicaraan agar Yasmin tidak bersedih.


" Kemana?." Tanya Yasmin penasaran.


" Nanti dong sekarang kita puas-puasin waktu kita disini tanpa ada gangguan orang-orang yang menyebalkan kata arka dengan senyum smirk nya.


" Mas arka." Ucap Yasmin menundukkan kepalanya karena malu.


" Sayang ayo." arka menggenggam tangan Yasmin agar mengikuti nya masuk ke dalam kamar.


" Dihh masih sore mas." Jawab Yasmin menahan tangan nya.


" Justru karena masih sore." Kata Arka yang terus menarik tangan Yasmin.


Mau tidak mau Yasmin mengikuti langkah Arka, namun Yasmin bingung saat arka membawa nya melewati tempat tidur dan keluar kamar.


" Eh kita mau kemana mas?." Tanya Yasmin, karena mereka kini berjalan ke arah luar villa.


" lihat sunset di sini sunsetnya bagus banget." jawab atas sampai namun Yasmin merasa malu karena mengira akan mengajaknya mendaki gunung Himalaya lagi.


" Sunset?." Tanya Yasmin.


" Iya sayang jangan bikin macam-macam dulu ini sore." Ucap Arka terkekeh melihat wajah Yasmin yang memerah karena malu karena tadi ia salah mengira.


" Mas arka ihhh, itu kan kata kata Yasmin." Ucap Yasmin memukul lengan Arka membuat arka Sakin tergelak.


" Woahhh mas tidak menyangka, gadis polos seperti kamu sudah mulai mesuk sekarang " ucap Arka terkekeh.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2