
" Sayang kamu di dalam?." tanya arka setengah berteriak namun tidak ada sahutan dari arah dalam kamar mandi.
" tadi Ara dengar suara ada yang jatuh gitu arah takut tante Yasmin jatuh di dalam." ucap Ara yang baru tiba di kamar arka.
" Kita dobrak aja pintu nya arka." ucap Alvin dibalas anggukan oleh arka.
Brakkkk cobaan pertama gagal.
Brakkkkk cobaan ke dua failed.
" Shittt ini pintu di buat dari apaan sih susah banget." Umpat arka kesal.
" Kita coba sekali lagi." Kata Alvin. Dengan hitungan ketiga akhirnya pintu berhasil terbuka.
Brakkkkk.
" Auwwwwwhhh sakit banget." Ucap Alvin dan arka.
" lagian kalian ngapain pakai dobrak, kan ada kunci cadangan." Ucap Langit menyerahkan kunci cadangan kepada Arka, membuat Arka melototkan mata nya ke arah Langit namun Langit malah terkekeh.
__ADS_1
" Yasmin." Pekik bunda yang melihat menantu nya tergeletak di kamar mandi, membuat tatapan arka yang tadi menatap Langit kini teralihkan ke arah dalam kamar mandi, mata arka sukses melotot kala melihat istri tercinta nya tergeletak di lantai, Arka segera berlari ke arah Yasmin.
" Sayang, sayang bangun." Ucap Arka lalu ia segera membopong tubuh istri nya dan meletakkan nya di tempat tidur.
" Sayang, jangan bikin mas khawatir, bangun dong." Ucap Arka sambil menepuk nepuk pipi Yasmin.
" Alvin kamu telfon dokter harus." Ucap Bunda kepada Alvin, karena barusan bunda melihat nadi Yasmin mulai lemah, Alvin pun segera berlari setelah mendapatkan perintah dari bunda.
Bunda pun juga segera mencari minyak angin untuk membantu Yasmin siuman dan sedikit hangat, sebelum dokter keluarga datang.
" lagian kalian ngapain pakai dobrak, kan ada kunci cadangan." Ucap Langit menyerahkan kunci cadangan kepada Arka, membuat Arka melototkan mata nya ke arah Langit namun Langit malah terkekeh.
" Sayang, sayang bangun." Ucap Arka lalu ia segera membopong tubuh istri nya dan meletakkan nya di tempat tidur.
" Sayang, jangan bikin mas khawatir, bangun dong." Ucap Arka sambil menepuk nepuk pipi Yasmin.
" Alvin kamu telfon dokter harus." Ucap Bunda kepada Alvin, karena barusan bunda melihat nadi Yasmin mulai lemah, Alvin pun segera berlari setelah mendapatkan perintah dari bunda.
Bunda pun juga segera mencari minyak angin untuk membantu Yasmin siuman dan sedikit hangat, sebelum dokter keluarga datang.
__ADS_1
" Pi, onty Yasmin Kenapa?." Tanya Ara yang mata nya sudah berkaca kaca.
" Tidak apa apa kok onty nya, pasti akan baik baik saja." Ucap Langit.
Setelah mendapatkan minyak angin, bunda segera naik ke atas tempat tidur dan segera mengoleskan minyak angin ke hidung, kening serta telapak tangan Yasmin.
" Arka, kamu oleskan minyak angin ini ke kaki Yasmin." ucap bunda memberikan botol minyak angin kepada arka.
Arka tidak segera mengambilnya maka ia bergidik ngeri sendiri.
"ayo buruan oleskan ke kakinya.' ucap bunda lagi.
" Tapi Bun arka...." Bunda menatap tajam ke arah anak ke dua nya itu, sebenar nya bunda tahu bahwa arka memang tidak menyukai jenis bau minyak minyak kan seperti ini sedari kecil, tapi mau bagaimana lagi ini kan darurat.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1